- Beranda
- Berita dan Politik
PHK Massal Indonesia, Selain Sritex, Ribuan Karyawan KFC, Yamaha, & Sanken
...
TS
the.commandos
PHK Massal Indonesia, Selain Sritex, Ribuan Karyawan KFC, Yamaha, & Sanken

Kabar mengejutkan datang dari dunia industri dan ritel di Indonesia beberapa waktu belakangan ini.
Bahkan, akun Instagram @nyinyir_update_official menyebut gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal melanda beberapa perusahaan besar. Bukan hanya Sritex, tetapi juga ada KFC Indonesia, Yamaha, dan Sanken.
Ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian akibat berbagai faktor, mulai dari kerugian finansial hingga penutupan pabrik.
Industri alat musik ikut terkena imbas PHK besar-besaran. Yamaha, melalui divisi musiknya di Indonesia, mengumumkan rencana penutupan dua pabriknya tahun ini.
Akibatnya, sebanyak 1.100 pekerja harus kehilangan pekerjaan.
PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia, juga mengalami pukulan berat.
Perusahaan ini mencatat kerugian hingga Rp558 miliar pada kuartal ketiga 2024.
Faktor penyebabnya diduga akibat pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19 yang belum optimal serta krisis berkepanjangan di Timur Tengah.
Dampak dari kondisi finansial yang memburuk, KFC Indonesia telah menutup 47 gerai hingga September 2024, yang berujung pada PHK terhadap 2.274 karyawan.
Keputusan PHK ini menuai kritik dari serikat pekerja karena dianggap dilakukan secara sepihak tanpa komunikasi yang memadai dengan pengurus serikat.
Perusahaan elektronik asal Jepang, PT Sanken Indonesia, juga mengumumkan PHK massal pada tahun 2025.
Sebanyak 400 pekerja akan terkena PHK pada Juni 2025, setelah sebelumnya 500 karyawan lebih dulu diberhentikan.
Dengan demikian, total karyawan yang terdampak mencapai 900 orang. Mayoritas pekerja yang terkena PHK berada dalam rentang usia 30-40 tahun, yang dikhawatirkan akan mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan baru.
Tidak hanya sektor makanan dan elektronik, industri tekstil juga mengalami pukulan berat. Pada 26 Februari 2025, Sritex mengumumkan PHK massal terhadap seluruh karyawannya.
Akibatnya, 10.665 karyawan harus kehilangan pekerjaan. Para karyawan yang terdampak telah mengajukan klaim atas hak-hak mereka, termasuk pesangon, Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Gelombang PHK massal ini menjadi sorotan publik, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Banyak pihak mendesak pemerintah untuk mengambil langkah konkret guna melindungi para pekerja yang terdampak.
Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan menanggapi maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor manufaktur dengan menegaskan bahwa masih banyak peluang kerja yang tersedia bagi para pekerja.
"Kita akan mencari industri yang membuka lapangan pekerjaan. Hari Senin, saya akan datang ke Garut, Jawa Barat. Di situ ada penerimaan lapangan pekerjaan sekitar sepuluh ribu," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan teknologi Huawei akan membuka sekitar 30 ribu lapangan kerja bagi masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi dampak PHK yang terjadi di berbagai sektor.
Di sisi lain, Partai Buruh bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak pemerintah untuk lebih aktif melindungi buruh dari ancaman PHK massal.
https://fajar.co.id/2025/03/02/phk-m...pekerjaan/amp/
19 juta lapangan kerja dari samsul menanti
siloh dan aldonistic memberi reputasi
2
1.1K
72
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.6KThread•56.9KAnggota
Tampilkan semua post
rizkync108
#16
KFC bangkrut wajar diboikot lastcar...
Yamaha bangkrut wajar sepi penjualan alat musik...
Sritex bangkrut wajar karena barang dari cainak lebih murah & kualitas nya bagus...
Jadi ga usah heran, beberapa bulan lagi juga banyak perusahaan yang tumbang
Gw kalo yang punya perusahaan sih udah males ngomong sama modelan begini...
Bukan nya ngasih solusi malah menekan perusahaan dengan segala cara supaya mereka ttp digaji meskipun masuk kerja ga ngapa2in, bahkan tiap tahun selalu demo minta kenaikan UMR.. tanpa mikirin kondisi perusahaan yang sepi akibat penjualan turun atau kendala lain nya.
Perusahaan disuruh ngambil hutangan dari bank buat nutupin OP kantor atau pabrik, jelas itu cuma nguntungin buruh doang sesaat tapi perusahaan yang bakal hancur ke depan nya.
Maka nya sebelum itu terjadi mending tutup perusahaan dan gausah nambah hutang karena belum tentu kondisi pasar membaik ke depan nya, bayar pesangon dan denda (jika ada) sesuai ketentuan ketimbang ttp bertahan beberapa tahun lagi walau ujung2nya harus tutup.
Yamaha bangkrut wajar sepi penjualan alat musik...
Sritex bangkrut wajar karena barang dari cainak lebih murah & kualitas nya bagus...
Jadi ga usah heran, beberapa bulan lagi juga banyak perusahaan yang tumbang
Quote:
Gw kalo yang punya perusahaan sih udah males ngomong sama modelan begini...
Bukan nya ngasih solusi malah menekan perusahaan dengan segala cara supaya mereka ttp digaji meskipun masuk kerja ga ngapa2in, bahkan tiap tahun selalu demo minta kenaikan UMR.. tanpa mikirin kondisi perusahaan yang sepi akibat penjualan turun atau kendala lain nya.
Perusahaan disuruh ngambil hutangan dari bank buat nutupin OP kantor atau pabrik, jelas itu cuma nguntungin buruh doang sesaat tapi perusahaan yang bakal hancur ke depan nya.
Maka nya sebelum itu terjadi mending tutup perusahaan dan gausah nambah hutang karena belum tentu kondisi pasar membaik ke depan nya, bayar pesangon dan denda (jika ada) sesuai ketentuan ketimbang ttp bertahan beberapa tahun lagi walau ujung2nya harus tutup.
Diubah oleh rizkync108 03-03-2025 04:39
admiralgobalbag dan kucingpilot2 memberi reputasi
2
Tutup