- Beranda
- Berita dan Politik
Komdigi beberkan internet murah 100 Mbps harga rp 100 ribu, ini caranya
...
TS
bunga.leonor
Komdigi beberkan internet murah 100 Mbps harga rp 100 ribu, ini caranya
Komdigi Beberkan Internet Murah 100 Mbps Harga Rp100 Ribu, Ini Caranya
Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
21 February 2025 19:25
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Denny Setiawan menyampaikan pemaparan dalam acara dalam acara Tech & Telco Summit 2025 di Jakarta, Jumat (21/2/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Denny Setiawan menyampaikan pemaparan dalam acara dalam acara Tech & Telco Summit 2025 di Jakarta, Jumat (21/2/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Digital berencana melelang frekuensi 1,4 GHz untuk layanan broadband wireless access (BWA). Langkah ini disebut adalah awal dari upaya merealisasikan akses internet 100 Mbps dengan harga terjangkau di RI.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi Denny Setiawan membeberkan cara Komdigi memanfaatkan frekuensi 1,4 GHz untuk meningkatkan kecepatan internet RI.
"Konsepnya adalah belajar dari pengalaman lalu, adalah kita ingin fiberized tower [menara yang dilengkapi kabel fiber optik]. Tower itu harus fiberized," jelasnya dalam acara Tech and Telco Summit 2024, Jumat (21/2/2025).
Dia menjelaskan dalam implementasi layanan BWA yang terdahulu, pemerintah tidak mewajibkan penyelenggara membangun kabel fiber optik. Kini, perusahaan yang mau menyediakan layanan BWA harus memiliki infrastruktur kabel fiber optik.
Pilihan Redaksi
Kemudian, Komdigi juga mewajibkan frekuensi digunakan bersama-sama dalam konsep open access. Konsep tersebut juga berlaku untuk infrastruktur kabel fiber optik.
Model ini, menurut Denny, memastikan pembangunan infrastruktur internet dengan kapasitas sebesar-besarnya sebagai "pembuka jalan."
"Jadi, ini adalah, kalau istilah kemacetan itu voorijder [mobil polisi pengawal di jalan raya]. Setelah ini sudah dapat, sampai dalam kecamatan. Nah itu pun teman-teman mobile juga bisa memanfaatkan. Jadi, tadi 5G enggak rasa 2G lagi," katanya.
Denny memastikan bahwa lelang frekuensi 1,4 GHz baru awal dari rencana Komdigi menambah frekuensi yang tersedia untuk akses internet. Dalam waktu dekat, Komdigi juga akan membuka frekuensi 2,6 GHz, 3,5 GHz, dan 700 MHz.
"Jadi tetap yakin, semangat. Kita satu per satu, naik satu-satu. Kita kalahkan Laos kalau yang 1,4 GHz. Nanti 2,6; 3,5; 700; kita kalahkan Malaysia," kata Denny.
(dem/dem)
https://www.cnbcindonesia.com/tech/2...bu-cek-caranya
Cara kerjanya gimana
Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
21 February 2025 19:25
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Denny Setiawan menyampaikan pemaparan dalam acara dalam acara Tech & Telco Summit 2025 di Jakarta, Jumat (21/2/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Denny Setiawan menyampaikan pemaparan dalam acara dalam acara Tech & Telco Summit 2025 di Jakarta, Jumat (21/2/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Digital berencana melelang frekuensi 1,4 GHz untuk layanan broadband wireless access (BWA). Langkah ini disebut adalah awal dari upaya merealisasikan akses internet 100 Mbps dengan harga terjangkau di RI.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi Denny Setiawan membeberkan cara Komdigi memanfaatkan frekuensi 1,4 GHz untuk meningkatkan kecepatan internet RI.
"Konsepnya adalah belajar dari pengalaman lalu, adalah kita ingin fiberized tower [menara yang dilengkapi kabel fiber optik]. Tower itu harus fiberized," jelasnya dalam acara Tech and Telco Summit 2024, Jumat (21/2/2025).
Dia menjelaskan dalam implementasi layanan BWA yang terdahulu, pemerintah tidak mewajibkan penyelenggara membangun kabel fiber optik. Kini, perusahaan yang mau menyediakan layanan BWA harus memiliki infrastruktur kabel fiber optik.
Pilihan Redaksi
Kemudian, Komdigi juga mewajibkan frekuensi digunakan bersama-sama dalam konsep open access. Konsep tersebut juga berlaku untuk infrastruktur kabel fiber optik.
Model ini, menurut Denny, memastikan pembangunan infrastruktur internet dengan kapasitas sebesar-besarnya sebagai "pembuka jalan."
"Jadi, ini adalah, kalau istilah kemacetan itu voorijder [mobil polisi pengawal di jalan raya]. Setelah ini sudah dapat, sampai dalam kecamatan. Nah itu pun teman-teman mobile juga bisa memanfaatkan. Jadi, tadi 5G enggak rasa 2G lagi," katanya.
Denny memastikan bahwa lelang frekuensi 1,4 GHz baru awal dari rencana Komdigi menambah frekuensi yang tersedia untuk akses internet. Dalam waktu dekat, Komdigi juga akan membuka frekuensi 2,6 GHz, 3,5 GHz, dan 700 MHz.
"Jadi tetap yakin, semangat. Kita satu per satu, naik satu-satu. Kita kalahkan Laos kalau yang 1,4 GHz. Nanti 2,6; 3,5; 700; kita kalahkan Malaysia," kata Denny.
(dem/dem)
https://www.cnbcindonesia.com/tech/2...bu-cek-caranya
Cara kerjanya gimana
soelojo4503 memberi reputasi
1
628
27
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.4KThread•57.5KAnggota
Tampilkan semua post
Verial
#9
Ane jadi ingat Saat Starlink mau masuk ke sini, kalo ngga salah sih ngasih Harga Murah dan Quality yang OK.
Seketika itu semua ISP dan Operator Seluler kompak mewek-mewek
Dan Endingnya Starlink harus ikut Regulasi yang berlaku di Indo, Harga nya jadi ngga Murah Banget
Dan ane ingat ada sekitar 3 Bulan ISAT 00RED0 sempat ada Paket 200rb dengan Quota 500GB (dan itupun Meteran nya ngga berkurang ketika dipakai)
Sayangnya sekarang dah ngga ada
Ini membuktikan bahwa Internet di vVakanda masih menjadi Kebutuhan Primer dan makanya Harganya dibuat Mahal (yang murah yach Quotanya ngga berlimpah).
Menurut ane kalo untuk Speed saat ini di Kota Besar sudah OK, yang paling penting itu ialah Quota. Speednya kencang dan stabil akan percuma kalo Quotanya sedikit (disinilaaah permainan Cuan Operator Seluler).
Ada juga Operator Seluler yang Ngasih Kebaikan Hatinya Setengah-Setengah, misalnya dengan Obral Promo Paket Malem.
Mosok mau Internetan enak harus jadi Kalong?
Seketika itu semua ISP dan Operator Seluler kompak mewek-mewek
Dan Endingnya Starlink harus ikut Regulasi yang berlaku di Indo, Harga nya jadi ngga Murah Banget
Dan ane ingat ada sekitar 3 Bulan ISAT 00RED0 sempat ada Paket 200rb dengan Quota 500GB (dan itupun Meteran nya ngga berkurang ketika dipakai)
Sayangnya sekarang dah ngga ada
Ini membuktikan bahwa Internet di vVakanda masih menjadi Kebutuhan Primer dan makanya Harganya dibuat Mahal (yang murah yach Quotanya ngga berlimpah).
Menurut ane kalo untuk Speed saat ini di Kota Besar sudah OK, yang paling penting itu ialah Quota. Speednya kencang dan stabil akan percuma kalo Quotanya sedikit (disinilaaah permainan Cuan Operator Seluler).
Ada juga Operator Seluler yang Ngasih Kebaikan Hatinya Setengah-Setengah, misalnya dengan Obral Promo Paket Malem.
Mosok mau Internetan enak harus jadi Kalong?
ivanind dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup