- Beranda
- Stories from the Heart
[Cerbung Misteri] Tatiana Shenlinova
...
TS
aurora..
[Cerbung Misteri] Tatiana Shenlinova
![[Cerbung Misteri] Tatiana Shenlinova](https://s.kaskus.id/images/2025/02/22/9481769_20250222080106.jpg)
Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Quote:
Rating: 13+
Target Pembaca: Wanita
Genre: Horror, Mystery, Psychological
Target Pembaca: Wanita
Genre: Horror, Mystery, Psychological
Quote:
Bab 1
Tahun 2009, Semarang
Milla melangkah memasuki sebuah mall di Semarang bersama ibunya. Mall itu ramai seperti biasa, penuh dengan pengunjung yang berlalu-lalang, sebagian sibuk berbelanja, sebagian lagi hanya berjalan-jalan tanpa tujuan. Udara dingin dari pendingin ruangan menyambutnya, kontras dengan panas terik di luar yang membuat tubuhnya lengket oleh keringat.
Saat berjalan melewati atrium mall, Milla terhenti di depan sebuah toko elektronik yang memajang layar televisi besar. Sebuah video klip sedang diputar di layar itu, dikelilingi oleh beberapa orang yang berdiri memperhatikan dengan ekspresi bingung dan tidak nyaman.
Awalnya, Milla hanya melirik sekilas, tapi sesuatu dalam video itu menarik perhatiannya. Lagu yang mengalun terdengar lembut dan normal, bergenre pop ballad yang mendayu-dayu. Namun, ada yang aneh. Liriknya tidak ada, hanya terdengar suara seorang wanita yang terus-menerus mengulang kata “la” dalam melodi yang monoton.
Namun, yang benar-benar membuat Milla bergidik adalah sosok pria dalam video itu.
Layar televisi memperlihatkan wajahnya dengan jelas. Seorang pria muda dengan wajah tampan, tetapi dihiasi dengan cat aneh yang membuatnya tampak aneh dan tidak manusiawi. Cuping hidungnya dan ujung hidungnya dicat biru langit, bibirnya dicat hitam legam, dan kedua telinganya dicat hijau tua.
Namun, bukan hanya warna-warna itu yang mengganggu. Kedua telinganya juga dihiasi sepasang anting-anting perak, yang menancap di kulit hijau telinganya. Dalam pencahayaan video yang redup, kilauan anting itu tampak tidak wajar, seperti perhiasan yang ditempelkan pada patung hidup.
Pria itu tidak berbicara, tidak bernyanyi. Ia hanya menari dengan gerakan yang terasa aneh, seperti boneka yang digerakkan oleh tali yang tak kasat mata.
Lagu itu terus mengalun, suara wanita menyanyikan "la la la" berulang-ulang, tanpa henti.
Jantung Milla berdetak lebih cepat. Ada sesuatu dalam video itu yang membuatnya tidak nyaman, seolah-olah ia sedang menyaksikan sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat.
“Mill, ayo jalan,” panggil ibunya, menyadarkan Milla dari keterpakuannya
Milla buru-buru mengalihkan pandangannya dan berlari kecil menyusul ibunya. Namun, perasaan aneh itu tidak menghilang. Bahkan saat mereka sudah jauh dari toko elektronik itu, melodi lagu itu masih terus terngiang di telinganya.
***
Di SMP tempat Milla bersekolah, suasana ramai seperti biasa. Suara tawa dan obrolan memenuhi koridor saat para siswa berjalan menuju kelas masing-masing. Namun, Milla masih belum bisa menghapus bayangan video klip itu dari pikirannya.
Saat jam istirahat tiba, Milla duduk bersama teman-temannya di kantin. Ia menatap mereka dengan serius, lalu membuka pembicaraan.
“Kalian tahu nggak? Kemarin aku lihat video klip aneh di mall,” ucap Milla, suaranya pelan
“Aneh gimana?” tanya Rina, teman dekatnya
Milla menarik napas sebelum mulai menjelaskan.
“Lagunya tuh, aneh banget. Cuma ada suara perempuan yang nyanyi ‘la la la’ terus, nggak ada lirik lain. Dan yang lebih serem lagi, video klipnya...” ucap Milla, terdiam sejenak, membayangkan kembali wajah pria itu
“Kenapa video klipnya?” desak Dina, yang ikut penasaran
“Ada laki-laki di situ. Wajahnya dicat aneh banget. Hidungnya biru, bibirnya hitam, telinganya hijau. Terus dia pakai anting-anting yang nancep di telinganya. Dan dia joget-joget dengan cara yang, hmm, nggak tau deh, kayak bukan manusia,” jelas Milla dengan suara setengah berbisik
Rina dan Dina saling berpandangan, lalu merinding.
“Ih, kok kayak film horor?” gumam Rina
“Iya, aku juga kepikiran. Lagunya nggak serem, tapi wajah laki-lakinya itu, sumpah, bikin aku nggak bisa tidur semalam,” ucap Milla sambil mengusap lengannya yang tiba-tiba merinding
Dina menggeleng.
“Serem banget, Mill. Itu penyanyinya siapa?”
Milla menghela napas.
“Awalnya aku kira penyanyinya orang luar negeri. Nama penyanyinya Tatiana Shenlinova, kan kedengarannya kayak nama orang Rusia atau Eropa gitu. Tapi pas aku cari tahu di internet, ternyata dia orang Indonesia.”
Ketiga gadis itu terdiam sejenak, mencoba mencerna informasi tersebut.
“Orang Indonesia? Tapi dari namanya kok kayak bukan?” tanya Rina curiga
“Makanya aku juga bingung. Aku coba cari lebih lanjut, tapi nggak ada info apa-apa tentang dia,” jawab Milla
Dina mengernyit.
“Gimana bisa? Penyanyi terkenal biasanya ada wawancaranya, kan?”
“Nah, itu dia yang bikin makin serem. Identitasnya bener-bener nggak jelas. Sosok penyanyinya juga nggak ada yang tahu,” lanjut Milla
Keheningan menyelimuti meja mereka. Sejenak, hanya terdengar suara siswa lain yang asyik mengobrol di kantin.
“Tunggu,” ucap Rina, mendadak teringat sesuatu
“Berarti nggak ada yang pernah lihat wajah asli penyanyinya?” lanjut Rina
Milla mengangguk.
“Iya. Foto-foto yang beredar di internet cuma cover albumnya aja, tapi nggak ada fotonya sama sekali.”
Dina menggigit bibirnya, lalu berbisik.
“Mill, kamu yakin itu bukan lagu terkutuk atau semacamnya?”
Milla tertawa kecil, meskipun dalam hati ia merasa hal itu bukan lelucon.
“Nggak tahu juga. Tapi kalau aku lihat di internet, banyak orang yang bilang mereka juga ngerasa takut pas lihat video klipnya.”
Mereka kembali terdiam. Semakin lama mereka membicarakan hal ini, semakin bulu kuduk mereka berdiri.
***
Sejak hari itu, obrolan tentang video klip lagu "La La La" mulai menyebar di sekolah Milla.
Banyak teman sekelasnya yang mencoba mencari video klip itu, tapi anehnya, tidak semua orang bisa menemukannya dengan mudah. Ada yang mengaku melihatnya di TV, ada yang menemukannya di beberapa forum internet, tapi tidak ada satu pun situs resmi yang mencantumkan informasi lengkap tentang Tatiana Shenlinova.
Saat itu belum ada media sosial seperti sekarang. YouTube memang sudah ada, tetapi tidak sepopuler sekarang, dan video yang diunggah sering kali dihapus tanpa peringatan. Banyak forum diskusi membahas lagu itu, tetapi tidak ada yang tahu asal-usul pasti penyanyinya.
Beberapa siswa lain yang berhasil menonton video klipnya mengaku mengalami perasaan tidak nyaman yang sama seperti Milla. Bahkan ada beberapa yang memilih untuk tidak menontonnya lagi karena merasa terganggu dengan visualnya.
Satu hal yang pasti, bahwa video klip itu bukan sekadar lagu biasa. Ada sesuatu yang membuat orang yang menontonnya merasa tidak tenang.
Dan yang paling mengerikan adalah, tidak ada yang tahu pasti siapa sebenarnya Tatiana Shenlinova.
TO BE CONTINUED
Tahun 2009, Semarang
Milla melangkah memasuki sebuah mall di Semarang bersama ibunya. Mall itu ramai seperti biasa, penuh dengan pengunjung yang berlalu-lalang, sebagian sibuk berbelanja, sebagian lagi hanya berjalan-jalan tanpa tujuan. Udara dingin dari pendingin ruangan menyambutnya, kontras dengan panas terik di luar yang membuat tubuhnya lengket oleh keringat.
Saat berjalan melewati atrium mall, Milla terhenti di depan sebuah toko elektronik yang memajang layar televisi besar. Sebuah video klip sedang diputar di layar itu, dikelilingi oleh beberapa orang yang berdiri memperhatikan dengan ekspresi bingung dan tidak nyaman.
Awalnya, Milla hanya melirik sekilas, tapi sesuatu dalam video itu menarik perhatiannya. Lagu yang mengalun terdengar lembut dan normal, bergenre pop ballad yang mendayu-dayu. Namun, ada yang aneh. Liriknya tidak ada, hanya terdengar suara seorang wanita yang terus-menerus mengulang kata “la” dalam melodi yang monoton.
Namun, yang benar-benar membuat Milla bergidik adalah sosok pria dalam video itu.
Layar televisi memperlihatkan wajahnya dengan jelas. Seorang pria muda dengan wajah tampan, tetapi dihiasi dengan cat aneh yang membuatnya tampak aneh dan tidak manusiawi. Cuping hidungnya dan ujung hidungnya dicat biru langit, bibirnya dicat hitam legam, dan kedua telinganya dicat hijau tua.
Namun, bukan hanya warna-warna itu yang mengganggu. Kedua telinganya juga dihiasi sepasang anting-anting perak, yang menancap di kulit hijau telinganya. Dalam pencahayaan video yang redup, kilauan anting itu tampak tidak wajar, seperti perhiasan yang ditempelkan pada patung hidup.
Pria itu tidak berbicara, tidak bernyanyi. Ia hanya menari dengan gerakan yang terasa aneh, seperti boneka yang digerakkan oleh tali yang tak kasat mata.
Lagu itu terus mengalun, suara wanita menyanyikan "la la la" berulang-ulang, tanpa henti.
Jantung Milla berdetak lebih cepat. Ada sesuatu dalam video itu yang membuatnya tidak nyaman, seolah-olah ia sedang menyaksikan sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat.
“Mill, ayo jalan,” panggil ibunya, menyadarkan Milla dari keterpakuannya
Milla buru-buru mengalihkan pandangannya dan berlari kecil menyusul ibunya. Namun, perasaan aneh itu tidak menghilang. Bahkan saat mereka sudah jauh dari toko elektronik itu, melodi lagu itu masih terus terngiang di telinganya.
***
Di SMP tempat Milla bersekolah, suasana ramai seperti biasa. Suara tawa dan obrolan memenuhi koridor saat para siswa berjalan menuju kelas masing-masing. Namun, Milla masih belum bisa menghapus bayangan video klip itu dari pikirannya.
Saat jam istirahat tiba, Milla duduk bersama teman-temannya di kantin. Ia menatap mereka dengan serius, lalu membuka pembicaraan.
“Kalian tahu nggak? Kemarin aku lihat video klip aneh di mall,” ucap Milla, suaranya pelan
“Aneh gimana?” tanya Rina, teman dekatnya
Milla menarik napas sebelum mulai menjelaskan.
“Lagunya tuh, aneh banget. Cuma ada suara perempuan yang nyanyi ‘la la la’ terus, nggak ada lirik lain. Dan yang lebih serem lagi, video klipnya...” ucap Milla, terdiam sejenak, membayangkan kembali wajah pria itu
“Kenapa video klipnya?” desak Dina, yang ikut penasaran
“Ada laki-laki di situ. Wajahnya dicat aneh banget. Hidungnya biru, bibirnya hitam, telinganya hijau. Terus dia pakai anting-anting yang nancep di telinganya. Dan dia joget-joget dengan cara yang, hmm, nggak tau deh, kayak bukan manusia,” jelas Milla dengan suara setengah berbisik
Rina dan Dina saling berpandangan, lalu merinding.
“Ih, kok kayak film horor?” gumam Rina
“Iya, aku juga kepikiran. Lagunya nggak serem, tapi wajah laki-lakinya itu, sumpah, bikin aku nggak bisa tidur semalam,” ucap Milla sambil mengusap lengannya yang tiba-tiba merinding
Dina menggeleng.
“Serem banget, Mill. Itu penyanyinya siapa?”
Milla menghela napas.
“Awalnya aku kira penyanyinya orang luar negeri. Nama penyanyinya Tatiana Shenlinova, kan kedengarannya kayak nama orang Rusia atau Eropa gitu. Tapi pas aku cari tahu di internet, ternyata dia orang Indonesia.”
Ketiga gadis itu terdiam sejenak, mencoba mencerna informasi tersebut.
“Orang Indonesia? Tapi dari namanya kok kayak bukan?” tanya Rina curiga
“Makanya aku juga bingung. Aku coba cari lebih lanjut, tapi nggak ada info apa-apa tentang dia,” jawab Milla
Dina mengernyit.
“Gimana bisa? Penyanyi terkenal biasanya ada wawancaranya, kan?”
“Nah, itu dia yang bikin makin serem. Identitasnya bener-bener nggak jelas. Sosok penyanyinya juga nggak ada yang tahu,” lanjut Milla
Keheningan menyelimuti meja mereka. Sejenak, hanya terdengar suara siswa lain yang asyik mengobrol di kantin.
“Tunggu,” ucap Rina, mendadak teringat sesuatu
“Berarti nggak ada yang pernah lihat wajah asli penyanyinya?” lanjut Rina
Milla mengangguk.
“Iya. Foto-foto yang beredar di internet cuma cover albumnya aja, tapi nggak ada fotonya sama sekali.”
Dina menggigit bibirnya, lalu berbisik.
“Mill, kamu yakin itu bukan lagu terkutuk atau semacamnya?”
Milla tertawa kecil, meskipun dalam hati ia merasa hal itu bukan lelucon.
“Nggak tahu juga. Tapi kalau aku lihat di internet, banyak orang yang bilang mereka juga ngerasa takut pas lihat video klipnya.”
Mereka kembali terdiam. Semakin lama mereka membicarakan hal ini, semakin bulu kuduk mereka berdiri.
***
Sejak hari itu, obrolan tentang video klip lagu "La La La" mulai menyebar di sekolah Milla.
Banyak teman sekelasnya yang mencoba mencari video klip itu, tapi anehnya, tidak semua orang bisa menemukannya dengan mudah. Ada yang mengaku melihatnya di TV, ada yang menemukannya di beberapa forum internet, tapi tidak ada satu pun situs resmi yang mencantumkan informasi lengkap tentang Tatiana Shenlinova.
Saat itu belum ada media sosial seperti sekarang. YouTube memang sudah ada, tetapi tidak sepopuler sekarang, dan video yang diunggah sering kali dihapus tanpa peringatan. Banyak forum diskusi membahas lagu itu, tetapi tidak ada yang tahu asal-usul pasti penyanyinya.
Beberapa siswa lain yang berhasil menonton video klipnya mengaku mengalami perasaan tidak nyaman yang sama seperti Milla. Bahkan ada beberapa yang memilih untuk tidak menontonnya lagi karena merasa terganggu dengan visualnya.
Satu hal yang pasti, bahwa video klip itu bukan sekadar lagu biasa. Ada sesuatu yang membuat orang yang menontonnya merasa tidak tenang.
Dan yang paling mengerikan adalah, tidak ada yang tahu pasti siapa sebenarnya Tatiana Shenlinova.
TO BE CONTINUED
@kakekane.cell@tiokyapcing @brucebanner23
lorosukmo. dan 10 lainnya memberi reputasi
11
2.3K
Kutip
28
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aurora..
#6
Quote:
Bab 4
Tahun 2009, Indonesia
Popularitas lagu "La La La" di Indonesia semakin tak terbendung. Di berbagai penjuru negeri, lagu ini terus diputar, baik di radio, pusat perbelanjaan, hingga acara musik di televisi. Namun, di balik kesuksesannya, kekhawatiran masyarakat mulai meningkat.
Laporan demi laporan mulai berdatangan, terutama dari para orang tua yang mengeluhkan reaksi aneh anak-anak mereka setelah menonton video klipnya.
Anak-anak menangis, takut untuk tidur sendirian, bahkan ada yang mengalami mimpi buruk setelah melihat sosok pria berwajah aneh dalam video itu.
Dan akhirnya, situasi menjadi semakin serius.
***
Di berbagai kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Makassar, keluhan masyarakat mulai bermunculan di media massa.
Seorang ibu di Denpasar melaporkan bahwa anaknya yang berusia lima tahun tiba-tiba berteriak histeris setelah melihat video klip itu di televisi.
"Aku cuma tinggal sebentar ke dapur, dan ketika kembali, anakku sudah menangis ketakutan sambil menunjuk layar TV," jelas ibu itu dalam sebuah wawancara di koran lokal
Di Cirebon, seorang guru TK mengaku bahwa beberapa muridnya mulai menggambar sosok pria berwajah aneh itu di buku gambar mereka, dengan warna-warna mencolok seperti yang terlihat di video klip.
"Mereka terus bilang kalau pria itu menatap mereka," ucap sang guru
Kondisi serupa terjadi di Ambon dan Bangkalan. Banyak anak-anak yang menolak menonton TV jika ada acara musik yang memutar video klip tersebut.
“Setiap kali video itu muncul, anakku langsung menutup matanya dan menjerit,” ucap seorang ayah di Ambon
Situasi ini membuat banyak orang tua meminta agar video klip tersebut dihentikan dari siaran televisi.
***
Keluhan yang terus berdatangan membuat pemerintah akhirnya turun tangan.
Otoritas yang mengatur penyiaran di Indonesia akhirnya mengadakan rapat darurat bersama sejumlah stasiun televisi nasional.
Dalam pertemuan itu, mereka membahas apakah video klip lagu "La La La" memang pantas untuk terus ditayangkan.
“Ini bukan hanya sekadar video musik biasa. Jika sampai anak-anak mengalami trauma, maka harus ada tindakan,” ucap salah satu anggota otoritas penyiaran tersebut
Sejumlah psikolog anak yang diundang ke dalam pertemuan itu juga menyatakan bahwa visual video klip "La La La" memang memiliki elemen yang bisa membuat anak-anak merasa tidak nyaman.
“Perpaduan warna di wajah pria dalam video itu bukan hanya aneh, tapi juga mengandung unsur yang secara psikologis bisa menciptakan rasa takut bagi anak-anak,” jelas seorang psikolog
***
Akhirnya, setelah mempertimbangkan banyak faktor, otoritas yang mengatur penyiaran pun akhirnya mengeluarkan keputusan.
Video klip "La La La" dilarang tayang di televisi nasional.
Semua stasiun televisi yang tetap menayangkan video itu akan dikenai sanksi.
Keputusan ini juga berdampak pada industri musik. Seluruh CD lagu "La La La" yang berisi video klipnya dilarang beredar di pasaran.
Namun, lagu itu sendiri tidak dilarang.
Masyarakat masih boleh memutar lagu tersebut di radio, dan banyak pusat perbelanjaan tetap menjadikan lagu ini sebagai salah satu lagu latar favorit mereka.
Selain itu, para penyanyi lain juga masih diperbolehkan meng-cover lagu ini, asalkan mereka tidak menggunakan visual yang menyerupai video klip aslinya.
***
Keputusan ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Banyak orang tua merasa lega, karena akhirnya mereka bisa menyalakan televisi tanpa khawatir anak-anak mereka akan ketakutan.
Namun, di sisi lain, beberapa orang justru merasa penasaran lebih dalam.
Dengan video klip yang semakin sulit diakses, teori konspirasi tentang misteri "La La La" justru semakin berkembang.
"Apa yang sebenarnya mereka coba sembunyikan?" tulis seorang pengguna forum komunitas online di internet
Sejumlah remaja dan orang dewasa mulai berburu salinan video klip ini di internet atau membeli CD bajakan yang masih beredar secara ilegal.
Beberapa pengguna bahkan mengunggah ulang video tersebut di platform berbagi video seperti YouTube.
Namun, tak lama setelah diunggah, video-video itu mendadak menghilang, entah karena dilaporkan atau ada alasan lain yang lebih misterius.
***
Sementara itu, sosok Tatiana Shenlinova masih menjadi teka-teki besar.
Sejak namanya dikenal publik, tidak ada satu pun informasi valid yang bisa ditemukan tentangnya.
Tidak ada wawancara, tidak ada penampilan di acara musik, dan tidak ada jejak digital yang menjelaskan siapa dia sebenarnya.
Banyak orang yang mencoba menghubungi label musik yang merilis lagu ini, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Bahkan, saat media mencoba mewawancarai pihak label, mereka hanya memberikan jawaban singkat.
"Kami hanya merilis lagunya. Kami tidak berhak mengungkap identitas pribadi penyanyinya."
Jawaban itu justru semakin menambah kecurigaan.
***
Meski video klipnya dilarang, lagu "La La La" tetap hidup di tengah masyarakat.
Di berbagai pusat perbelanjaan, lagu ini masih terdengar melalui speaker.
Di radio, lagu ini masih masuk dalam daftar top 10 lagu paling sering diputar.
Namun, semakin dilarang, semakin banyak orang yang ingin tahu lebih dalam.
Siapakah pria berwajah aneh dalam video klip itu?
Siapakah Tatiana Shenlinova sebenarnya?
Dan yang paling penting:
Kenapa tidak ada satu pun orang yang tahu jawaban dari semua pertanyaan ini?
***
Milla duduk di meja belajarnya, membaca berita terbaru di internet tentang larangan video klip ini.
Ia merasa semakin penasaran.
Sesuatu dalam dirinya berkata bahwa ada sesuatu yang belum terungkap.
Dan ia bertekad untuk mencari tahu kebenaran di balik lagu "La La La".
TO BE CONTINUED
Tahun 2009, Indonesia
Popularitas lagu "La La La" di Indonesia semakin tak terbendung. Di berbagai penjuru negeri, lagu ini terus diputar, baik di radio, pusat perbelanjaan, hingga acara musik di televisi. Namun, di balik kesuksesannya, kekhawatiran masyarakat mulai meningkat.
Laporan demi laporan mulai berdatangan, terutama dari para orang tua yang mengeluhkan reaksi aneh anak-anak mereka setelah menonton video klipnya.
Anak-anak menangis, takut untuk tidur sendirian, bahkan ada yang mengalami mimpi buruk setelah melihat sosok pria berwajah aneh dalam video itu.
Dan akhirnya, situasi menjadi semakin serius.
***
Di berbagai kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Makassar, keluhan masyarakat mulai bermunculan di media massa.
Seorang ibu di Denpasar melaporkan bahwa anaknya yang berusia lima tahun tiba-tiba berteriak histeris setelah melihat video klip itu di televisi.
"Aku cuma tinggal sebentar ke dapur, dan ketika kembali, anakku sudah menangis ketakutan sambil menunjuk layar TV," jelas ibu itu dalam sebuah wawancara di koran lokal
Di Cirebon, seorang guru TK mengaku bahwa beberapa muridnya mulai menggambar sosok pria berwajah aneh itu di buku gambar mereka, dengan warna-warna mencolok seperti yang terlihat di video klip.
"Mereka terus bilang kalau pria itu menatap mereka," ucap sang guru
Kondisi serupa terjadi di Ambon dan Bangkalan. Banyak anak-anak yang menolak menonton TV jika ada acara musik yang memutar video klip tersebut.
“Setiap kali video itu muncul, anakku langsung menutup matanya dan menjerit,” ucap seorang ayah di Ambon
Situasi ini membuat banyak orang tua meminta agar video klip tersebut dihentikan dari siaran televisi.
***
Keluhan yang terus berdatangan membuat pemerintah akhirnya turun tangan.
Otoritas yang mengatur penyiaran di Indonesia akhirnya mengadakan rapat darurat bersama sejumlah stasiun televisi nasional.
Dalam pertemuan itu, mereka membahas apakah video klip lagu "La La La" memang pantas untuk terus ditayangkan.
“Ini bukan hanya sekadar video musik biasa. Jika sampai anak-anak mengalami trauma, maka harus ada tindakan,” ucap salah satu anggota otoritas penyiaran tersebut
Sejumlah psikolog anak yang diundang ke dalam pertemuan itu juga menyatakan bahwa visual video klip "La La La" memang memiliki elemen yang bisa membuat anak-anak merasa tidak nyaman.
“Perpaduan warna di wajah pria dalam video itu bukan hanya aneh, tapi juga mengandung unsur yang secara psikologis bisa menciptakan rasa takut bagi anak-anak,” jelas seorang psikolog
***
Akhirnya, setelah mempertimbangkan banyak faktor, otoritas yang mengatur penyiaran pun akhirnya mengeluarkan keputusan.
Video klip "La La La" dilarang tayang di televisi nasional.
Semua stasiun televisi yang tetap menayangkan video itu akan dikenai sanksi.
Keputusan ini juga berdampak pada industri musik. Seluruh CD lagu "La La La" yang berisi video klipnya dilarang beredar di pasaran.
Namun, lagu itu sendiri tidak dilarang.
Masyarakat masih boleh memutar lagu tersebut di radio, dan banyak pusat perbelanjaan tetap menjadikan lagu ini sebagai salah satu lagu latar favorit mereka.
Selain itu, para penyanyi lain juga masih diperbolehkan meng-cover lagu ini, asalkan mereka tidak menggunakan visual yang menyerupai video klip aslinya.
***
Keputusan ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Banyak orang tua merasa lega, karena akhirnya mereka bisa menyalakan televisi tanpa khawatir anak-anak mereka akan ketakutan.
Namun, di sisi lain, beberapa orang justru merasa penasaran lebih dalam.
Dengan video klip yang semakin sulit diakses, teori konspirasi tentang misteri "La La La" justru semakin berkembang.
"Apa yang sebenarnya mereka coba sembunyikan?" tulis seorang pengguna forum komunitas online di internet
Sejumlah remaja dan orang dewasa mulai berburu salinan video klip ini di internet atau membeli CD bajakan yang masih beredar secara ilegal.
Beberapa pengguna bahkan mengunggah ulang video tersebut di platform berbagi video seperti YouTube.
Namun, tak lama setelah diunggah, video-video itu mendadak menghilang, entah karena dilaporkan atau ada alasan lain yang lebih misterius.
***
Sementara itu, sosok Tatiana Shenlinova masih menjadi teka-teki besar.
Sejak namanya dikenal publik, tidak ada satu pun informasi valid yang bisa ditemukan tentangnya.
Tidak ada wawancara, tidak ada penampilan di acara musik, dan tidak ada jejak digital yang menjelaskan siapa dia sebenarnya.
Banyak orang yang mencoba menghubungi label musik yang merilis lagu ini, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Bahkan, saat media mencoba mewawancarai pihak label, mereka hanya memberikan jawaban singkat.
"Kami hanya merilis lagunya. Kami tidak berhak mengungkap identitas pribadi penyanyinya."
Jawaban itu justru semakin menambah kecurigaan.
***
Meski video klipnya dilarang, lagu "La La La" tetap hidup di tengah masyarakat.
Di berbagai pusat perbelanjaan, lagu ini masih terdengar melalui speaker.
Di radio, lagu ini masih masuk dalam daftar top 10 lagu paling sering diputar.
Namun, semakin dilarang, semakin banyak orang yang ingin tahu lebih dalam.
Siapakah pria berwajah aneh dalam video klip itu?
Siapakah Tatiana Shenlinova sebenarnya?
Dan yang paling penting:
Kenapa tidak ada satu pun orang yang tahu jawaban dari semua pertanyaan ini?
***
Milla duduk di meja belajarnya, membaca berita terbaru di internet tentang larangan video klip ini.
Ia merasa semakin penasaran.
Sesuatu dalam dirinya berkata bahwa ada sesuatu yang belum terungkap.
Dan ia bertekad untuk mencari tahu kebenaran di balik lagu "La La La".
TO BE CONTINUED
tiokyapcing dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas
Tutup