- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#377
Chapter 238
Quote:
Sebuah sinar terang menghiasi gelapnya malam. Cahaya berwarna kebiruan melesat menuju ke suatu tempat. Kapten Briar masih mengunci tubuh Rodrick, mencari sebuah lahan luas yang dapat digunakan untuk menjadi arena pertarungan, syaratnya hanya satu, tidak banyak bangunan disekitarnya.
Markas utama BASS berdiri tepat di sebelah gedung utama kantor berita Urbanews. Yang kini bentuk bangunannya sudah tidak berbentuk seperti dahulu. Rodrick yang sebelumnya terpental jauh, datang kembali membawa bongkahan tanah besar, menghujani mereka dengan batuan berlian murni yang begitu keras. Dengan kejadian itu, kapten Briar memutuskan untuk membawanya menjauh.
Untungnya disekitaran lingkungan markas utama BASS, terdapat sebuah lahan dengan sungai besar ditengahnya. Seringkali para talenta muda yang ingin bergabung dengan pasukan BASS menghabiskan masa santainya di sini. Kapten Briar mendarat dengan kasar, membuat jalur yang panjang.
“Baiklah…,” Rodrick menghempas tubuh kapten Briar dengan mudah. Padahal aliran listrik bertegangan tinggi diterimanya langsung tanpa penghalang. “kau yakin bakal tewas di sini?” ledek Rodrick.
“Tidak apa-apa, juniorku sudah hapal betul lokasinya, memudahkan mereka untuk berkunjung…,” satu bola listrik dilemparnya, Rodrick memukulnya menggunakan tinju yang dilapisi oleh berlian. Pecahannya berupa api-api kecil yang langsung membakar rumput. Memberikan mereka sedikit cahaya, karena lahan luas ini sungguh gelap.
Kapten Briar melesat, memberikan jejak api di setiap langkahnya. Tubuhnya yang kekar tidak menyulitkannya untuk bergerak cepat, apalagi baju tempur modifikasinya didesain agar nyaman digunakan. Kedua tangan saling beradu, pertarungan kelas berat ini lebih mengutamakan kekuatan fisik, dibanding adu strategi.
“Hm?” kapten Briar melepaskan pegangannya, lalu mengayunkan tinju dari bawah. Rodrick dapat melihat semuanya, namun responnya lebih lambat sehingga tinju itu mengenai rusuk kanannya.
Tidak berhenti sampai sana, serangkaian serangan dilanjutkan. Kapten Briar menyukai olah raga tinju sejak kecil, sehingga gerakannya ini layaknya petinju pro. Jika ada penonton pertarungan ini, mereka akan takjub dengan tarian yang sedang diperagakannya. Suasana yang begitu gelap sangat mendukung, karena tubuh kapten Briar bercahaya biru.
Berlian yang nyatanya bersifat keras, tetap hancur tidak bisa menandingi besarnya kekuatan kapten Briar. Setelah puluhan pukulan diterimanya, Rodrick terpental dengan satu pukulan lurus tepat mengenai batang hidungnya yang tertutup oleh pelapis berbentuk penutup kepala kumbang.
“Cepat bangun!” teriak kapten Briar, “aku belum selesai menghajarmu!” jalannya tenang, menghampiri Rodrick yang sedang memandangi langit terang.
“Pukulanmu sangat keras, tetapi…,” Rodrick bangkit. “aku tidak merasakannya!” sosoknya menghilang.
Sebelum kapten Briar bereaksi, sebuah tinju keras mendarat diwajahnya. Menghancurkan visor yang dipakainya untuk memantau kondisi baju tempur miliknya. Darah mengalir dari hidungnya, meskipun begitu kapten Briar tetap berdiri kokoh.
“Wow, aku tidak menyangka ada manusia yang bisa menahan tinju berlian seperti tadi…,” ucap Rodrick.
“Aku harus ucapkan terima kasih, sebenarnya aku tidak membutuhkan visor itu…,” kapten Briar memberikan komando, kapasitas baju tempurnya dinaikan ke titik ekstrim, badannya semakin bersinar. Bahkan listrik ditubuhnya begitu intens hingga membentuk seperti api berwarna biru.
Rodrick tidak mampu mengikuti gerakan kapten Briar, pukulan tadi dibalasnya. Tanduk Rodrick patah, membuat lapisan keras penutup kepalanya retak hingga mau pecah. Pertarungan menjadi ajang adu tinju brutal, siapa yang lebih kuat menahan serangan di kepala, itulah pemenangnya.
Suara dentuman mengisi kekosongan. Hewan-hewan malam tidak berani mendekat karena takut akan suara yang mereka timbulkan. Wajah kapten Briar sudah babak belur, matanya terbuka satu sedangkan sisanya tidak mampu terbuka lagi. Tidak jauh berbeda dengan Rodrick, bahkan regen tidak mampu menyelamatkan wajahnya dari kehancuran.
Rasa panas mulai dirasakan oleh kapten Briar, tegangan listrik yang begitu tinggi bahkan membuat C-Partikel tidak berdaya. Kedua tangannya berhenti memberikan pukulan, kondisi ini dimanfaatkan betul oleh Rodrick untuk melakukan regen penyembuhan dirinya, terutama bagian wajah.
“Aku bisa melakukan ini seharian penuh,” ucap Rodrick.
“Gawat…, ayolah…,” geram kapten Brian.
Butuh waktu sebentar bagi Rodrick untuk mengembalikan bentuk wajahnya seperti sedia kala. Untuk mempermalukan kapten Briar, penutup kepalanya tidak dibuatnya kembali. Wajahnya kini terpampang nyata, bahkan senyuman yang bernada mengejek pun sangat jelas.
“Oke, sampai di mana kita barusan?” Rodrick membunyikan beberapa jarinya, lalu menggerakan lehernya ke kanan dan kiri melakukan peregangan. “cih…,” sebuah cahaya berwarna merah datang mendekat. “manusia kerdil itu lagi!” matanya bergerak mengikuti arah cahaya merah tersebut.
Sebuah tebasan mengiris bagian belakang tubuh Rodrick tanpa disadarinya, gerakan kapten Lucio begitu cepat. Ketika Rodrick ingin menangkapnya, malah jemarinya yang terpotong. Kedatangan kapten Lucio memberikan waktu bagi kapten Briar untuk rehat sejenak, tubuhnya perlu istirahat setelah terpapar aliran listrik bertegangan tinggi.
“Ke mana lagi?” Rodrick tetap waspada. “ini!” tinjunya mengepal, menebak arah kedatangan kapten Lucio. Lalu suara dentuman keras terdengar saat tinjunya menapak tanah.
“Yargh!” dengan menggunakan kedua senjatanya, kapten Lucio berhasil memotong satu tangan Rodrick. “satu lagi!”
Ketika akan diarahkan pada tangan satunya, sebuah kristal berlian keluar dari bekas potongan tadi. Bentuknya tidak karuan, membuat kapten Lucio membelokan arah lajunya. Gerakan tiba-tiba itu malah membuat keseimbangannya goyah, kecepatannya jauh berkurang.
“Kena kau!” Rodrick melepaskan seluruh kristal berlian tidak berbentuk yang muncul dari bekas potongan tangannya, menggantinya dengan sebuah tangan baru dengan material berlian. Satu hentakan kakinya mampu melompat jauh hingga jaraknya dengan kapten Lucio semakin dekat.
“Aku akan menebasnya!” kapten Lucio sudah melakukan ancang-ancang, bagian wajah Rodrick tidak memiliki perlindungan sama sekali, hingga mudah dijadikan target.
Rodrick melepaskan tinjunya lebih cepat dibanding kapten Lucio mengayunkan senjatanya. Kilauan berlian dari pantulan cahaya bulan menyilaukan mata kapten Lucio.
“Inikah akhirnya…,” tinjunya semakin dekat, namun yang terjadi malah sosok Rodrick yang tiba-tiba terpental jauh. Terkena sebuah pukulan keras.
“Lawanmu itu aku!” ucap kapten Briar, dengan aliran listrik yang hanya memenuhi satu tangannya saja.
Markas utama BASS berdiri tepat di sebelah gedung utama kantor berita Urbanews. Yang kini bentuk bangunannya sudah tidak berbentuk seperti dahulu. Rodrick yang sebelumnya terpental jauh, datang kembali membawa bongkahan tanah besar, menghujani mereka dengan batuan berlian murni yang begitu keras. Dengan kejadian itu, kapten Briar memutuskan untuk membawanya menjauh.
Untungnya disekitaran lingkungan markas utama BASS, terdapat sebuah lahan dengan sungai besar ditengahnya. Seringkali para talenta muda yang ingin bergabung dengan pasukan BASS menghabiskan masa santainya di sini. Kapten Briar mendarat dengan kasar, membuat jalur yang panjang.
“Baiklah…,” Rodrick menghempas tubuh kapten Briar dengan mudah. Padahal aliran listrik bertegangan tinggi diterimanya langsung tanpa penghalang. “kau yakin bakal tewas di sini?” ledek Rodrick.
“Tidak apa-apa, juniorku sudah hapal betul lokasinya, memudahkan mereka untuk berkunjung…,” satu bola listrik dilemparnya, Rodrick memukulnya menggunakan tinju yang dilapisi oleh berlian. Pecahannya berupa api-api kecil yang langsung membakar rumput. Memberikan mereka sedikit cahaya, karena lahan luas ini sungguh gelap.
Kapten Briar melesat, memberikan jejak api di setiap langkahnya. Tubuhnya yang kekar tidak menyulitkannya untuk bergerak cepat, apalagi baju tempur modifikasinya didesain agar nyaman digunakan. Kedua tangan saling beradu, pertarungan kelas berat ini lebih mengutamakan kekuatan fisik, dibanding adu strategi.
“Hm?” kapten Briar melepaskan pegangannya, lalu mengayunkan tinju dari bawah. Rodrick dapat melihat semuanya, namun responnya lebih lambat sehingga tinju itu mengenai rusuk kanannya.
Tidak berhenti sampai sana, serangkaian serangan dilanjutkan. Kapten Briar menyukai olah raga tinju sejak kecil, sehingga gerakannya ini layaknya petinju pro. Jika ada penonton pertarungan ini, mereka akan takjub dengan tarian yang sedang diperagakannya. Suasana yang begitu gelap sangat mendukung, karena tubuh kapten Briar bercahaya biru.
Berlian yang nyatanya bersifat keras, tetap hancur tidak bisa menandingi besarnya kekuatan kapten Briar. Setelah puluhan pukulan diterimanya, Rodrick terpental dengan satu pukulan lurus tepat mengenai batang hidungnya yang tertutup oleh pelapis berbentuk penutup kepala kumbang.
“Cepat bangun!” teriak kapten Briar, “aku belum selesai menghajarmu!” jalannya tenang, menghampiri Rodrick yang sedang memandangi langit terang.
“Pukulanmu sangat keras, tetapi…,” Rodrick bangkit. “aku tidak merasakannya!” sosoknya menghilang.
Sebelum kapten Briar bereaksi, sebuah tinju keras mendarat diwajahnya. Menghancurkan visor yang dipakainya untuk memantau kondisi baju tempur miliknya. Darah mengalir dari hidungnya, meskipun begitu kapten Briar tetap berdiri kokoh.
“Wow, aku tidak menyangka ada manusia yang bisa menahan tinju berlian seperti tadi…,” ucap Rodrick.
“Aku harus ucapkan terima kasih, sebenarnya aku tidak membutuhkan visor itu…,” kapten Briar memberikan komando, kapasitas baju tempurnya dinaikan ke titik ekstrim, badannya semakin bersinar. Bahkan listrik ditubuhnya begitu intens hingga membentuk seperti api berwarna biru.
Rodrick tidak mampu mengikuti gerakan kapten Briar, pukulan tadi dibalasnya. Tanduk Rodrick patah, membuat lapisan keras penutup kepalanya retak hingga mau pecah. Pertarungan menjadi ajang adu tinju brutal, siapa yang lebih kuat menahan serangan di kepala, itulah pemenangnya.
Suara dentuman mengisi kekosongan. Hewan-hewan malam tidak berani mendekat karena takut akan suara yang mereka timbulkan. Wajah kapten Briar sudah babak belur, matanya terbuka satu sedangkan sisanya tidak mampu terbuka lagi. Tidak jauh berbeda dengan Rodrick, bahkan regen tidak mampu menyelamatkan wajahnya dari kehancuran.
Rasa panas mulai dirasakan oleh kapten Briar, tegangan listrik yang begitu tinggi bahkan membuat C-Partikel tidak berdaya. Kedua tangannya berhenti memberikan pukulan, kondisi ini dimanfaatkan betul oleh Rodrick untuk melakukan regen penyembuhan dirinya, terutama bagian wajah.
“Aku bisa melakukan ini seharian penuh,” ucap Rodrick.
“Gawat…, ayolah…,” geram kapten Brian.
Butuh waktu sebentar bagi Rodrick untuk mengembalikan bentuk wajahnya seperti sedia kala. Untuk mempermalukan kapten Briar, penutup kepalanya tidak dibuatnya kembali. Wajahnya kini terpampang nyata, bahkan senyuman yang bernada mengejek pun sangat jelas.
“Oke, sampai di mana kita barusan?” Rodrick membunyikan beberapa jarinya, lalu menggerakan lehernya ke kanan dan kiri melakukan peregangan. “cih…,” sebuah cahaya berwarna merah datang mendekat. “manusia kerdil itu lagi!” matanya bergerak mengikuti arah cahaya merah tersebut.
Sebuah tebasan mengiris bagian belakang tubuh Rodrick tanpa disadarinya, gerakan kapten Lucio begitu cepat. Ketika Rodrick ingin menangkapnya, malah jemarinya yang terpotong. Kedatangan kapten Lucio memberikan waktu bagi kapten Briar untuk rehat sejenak, tubuhnya perlu istirahat setelah terpapar aliran listrik bertegangan tinggi.
“Ke mana lagi?” Rodrick tetap waspada. “ini!” tinjunya mengepal, menebak arah kedatangan kapten Lucio. Lalu suara dentuman keras terdengar saat tinjunya menapak tanah.
“Yargh!” dengan menggunakan kedua senjatanya, kapten Lucio berhasil memotong satu tangan Rodrick. “satu lagi!”
Ketika akan diarahkan pada tangan satunya, sebuah kristal berlian keluar dari bekas potongan tadi. Bentuknya tidak karuan, membuat kapten Lucio membelokan arah lajunya. Gerakan tiba-tiba itu malah membuat keseimbangannya goyah, kecepatannya jauh berkurang.
“Kena kau!” Rodrick melepaskan seluruh kristal berlian tidak berbentuk yang muncul dari bekas potongan tangannya, menggantinya dengan sebuah tangan baru dengan material berlian. Satu hentakan kakinya mampu melompat jauh hingga jaraknya dengan kapten Lucio semakin dekat.
“Aku akan menebasnya!” kapten Lucio sudah melakukan ancang-ancang, bagian wajah Rodrick tidak memiliki perlindungan sama sekali, hingga mudah dijadikan target.
Rodrick melepaskan tinjunya lebih cepat dibanding kapten Lucio mengayunkan senjatanya. Kilauan berlian dari pantulan cahaya bulan menyilaukan mata kapten Lucio.
“Inikah akhirnya…,” tinjunya semakin dekat, namun yang terjadi malah sosok Rodrick yang tiba-tiba terpental jauh. Terkena sebuah pukulan keras.
“Lawanmu itu aku!” ucap kapten Briar, dengan aliran listrik yang hanya memenuhi satu tangannya saja.
armaya19 dan gocharaya memberi reputasi
2
Kutip
Balas