- Beranda
- Stories from the Heart
[Mini Cerbung] Misteri Faris
...
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aurora..
#1
Bab 2
Sudah dua hari berlalu sejak Faris menghilang.
Mata Nina semakin sayu, lingkar hitam mulai terlihat di bawah kelopak matanya. Sejak malam pertama Faris pergi, ia hampir tidak bisa tidur dengan tenang. Telepon dan pesan yang ia kirimkan tetap tidak berbalas, membuat pikirannya semakin dipenuhi kekhawatiran.
Pagi ini, dengan langkah gontai, Nina menuju kamar Faris. Ia belum pernah benar-benar masuk ke dalam sejak kepergiannya. Selama ini, ia hanya mengetuk pintu dan memanggil namanya, berharap putranya kembali. Namun, hari ini berbeda.
Dengan hati-hati, ia mendorong pintu kamar itu. Engselnya berderit pelan, seolah memberikan peringatan akan sesuatu yang aneh di dalam.
Begitu pintu terbuka lebar, matanya langsung tertuju pada sesuatu di lantai.
Ada cairan aneh berwarna bening kekuningan berceceran di beberapa titik, membentuk pola yang tidak beraturan.
Nina mengernyit. Apakah ini tumpahan sesuatu? Atau ada sesuatu yang terjadi sebelum Faris pergi?
Ia berjongkok, mendekati cairan itu. Berbau agak amis. Lengket. Teksturnya kental dan tidak terlalu berbusa.
Jantung Nina mulai berdebar kencang.
***
Namun, yang membuatnya semakin terkejut bukan hanya ceceran cairan itu. Di atas meja belajar Faris, sesuatu menarik perhatiannya.
Di sana, di permukaan dinding yang biasa bersih, terdapat tulisan aneh yang sepertinya baru dibuat.
"Jenikova jaremegova shevikov shenova."
Nina menelan salivanya. Ini sebuah kalimat yang mirip dengan bahasa Rusia, tetapi tidak ada maknanya sama sekali.
Sejak tiga bulan terakhir, ia sudah mendengar Faris menggumamkan kata-kata aneh seperti "Jaregozova" dan "Trenozova". Namun kali ini, tulisannya jauh lebih panjang dan tampak lebih terstruktur.
"Apa maksudnya semua ini?" pikir Nina dalam hati.
Ia mencoba mengingat apakah Faris pernah mempelajari bahasa asing selain Inggris. Seingatnya, tidak.
Faris memang mahasiswa Farmasi yang cerdas, tetapi ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan buku-buku akademik, bukan bahasa linguistik yang tidak biasa seperti ini.
"Apakah ini kode? Atau ada sesuatu yang ingin Faris sampaikan?"
Nina merasakan tubuhnya sedikit bergetar. Rasanya ada sesuatu yang belum ia pahami tentang putranya.
***
Dengan napas yang masih berat, Nina mengambil ponselnya dan memotret tulisan tersebut. Mungkin nanti ia bisa mencari tahu lebih lanjut tentang arti kata-kata itu.
Setelah itu, ia kembali memperhatikan cairan di lantai. Sejenak ia ingin membersihkannya, tetapi sesuatu menahannya.
"Bagaimana kalau ini adalah petunjuk?"
Ia lalu bangkit dan mengamati keadaan kamar dengan lebih teliti. Segalanya tampak seperti biasa. Buku-buku tertata di rak, laptop tertutup rapat, dan lemari pakaian masih dalam keadaan tertutup.
Namun, ada satu hal yang aneh.
Nina melangkah ke meja belajar Faris. Ada sebuah kertas yang terlipat rapi di bawah buku tebal Farmasi.
Ia mengulurkan tangan, meraih kertas itu, lalu membukanya dengan hati-hati.
Tulisan tangan Faris yang rapi terpampang jelas di sana.
[Ibu, jika ibu membaca ini, mungkin aku sudah pergi entah ke mana. Aku tahu ibu pasti khawatir, tapi aku ingin ibu percaya bahwa aku baik-baik saja. Ada banyak hal yang tidak bisa aku jelaskan sekarang. Aku takut ibu kecewa jika mengetahuinya. Tapi suatu hari nanti, ibu akan mengerti. Tolong jangan mencari aku.]
Nina menggigit bibirnya, menahan napas yang terasa semakin berat.
"Faris… Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan?" gumam Nina lirih
Matanya kembali tertuju pada cairan di lantai dan tulisan aneh di dinding. Semua ini terasa seperti sebuah teka-teki yang belum bisa ia pecahkan.
Tapi, satu hal yang pasti, ini bukan hanya tentang kepergian sementara.
Faris meninggalkan jejak, dan Nina yakin bahwa ada alasan besar di balik semua ini.
***
Perasaan cemas semakin menguasai diri Nina. Jika Faris pergi hanya untuk mencari ketenangan, mengapa ada hal-hal aneh seperti ini di kamarnya?
Ia mencoba menenangkan diri. Mungkin semua ini hanya kebetulan. Mungkin cairan di lantai itu hanyalah sesuatu yang Faris tumpahkan sebelum pergi. Mungkin tulisan di dinding itu hanya bagian dari sesuatu yang ia pelajari.
Namun, hatinya berkata lain.
Ada sesuatu yang lebih besar yang tersembunyi di balik kepergian putranya.
Dengan tangan yang sedikit gemetar, Nina meraih kursi di meja belajar Faris dan duduk. Pikirannya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa ia jawab.
Dan untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasa tak mengenali siapa Faris sebenarnya.
***
Hari mulai beranjak siang, tetapi Nina tetap duduk di kamar Faris, menatap tulisan di dinding dengan perasaan campur aduk.
Satu hal yang ia tahu, ini baru permulaan dari sebuah misteri yang akan mengubah hidupnya selamanya.
Mata Nina semakin sayu, lingkar hitam mulai terlihat di bawah kelopak matanya. Sejak malam pertama Faris pergi, ia hampir tidak bisa tidur dengan tenang. Telepon dan pesan yang ia kirimkan tetap tidak berbalas, membuat pikirannya semakin dipenuhi kekhawatiran.
Pagi ini, dengan langkah gontai, Nina menuju kamar Faris. Ia belum pernah benar-benar masuk ke dalam sejak kepergiannya. Selama ini, ia hanya mengetuk pintu dan memanggil namanya, berharap putranya kembali. Namun, hari ini berbeda.
Dengan hati-hati, ia mendorong pintu kamar itu. Engselnya berderit pelan, seolah memberikan peringatan akan sesuatu yang aneh di dalam.
Begitu pintu terbuka lebar, matanya langsung tertuju pada sesuatu di lantai.
Ada cairan aneh berwarna bening kekuningan berceceran di beberapa titik, membentuk pola yang tidak beraturan.
Nina mengernyit. Apakah ini tumpahan sesuatu? Atau ada sesuatu yang terjadi sebelum Faris pergi?
Ia berjongkok, mendekati cairan itu. Berbau agak amis. Lengket. Teksturnya kental dan tidak terlalu berbusa.
Jantung Nina mulai berdebar kencang.
***
Namun, yang membuatnya semakin terkejut bukan hanya ceceran cairan itu. Di atas meja belajar Faris, sesuatu menarik perhatiannya.
Di sana, di permukaan dinding yang biasa bersih, terdapat tulisan aneh yang sepertinya baru dibuat.
"Jenikova jaremegova shevikov shenova."
Nina menelan salivanya. Ini sebuah kalimat yang mirip dengan bahasa Rusia, tetapi tidak ada maknanya sama sekali.
Sejak tiga bulan terakhir, ia sudah mendengar Faris menggumamkan kata-kata aneh seperti "Jaregozova" dan "Trenozova". Namun kali ini, tulisannya jauh lebih panjang dan tampak lebih terstruktur.
"Apa maksudnya semua ini?" pikir Nina dalam hati.
Ia mencoba mengingat apakah Faris pernah mempelajari bahasa asing selain Inggris. Seingatnya, tidak.
Faris memang mahasiswa Farmasi yang cerdas, tetapi ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan buku-buku akademik, bukan bahasa linguistik yang tidak biasa seperti ini.
"Apakah ini kode? Atau ada sesuatu yang ingin Faris sampaikan?"
Nina merasakan tubuhnya sedikit bergetar. Rasanya ada sesuatu yang belum ia pahami tentang putranya.
***
Dengan napas yang masih berat, Nina mengambil ponselnya dan memotret tulisan tersebut. Mungkin nanti ia bisa mencari tahu lebih lanjut tentang arti kata-kata itu.
Setelah itu, ia kembali memperhatikan cairan di lantai. Sejenak ia ingin membersihkannya, tetapi sesuatu menahannya.
"Bagaimana kalau ini adalah petunjuk?"
Ia lalu bangkit dan mengamati keadaan kamar dengan lebih teliti. Segalanya tampak seperti biasa. Buku-buku tertata di rak, laptop tertutup rapat, dan lemari pakaian masih dalam keadaan tertutup.
Namun, ada satu hal yang aneh.
Nina melangkah ke meja belajar Faris. Ada sebuah kertas yang terlipat rapi di bawah buku tebal Farmasi.
Ia mengulurkan tangan, meraih kertas itu, lalu membukanya dengan hati-hati.
Tulisan tangan Faris yang rapi terpampang jelas di sana.
[Ibu, jika ibu membaca ini, mungkin aku sudah pergi entah ke mana. Aku tahu ibu pasti khawatir, tapi aku ingin ibu percaya bahwa aku baik-baik saja. Ada banyak hal yang tidak bisa aku jelaskan sekarang. Aku takut ibu kecewa jika mengetahuinya. Tapi suatu hari nanti, ibu akan mengerti. Tolong jangan mencari aku.]
Nina menggigit bibirnya, menahan napas yang terasa semakin berat.
"Faris… Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan?" gumam Nina lirih
Matanya kembali tertuju pada cairan di lantai dan tulisan aneh di dinding. Semua ini terasa seperti sebuah teka-teki yang belum bisa ia pecahkan.
Tapi, satu hal yang pasti, ini bukan hanya tentang kepergian sementara.
Faris meninggalkan jejak, dan Nina yakin bahwa ada alasan besar di balik semua ini.
***
Perasaan cemas semakin menguasai diri Nina. Jika Faris pergi hanya untuk mencari ketenangan, mengapa ada hal-hal aneh seperti ini di kamarnya?
Ia mencoba menenangkan diri. Mungkin semua ini hanya kebetulan. Mungkin cairan di lantai itu hanyalah sesuatu yang Faris tumpahkan sebelum pergi. Mungkin tulisan di dinding itu hanya bagian dari sesuatu yang ia pelajari.
Namun, hatinya berkata lain.
Ada sesuatu yang lebih besar yang tersembunyi di balik kepergian putranya.
Dengan tangan yang sedikit gemetar, Nina meraih kursi di meja belajar Faris dan duduk. Pikirannya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa ia jawab.
Dan untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasa tak mengenali siapa Faris sebenarnya.
***
Hari mulai beranjak siang, tetapi Nina tetap duduk di kamar Faris, menatap tulisan di dinding dengan perasaan campur aduk.
Satu hal yang ia tahu, ini baru permulaan dari sebuah misteri yang akan mengubah hidupnya selamanya.
itkgid dan lsenseyel memberi reputasi
2
Tutup