Kaskus

Story

aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
Satu Kelas Dengan Dia
Horror, Romance

Satu Kelas Dengan Dia

Quote:


PROLOG


Bagas tak sengaja menjadi indigo karena insiden tenggelam di kolam empang yang berair kotor saat masih berumur 3 tahun yang membuat jiwanya terbawa ke alam gaib dan mendapat kemapuan bisa melihat makhuk tak kasat mata meski tidak sekaligus dan berangsur angsur lama hingga dia bertemu dengan sosok di sekolah nya yang membuat dirinya menyadari memiliki kemampuan dan mendapatkan sebuah tanggung jawab besar dalam hidupnya




Quote:


Spoiler for Jangan di Buka:


Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 21-09-2024 09:52
viper990Avatar border
qiem.tamvanAvatar border
dwi.haryana.982Avatar border
dwi.haryana.982 dan 28 lainnya memberi reputasi
27
30.2K
1.6K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.2KAnggota
Tampilkan semua post
aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
#400
Part 61
kaskus-image
Kelas baru memang memiliki sesuatu yang baru, ada teman baru bahkan teman lama. Ya kali ini teman lama ku imal kini satu kelas dengan ku bahkan satu bangku bersama. Sepertinya kami memiliki kecocokan secara personal (buka maho yah). Ya dia orangnya kalem tapi kadang bikin sakit perut kalau sudah bicara panjang lebar.

Sedangkan eri kini masih terpisah kelasnya namun kami masih saling bersebelahan. Jadi ketika kumpul pas istirahat tentu gak akan susah.

"Perpus yuk" ajak imal setelah buku bukunya dimasukan ke dalam tas

"Gak laper emang? " tanya ku sambil memasukan buku juga

"Beli jajanan aja. Makan di perpus aja, ngumpet sambil baca " jawab imal sambil nyengir

"Oke. " jawab ku singkat
Imal memang orangnya kutu buku sejak SMP tapi dia banyak disenangi teman teman karena kerendahan hatinya dan selalu menerima kelebihan dan kekurangan teman teman serta mudah bergaul.

Kami berdua pun keluar kelas, eri yang sudah berjalan keluar kelas pun bertemu dengannya, dari kejauhan seperti biasa senyuman mengerikannya selalu jadi ciri khasnya. Kami mengajaknya ke perpus akan tetapi dia sepertinya punya rencana lain.

"Gw ada janji sama someone, sorry gaes yeh" ucap eri

"Halah.... Jomblo pake acara, sama Alien? " ejek imal yang membuat ku terpingkal

"Yeee... Cewek bro, cewek. Kelas X bro cakep " ucap eri pake jempol tanda pamer.

" yang Boneng lu? " tanya ku heran memastikan kebenaran dunia dalam berita ini

"Ya Boneng lah . Udah ah. Gw sibuk ges. Ke kantin ya kalau mau ikut " ucapnya lalu berjalan pergi menuju suatu lorong yang memang itu adalah lorong kelas X

Aku dan imal pun pergi ke perpus. Di sebelah perpus memang ada warung kecil milik istri dari Pak guru.

Setelah jajanan dan air mineral aqua gelas ditangan kami pun masuk. Hawa di dalam perpus terasa berbeda. Dingin begitulah hawa yang aku rasa kan. Tidak banyak siswa yang ke perpus bisa dihitung jari hanya beberapa saja.

Kami memasuki perpus dan mengisi daftar hadir kunjungan. Penjaga perpus kali ini tidak terlihat. Mungkin beliau sedang makan.

"Serem, Gas " ucap imal spontan

"Serem apaan? Siang bolong begini" ucap ku menggerutu .

"Ga tau, cuma hawanya gimana gitu" ucap imal sambil matanya melirik kemana mana

"Efek laper kali, ayo masuk" ucap ku

Sebenarnya hawa yang imal rasakan juga aku rasakan , memang seolah ada makhluk yang mungkin menghuni gedung ini. Anna sedang tidak bersama ku, tadi pagi aku membiarkannya berkeliling sekolah dan akan ku panggil mana kala dalam keadaan mendesak.

"Sono yuk, ga keliatan kalau sambil makan" ucap ku mengajak imal ke arah sisi gedung perpus

"Oke. Dimana aja gas"

Kami pun duduk di atas bangku kayu berwarna merah dengan meja. Dari sini tidak begitu kelihatan kalau kita sedang makan. Karena ada skat tinggi se wajah.
Imal sudah mengambil buku favoritnya yaitu biologi, entah mengapa dia sangat senang dengan mata pelajaran itu. Sedangkan aku mengambil buku sastra.

Tiba tiba tercium bau yang tidak sedap, padahal kami akan mulai menyantap roti coklat yang telah kami beli. bau itu seperti bangkai yang busuk. Mungkin ada bangkai tikus yang mati di sekitar perpus. Bau itu membuat ku mual. Roti yang baru saja aku buka tidak bisa ku makan karena mual dengan bau yang tiba tiba datang.

Anehnya imal dengan santai memakan roti yang dia makan seolah dia tidak mencium bau busuk itu.
"Bro, nyium bau gak? "
"Bau apa gas, kentut? "
"Bau bangke, nyium kagak? "
"Kagak, ah. Bau debu kali semalem abis ujan kan? Gw cuma agak merinding aja kayak dingin"

Mata ku mengedar ke sekeliling ruangan perpus. Jajaran rak buku yang banyak sedikit membuat ku penasaran. Apakah ada bangkai tikus yang ada disela sela rak buku. Atau hal, lain

"Bro, gw cek dulu ya, lu santai aja baca " ucap ku memberi pesan

"Iya, jangan lama lama yah" pinta imal

"Ok.... "

Aku pun berdiri dari posisi duduk lalu berjalan menuju lorong rak buku di kanan kiri, lampu perpus yang mati sebagian menambah alamat suasana perpus menjadi tidak nyaman..

Bau yang menyengat itu pertama ada dipojokan sebelah kanan, setalah dicek ternyata bau nya hilang, aneh memang lalu setelah beranjak balik badan , bau nya pindah ke pojokan kiri . Akupun mengecek kembali. Pelan tapi pasti, ku perhatikan kolong-kolong rak buku supaya bisa menemukan sumber bau yang aku cari. Hingga akhinya bau itu tertuju di gudang buku.

Aku menatap pintu yang berwarna abu abu dengan tulisan gudang. Baunya semakin menyengat hendak niat aku buka pintu itu. Ku buka pintu pelan . Saat ku buka pintu suasana sangat gelap namun ada sesuatu yang membuat ku menggidik ngeri.

"Ss siapa kamu? " tanya ku
Sosok itu ternyata sumber bau itu, sosok itu berbaju lusuh sambil jongkok di lantai di sampingnya ada rak rak buku yang sudah usang dan lapuk.

Sosok itu duduk dengan memeluk kedua lututnya, rambutnya terurai tak karuan. Dia hanya diam dan bersenandung lagu lama yang mungkin entah jaman yang mana.

"Hei, pergi dari sini... Kau menganggu penghuni perpus "

Sosok itu tidak bergeming dan tidak merespon apa yang aku perintahkan. Kemudian aku hendak memanggil anna agar mengurus makhluk ini namun tiba tiba.

"Dek, lagi apa kamu dsini? " ucap seseorang dari arah belakang

Suara perempuan dewasa yang sudah kamin kenal, dialah penjaga perpus. Ibu Ani. Denah cepat aku membalikan badan dan benar saja bu Ani sudah berdiri 3 meter dibelakang ku.

"Eh ibu, maaf Bu saya.. Hmm saya anu bu... " ucap ku kebingungan

"Kamu gak baca yah. Tertulis dilarang masuk? " bentak Bu Ani.

"Maaf Bu, tadi ga baca soalnya pojok sini gelap"

"Yasudah balik lagi ke meja mu"

Dalam benak ku sejak kapan Bu Ani ada dibelakang ku. Tadi saat masuk tidak ada yang jaga perpus. Lalu aku beranjak ke meja bersama imal. Aku perhatikan wajah bu Ani sangat pucat, apakah dia sakit atau kenapa.

Sosok yang ada di dalam gudang itu baru aku pertama melihatnya, sebelumnya aku sudah kenal sosok sosok yang ada di sekolah ini namun dengan sosok itu baru aku mengenalnya.

"Dari mana aja Gas, lama amat" tanya imal

"Oh. Nyari bangke tikus, ga ketemu juga malah ketemu bu Ani " jawab ku sambil menarik. Bangku lalu duduk di atasnya.

Imal mengernyitkan dahi bahwa aku bertemu dengan bu Ani.

"Bu Ani? , bukanya dia lagi sakit? " ucap imal yang membuat ku tekejut

"Sakit? , ah yang bener tadi gw ketemu sama dia "

"Ya, tadi gw dikasih tau sama siswa lain yang pinjam buku, kalau bu Ani sakit keras hari ini mendadak " jawab imal

"Lalu yang tadi ketemu siapa? " tanya ku heran

"Gw aja ga liat siapa siapa selain elu gas " ucap imal meyakinkan

Setelah bell istirahat selasi, kami pun kembali ke kelas. Banyak siswa saling berbisik satu sama lain. Pembicaraan mereka nampak serius namun tidak ada yang begitu jelas apa yang dibicarakannya,

Tiba tiba si eri datang dan berlari ke arah kami sebelum masuk kelas.

"Eh gaes, kalian udah tau blum bu Ani meninggal? " ucap eri

"Innalilahi WA Inalilahi rojiun " ucap imal dan spontan aku pun mengikuti ucapaNnYa.

"Bukannya beliau sakit keras? " tanya kuboada eri

"Iya, sakit tapi aneh kemarin kan dia sehat sehat saja, sempat ketemu di parkiran pula terus ngobrol " ucap eri

"Lah gw barusan ketemu di perpus " ucap ku pada eri dan imal

Eri nampak terkejut dengan ucapan ku, matanya melotot dan spontan menepuk bahu ku.

"Bug..... "

"Aduh"

"Jangan becanda anjir... "
"Serius gw"
"Iya, tadi bagas ngakunliat bu Ani ada tapi pucat, dan sempat negor bagas"

"Jadi, lu bener gas? "

"Kapan sih gw boong ke lu lu pada, " gerutu ku pada eri

"Waduh, jadi yang lu temuin arwah Bu Ani ya" ucap eri sambil garu garuk kepala.

"Ya mungkin aja jin korin nya, tapi sebelumnya di perpus tadi kek bau bangke, baru ketemu bu Ani tadi " ucap ku

Akhirnya kami mengakhiri obrolan kecil karena sudah ada beberapa guru yang datang menuju kelas.

"Anak anak, hari ini kalian boleh pulang lebih cepat , kalian belajar di rumah yah. Semua guru disini akan melayat ke rumah bu Ani " ucap bu guru bahasa Jerman

Sebelum pulang siswa diminta doa dan partisipasi seikhlasnya untuk almarhum bu Ani. Akhirnya semua siswa pulang, namun aku pikir bahwa sebagai ketua kelas aku pun ikut melayat ke sana mengikuti dewan guru. Mungkin tidak akan menjadi masalah.

"Ikut melayat yuk,, " ucap ku mengajak imal dan eri

"Boleh, beberapa anak OSIS di kelas gw juga ada yang mau kesana " ucap eri

"Lu gimana mal? "

"Gw sih ikut aja, "

Berngkat lah kami menuju kediaman bu Ani mengikuti rombongan guru guru yang menaiki sepeda motor mereka. Apalagi pak iwan beliau adalah guru yang paling berpengaruh di sekolah kam dan paling peduli terhadap sesama.

Sesampainya disana terasa aura yang cukup pekat, mungkin kematian bu Ani ada hubungannya dengan makhluk yang ada di gudang sekolah namun entah bagaimana.

Bendera kuning terpajang di depan rumah banyak pelayat yang d@tang diantara mereka ada yang menangis, mungkin merupakan sanak saudranya yang baru datang. Suara isak tangis mengisi pilu nya di dalam rumah. Aku pun merasa bahwa suasana sedih menyelimuti rumah ini. Akan tetapi dengan aura pekat ini malah membuat rumah ini menjadi tidak nyaman bagi ku. Panas dan sesak.

"Bagas, bgaimana ini kita nunggu aja di luar, penuh kalaU masuk.. Apalagi rumah bu Ani tidak begitu luas " ucap eri

"Ya , nanti kalau pak guru dan bu guru sudah keluar kita boleh masuk mungkin " jawab ku

Akhirnya kami sepakat untuk menunggu giliran saja, apalagi mobil hitam yang di depan rumah bu Ani menambaH sesaknya lalu lalang orang yang ber takziah.

Waktu berlalu kami berdua hanya Mengobrol ringan saja sambil menunggu guru guru keluar namun setelah sekian menit keluarlah rombongan guru guru, namun hal yang membuatku tercengang adalah ada seseorang di belakang guru guru , sOsok itu benar benar orang yang ku cari selama ini.

"Hesty...? " ucap ku tidAk percaya bisa bertemu dengan dirinya disini

"Bro, itu hesty " sahut eri yang juga ikut tercengang

Hesti tidak sendiri disampingnya ada pria dewasa yang entah siapa. Ganteng dan memiliki wibawa. Mereka dari kejauhan berbisik bisik, hesty nampak santai dan keluar rumah lalu mendekati mobil hitam itu.

Aku dan eri dari kejauhan dan dibalik beberapa orang yang mungkin hesty tidak dapat melihat kami karena banyak nya pelayat yang datang.

"Hes.... " ucap ku menyahut sambil menggerakan tangan akan tetapi

"Dep.. " tanganku seolah kakU

"Jangan ganggu, " ucap seseorang dari belakang

Suara itu sudah aku kenal menggema ditelingaku, lalu aku menoleh ke arah belakang dan benar saja ada sosok yang pernah Menjahati kU.

"Jaka wardhana " ucap ku

Sorot mata jaka begitu tajam ke arah ku, hawa tenaga dalamnya seketika membuat sesak napas ku.

"Jangan ganggu tuan putri lagi, kau sudah dilupakan olehnya " ucap jaka wardhana yang menggema perkataan yang di dalam hati dan pikiran

Tiba datanglah angin entah dari mana namun ada harum yang aku kenali , ini adalah pertanda kedatangan Anna. Dia paling sensitif terhadap ancaman terhadap ku.

"Entah lah dari muka bumi jaka " tiba tiba suara itu datang dan disusul dengan kilatan cahaya putih menerjang jaka wardhana

Dengan cepat jaka wardhana pergi melesat dan hinggap di atas rumah warga. Penampakan itu hanya aku yang melihatnya , Anna ada disamping ku bersiap menjaga ku.

"Gas, lu kenapa malah celingak celinguk ga jelas. Tuh hesty samperin yukk " ucap eri sambil menepuk bahu ku

"O. Iyaa ya , " ucap ku menyahut

Eri tidaK aKan paham dengan apa yang terjadi namun dari kegaduhan itu membuat perhatian hesty teralihkan. Aku dan eri yang masih memperhatikannya kini hesty benar benar melihat ke arah kami terutama ke arah ku.

Wajahnya begitu menunjukan sebuah keterkejutan bahwa akun ada disini. Matanya menyorot ke arah ku mesKi pintu mobil sudah terbuka dan hendak masuk. Mata kami bertemu, perasaan ku antara campur aduk, senang dan sedih. Hesty menatap ku datar namun aku menduga dia pun menyimpan perasaan yang sama. Ingin sekali aku berteriak memanggil namanya namun lidah ini seolah kelu tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Pria yang bersamanya itu membujuk agar hesty masuk ke dalam mobil. Tak lama mobil hitam itu berlalu pergi dan berbalik memutar arah dan melewati kami.

(Bersambung)
Diubah oleh aguzblackrx 14-02-2025 16:25
sampeuk
f4r1ds
riodgarp
riodgarp dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.