- Beranda
- Milanisti Kaskus
iROSSONERI 2425 | E La Storia Continua
...
TS
hydenista
iROSSONERI 2425 | E La Storia Continua


SOCCER ROOM GENERAL RULES
Read This Before Posting
Spoiler for Rules:
*Peraturan dapat direvisi/dirubah sewaktu waktu
Diubah oleh hydenista 08-08-2024 02:01
ahmadzaki65 dan 15 lainnya memberi reputasi
14
373.1K
11.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Milanisti Kaskus
314Thread•2KAnggota
Tampilkan semua post
semudhmania
#3222
Milan butuh gelandang pengatur ritme di tengah.
Yang nurunin tempo kalau main udah terlalu ngasal, juga yg bisa direct kalau lawan ngoyo high press.
Dulu kita punya sosok superior untuk peran ini: Kessie.
Ketika Tonali kelayapan sana-sini, Kessie support dengan nutup celah-celah yg ditinggalkan Tonali jd ngga rawan counter.
Doi ngga grinta full lari 90 menit kayak Tonali, tpi selalu mobile memposisikan diri biar bisa jadi opsi penerima passing.
Alhasil ketika tim kena press, ngga perlu panik dan asal long ball. Kasih aja ke Kessie, dia yang ngalirin.
Selain Kessie ada juga Hakan di Inter, Rodri di City, Busquet di Barca, dan tentunya sang maestro Pirlo di era Ancelotti.
Pemain-pemain kayak gini jarang masuk highlight karena kesannya cuma passing kanan-kiri, gocek-gocek juga jarang, tapi sebenarnya mereka kunci yg mengatur ritme tim.
Ketika mereka ilang, nyawa permainan tim juga rentan ilang.
Di double pivot Milan yg sekarang, ngga ada yg ambil peran itu.
Reijn hampir selalu langsung nyerang untuk cari gol, posisinya jadi sering sejajar sama si Felix dan Leao. Jadi sering jomplang, tengah kita kosong tapi depan penuh orang..
Sementara si Fofana memang stay rada di belakang, tp kemampuan passing-nya kurang rapi dan ngga punya visi atur ritme. Beberapa kali dia malah jd sumber counter karena salah keputusan passing atau kelamaan tahan bola.
Padahal td meski kena gol cepat dan Maignan blunder, sebenarnya ngga ada alasan untuk panik.
Waktu masih banyak, bahkan masih ada 90 menit di San Siro.
Sangat disayangkan td Milan malah panik sendiri, dan ngga ada pemain yg inisiatif ambil kendali dan "enjoy the game".
Milan jd kebawa tempo Feyenoord yg ngincer main "rusuh", karena kalau main rapi dan adu kreativitas, mereka akan susah ngimbangin kita.
Yang nurunin tempo kalau main udah terlalu ngasal, juga yg bisa direct kalau lawan ngoyo high press.
Dulu kita punya sosok superior untuk peran ini: Kessie.
Ketika Tonali kelayapan sana-sini, Kessie support dengan nutup celah-celah yg ditinggalkan Tonali jd ngga rawan counter.
Doi ngga grinta full lari 90 menit kayak Tonali, tpi selalu mobile memposisikan diri biar bisa jadi opsi penerima passing.
Alhasil ketika tim kena press, ngga perlu panik dan asal long ball. Kasih aja ke Kessie, dia yang ngalirin.
Selain Kessie ada juga Hakan di Inter, Rodri di City, Busquet di Barca, dan tentunya sang maestro Pirlo di era Ancelotti.
Pemain-pemain kayak gini jarang masuk highlight karena kesannya cuma passing kanan-kiri, gocek-gocek juga jarang, tapi sebenarnya mereka kunci yg mengatur ritme tim.
Ketika mereka ilang, nyawa permainan tim juga rentan ilang.
Di double pivot Milan yg sekarang, ngga ada yg ambil peran itu.
Reijn hampir selalu langsung nyerang untuk cari gol, posisinya jadi sering sejajar sama si Felix dan Leao. Jadi sering jomplang, tengah kita kosong tapi depan penuh orang..
Sementara si Fofana memang stay rada di belakang, tp kemampuan passing-nya kurang rapi dan ngga punya visi atur ritme. Beberapa kali dia malah jd sumber counter karena salah keputusan passing atau kelamaan tahan bola.
Padahal td meski kena gol cepat dan Maignan blunder, sebenarnya ngga ada alasan untuk panik.
Waktu masih banyak, bahkan masih ada 90 menit di San Siro.
Sangat disayangkan td Milan malah panik sendiri, dan ngga ada pemain yg inisiatif ambil kendali dan "enjoy the game".
Milan jd kebawa tempo Feyenoord yg ngincer main "rusuh", karena kalau main rapi dan adu kreativitas, mereka akan susah ngimbangin kita.
Diubah oleh semudhmania 13-02-2025 05:57
yofe dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
