Chpater 235
Quote:
Suara dentuman terdengar begitu keras saat ketiga raksasa buatan Vivian berhasil menyerang Giorga dari jarak yang begitu dekat. Serangan balasan berupa bola peledak atau bola perusak belum mampu menembus pertahanan dari besi-besi yang dililit begitu kuat. Bahkan ketika berada di udara, raksasa itu tetap mengejarnya.
“Cih,” Giorga melihat besi-besi bagaikan tali pada kedua tangan Vivian, dalam benaknya jika besi yang mengikat itu bisa diputus kemungkinan raksasanya ini akan lumpuh.
Bergerak memutar dengan cepat tanpa menggunakan sayapnya, Giorga mengalihkan serangannya pada Vivian yang tampak berdiri tanpa penjagaan. Ketika dua rekannya dalam keadaan tidak siap setelah terkena serangan. Telunjuknya diacungkan, bola cahaya kecil muncul dari sana. Ketika ingin ditembakan, satu raksasa mengeluarkan tali-tali besi dari lengannya. Ujungnya yang tajam bisa dijadikan senjata.
Giorga harus menghindarinya, serangannya gagal seketika. Dari ketiga raksasa itu, ada satu yang bertugas untuk melindungi Vivian. Diketahui ketiga jaraknya lebih dekat dibandingkan dua lainnya yang lebih bebas bergerak. Tali-tali besi itu merupakan bagian dari tubuh sang raksasa, hingga akhirnya kembali bersatu setelah melancarkan serangan.
“Aku sebenarnya tidak suka menggunakan ini, tetapi cara ini harus kutempuh,” ucap Vivian. Kepalanya menoleh ke belakang, proses regen rekannya tergolong lambat, sehingga dibutuhkan beberapa waktu lagi sebelum semuanya siap.
Ketiga raksasa kembali menyerang, kali ini mencoba mengurung Giorga dari segala sisi. Membentuk pola segitiga, Giorga berada ditengah-tengah. Selanjutnya satu raksasa yang berada belakang menyerang. Tentu saja serangan itu dapat dengan mudah dihindari. Tidak berhenti di sana, dua raksasa yang tidak menyerang bergerak tetap menjaga posisi kurungan segitiganya. Lalu mereka secara bergantian menyerang Giorga.
“Mereka sengaja selalu bertukar posisi, satu atau dua berada di titik buta kemudian menyerang untuk mengalihkan perhatian,” Giorga mencari cara untuk keluar dari pola serangan ini.
Giorga melompat tinggi ke angkasa, menyatukan kedua bola cahaya ditangannya. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya ledak dan kerusakannnya. Ketiga raksasa itu tidak mengejarnya, ada sebuah batasan. Tali-tali besi Vivian sebagai alat pengendali tidak bisa menjangkau itu. Percobaan dilakukan dengan melempar bola gabungan itu. Giorga melesat mengarahkan targetnya pada raksasa yang jaraknya dekat dengan Vivian.
Satu ledakan terdengar artinya serangannya sukses. Bahu raksasa itu mengalami kerusakan, lalu Giorga melihat kelemahannya. Ketika besi-besi itu bergerak lambat untuk mengisi ruang yang kosong. Artinya besi itu tidak dibentuk sendiri, melainkan Vivian mengambilnya dari suatu tempat. Berarti serangan bola gabungannya berhasil.
Ketika Giorga ingin kembali melayang ke angkasa, satu raksasa berhasil mengaitkan besi pada salah satu kaki. Hingga langkahnya terhenti di tengah-tengah. Melihat kejadian itu Vivian menggerakan ketiganya untuk menyerang secara bersama-sama. Tombak besi panjang pun dipersiapkan olehnya. Tapi Giorga malah tersenyum, tangannya tidak berhenti untuk membuat bola cahaya.
Kilatan cahaya terang ketika bola itu meledak, daya ledaknya yang begitu besar membuat ketika raksasanya terpental ke berbagai arah. Sedangkan keluar dari asap, Giorga tidak tergores sedikit pun.
“Terima kasih, aku tidak perlu repot-repot menyerang ketika tiga raksasa itu malah menghampiriku…,” Giorga menghilang dari pandangan.
Vivian bergerak cepat, dengan memutuskan tali besi pada kedua tangannya. Giorga menebas lehernya dengan cakar tajamnya, namun Vivian sudah memprediksinya. Tujuan Giorga sudah tercapai, tali besi itu terlepas dan raksasanya berhenti bergerak.
“Sudah berapa banyak besi yang kau curi?” ledek Giorga.
“Itu bukan urusanmu!” besi-besi yang melilit ketiga raksasa buyar, lalu melesat ke arah Giorga.
“Lagi?” Giorga sudah mengumpulkan cahaya untuk ditembakan, tetapi besi-besi itu berubah haluan, hanya sekedar melewatinya. “hm?” badannya kembali berhadapan dengan Vivian. “oh…”
Vivian membuat besi-besi itu melilit tubuhnya, membuat lapisan tambahan pada tubuh ‘Armored’ miliknya. Bentuknya seperti kesatria abad pertengahan, lengkap dengan tombak dan perisai besar. ‘Steel Knight Vivian’ belum pernah dikeluarkannya lagi, terakhir ketika berlatih dengan Sterling.
“Aku sudah siap bodoh!” ucap Vivian lantang.
“Setidaknya orang bodoh ini menyulitkan---,” kilatan petir menyambar tubuh Giorga secara tiba-tiba. “apa?”
Vivian menyerang dengan menusuk dada kiri, tombaknya menembus tubuh musuhnya. Aliran listrik yang dihasilkan petirnya perlahan menjulur ke seluruh tubuhnya. Giorga mencapai tombak yang menusuk tubuhnya, lalu dalam keadaan masih tersambar berhasil melepaskan diri.
“Siapa?” Giorga menadahkan kepalanya ke atas. Sosok Sterling muncul dengan wujud ksatria besi sama seperti Vivian.
“Kau merindukanku?” petir dari atasnya menyambar, “steel knight zeus mode hadir!” seluruh tubuhnya kini dialiri listrik. Vivian hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar nama yang begitu aneh keluar dari mulut Sterling.