Kaskus

News

mnotorious19150Avatar border
TS
mnotorious19150
Dadan Hindayana Ditertawakan Warga Gunungkidul, Harga 15 Ekor Belalang Rp35.000
Dadan Hindayana Ditertawakan Warga Gunungkidul, Harga 15 Ekor Belalang Rp35.000



GUNUNGKIDUL - Wacana Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk menjadikan serangga seperti belalang dan ulat sagu sebagai menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai tanggapan beragam dari masyarakat Gunungkidul.

Banyak yang menganggap wacana tersebut tidak realistis. Pasalnya, harga kedua serangga itu tergolong mahal. Bahkan ada warga Gunungkidul yang menertawai rencana tersebut

Hendra Ary, warga Kapanewon Wonosari, menyebut rencana tersebut tidak masuk akal. Harga belalang dan ulat di wilayah Gunungkidul bahkan lebih mahal daripada daging ayam atau sapi.

“Ngawur itu. Kalau mau ngomong, lihat dulu kondisi di lapangan. Harga belalang di sini kayak emas, masa mau dimasukkan ke MBG dengan anggaran cuma Rp10 ribu?” ujar Hendra, Senin (27/1/2025).

Ia menambahkan, satu toples belalang goreng yang berisi sekitar 15 ekor bisa mencapai harga Rp35 ribu. Sementara itu, ulat seperti ulat jati juga memiliki harga yang tinggi dan cenderung musiman.

Hal serupa diungkapkan Hendro Ary, warga Paliyan. Menurutnya, selain mahal, tidak semua belalang dan ulat bisa dikonsumsi. Bahkan, belalang yang biasa dikonsumsi di Gunungkidul kini semakin sulit ditemukan.

“Kalau ulat itu musiman, sedangkan belalang sering didatangkan dari luar daerah. Jadi, kalau dipakai untuk menu MBG, ya tidak mungkin,” ungkapnya.

Produsen Belalang Goreng: Anggaran Tak Sesuai Realita Sri Hawa, seorang produsen belalang goreng asal Ngawen, Gunungkidul, menilai wacana tersebut tidak realistis. Wanita yang sudah belasan tahun berkecimpung di bisnis kuliner ekstrem ini menyebut bahwa harga belalang dan ulat sangat tinggi, jauh di atas anggaran program MBG.

“Belalang hidup saja harganya sudah Rp190 ribu per kilogram. Kalau sudah dibersihkan dan dimasak, harganya bisa sampai Rp400 ribu per kilogram. Kalau ulat, per kilogramnya Rp180 ribu. Jadi, dengan anggaran Rp10 ribu, jelas tidak mungkin,” tegas Sri.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi belalang di Gunungkidul biasanya dilakukan dengan cara berburu langsung, bukan membeli. Permintaan belalang pun cenderung meningkat saat musim liburan, meskipun saat ini sedang menurun akibat daya beli masyarakat yang melemah

“Banyak yang pesan belalang itu justru dari perantau Gunungkidul. Tapi sekarang sepi karena banyak yang kena PHK,” tambahnya.

sindonews.com
6666661234Avatar border
viniestAvatar border
ivanindAvatar border
ivanind dan 19 lainnya memberi reputasi
20
1.7K
108
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
693.8KThread58.2KAnggota
Tampilkan semua post
beng.khiamAvatar border
beng.khiam
#18
Wkkk ini sih bisa2nya warga aja emoticon-Big Grin emoticon-Ngakak (S)
Ketakutan belalang switch dr gimmick meal (oleh2) ke makanan harian... takut stok belalang yg selama ini dibatasi jadinya stoknya meningkat harganya ambruk gara2 supplay dan demand naik.
Ga semahal itu kok ... krn stok minim dan demand minim aja jadinya belalang mahal ( tepatnya DIMAHALIN) emoticon-Betty (S) emoticon-Big Grin.
Minim demand krn kalah populer sm bakpia ga banyak org cari oleh2 belalang. Artinya produsen batasin juga pasokan belalanh dr mana2 hehe

Namanya org kampung petani lagi gabut
Bisa aja mereka mah cari belalang buat pasok org seabrek2..malah dibuat makan sendiri jd lauk pake nasi. Tp kalo mau pasok ...ya ga bisaaa. Org stok dibatasin sama produsen tadi emoticon-Big Grin

Nahh ada MBG artinya demand melonjak. Dan stok belalang pun ada dimana2. Ini warga (yg sebetulnya bukan warga sih tapi produsen belalang emoticon-Ngakak (S))
Ketakuuuutan...belalang ga jadi gimmick meal lagi
Harganya jatoh karena stok melimpah demand melimpah wkkkkk

Pdhal itu oleh2 belalang kalo ga laku basi... (krn demand minim) tinggal buang aja kok ga rugi juga cuma hama digoreng bukan diternak kaya ayam. Wong belalang juga bejibun pemasoknya antri berebutan emoticon-Big Grin

Kalo ada MBG kan org kampung warga (beneran warga wong cilik) petani bisa punya job atau sampingan gencar menjaring belalang ga cuma buat dimakan sendiri hari2 ala kadarnya
Tambaaah pemasukan dan lapangan kerja lagi kan hehe

Ini overall kasusnya sama kaya kantin yg terdampak MBG. Omon2 akal2an mereka aja...takut komoditi belalang turun kasta. egois mikirin diri sendiri emoticon-thumbsup: emoticon-Big Grin
Diubah oleh beng.khiam 28-01-2025 20:16
rizkync108.
mnotorious19150
Zedcool
Zedcool dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.