Kaskus

News

mnotorious19150Avatar border
TS
mnotorious19150
Bitcoin Tembus Rp1,7 M Imbas Trump Bangun Cadangan Strategis Kripto
Bitcoin Tembus Rp1,7 M Imbas Trump Bangun Cadangan Strategis Kripto

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga Bitcoin mencetak rekor tertinggi baru pada Senin (16/12) setelah Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan rencananya membangun cadangan strategis aset kripto tersebut.

Konsep cadangan itu mirip dengan cadangan minyak strategis AS.

Pernyataan tersebut langsung mendongkrak sentimen positif di pasar kripto.

Bitcoin melonjak hingga ke level tertinggi US$107.148 atau senilai Rp1.717.689.588 (asumsi kurs Rp16.030 per kurs AS) sebelum akhirnya stabil di kisaran US$106.877, naik 5,43 persen dibandingkan sesi perdagangan Jumat malam.

Sementara itu, aset kripto terbesar kedua, Ethereum, turut menguat 1,85 persen ke level US$3.975,70 atau setara dengan Rp63,7 juta.

"Kita sedang berada di zona optimisme penuh. Target selanjutnya adalah US$110.000. Banyak investor menunggu koreksi harga, tetapi berita ini membuat pasar tetap bullish," ujar Analis IG Tony Sycamore seperti dikutip Reuters.

Optimisme ini muncul setelah Trump mengatakan akan menjadikan AS sebagai pemimpin global dalam teknologi kripto, seraya mengkritik dominasi negara lain, seperti China, dalam adopsi aset digital.

Trump bahkan mengisyaratkan niatnya membentuk cadangan strategis Bitcoin sebagai aset alternatif.

"Kita ingin melakukan hal besar dengan kripto. Kita tidak ingin China atau negara lain memimpin," kata Trump dalam wawancara dengan CNBC pekan lalu.

Pernyataan Trump juga diperkuat oleh data yang menunjukkan pemerintah AS saat ini memegang sekitar 200 ribu Bitcoin senilai lebih dari US$20 miliar, menjadikannya salah satu negara dengan kepemilikan kripto terbesar di dunia.

Selain AS, negara seperti China, Inggris, Bhutan, dan El Salvador juga memiliki cadangan Bitcoin signifikan.

Sementara itu, langkah Trump ini menuai respons beragam dari para analis. Kepala Riset Pepperstone Chris Weston menyebut rencana tersebut memerlukan waktu panjang untuk implementasi.

cnnindonesia.com
bang.toyipAvatar border
srantaxidolaAvatar border
CoZiAAvatar border
CoZiA dan 4 lainnya memberi reputasi
5
1.1K
31
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread20.6KAnggota
Tampilkan semua post
ecchi.senpaiAvatar border
ecchi.senpai
#6
utang US itu terlalu besar untuk dilunasi dan terlalu mustahil untuk di bail out

pilihan US ya antara reset ekonomi dunia untuk membail out utangnya atau bikin perang dunia untuk memutihkan utangnya. kesalahan fatal biden mendorong ukraina untuk join NATO yg malah berakhir perang dengan rusia dan mempercepat resesi ekonomi di US

dengan diputusnya rusia dari SWIFT dan sanksi bertubi2 malah bikin ekonominya rusia makin berdikari. SDA rusia justru jadi daya jual dia untuk menyingkirkan USD. dan malah memberi ruang yuan untuk eksis

ke depan, dengan rencana tarif trump, USD akan menjadi semakin kuat dan menyedot liquidity USD di seluruh dunia kembali ke US. efeknya ya ekonomi negara2 dunia bakalan goyang, kecuali cina dan rusia.

sekarang dengan liquidity USD yg yg memuncak, mau dialihkan ke BTC sebagai exit plan. apa ya mungkin? distribusi liquiditinya malah akan mandek karena disedot BTC dan melambungkan harga BTC to the moon. tp ga ada liquidity yg ngalir ke negara2 lain yg efeknya sudah pasti resesi dunia

indonesia harus mulai buang dollar dari skrg dan mengurangi pembayaran impor menggunakan dollar, pakai alternatif mata uang lain. karena kalo ga, cadev kita akan tersedot dengan sangat cepat dan kita tidak akan bisa import sama sekali

atau ekstrimnya, ya kurangi impor besar2an untuk menjaga liquidity di RI ga mengalir ke US yg tentu saja efeknya juga resesi

intinya prabowo sedang menggenapi nubuat 2030 indonesia bubar emoticon-Ultah
Diubah oleh ecchi.senpai 18-12-2024 14:10
littlevan
mnotorious19150
Goxen
Goxen dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.