Kaskus

News

kissmybutt007Avatar border
TS
kissmybutt007
Bentrok OKP di Perbaungan Berakhir Damai
Bentrok OKP di Perbaungan Berakhir Damai - HARIAN MISTAR
Redaktur Elfa Harahap
~2 minutes

Sergai, MISTAR.ID




Bentrokan atau pertikaian antara dua organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) Pemuda Pancasila (PP) dan OKP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (Grib Jaya) yang terjadi di Kota Perbaungan Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Senin (9/12/24), berakhir damai.

Kesepakatan perdamaia ini diwakili dari masing-masing pengurus OKP, yakni Alamsyah dari Satgas Grib Jaya dan Gobel dari OKP PP.

Pimpinan OKP Grib Jaya melalui Satgas Grib Jaya Alamsyah menyampaikan bahwa kejadian yang sempat viral di media sosial adalah bentuk kesalahpahaman. Ia mengimbau kepada seluruh pengurus atau kader Grib Jaya Sergai agar menahan diri dan tidak terpancing dengan aksi aksi provokasi serta tidak melakukan aksi balasan.

Juga tidak menimbulkan konflik yang baru di Kota Perbaungan.

Baca juga: Dua OKP di Perbaungan Sergai Terlibat Bentrok

“Apabila seluruh kader Grib Jaya masih melakukan konflik di Kota Perbaungan. Maka kami tidak bertanggung jawab dalam hal ini,” kata Alamsyah, Selasa (10/11/24).

Senada dengan Satgas Grib Jaya, Gobel Perwakilan dari MPC PP Sergai juga menyampaikan bahwa permasalahan ini sudah selesai. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh kader PP agar tidak menimbulkan pertikaian lagi.

“Begitu juga kami dari pengurus MPC PP Kabupaten Sergai. Kami telah melakukan kesepakatan karena ada kesalahpahaman,” ungkapnya. (damanik/hm20)

https://mistar.id/news/hukum-peristi...erakhir-damai/


damai itu indah, beri hadiah noble perdamaian kepada kepolisian dan OKPemoticon-thumbsup

ini baru generasi emas penerus bangsa INDONESIA, menuju masa depan penuh emasemoticon-I Love Indonesia


0
537
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
692.9KThread57.7KAnggota
Tampilkan semua post
kissmybutt007Avatar border
TS
kissmybutt007
#1
Keluarga Pria yang Diduga Tewas Saat Ricuh di Pelantikan Grib Medan Menolak Buat Laporan
Alfiansyah
2–3 minutes

kaskus-image

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seorang pria diduga tewas saat pelantikan Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (Grib) Medan.

Korban yakni bernama Faisal Arie Parinduri (44) warga Jalan Pantai Timur, Gang Sekolah, Kecamatan Medan Helvetia.

Ia meninggal dunia setelah dihajar oleh puluhan orang yang memakai baju serba hitam.

Kejadian itu terjadi pada saat pelantikan Ormas Grib Medan di Parkiran Lotte Mart Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, pada Minggu (13/10/2024) kemarin.

Pelantikan tersebut berakhir ricuh, lantaran ada sejumlah Orang Tak Dikenal (OTK) melakukan penyerangan secara tiba-tiba.

Menurut ayah korban, Sahrul Bakti Parinduri (69), kejadian itu bermula ketika ada puluhan orang masuk ke pemukiman warga.

Mereka mencari pelaku penyerangan pelantikan Grib Medan.

Saat itu, korban bersama rekan-rekannya sedang nongkrong di kawasan Jalan Pantai Timur, Gang Sekolah, Kecamatan Medan Helvetia.

Lokasi ini tak jauh dari tempat pelantikan Ormas Grib Medan.

"Dia lagi duduk di belakang sana, rupanya ada kerusuhan. Lalu ada sekitar 40 hingga 50 orang naik sepeda motor datang kemari," kata Sahrul saat diwawancarai di rumahnya, Selasa (15/10/2024).

Ia menjelaskan, lantaran anaknya ini merasa tidak bersalah hanya berdiam diri di tempat tongkrongannya melihat puluhan orang beringas ini datang ke lokasi tersebut.

Kemudian, puluhan orang ini langsung menuduh bahwa korban merupakan pelaku penyerangan saat pelantikan Ormas Grib Medan tersebut.

Lalu, puluhan orang ini langsung menghajarnya. Sejumlah warga yang ada di lokasi sempat mencoba melerai tapi puluhan orang yang beringas ini tidak perduli dan malah menghajar warga tersebut.

"Anak saya langsung dihajar sama mereka. Dia (anaknya) jadi korban, salah sasaran," sebutnya.

Sahrul menyampaikan, atas kejadian itu rencananya pihak keluarga hendak membuat laporan ke kantor polisi.

Namun, karena korban meninggal dunia pihak keluarga pun mengurungkan diri untuk membuat laporan.

"Sebenarnya mau membuat laporan, tapi karena anak saya meninggal jadi tidak buat laporan," ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Alexander Putra Piliang mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi tersebut.

Katanya, petugas juga telah mendatangi rumah korban dan meminta keluarga untuk membuat laporan agar kasus tersebut bisa diselidiki.

"Keluarga dari korban tidak mau buat laporan," kata Alex.

Ia menjelaskan bahwa, pihaknya tidak bisa menindaklanjuti perkara tersebut lantaran belum adanya laporan.

Sebab, pihaknya juga membutuhkan hasil autopsi dari jenazah korban untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.

"Kita masih menunggu laporan dari pihak keluarga," ucapnya.

Tewasnya korban sempat terekam kamera amatir, dan beredar luas di grup WhatsApp.

Amatan Tribun-medan, korban yang memiliki rambut gondrong tersebut sudah tergeletak di atas jalan.

Saat itu, korban sudah tidak berdaya dengan kondisi kepalanya berlumpur darah.

Di lokasi terlihat sejumlah orang memakai seragam berwarna hitam mengelilingi korban sambil mengeluarkan kata-kata kotor.

"Hargai Grib. Ini Grib, k***ol. Meninggal kau kan," teriak seseorang sambil menunjuk-nunjuk korban yang sudah tidak berdaya.

Lalu, para orang di lokasi tampak menyeret korban.

(Cr11/tribun-medan.com)



Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Keluarga Pria yang Diduga Tewas Saat Ricuh di Pelantikan Grib Medan Menolak Buat Laporan, https://medan.tribunnews.com/2024/10...aporan?page=2.
Penulis: Alfiansyah | Editor: Ayu Prasandi



jadi ingat ya sodara sodara, kasus pembunuhan, kalau kalian gak melapor, polisi gak bisa apa apa

buat yg ngerti hukum, tolong dijelaskan ke saya, apa kasus pembunuhan merupakan delik aduan sekarang?
4l3x4ndr4
fcvked
fcvked dan 4l3x4ndr4 memberi reputasi
2
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.