Kaskus

News

gofivik130Avatar border
TS
gofivik130
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur

DAMASKUS - Pasukan pemerintah Suriah telah mundur dari kota Aleppo setelah serangan oleh pemberontak yang menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Tentara mengakui bahwa pemberontak telah memasuki "sebagian besar" kota, yang merupakan kota terbesar kedua di negara itu, tetapi bersumpah untuk melakukan serangan balik. Melansir BBC, serangan itu menandai pertempuran paling signifikan dalam perang saudara Suriah dalam beberapa tahun terakhir. "Lebih dari 300 orang, termasuk sedikitnya 20 warga sipil, telah tewas sejak dimulai pada hari Rabu," ungkap Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berbasis di Inggris, dilansir BBC. Berbicara pada hari Sabtu, Presiden Assad berjanji untuk "mempertahankan stabilitas dan integritas teritorial [Suriah] dalam menghadapi semua teroris dan pendukungnya". 

"[Negara] mampu, dengan bantuan sekutu dan teman-temannya, mengalahkan dan melenyapkan mereka, tidak peduli seberapa intens serangan teroris mereka," kantornya mengutip ucapannya. Perang saudara, yang telah menewaskan sekitar setengah juta orang, dimulai pada tahun 2011 setelah pemerintah Assad menanggapi protes pro-demokrasi dengan tindakan keras yang brutal. Konflik tersebut sebagian besar tidak aktif sejak gencatan senjata disepakati pada tahun 2020, tetapi pasukan oposisi telah mempertahankan kendali atas kota Idlib di barat laut dan sebagian besar provinsi di sekitarnya. Idlib terletak hanya 55 km (34 mil) dari Aleppo, yang merupakan benteng pemberontak hingga jatuh ke tangan pasukan pemerintah pada tahun 2016. Siapa pemberontak yang menguasai kota kedua Suriah? Pemberontak Suriah melancarkan serangan besar di wilayah barat laut dan merebut wilayah

Serangan terbaru dipimpin oleh kelompok militan Islam yang dikenal dengan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan faksi sekutu yang didukung oleh Turki.

HTS dianggap sebagai salah satu kelompok yang paling efektif dan mematikan yang memerangi pemerintah Assad dan sudah menjadi kekuatan dominan di Idlib. Pemberontak telah menguasai bandara Aleppo dan puluhan kota di dekatnya, menurut SOHR. Mereka juga mengumumkan jam malam yang mulai berlaku pada pukul 17:00 waktu setempat (14:00 GMT). SOHR juga mengatakan pejuang pemberontak telah maju ke beberapa kota di pedesaan dekat kota terbesar keempat Suriah, Hama - selatan Aleppo - dan bahwa tentara Suriah telah mundur. Namun, sumber militer yang dikutip di media pemerintah Suriah membantah klaim ini. Tentara Suriah mengatakan pemberontak telah melancarkan "serangan besar dari berbagai arah di garis depan Aleppo dan Idlib" dan pertempuran telah terjadi "di wilayah yang luasnya melebihi 100 km (60 mil)". Puluhan tentaranya telah tewas, katanya. Angkatan udara Rusia, yang memainkan peran penting dalam mempertahankan kekuasaan Assad selama puncak perang saudara, melancarkan serangan udara di Aleppo pada hari Sabtu.

Serangan itu menandai serangan pertama Rusia di kota itu sejak membantu pasukan pemerintah Suriah merebutnya kembali pada tahun 2016. Kemudian pada hari Sabtu, sembilan serangan Rusia lainnya dilakukan di Idlib, kata SOHR. Seorang juru bicara AS mengatakan "ketergantungan Suriah pada Rusia dan Iran", bersama dengan penolakannya untuk melanjutkan rencana perdamaian Dewan Keamanan PBB tahun 2015, telah "menciptakan kondisi yang sedang terjadi" di negara itu. Gambar-gambar menunjukkan jalan-jalan yang mengarah keluar dari Aleppo macet dengan mobil pada hari Sabtu ketika orang-orang mencoba untuk pergi, dan asap mengepul dari cakrawala kota.

aleppo



Quote:




astagfirullah sakti amat ni para pemberontak emoticon-Leh Uga
MistaravimAvatar border
TheTickAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 2 lainnya memberi reputasi
3
539
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82KThread20.2KAnggota
Tampilkan semua post
crowsdAvatar border
crowsd
#2
Ini serangan jihadis cecunguk-cecunguknya Turki dan diawasi langsung oleh dinas intelijen Turki, dari Idlib, seperti kata ane 10 tahunan yang lalu, Idlib adalah sumber masalah, jika tidak segera dibereskan yang di Idlib, niscaya mereka akan bangkit lagi di masa mendatang, dan inilah yang terjadi, setelah lama tiarap, anjing-anjing gila ini bangkit lagi, melancarkan serangan dadakan, mirip seperti Hamas yang tiba-tiba menyerang Shitrael Oktober 2023 setelah sekian lama tiarap, inilah memang style Ikhwanul Muslimin baik Hamas maupun puppet-puppetnya Turki di Suriah ini yang juga sebagian besar Ikhwanul Muslimin, sama seperti Hamas, tapi bedanya jika dalam case Hamas, ane mendukung tindakan mereka karena untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina, yang di Suriah ini ane menentang keras karna yang mereka lawan adalah pemerintah mereka sendiri, sebuah pemerintahan yang sebenarnya telah banyak mendukung "saudara sesama Ikhwanul Muslimin" mereka di Palestina, Hamas. Inilah kebijakan Turki yang kadang sangat merusak, mereka selalu mendukung jihadis-jihadis Ikhwanul Muslimin di mana-mana, di Suriah, di Libya, di Yaman, karena lawannya dianggap lemah, tetapi Turki tidak berani mendukung Ikhwanul Muslimin di Palestina yakni Hamas karena takut sama Shitrael, cuma bacotnya Erdogan yang kenceng bener, yang mensupport Hamas mati-matian justru Iran dan Hizbullah, dan kini ketika Hizbullah habis perang sama Shitrael dan tidak terlalu fokus di Suriah seperti sebelumnya demikian juga Iran yang juga fokus menghadapi Shitrael, tiba-tiba Turki tanpa diduga memukul dari belakang puppet-puppetnya menyerang Suriah. Inilah kebijakan Turki yang merusak.

Mengenai serangan pemberontak ini, ini serangan kejutan dan sangat mendadak, kota Aleppo kini sebagian besar sudah jatuh ke tangan pemberontak jihadis, sudah 95 % wilayah Aleppo jatuh karena tentara Suriah tidak siap sama sekali, dan memilih strategi mundur tanpa perlawanan, istana presiden di Aleppo, Bandara Kweires, Benteng Aleppo semua sudah dikuasai pemberontak, Konsulat Iran juga diserang dan seorang Jenderal IRGC Iran dibunuh di konsulat Iran, saat pasukan pemberontak menyerang, SDF Kurdi juga ikut menyerang tentara Suriah bahkan memasuki kota Syiah Nubl dan Zahraa, tapi kemudian terjadi bentrokan antara pemberontak dukungan Turki ini dan SDF Kurdi, yang berakhir dengan mundurnya Kurdi. Kini Pemberontak minta pihak Kurdi untuk segera angkat kaki dari Aleppo atau akan segera dibasmi total, sementara pihak Kurdi kini menyatakan mobilisasi umum untuk menghadapi pemberontak dukungan Turki.

Serangan pemberontak ini begitu dadakan dan mengagetkan tentara Suriah, tetapi jika dikatakan tentara Suriah hancur total sepertinya gak, kekuatan militer Suriah relatif masih utuh karena mereka memang tidak melancarkan perlawanan dan memilih mundur ke selatan ke arah Provinsi Hama untuk regrouping di sana, ini terlihat sampe hari Sabtu kemarin gerakan ofensif pemberontak begitu cepat sampe hampir seluruh Aleppo jatuh dalam hitungan jam, dan mereka melanjutkan ofensif ke Hama, hingga beberapa desa dan kota kecil di Hama jatuh ke tangan pemberontak, namun momentumnya kemudian terhenti di Hama, karena tentara Suriah regrouping di Hama, unit-unit pasukan khusus Tiger Forces pimpinan Suhail al-Hassan dan unit-unit lainnya termasuk milisi-milisi pro pemerintah telah tiba di Hama dari selatan dan membentuk pertahanan yang kuat di Hama, dan bersiap melancarkan serangan balik yang kuat. Dan kini dengan cepat beberapa desa dan kota di Hama berhasil direbut kembali oleh tentara Suriah.

Dukungan Iran dan Hizbullah mungkin telah melemah di Suriah, tapi masih ada Mother Rossiya, serangan udara Rusia kini terus menghantam posisi-posisi pemberontak di Aleppo dan termasuk Idlib, ane dukung jika Idlib ini di"Gaza"kan sekalian, biar tidak jadi masalah, sementara si munafik Turki kini malah teriak agar serangan udara dihentikan karena akan mengakibatkan jatuhnya korban sipil, muke gile Turki. Rusia sendiri telah mencopot panglima tentara Rusia di Suriah Jenderal Sergei Kisel diganti dengan Jenderal Alexander Chaiko, dan ada kemungkinan Jenderal Armageddon, Jenderal Sergei Surovikin diangkat lagi sebagai panglima tentara Rusia di Suriah. Dengan dukungan serangan udara Rusia, kemenangan akan diperoleh.

Dan kini Assad tidak sendirian lagi, seperti sebelum-sebelumnya, seperti 10 tahun yang lalu, kini dukungan tidak hanya datang dari blok-blok pro Iran seperti Irak, atau Hizbullah Lebanon, kini dukungan juga datang dari blok-blok Arab yang ngeri dengan petualangan Turki dan jihadis bayarannya, Uni Emirat Arab yang paling mati-matian mendukung Assad di blok ini, dan kemarin mengajak serta Mesir dan Yordania untuk turut mendukung Assad, sementara ini gayung bersambut di Iran, kemarin Iran menyatakan meminta negara-negara Islam untuk mendukung Suriah dalam perangnya melawan terorisme.


Diubah oleh crowsd 02-12-2024 16:17
Mistaravim
Mistaravim memberi reputasi
-1
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.