Kaskus

Entertainment

  • Beranda
  • ...
  • Gosip Nyok!
  • Viral Kesalahan dalam Pemahaman Bahasa Indonesia di Medsos, Anies pun Kasih Paham!

amekachiAvatar border
TS
amekachi
Viral Kesalahan dalam Pemahaman Bahasa Indonesia di Medsos, Anies pun Kasih Paham!

Viral Kesalahan dalam Pemahaman Bahasa Indonesia di Medsos, Anies pun Kasih Paham!



Viralnya Kesalahan dalam Pemahaman Bahasa Indonesia di Media Sosial, Kisah Anies Baswedan ini Kasih Paham Kita Semua Gansist!

Sering sekali terjadi kesalahan dalam berucap, atau kalau di zaman sekarang berarti berkomentar di media sosial ya gansist, macam:

"Dia sudah acuh terhadapku!" atau "Dia sudah mengacuhkan saya" itu artinya dia sudah peduli denganku, bukan dia sudah tidak peduli dengan saya.

Atau lainnya semisal:

"Aku akan merubah kelakuanku!" untuk memberikan penjelasan bahwa tindakannya sudah berbeda dengan yang dulu, namun sebenarnya lebih spesifik lagi, dirinya berarti akan menjadi binatang rubah beserta kelakuannya.emoticon-Big Grin

Karena yang benar adalah mengubah bukan merubah. Sebenarnya ini sangat penting dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Walaupun saya juga masih belajar, belum terlalu bisa, tapi yang pengucapan yang benar memang seperti itu. Waktu sekolah sih kelihatan pelajaran bahasa Indonesia termasuk yang paling gampang, ternyata ternyata susah sekali. Termasuk penempatan tanda titik, koma, seru, pentung yang benar dimana,itu bahkan sampai sekarang belum bisa.


Quote:




Viral Kesalahan dalam Pemahaman Bahasa Indonesia di Medsos, Anies pun Kasih Paham!
Sumber gambar: Ayo Jakarta

Pengguna media sosial tersebut mulai memperhatikan penggunaan kata yang dinilainya salah oleh Anies Baswedan. Dirinya merasa ada yang aneh dengan diksi yang digunakan. Warganet itu kemudian menulis, "Pak, 'absen' itu berarti tidak hadir." Ia mengira Anies sedang berada di acara tersebut tetapi menggunakan istilah yang salah.

Setelah Anies membalas dengan konfirmasi maksudnya, pengguna tersebut segera menyadari kesalahannya. "Oh iya Pak. Maaf, saya baru paham," tulisnya, mengakui bahwa ia kurang fokus saat membaca cuitan tersebut.

Cuitan mengenai Anies Baswedan ini pun akhirnya menjadi viral di media X, sehingga banyak netizen yang berbondong-bondong memberikan komentar dan berbagai tanggapan.

"Memang benar, dia tidak hadir di CFD. Itu sebabnya fotonya tidak ada di CFD. Kalau hadir, namanya presensi," kata salah satu warganet.

"Bro, jangan-jangan Pak Anies emang lagi CFD di bandara," sindir warganet lainnya.

"Bro berusaha jadi grammar nazi untuk Pak Anies, semoga berhasil wkwkkw," ungkap yang lain.

Mungkin warganet tersebut sedang tidak fokus atau bagaimana, tapi bisa jadi karena memang banyak masyarakat di negeri ini sering salah kaprah dalam beberapa kata bahasa Indonesia seperti absen dinilai sebagai sebuah tanda kehadiran. Kisah dari Anies Baswedan bersama netizen di sebuah media sosial ini menunjukkan bahwa pemahaman bahasa Indonesia sangat penting agar kita tidak salah paham.


Sumber Tulisan dan Gambar:

Suara

Zenius







dumpsysAvatar border
ags188gnwn207Avatar border
tritomchanAvatar border
tritomchan dan 29 lainnya memberi reputasi
30
1.3K
62
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Gosip Nyok!
Gosip Nyok!
KASKUS Official
38.2KThread37.7KAnggota
Tampilkan semua post
suekethosAvatar border
suekethos
#6
Keinget waktu jaman SMA jadoel 1995an, ulangan menyalin cerita pendek dari Guru Bahasa Indonesia yang terbilang killer saat itu ,Beliau sudah Magister, mungkin kini sudah Prof.

ane beserta teman sekelas banyak yang keliru termasuk memberikan tanda baca dll , mana harus huruf besar/kecil belum lainnya ,setelah benar2 dimarahi dan dihukum ala fisik militer push up shitup dan disuruh menyain 50x dan dikumpulkan esok harinya emoticon-Takut


Bahasa indonesia yang baik dan benar tidak gampang banyak tata aturan yang perlu kita pahami sesuai EYD 1972 kalau itu.dari kejadian itu kami jadi paham dan makin pelajari dengan baik . emoticon-Jempol


amekachi
fachri15
steven.07
steven.07 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.