- Beranda
- Berita dan Politik
Ditangan FAM-SAH, Puluhan Iman Desa Nikmati Umroh : Sepuluh Pendeta Segera ke Vatikan
...
TS
Novena.Lizi
Ditangan FAM-SAH, Puluhan Iman Desa Nikmati Umroh : Sepuluh Pendeta Segera ke Vatikan
Ditangan FAM-SAH, Puluhan Iman Desa Nikmati Umroh : Sepuluh Pendeta Segera ke Vatikan
Redaksi Malutsatu-Berita-99 Views
Kabag Kesra Setda Sula, Idham Umamit
MALUTSATU,SANANA-Visi “Bahagia” Agamais periode Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus dan M Saleh Marasabessy (FAM-SAH) periode 2020-2025 tidak sebatas pembangun fisik rumah ibadah.
Setahun setalah FAM-SAH dilantik pada 4 Juni 2021, sebanyak 20 imam di 20 desa di Kepulauan Sula di-umroh-kan Pemerintah Daerah.
Wisata religi ke tanah suci umat Islam tangunggan Pemda Sula itu berlanjut tahun 2023-2024 sebanyak 30 imam dan staf syara di 30 desa di Kepulauan Sula.
“Di tahun 2022 itu baru 20 imam. Di tahun 2023-2024 sebanyak 30 imam dan staf syara di 30 di desa yang di-umroh-kan Pemda Sula,”kata Kabag Kesra Setda Sula, Idham Umamit, Senin (30/09/24).
Tak hanya umat Islam. Pasca Pilkada (tahun ini) Pemda Sula rencananya 10 Pendeta di Sula akan diberangkat ke di Vatikan.
“Iya, 10 Pendeta yang rencananya pasca akan diberangkatkan pasca Pilkada,”tutur Idham.
Menurutnya, program Pemda Sula tersebut bagian dari realisasi visi “Sula yang Agamais” yang menjadi program FAH-SAH pada periode pertama.
“Ini program Pemda Sula. Kami sebagai bawahan harus mampu menerjemahkan visi-misi itu. Jadi, selain fisiknya (pembangunan rumah ibadah) kita siapkan, mentalitas yang religius juga penting untuk dididik. Salah satunya yaitu berangkat ke tanah suci sesuai dengan kepecayaan dan keyakinan kita,”pungkanya. (gun)
https://www.malutsatu.com/2024/09/di...ra-ke-vatikan/
Redaksi Malutsatu-Berita-99 Views
Kabag Kesra Setda Sula, Idham UmamitMALUTSATU,SANANA-Visi “Bahagia” Agamais periode Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus dan M Saleh Marasabessy (FAM-SAH) periode 2020-2025 tidak sebatas pembangun fisik rumah ibadah.
Setahun setalah FAM-SAH dilantik pada 4 Juni 2021, sebanyak 20 imam di 20 desa di Kepulauan Sula di-umroh-kan Pemerintah Daerah.
Wisata religi ke tanah suci umat Islam tangunggan Pemda Sula itu berlanjut tahun 2023-2024 sebanyak 30 imam dan staf syara di 30 desa di Kepulauan Sula.
“Di tahun 2022 itu baru 20 imam. Di tahun 2023-2024 sebanyak 30 imam dan staf syara di 30 di desa yang di-umroh-kan Pemda Sula,”kata Kabag Kesra Setda Sula, Idham Umamit, Senin (30/09/24).
Tak hanya umat Islam. Pasca Pilkada (tahun ini) Pemda Sula rencananya 10 Pendeta di Sula akan diberangkat ke di Vatikan.
“Iya, 10 Pendeta yang rencananya pasca akan diberangkatkan pasca Pilkada,”tutur Idham.
Menurutnya, program Pemda Sula tersebut bagian dari realisasi visi “Sula yang Agamais” yang menjadi program FAH-SAH pada periode pertama.
“Ini program Pemda Sula. Kami sebagai bawahan harus mampu menerjemahkan visi-misi itu. Jadi, selain fisiknya (pembangunan rumah ibadah) kita siapkan, mentalitas yang religius juga penting untuk dididik. Salah satunya yaitu berangkat ke tanah suci sesuai dengan kepecayaan dan keyakinan kita,”pungkanya. (gun)
https://www.malutsatu.com/2024/09/di...ra-ke-vatikan/
ilanza dan santrilakilaki memberi reputasi
0
260
22
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.2KThread•57.3KAnggota
Tampilkan semua post
nayeon.pop.pop
#8
Pendeta Protestan ke Vatikan ngapain?? Kalau mungkin mau nebeng organisasi2 kayak World Council of Churched atau World Communion of Reformed Churches yang sedang ada agenda bertemu Paus dan kuria Vatikan misalnya, mungkin aja walaupun agak kurang logis
Kan daerah itu setelah saya cek di web Kemendagri, umat Protestan-nya yang agak banyak... Katolik-nya juga dikit
Pendeta2 di daerah itu paling perlu ke luar kota kalau lagi ada sinode GPM di Ambon misalnya, atau mau ikut Sidang Raya PGI di Toraja besok, itu pun gak semua pendeta ikutan... kalau mau ziarah ya pasti ke Palestina... gak mungkin ke Vatikan atau Lourdes
Dan tentu saja saya tidak pernah setuju negara ikut campur urusan agama & anggaran negara dipakai untuk acara keagamaan
Kan daerah itu setelah saya cek di web Kemendagri, umat Protestan-nya yang agak banyak... Katolik-nya juga dikit
Pendeta2 di daerah itu paling perlu ke luar kota kalau lagi ada sinode GPM di Ambon misalnya, atau mau ikut Sidang Raya PGI di Toraja besok, itu pun gak semua pendeta ikutan... kalau mau ziarah ya pasti ke Palestina... gak mungkin ke Vatikan atau Lourdes
Dan tentu saja saya tidak pernah setuju negara ikut campur urusan agama & anggaran negara dipakai untuk acara keagamaan
0
Tutup