Chapter 212
Quote:
Situasinya sedang terjepit, jika Djohan menginginkan sesuatu yang buruk, maka Troy tidak bisa menangkalnya, apalagi ada Bright yang kondisinya tidak terlalu baik. Pedang cahaya sudah dikeluarkan, diangkat tinggi hingga sejajar dengan kepalanya Djohan. Tetapi orang dari Silver Clan tersebut hanya diam tidak melakukan apa-apa, tidak ada aura gelap yang menyelimutinya.
“Tenanglah, aku ke sini atas perintah tuan Stam. Kau tahu beliau itu sosok yang paling tenang, aku datang untuk---,” Troy tidak memintanya untuk membantu, yang diinginkannya adalahnya dirinya segera lenyap dari hadapannya. Djohan mengintip ke arah Bright yang tak sadarkan diri, digenggaman tangannya, ada sebuah makhluk yang tidak asing, bentuknya lebih besar dan memiliki warna yang berkilau.
“Kau jangan coba-coba untuk merebutnya,” hal yang dilakukan oleh Djohan jauh dari akal sehatnya, seseorang yang seumuran dengannya itu malah mendekati ujung pedang, yang kini sudah menyentuh keningnya.
“Kau bisa membuat otakku pecah saat ini juga, jika kau tidak mempercayai aku datang untuk membantu, situasinya sedang genting,” ucap Djohan.
“Dia benar,” ucap Bright merintih kesakitan, telah sadarkan diri. “apa kita sudah berada di tempat yang aman?” tanyanya kepada Troy.
Orang yang berada satu angkatan dengannya itu tidak menjawab sama sekali, posisi mereka sangat jauh dari kata aman. Di sebuah hutan lebat di daerah pegunungan, sebuah tempat yang sangat cocok untuk diadakan pemburuan, oleh gengnya Helios sang Red Sun. keadaan Bright yang terguncang hanya menyisakan Troy dan Djohan saja, apalagi Beat Raja milik George sangat rawan direbut.
“Kita akan ke Wilson Caffe, di sana tempat yang paling aman sekarang,” ucap Djohan.
“Kau bercanda!” ucap Troy marah. “kau sengaja memancingku kembali hanya untuk dikurung kembali di ruangan kaca itu?!”
“Aku tidak memintamu untuk ikut, kau bebas ingin pergi ke mana saja. Yang aku maksudkan adalah untuk Beat Rajanya, dengan adanya tuan Stam di sana, keamanannya akan terjamin,” Emosi Troy semakin memuncak, pedang cahayanya dilempar sembarang. Kini kedua tangannya mencengkram leher Djohan dengan amat keras, hingga urat tangannya keluar.
“Ya aku setuju,” ucapan Bright ini membuat Troy terkejut, cengkramannya melemah. “Mister Stam orang terkuat saat ini, setelah gugurnya….,” Bright tidak mampu melanjutkannya, ia menjadi saksi atas tewasnya George oleh Helios.
“Jadi tuan George telah….,” suatu kenyataan pahit harus diterimanya, padahal sudah jelas Bright membawa Beat Raja Golden Clan, tetapi Troy ingin mendengarnya langsung dari mulut Bright, dan kini semuanya telah terbukti.
Di Wilson Caffe, Sterling sudah menunggu kedatangan Djohan. Yang akan dilakukannya nanti akan menimbulkan sebuah masalah yang begitu besar nantinya. Apalagi jika sensor mendeteksi dua kekuatan besar yang akan datang. Sterling berharap mereka bisa meredam terlebih dahulu kekuatannya sebelum benar-benar masuk ke zona 8, di mana tempat tinggalnya kini.
“Apa mereka tercegat di tengah jalan?” ucap Lio.
“Jangan bercanda, Djohan yang paling cepat di sini. Dan juga ada Troy bersamanya, musuh akan kesulitan melacak keduanya,” jawab Solo.
“Kalian harus bersiap, jika Beat Raja nya ada di sini, berarti total ada dua Beat Raja. Artinya musuh dengan kekuatan penuhnya akan meluncur cepat atau lambat,” ucap Sterling. “aku kasihan kepada orang-orang yang tinggal di Surban City, kota kecintaan mereka ini akan menjadi tempat pertempuran terakhir,” lanjutnya.
Pertempuran besar yang tidak bisa dicegah, akan terjadi. Kekhawatiran Sterling ada benarnya, berapa banyak orang yang menetap di kota ini. Belum lagi harus dibawa kemana dengan jumlah yang sebanyak itu. Bel peringatan belum berbunyi, jika pada waktunya nanti, maka korban tidak bisa terelakkan lagi. Mereka masih menunggu untuk tahu seberapa besar kekuatan mush, dan bagaimana bisa seorang Golden Clan seperti George bisa kalah.
Dari segi usia manusia, George memang jauh berada diatasnya Stam. Sejak Kaizer masih menjadi ketua Silver Clan, orang yang bernama George itu sudah memasuki usia 40-an, bukan angka yang muda untuk tubuh manusia. Meski ada Beat didalam tubuh mereka yang bisa menunda penuaan, tetap saja sejatinya raga mereka milik manusia bisa, yang secara alami akan mengalami penurunan.
Tiba-tiba semua yang ada di Wilson Caffe bersiap, ada kekuatan besar yang datang. Suara ketukan pintu terdengar nyaring, Sterling yang berada di depan membukanya dengan penuh kehati-hatian. Ia tahu betul warna kekuatan yang dikeluarkan oleh Djohan. Sedangkan orang yang mengetuk pintu memiliki warna yang berbeda, seperti orang yang belum dikenal sebelumnya.
“Aku datang,” ternyata yang kembali adalah Djohan, perbedaan kekuatan yang dirasakan oleh anggota Silver Clan yang lain adalah karena Beat Raja yang dipegangnya. Sedangkan Bright berada dibelakang sedang dipapah oleh Troy.
“Kau mengagetkanku saja,” Sterling mengamati Beat Raja itu, begitu tenang berada di tangan Djohan.
Setelah beberapa hari berlalu, kondisi Bright sudah pulih sepenuhnya. Tidak ada pergerakan dari BASS sejauh ini menujukan bahwa sensornya tidak mendeteksi keberadaan Golden Clan, padahal Beat Raja berada di luar dari tubuh inangnya. Mereka semua berkumpul di ruangan tuan Stam, ada yang diceritakan oleh Bright, terkait dengan tewasnya ketua Golden Clan yaitu George di tangan Helios.