Kaskus

News

mnotorious19150Avatar border
TS
mnotorious19150
Anies Punya Tongkat Cakra, Pemegangnya Gunakan Kekuasaan untuk Kasih dan Sayang
Anies Punya Tongkat Cakra, Pemegangnya Gunakan Kekuasaan untuk Kasih dan Sayang


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anies Baswedan menjelaskan perihal tongkat yang dimilikinya hingga membuat warganet salah fokus.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anies melalui akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan. 

"Menjawab pertanyaan tongkat yang lagi viral," tulis Anies, seperti dilihat Sabtu (14/9/2024). 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyertakan sebuah video penjelasan tongkat yang ternyata memiliki sejarah tersendiri. 

Dalam video tersebut, Anies awalnya melihat ke atas dimana ada kotak berisi pertanyaan terkait tongkat yang disebut- sebut masih ada hubungannya dengan Pangeran Diponegoro. 

"Pak itu yg tongkat diponegoro ya? Keren!!"

Anies pun menjelaskan perihal tongkat berwarna hitam tersebut.

Menurut Anies, tongkat tersebut bukan sembarangan tongkat. 

"Tongkat ini adalah cakra yang dibuat oleh keturunan Panembahan Senopati," ungkapnya. 

Anies mengaku mendapatkan tongkat itu saat ziarah di pemakaman Panembahan Senopati. 

Ketika itu dirinya diberikan hadiah tersebut dari keturunan Panembahan Senopati. 

Ditambah lagi tongkat itu terbuat dari cakra yang ada kaitannya dengan  Pangeran  Diponegoro. 

"Lalu anak keturunannya membuat cakra yang terinsipirasi dari cakra Pangeran  Diponegoro. Tapi ini sendiri bukan cakra  Pangeran  Diponegoro," katanya. 

Tongkat dengan panjang sekitar 40-50 centimeter itu punya bentuk berbeda pada bagian atas. 

Anies Baswedan menjelaskan perihal tongkat cakra yang dimiliki yang disebut-sebut pemegang kekuasaan harus menggunakannya untuk memberikan kasih dan sayang. 

Ditambahkan Anies, tongkat itu setiap sisinya memiliki makna tersendiri yang punya arti khusus. 

"Kemudian pembedanya adalah dibuatkan kaligrafi di sini (depan) ini dari asmaul husna Al Malik dan sampingnya, belakanganya Ar Rahman," ucap Anies.

Anies menceritakan ada makna tersendiri dibalik setiap kaligrafi yang diukir di tongkat tersebut. 

Menurut Anies, pemegang kekuasaan harus memberikan kebaikan kepada semua orang dengan keberadaan tongkat tersebut. 

"Katanya supaya pemegang kekuasaan digunakan kekuasaannya untuk memberikan rahman, memberikan rasa kasih, sayang, mencintai. Jadi ini yang saya terima waktu itu dari keturunan Panembahan Senopati di Kotagede, di Jogja," katanya 

Meski terinspirasi dari cakra  Pangeran  Diponegoro, Anies memastikan tongkat itu sama sekali beda.

Tidak hanya maknanya tapi juga bentuk dan fisik tongkat tersebut yang sangat berbeda. 

"Cakra ini beda dengan cakra Pangeran  Diponegoro, memang terinspirasi tapi beda bentuknya," ungkapnya. 

tribunnews.com
Diubah oleh mnotorious19150 15-09-2024 10:57
ushirotaAvatar border
MemoryExpressAvatar border
gustovanjavaAvatar border
gustovanjava dan 13 lainnya memberi reputasi
14
1.3K
115
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
692.1KThread57.2KAnggota
Tampilkan semua post
TheTickAvatar border
TheTick
#26
CAKRA ?
@mnotorious19150
Ini maksudnya gimana ya?
Ya begini ini jika pencitraan, tapi tidak mengerti esensi dalam dunia Tosan-Aji.

Bagi yang sedikit paham menjabarkan secara filsafat Baboning Kitab tanah Jawi. Bahwa "Danang Sutawijaya" atau "Panembahan Senopati" adalah orang yang sama. Yang "mbalelo" terhadap Kesultanan Demak dan ikut dalam rombongan Joko Tingkir (selanjutnya menjadi Sultan Hadiwijaya Pajang) dalam menyerang Kasultanan Demak dibawah Pangeran Arya Penangsang Sultan Demak ke V, yang juga murid SUNAN KUDUS. Arya Penangsang adalah cucu dari Raden Patah.
Sedangkan Danang Sutawijaya adalah murid SUNAN GIRI.
Padahal Joko Tingkir (Mas Karebet) adalah murid SUNAN KALIJAGA. Dan anak dari Ki Ageng Pengging yang menjadi Adipati Pengging daerah dibawah kekuasaan Kesultanan Demak. 
sumber: Kitab Babad Tanah Jawi.

Terkait Cakra.
Sebelum mengalahkan Sutawijaya, atas arahan gurunya, dibuatlah kursi yang indah yang sudah bertuliskan RAJAH KALACAKRA agar kesaktian Sutawijaya berkurang sebelum bertanding. dan ditentukanlah hari agar kedua pihak yg  bertempur agar ber Tabayyun terlebih dahulu. Ternyata karena pongah, malah diduduki oleh Arya Penangsang karena dia argumennya adalah berstatus Raja sedangkan Sutawijaya berstatus Manggala Yudha (Panglima) yg setingkat dibawah raja. Selanjutnya cerita sudah banyak yg tahu....
sumber: Kitab Babad Tanah Jawi (Op.Cit)

Oleh karena kekalahan muridnya Sunan Kudus dan karena segan dengan Sunan Giri, maka ilmu Rajah Kalacakra diberikan kepada Danang Sutawijaya. Yang sampai sekarang dikatakan sebagai milik keluarga raja raja Mataram. Termasuk yang dibuatkan untuk menjadi kepala tongkat Kanjeng Pangeran Diponegoro.
Sumber: Babad Kedung Kebo, yg dirujuk dan dibahas oleh Peter Carey

Bentuk Bulat?
Berbentuk bulat sebenarnya kepala tongkat ini bertuliskan Rajah Kalacakra yang berbentuk bulat yang berbentuk seperti Matahari dengan huruf Jawa Hanacaraka (disebut Suryaning Mataram) sebagai pengganti dan merujuk keturunan Raja Majapahit (Suryaning Majapahit).
sumber: Kitab Pararaton dan Serat Centhini

Jadi bukan bertuliskan Arab Al Malik dan Ar-Rahman.
Ini yang dalam khazanah Tosan Aji disebut "MUTRANI" alias copy-cat KW. Jadi tidak ada sawabnya- atau sejenis keris penganten saja. Yang bentuknya menyerupai dan hanya sebatas sofenir. Bukan Keris Tosan Aji yang dibuat seorang Empu Keris.
sumber: Serat Centhini (Op.Cit)

Kesimpulan saya pribadi.
Menilik sejarahnya justru kok jadi blunder.
1. Islam vs Islam
2. murid Sunan A melawan murid Sunan B dan Sunan C dalam Wali Songo.
3. Mengislamkan tanah Jawa harus melalui perang. Antara pro Khalifah dengan Islam Abangan (Sutawijaya + Joko Tingkir) yang merupakan keturunan raja raja Majapahit.
4. Seandanya pak Anis mengedepankan tongkat Cakra ini, jangan sampai salah kaprah. Karena bagi yg paham akan jadi bahan tertawaan. Karena secara sejarahnya melambangkan perpecahan dikalangan Islam sendiri.
5. Terbukti bahwa PENCITRAAN dengan mengawinkan budaya Jawa ternyata menjadi bumerang, seperti kasus Begal-Nasab merujuk silsilah palsu Trah Keraton.
6. Saya bukan pendukung Mulyono, tetapi dalam alkisah diatas kok mirip mirip seperti sejarah terulang kembali, bahwa pemegang Kolocokro, justru senjata makan tuan melawan goyang Gemoy dan anak Mulyono.
Pak Anis = Arya Penangsang
Pak Gemoy = Mas Karebet
anak Pak Mulyono = Danang Sutawijaya.

Silakan simpulkan sendiri, ini hanya banyolan berpikir wkwkwkw  emoticon-Wakaka

Penutup.
Menawi kawontenan perkawis utawi wacana ingkang lepat ugi mboten prayogi, kawulo lare awon Londo blangsak, manembah nyuwun agunging samudro lumunturing sih pangaksami dumateng sedaya sedherek soho kadang tunggal ilmu.

Salam Rahayu, Ki Bloko Kejeron.
aluwungs
fcvked
GroupTercela
GroupTercela dan 19 lainnya memberi reputasi
18
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.