- Beranda
- Berita dan Politik
Telan Anggaran 33 Miliar, Gerbang Kendari-Toronipa Mulai Rusak Redaksi
...
TS
kissmybutt007
Telan Anggaran 33 Miliar, Gerbang Kendari-Toronipa Mulai Rusak Redaksi
Telan Anggaran 33 Miliar, Gerbang Kendari-Toronipa Mulai Rusak
Redaksi
~3 minutes

KENDARIKINI.COM – Viral, sebuah Video berdurasi 1 menit memperlihatkan Gerbang megah yang dibangun sebagai akses utama menuju objek wisata Pantai Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, dari Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) kini mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Padahal diketahui, gerbang yang dibangun dengan mengambil tema desain menyerupai salah satu ikon Kota London di Inggris yaitu Tower Bridge, dibangun dengan anggaran sekitar Rp33 miliar, dan baru saja digunakan pada Februari 2024 lalu.
Dalam sebuah video yang diterima media ini pada Minggu malam, 1 September 2024, terlihat bahwa pilar salah satu dari empat gerbang tersebut hanya dilapisi dengan GRC Board, dan bukan dari beton utuh.
Terdengar suara lelaki dibalik video, ia menjelaskan kondisi bangunan yang menelan anggaran bernilai fantastis itu, dirinya mengira bahwa bangunan tersebut menggunakan beton utuh, namun ternyata tidak seperti yang bayangkannya.
“Selama ini mungkin masyarakat banyak yang mengira bahwa keempat gerbang yang cukup besar ini, dibangun atau dirancang dengan campuran beton yang utuh, saya pun juga baru tahu bahwa di dalamnya kosong, dan itu pun seperti yang kita lihat, kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan. Ini baru satu gerbang, kita tidak tahu tiga gerbang lainnya bagaimana,” ujarnya.
Gerbang yang terletak di dalam wilayah Kota Kendari ini semula diharapkan menjadi daya tarik wisatawan menuju Pantai Toronipa. Namun, dengan kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan meski baru digunakan, hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi dan pengawasan dalam proyek pembangunan gerbang tersebut.
Saat di konfirmasi media ini, Kadis SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, membenarkan bahwa anggaran yang telah disepakati untuk pembangunan gerbang tersebut senilai Rp33 Milyar. Ia juga menjelaskan bahwa pilar dari gerbang memang hanya menggunakan Baja, sesuai dengan gambar desain yang telah di sepakati.
“Anggaran sesuai kontrak seperti itu jumlahnya. Pilar beton menggunakan Baja, dinding penutup menggunakan GRC sesuai dengan gambar desain yang telah di sepakati” jelasnya melalui pesan Whatsapp, Minggu (1/9/2024).*
https://kendarikini.com/05/09/2024/t...a-mulai-rusak/
kalo mau mirip london bridge, kasih kontraknya ke orang london
ini kaya setting hollywood, fake
Redaksi
~3 minutes

KENDARIKINI.COM – Viral, sebuah Video berdurasi 1 menit memperlihatkan Gerbang megah yang dibangun sebagai akses utama menuju objek wisata Pantai Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, dari Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) kini mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Padahal diketahui, gerbang yang dibangun dengan mengambil tema desain menyerupai salah satu ikon Kota London di Inggris yaitu Tower Bridge, dibangun dengan anggaran sekitar Rp33 miliar, dan baru saja digunakan pada Februari 2024 lalu.
Dalam sebuah video yang diterima media ini pada Minggu malam, 1 September 2024, terlihat bahwa pilar salah satu dari empat gerbang tersebut hanya dilapisi dengan GRC Board, dan bukan dari beton utuh.
Terdengar suara lelaki dibalik video, ia menjelaskan kondisi bangunan yang menelan anggaran bernilai fantastis itu, dirinya mengira bahwa bangunan tersebut menggunakan beton utuh, namun ternyata tidak seperti yang bayangkannya.
“Selama ini mungkin masyarakat banyak yang mengira bahwa keempat gerbang yang cukup besar ini, dibangun atau dirancang dengan campuran beton yang utuh, saya pun juga baru tahu bahwa di dalamnya kosong, dan itu pun seperti yang kita lihat, kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan. Ini baru satu gerbang, kita tidak tahu tiga gerbang lainnya bagaimana,” ujarnya.
Gerbang yang terletak di dalam wilayah Kota Kendari ini semula diharapkan menjadi daya tarik wisatawan menuju Pantai Toronipa. Namun, dengan kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan meski baru digunakan, hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi dan pengawasan dalam proyek pembangunan gerbang tersebut.
Saat di konfirmasi media ini, Kadis SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, membenarkan bahwa anggaran yang telah disepakati untuk pembangunan gerbang tersebut senilai Rp33 Milyar. Ia juga menjelaskan bahwa pilar dari gerbang memang hanya menggunakan Baja, sesuai dengan gambar desain yang telah di sepakati.
“Anggaran sesuai kontrak seperti itu jumlahnya. Pilar beton menggunakan Baja, dinding penutup menggunakan GRC sesuai dengan gambar desain yang telah di sepakati” jelasnya melalui pesan Whatsapp, Minggu (1/9/2024).*
https://kendarikini.com/05/09/2024/t...a-mulai-rusak/
Quote:
kalo mau mirip london bridge, kasih kontraknya ke orang london

ini kaya setting hollywood, fake

sujime dan 5 lainnya memberi reputasi
6
451
34
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.1KThread•58.3KAnggota
Tampilkan semua post
pheeroni
#2
Gw cerita lagi ya, kali ini ada 2 :
- Ngobrol sama teman, kontraktor besar lah sudah biasa bikin proyek pemerintah, jadi pemenang tender ini akan menyerahkan ke subkon abal-abal dengan bahan yang di downgrade, tes kualitas, spesifikasi dll akan di loloskan dengan fulus. Bahan yang biasa di downgrade biasa campuran semen karena sulit dibuktikan sampai dengan rusak, turun gradenya bisa dari premium ke grade C/tidak layak. Semua dapat bagian karena tau sama tau dan semuanya cuci tangan menyalahkan vendor semen (biasanya impor) dan kasus ditutup.
-Yang kedua, teman usaha material dan bahan bangunan di papua, disini dana otsus papua wajib habis, kalau nggak habis tahun depan ga dapat. Jadi disini akan nonggol dah tuh ASN ASN asli papua yang keliling tanya toko yang mau mark up harga. Biasanya beli pipa air untuk pengadaan air di pegunungan. Harganya di mark up, kualitasnya di downgrade sekalian, padahal buat bangun desanya sendiri.
Kedua kasus diatas mungkin sama seperti ini, semoga semua pihak yang terkait mendapat balasan yang setimpal
- Ngobrol sama teman, kontraktor besar lah sudah biasa bikin proyek pemerintah, jadi pemenang tender ini akan menyerahkan ke subkon abal-abal dengan bahan yang di downgrade, tes kualitas, spesifikasi dll akan di loloskan dengan fulus. Bahan yang biasa di downgrade biasa campuran semen karena sulit dibuktikan sampai dengan rusak, turun gradenya bisa dari premium ke grade C/tidak layak. Semua dapat bagian karena tau sama tau dan semuanya cuci tangan menyalahkan vendor semen (biasanya impor) dan kasus ditutup.
-Yang kedua, teman usaha material dan bahan bangunan di papua, disini dana otsus papua wajib habis, kalau nggak habis tahun depan ga dapat. Jadi disini akan nonggol dah tuh ASN ASN asli papua yang keliling tanya toko yang mau mark up harga. Biasanya beli pipa air untuk pengadaan air di pegunungan. Harganya di mark up, kualitasnya di downgrade sekalian, padahal buat bangun desanya sendiri.
Kedua kasus diatas mungkin sama seperti ini, semoga semua pihak yang terkait mendapat balasan yang setimpal
sujime dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Tutup