Kaskus

Story

aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
Satu Kelas Dengan Dia
Horror, Romance

Satu Kelas Dengan Dia

Quote:


PROLOG


Bagas tak sengaja menjadi indigo karena insiden tenggelam di kolam empang yang berair kotor saat masih berumur 3 tahun yang membuat jiwanya terbawa ke alam gaib dan mendapat kemapuan bisa melihat makhuk tak kasat mata meski tidak sekaligus dan berangsur angsur lama hingga dia bertemu dengan sosok di sekolah nya yang membuat dirinya menyadari memiliki kemampuan dan mendapatkan sebuah tanggung jawab besar dalam hidupnya




Quote:


Spoiler for Jangan di Buka:


Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 21-09-2024 09:52
viper990Avatar border
qiem.tamvanAvatar border
dwi.haryana.982Avatar border
dwi.haryana.982 dan 28 lainnya memberi reputasi
27
29.6K
1.6K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
#288
Part 46

"Jangan kau tergoda anak muda, cucu ku teruskan konsentrasi , hilangkan semua godaan godaan yang telah terjadi. Itulah gambaran dalam hidup. " Ucap suara itu menggema di dalam isi kepala ku

"Cucu? , kau leluhur ku ?" Tanya ku dalam hati

"Iya, akulah leluhur mu yang sudah kau kenal sebelumnya" jawab suara sosok itu

"Ki Ageng Panji?" Tanya ku lagi

"Benar, itulah nama ku, sekarang latihan mu harus berlanjut . Buka lah mata mu dan lawan semua yang ada di hadapan mu" ucap dari sosok yang diduga leluhurku.

Namun sebelum aku membuka mata aku sempat ragu bahwa itu adalah suara dari leluhurku. Maka Ku coba melakukan kontak batin dengan Rani .

"Rani, apa kah kau mendengar suara ku?" Tanya ku yang masih duduk dan memejamkan mata

Beberapa waktu berikutnya aku tak mendengar jawaban apapun. Aku khawatir Apakah suara hati ku tak direspon atau memang tak sampai pada Rani?

"Sri Dewi Maharani , dengarkan suara ku" ku coba kembali bertanya dalam hati namun tak kunjung ada jawaban.

"Cucu ku, kau tak usah khawatir. Ada tabir untuk mu sebagai pelindung langsung dari ku. Maka segeralah berlatih , jangan banyak berfikir " seru suara yang diduga kakek moyang ku

Dengan mantap akhirnya aku mencoba untuk membuka mata ku. Suara derasnya air dan dinginnya udara semakin menjadi jadi.

Perlahan tapi pasti mataku mulai terbuka perlahan, Cahya Putih perlahan merangsek masuk kedalam mata ku. Cahaya putih itu begitu terang dan menunjukan pemandangan yang tak terduga.

Kini aku berada di tengah tengah di atas batu besar yang berada di Curug air terjun yang sangat besar dan tinggi. Namun sesuatu telah mengikat ku. Dua buah tangan masih melingkar di perutku sambil memainkan area sensitif ku . Dengan sigap aku menahan dan membuka cengkraman kedua tangan itu.

Wajah ku menoleh ke sisi kanan dan kiri untuk memastikan siapa yang ada dibelakang ku. Namun aku sedikit kesulitan siapa gerangan yang ada dibelakang ku.

"Kang mas " suara itu begitu lembut

Jantung ku berdegup kencang , maka aku berdiri dan membalikan badan ku. Aku tercengang dengan apa yang aku lihat. Seorang gadis tak memakai pakaian sehelaipun ada di hadapan ku.

Saking terkejutnya aku hampir saja jatuh dari atas batu. Kaki ku tergelincir saat hendak menjauh . Batu yang licin menjadi pijakan yang tidak stabil

" S si siapa kau? " Tanya ku terkejut

Gadis itu malah tersenyum menggoda , kedua tangannya menyentuh batu besar itu sehingga kedua gunung kembarnya bergelantungan.

"Kang mas , mari kita berpadu kasih disini. Aku sudah lama menunggu kehadiran mu" jawab sosok itu.

"A apa maksud mu?" Tanya ku lagi

Bukanya dijawab, sosok itu mengedipkan matanya lalu merangkak mendekatiku yang kini ada dipinggiran batu besar. Jika aku bergerak maka aku akan jatuh ke dalam air yang tampak hijau menandakan airnya cukup dalam..

"Berhenti , ku bilang berhenti " pekik ku dengan nada ketakutan

Akan tetapi sosok itu malah tetap nekat mendekati ku. Entah bagaimana aku tiba tiba melompat bersalto dan pindah tempat menjadi ada di sebrang jauh dari batu besar itu. Sosok itu sedikit terkejut . Lalu dirinya berdiri di atas batu dan tertawa terbahak bahak .

Aku yang melihatnya cukup mengerikan, suaranya yang cumiikan telinga meski dari kejauhan .

Tak lama kemudian ku rasakan kembali sentuhan tangan dari arah belakang tiba tiba menjalar menuju perut ku . Aku terkejut dan seketika membalikan badan ku..ternyata banyak sosok yang serupa berada tadi dibelakang ku.

Sosok sosok itu sama persis tak memakai pakaian sehelai pun. Tubuh indah mereka seperti sengaja ditunjukan kepada ku. Salah satu di antara mereka ada yang memiliki ukuran sangat besar. Tubuhnya tinggi dan memiliki tubuh lebih berisi dari yang lainnya. Sosok itu berjalan melenggak lenggok menuju ke arah ku. Kedua gunung Tambora miliknya bergoyang menuruti irama jalannya.

Padangan matanya mencoba menggoda ku , hampir hampir saja aku terhipnotis olehnya . Tubuh ku kaku dan tak bisa bergerak. Sosok wanita tanpa busana itu tersenyum puas setelah aku ada dihadapannya . Lidahnya dijilat jilat dibibir merahnya supaya aku berhasrat padanya.

Tidak ingin terjerat oleh jurus yang sama seperti dulu akupun segera berlari menuju jalan setapak yang terjal.

"Hey pemuda ganteng , jangan pergi mari kita bercinta disini " teriaknya

Saat aku menoleh ke belakang ternyata wanita wanita telanjang bulat itu berlarian mengikuti ku hanya saja cara berlarinya aneh. Mereka seperti kapas yang melayang di atas bebatuan dan dengan cepat menyusul ku. Begitu pula gadis yang ada di atas batu berlari mengejar ku.

"Aduh gawat ini, perempuan perempuan gila itu mengejar ku. Aku harus bagaimana ? Masa latihan begini ceritanya ?" Ucap ku bermonolog

Suara tawa cekikikan mereka rupanya menandakan bahwa mereka bukanlah manusia. Tentu berbahaya jika aku terjerat oleh mereka. Akupun. Terus berlari di jalan setapak dengan dikelilingi semak belukar beserta pepohonan yang tinggi disekitarnya. Khas daerah Curug yang ada di Indonesia.

Tiba tiba salah satu dari mereka berhasil mengejar ku dan melompat terbang tepat dihadapan ku. Akupun tak menduga dia secepat itu ada dihadapan ku dan terjadilah tabrakan tubuh ku dengan tubuh perempuan tanpa busana itu.

"Bugghh "

Sebuah benda kenyal menerpa bagian dada dan wajah ku dan aku terjungkal jatuh ke tanah yang berbatu. Aku meringis kesakitan karena terjatuh dan mengenai batu batu kecil .

Gadis yang ada dihadpan ku tersenyum puas.

"Pangeran , jangan mencoba kabur , cobalah kami dulu , aku jamin kau akan ketagihan dan melayang layang karena kenikmatannya " ucapnya menggoda sambil mengusap pahanya dan naik ke kedua gunung kembarnya lalu bergoyang . Pemandangan itu memang bisa meruntuhkan iman seseorang yang melihatnya.

"Gak sudi aku, kalian bukan manusia " ucap ku menolak ajakannya lalu bangkit dari posisi duduk ku tadi

"Kami manusia dan bisa membuat anak bersama mu pangeran ganteng " ucapnya sambil mengelus perutnya yang putih bersih .

"Tidak , bagaimana pun kalian , aku akan melawan . " Ucap ku menantang

Sosok wanita yang dihadapan ku tertawa cekikikan seperti meremehkan ku

"Baiklah , jika kamu kalah, maka kau harus melayani kami sampai puas " ucapnya

Tidak ada pilihan selain melawan mereka, akupun teringat ucapan dari yang mengaku sosok leluhurku yang harus melawan mereka.

"Baiklah, aku bersedia tapi tidak disini. Biarkan aku saja mencari lokasi yang cocok " ucap ku lalu berjalan melewati sosok gadis telanjang bulat itu.

Saat aku melewatinya , aku mengintimidasinya agar tidak melakukan tindakan . Namun saat kami berpapasan tangan dari gadis itu meremas senjata pusaka ku . Aku pun meringis kesakitan dan memegangi senjata pusaka ku. Sosok itu tertawa diiringi oleh sosok sosok gadis lain nya .

"Jangan kurang ajar, " bentak ku pada nya

Kemudian setelah melewatinya aku berlari menuju tempat yang lebih tinggi dan luas. Terdapat tanah sedikit lapang dengan kemiringan kecil. Gadis gadis sundal itu pun ikut berlari mengejar ku.

Napas ku terasa berat karena harus menaiki tanjakan jalan setapak itu. Lalu tubuhku ku rebahkan di atas tanah.

Tap tap tap

Terdengar suara lompatan kaki yang menginjak tanah dari gadis gadis telanjang itu. Aku hanya bisa melirik mereka yang Napak berjejer berjumlah 5 orang. sembari mengatur napas ku agar kembali normal badan ku berbaring sejenak

"Hey pemuda , ayo kita bermain cinta saja dari pada begini , aku yakin kau akan menikmatinya dari pada kita harus bertarung " ucapnya menggoda

"Tidak, mari kita mulai " ucap ku setelah bangkit dari berbaring dan duduk selonjoran

Kini wajah mereka menjadi serius setelah mendengar ucapan ku barusan.

Kelima gadis itu pun satu sama lain melirik , mereka berjejer dan diam sejenak . Lalu menyatukan kedua tangan mereka sambil memejamkan mata. Lalu timbulah asap putih menyelimuti tubuh mereka hingga perlahan lahan menutupi nya. Terapat kilatan cahaya listrik diantara kepulan asap, aku yang melihatnya cukup terperangah. Lalu munculah dibalik asap itu kelima sosok yang berbeda wujud. Kini mereka menjadi kuntilanak, sundel bolong, wewe gombel dan kuntilanak merah serta pocong.

Suasana lingkungan pun berubah menjadi senjata lembayung kuning. Penglihatan ku berkurang sekitar 30%.

Wajah wajah mengerikan mereka membuat nyali ku menciut seketika , tak sadar aku mundur 2 langkah . Leher ku serasa tercekat mana kala bau busuk dan anyir menyeruak disekitar tempat yang kini jadi tempat bertarung.

Semua makhluk mengerikan itu tertawa satu sama lain menandakan bahwa mereka tahu aku merasa takut akan mereka..

Diantara ketakutan ku terdengarlah suara bisikan dari seseorang yang sudah ku kenal "jangan takut cucu ku, gunakan kemampuan mu yang telah aku berikan sebelumnya . Lawan mereka atau kau celaka ?"

Mendengar suara itu seperti asupan kekuatan , tiba tiba rasa takut ku mulai berkurang , aku menarik napas dalam dalam lalu ku arah kan tangan kiri ku ke arah mereka dan tangan kanan ku ada di atas kepala ku dengan kaki kuda kuda.

"Silahkan , kalian maju duluan " ucap ku menantang

Kelima makhuk mengerikan itu lalu terdiam dari tawanya. Kemudian kuntilanak merah pertama menyerang ku. Dia terbang melesat menerjang . Gerakan yang bisa ku baca , aku berkelit merebahkan tubuhnya ku lalu memandang bagian perut sosok kuntilanak merah itu.

Tendangan ku berhasil mengenainya sosok itu seperti tidak merasakan efek tendangan ku. Kuntilanak merah itu terbang setelah ku tendang dan melayang di atas pohon .

"Pintar juga kau anak muda " ucap kuntilanak itu dengan suara parau dan berat

Namun setalah itu kaki ku terasa panas dan saat ku lihat kaki ku seperti terkena cairan hitam dan berbau anyir . Perut ku terasa di aduk aduk ingin memuntahkan isinya . Kepala ku terasa pusing

"Sial, apa apaan ini" ucap ku bermonolog

"Hahaha..... Menyerah saja kau anak muda, mari kita bercinta saja " ucap sosok kuntilanak merah itu dengan wajah yang rusak

"Tidak Sudi aku , wajah buruk rupa mu pantas nya ada di neraka , dasar sundal " pekik ku memakai sosok kuntilanak yang tadi ku tendang

Kini amarah ku mulai naik , jika begini terus aku akan kalah. Lalu ...


(Bersambung )



Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 09-08-2024 08:04
suryaassyauq603
Kurohige410
Araka
Araka dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.