- Beranda
- Stories from the Heart
SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]
...
TS
mr.b3k
SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]
Quote:
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/08/8828427_202407081131580111.png)
- P E M B U K A -
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/08/8828427_202407081131580111.png)
Hola, gansist..
Selamat pagi/siang/sore/malam, salam sejahtera untuk semuanya.

Perkenalkan, ane B3K (dipanggil bebek) ingin berbagi kisah serba-serbi kehidupan ane dan temen sewaktu masih bekerja di tiga perusahaan SPA yg berbeda yg ada di kota ane, dari mulai hal yg menyenangkan, menyedihkan, sampai menyeramkan semuanya akan ane ulik disini.
Nah, for your information gansist, untuk di awal (part 1) ane akan menceritakan sebuah permulaan kisah yg dialami temen ane dalam memulai karirnya di dunia kesehatan & relaksasi Salus Per Aquam (SPA).
Disini nanti bakal banyak pengalaman baru yg akan ia dapatin, mulai dari pengalaman kerja, asmara, kenikmatan duniawi, hingga ke hal-hal yg diluar akal logika.
Berlokasi di suatu tempat di jantung kota Medan, yah Spa ini dulunya cukup terkenal dan fenomenal, bukan bualan karna tempat ini beberapa kali sempat di singgahi oleh artis-artis papan atas yg kebetulan lagi ada konser atau syuting di kota Medan bre.
Kendati demikian, walau tempat ini terlihat berkelas selaras dengan pencapaiannya, nyatanya tempat ini menyimpan sisi lain yg tidak banyak orang ketahui, seperti hal-hal ganjil diluar nurul yg mana itu cukup berhasil bikin bulu biji merinding, bahkan sampai berspekulasi liar kalau tempat ini jangan-jangan punya sejarah kelam..
Mungkin itu aja dulu muqoddimahnya, maap jika gaya penulisan agak berantakan, maklum bukan novelis bre hehe, oke langsung aja kita ke ceritanya ya bre, untuk nama dan tempat tentu disamarkan.
Oya btw disini akan ada 3 part cerita di 3 tempat Spa yg berbeda tentunya. Dan untuk di part 1 & 2 disini ane akan make perspektif temen ane itu si dian selama cerita berlangsung.
Nah peranan ane bakal muncul di part ketiga nanti, karna waktu itu kebetulan ane kerja bareng dia di Spa yg sama
Oke langsung aja cekibroottttt..

Selamat pagi/siang/sore/malam, salam sejahtera untuk semuanya.

Perkenalkan, ane B3K (dipanggil bebek) ingin berbagi kisah serba-serbi kehidupan ane dan temen sewaktu masih bekerja di tiga perusahaan SPA yg berbeda yg ada di kota ane, dari mulai hal yg menyenangkan, menyedihkan, sampai menyeramkan semuanya akan ane ulik disini.
Nah, for your information gansist, untuk di awal (part 1) ane akan menceritakan sebuah permulaan kisah yg dialami temen ane dalam memulai karirnya di dunia kesehatan & relaksasi Salus Per Aquam (SPA).
Disini nanti bakal banyak pengalaman baru yg akan ia dapatin, mulai dari pengalaman kerja, asmara, kenikmatan duniawi, hingga ke hal-hal yg diluar akal logika.
Berlokasi di suatu tempat di jantung kota Medan, yah Spa ini dulunya cukup terkenal dan fenomenal, bukan bualan karna tempat ini beberapa kali sempat di singgahi oleh artis-artis papan atas yg kebetulan lagi ada konser atau syuting di kota Medan bre.
Kendati demikian, walau tempat ini terlihat berkelas selaras dengan pencapaiannya, nyatanya tempat ini menyimpan sisi lain yg tidak banyak orang ketahui, seperti hal-hal ganjil diluar nurul yg mana itu cukup berhasil bikin bulu biji merinding, bahkan sampai berspekulasi liar kalau tempat ini jangan-jangan punya sejarah kelam..

Mungkin itu aja dulu muqoddimahnya, maap jika gaya penulisan agak berantakan, maklum bukan novelis bre hehe, oke langsung aja kita ke ceritanya ya bre, untuk nama dan tempat tentu disamarkan.
Oya btw disini akan ada 3 part cerita di 3 tempat Spa yg berbeda tentunya. Dan untuk di part 1 & 2 disini ane akan make perspektif temen ane itu si dian selama cerita berlangsung.
Nah peranan ane bakal muncul di part ketiga nanti, karna waktu itu kebetulan ane kerja bareng dia di Spa yg sama

Oke langsung aja cekibroottttt..

Quote:
Spoiler for WARNING:
Spoiler for INDEX:
Spoiler for OTHERS:
Quote:
Diubah oleh mr.b3k 09-08-2024 04:29
imanfewe1212 dan 24 lainnya memberi reputasi
25
16.2K
182
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mr.b3k
#92
[BAB 10] PENGAKUAN MEREKA (BAG 3.1)
...
Balik ke malam dimana dian dan rekan-rekan kerjanya saling bertukar cerita..
Mendengar langsung pengakuan dari clara dan denis malam itu tentang apa yg mereka alami dulu tentu gak mungkin kalau kami tidak terkejut.
Rekan kerja mereka dulu dari generasi pertama aja pada kaget apalagi kami yg sama sekali gak menyangka bakal ada hal seperti itu di sini.
Aku, yg awalnya mau skeptis gak percaya tapi kalau diingatkan lagi sama beberapa kejadian gak masuk akal yg ku alami sendiri malah rasanya aneh kalau aku gak percaya cerita mereka.
Diambang rasa penasaran yg besar, spontan aku langsung tanya ke mereka berdua..
"Terus bg den, keesokannya gimana? tau ada kayak begituan di lt.4 masa iya klian diem aja tanpa mastiin..???" ucapku memancing.
Denis tampak menghela nafasnya, sembari menggaruk-garuk jidatnya..
"Kalau maksudmu itu 'apa kami terutama aku penasaran atau nggak' tentu jawabannya penasaran pake banget.!"
"Bahkan yg malam itu kita sepakat untuk gak cari tau lebih malah besoknya itu makin ganggu pikiranku.."
"Rasanya ganjal betul kalo cuma diam dan terima gitu aja tanpa ada pengecekan langsung..,"
"Alhasil, aku bikin perjanjian tuh sama si bro (rekan kerjanya) untuk jangan cerita ke siapapun kalo kita mau ngecek tuh tempat. Habis beberes kita sepakat naik ke lt.4 dan cek masih ada gak yg kak clara lihat malam itu..
..Ahh sialnya sama sekali gak ada barbut yg tertinggal di situ, kami gak ada nemuin apa-apa di kamar itu, terutama sesajen yg kak clara bilang, malah awalnya aku sampe mikir, apa bener yg dilihat kak clara nanti itu halusinasi dia..(?)" ucap denis menjelaskan panjang lebar.
Dengar itu, sontak clara langsung motong pembicaraan denis..
"Bentar den..."
"Jadi waktu itu dirimu sempet ragu sama kesaksian aku ya, dasar nih anak.!!" saut clara agak ketus ke denis.
Dengan agak cengengesan, denis melanjutkan penjelasannya..
"Wkwkk bukan gituloh, kakakkuuu.."
"Bukannya aku gak percaya sama yg kakak lihat, tadi aku belum selesai ngomong udah kakak potong aja.." ucap denis tegas.
"Jadiii..."
"Awalnya aku mikir gitu karna cuma lihat dari luar kamar aja, tapi begitu kami udah masuk ke dalam kamar dan cek area sekitarnya barulah aku 100% percaya sama yg kakak lihat."
"Walau gak ada barbut yg tertinggal, tapi kami nemuin kayak ceceran tembakau dari rokok kretek, serpihan bunga dan bahkan di dalam ruangan yg pengap itu sisa aroma menyan masih cukup terasa nyengat dihidung, yg mana itu semua bagian dari atribut sesajen.!"
"Jadi saat itulah di situ aku nyimpulin kalau.."
"Benda kayak begituan ada di tempat itu semalaman, dan sayangnya udah keduluan diambil atau dibawa sama orang yg ntah gak tau siapa waktu itu, awalnyaaa..!!!"
ucap denis menjelaskan panjang lebar.
Tapi di sini denis juga nekankan ke kami kalau hari itu kayak ada aktivitas yg gak biasa, yg mana ini juga nguatkan dugaannya waktu itu.
Maksudnya gimana..???
Jadi kebiasaan denis itu selalu dateng lebih awal seperti biasanya, makanya yg selalu dia lihat tiap pertama kali sampe di tempat kerja pasti selalu si jeck (security) doang.
Tapi, waktu itu..
Awalnya denis anggep kalau hari itu cuma kebetulan, karna ada pemandangan yg agak berbeda, tumben-tumbenan pas denis tiba dikerjaan sekitar jam 10'an pak abe sama buk linlin (dua dari tiga owner) dan ada dua orang lagi yg denis gak tau itu siapa udah ada di loby, mereka lagi ngumpul gak tau lagi ngobrolin apa, kayaknya cukup serius.
"Aku mau tanya sama klian nih.."
"Owner itu nongolin muka dimari bisa dibilang cukup jarang, dateng kalo ada hal penting aja, kayak ada brief bulanan misalnya, atau ada masalah genting lainnya, pokoknya tiap bulan itu kedatangannya bisa dihitung pake jari.."
"Aku sama kak clara selisih beberapa hari aja masuk kerja di sini, berarti waktu itu antara aku & dia sama-sama baru dua bulanan kerja. Dan dalam jangka itu aku udah beberapa kali lihat tuh owner. Nah, yg bikin aneh, mereka tumben waktu itu dateng lebih awal gak kayak biasanya.." ucap denis menjelaskan.
"Pertanyaannya, menurut kalian, kedatangan dua owner yg gak biasa itu ada kaitannya gak sama apa yg kak clara alami malam itu dan praktik sesajennya ataucuma kebetulan biasa aja..??" lanjutnya mendadak menanyakan itu ke kami semua malam itu.
Sembari berpikir..
Mencoba menyambungkan benang merahnya sedikit demi sedikit..
Aku kepikiran menanyakan sesuatu ke bg denis...
"Bang den.."
"Sebelum ku jawab nih bg, aku boleh tanya sesuatu.??"
ucapku ke bg denis, untuk memastikan sesuatu ke dia.
"Oh apa tuh ian, tanya aja lah.." sautnya singkat.
"Mmm.. aku penasaran, ada dua kalimat abang yg udah ku pin sedari tadi.."
"Kedatangan owner hari itu gak biasa dan tumben dateng lebih awal..(?)"
"Emang normalnya itu kek gimana bg.?? aktivitas para owner ini.."
tanyaku yg kalau dugaanku bener berarti benang merahnya jumpa, pikirku.
"Hoh.. kayaknya kau mulai nyadari sesuatu ya.."
"Yah.. dari awal aku masuk sampe sekarang, ku perhatikan, normalnya kebiasaan owner itu kalo datang ke mari selalu di atas jam makan siang, kisaran jam satu atau dua ke atas gitu, kalo mau brief malah seringnya datang agak sorean.." jawab denis.
"Itulah kenapa makanya bg den nyimpulin kalo aktivitas para owner waktu itu gak kayak biasanya, ditambah lagi kejadiannya bebarengan sama apa yg kak clara alami, jadi terlalu aneh kalo dianggap kebetulan, begitukan..???"
sautku langsung memotong pembicaraan bg denis.
"Nah, berarti jelas kedatangan mereka yg jauh sebelum jam makan siang itu pertanda kalo mereka memang lagi lakuin aktivitas gak biasa, terlebih lagi ada dua orang asing itu juga.."
"Dengan kata lain, apa yg kak clara alami malam itu dan yg bg denis lihat keesokannya kenapa tuh owner dan orang asing itu mendadak datang lebih awal, terus gak lama setelahnya bg den mau nyoba mastiin lagi di kamar itu rupanya udah gak ada apa-apa lagi tapi ada sedikit ninggalin jejak dan mengarah ke sesajen itu, berarti itu semua bukan kebetulan, pasti itu saling berkaitan.."
"Asumsiku.."
"Orang asing itu pasti dukun, dia yg letakin sesajen itu di situ sebagai media praktik, kemungkinan ada persekutuan antara mereka bangsa jin dan para owner itu, jadi gak heran kak clara malamnya alami kejadian kayak gitu, terus besoknya agak pagian mereka udah datang dan standby di situ mengamankan barbut sajennya sekaligus bahas tentang praktik itu untuk ke depannya.."
ucapku panjang lebar menjelaskan dan menjawab pertanyaan bg denis tadi.
Ketika mereka semua lagi fokus merhatiin penjelasanku, spontan bunga nyeletuk..
"Ehhh.. tunggu dulu, bukannya yg kayak begituan bagian dari pesugihan..???" spontannya nyeletuk.
Sontak suasana sempat hening sesaat setelah kata-kata itu keluar dari mulut bunga..
Tetiba bg denis..
"CPLAAAAKKKKKKK..!!!!!".
"Aduh, bg deeennnnn.."
"Kaget taauuu.. sakit juga siihhh.. ihh bg den nih main pukul-pukul paha aja tiba-tiba, dasar..!!!"
keluh bunga yg kaget dan ngerasa sakit karna tetiba pahanya yg mulus dan montok itu ditepuk bg denis.
Sontak kelakuan denis itu malah sedikit mencairkan suasana yg semula tadi mendadak tegang..
"Hhahaa.. Hhahahahhaaa..."
"Dirimu merasa kaget atau sakit sih sebenernya?? labil ihh wkwkkk.." ucap denis ledekin bunga sambil cengengesan.
"Ahh, serahlah.. males ihh aku sama bg denis.!" sautnya agak jutek karna kesel.
"Maap ya maap.. adek bunga sayang yg manisnya bikin abang jadi diabetes hehhee.."
"Lagian paha kamu yg seger gitu malah disodorin deket kurang deket ke abang, kan jadi gemes lihatnya wkwkkk.."
ucap denis yg masih aja godain bunga.
"Nah nih.. nah iniii.. makan aja nih sekalian paha aku biar gemesnya bg denis kenyang.!!" ucap bunga yg masih agak kesel ke denis tapi kelihatan lucu dan imut lihat dia ngambek.
"Wkwkkk.. serius nih? tapi abang jilatin dulu ya sebelum dimakan mwehehhe.." jawab denis malah makin menggodanya.
Kelakuannya itu juga justru makin bikin bunga geram sendiri dan nepuk-nepukin badan denis..
Sambil senyum-senyum merhatiin tingkah orang nih dua, aku cuma ngebatin kalo nih cewe kayaknya tipikal malu-malu tapi mau mwehhehee.
Sembari canda tawa, bg denis kemudian melanjutkan tanggapannya tentang jawabanku tadi..
"Yahh.."
"Kurang lebih, kayak gitu jugalah kesimpulanku waktu itu."
"Setelah kejadian itu, tiap kali ku lihat mereka datang di waktu-waktu tertentu pasti selalu ku cek lt.4 itu dan bener aja, ada waktu di mana beberapa kali aku nemuin sesajen di salah satu kamar yg ada di lantai itu.."
"Tentu dari kejadian itu makin menguatkan kesimpulanku kalo memang tempat ini ada praktik berhalanya, terlepas apakah itu pesugihan atau apalah itu yg jelas dari sini inilah batasanku untuk stop cari tau, sampe sekarang.!!!"
ucap denis menegaskan ke kami semua malam itu.
Semakin lama aku kerja di sini, seolah semakin sering aja aku dikejutkan sama kejadian-kejadian aneh di tempat ini.
Gak cuma tentang penampilan dan kelakuan cewe-cewe binalnya, tapi juga eksistensi penampakan bahkan sampe ke praktik berhalanya.!
Masih ada yg mengganjal dipikiranku, malam itu aku nyoba tanya lagi tentang sesajen itu ke bg denis..
"Oya bg den.."
"Terus gimana kelanjutan praktik itu, setahu abang, apa sampe sekarang masih dilanjutkan..???" tanyaku penasaran.
"Hmmm.."
"Setelah kejadian waktu itu, praktik kayak begitu setahuku terus tetep dilanjutkan bahkan sampe lt.4 itu diaktifkan untuk kerja.."
"Kalo gak salah ada hampir setahun itu lantai dijadikan tempat begituan, makanya dulu kami agak dilema pas tau tempat itu mau diaktifkan, ya tau sendiri tuh lantai abis dibikin praktik kayak begituan, pasti jadi markasnya demit.."
"Dan betul aja, sekitar setahun kemudian akhirnya lantai itu diaktifkan, dan gak lama setelahnya muncul rumor kalo tuh lantai jadi cukup horor, ada cerita kalo awal-awal tempat itu diaktifkan beberapa karyawan bahkan sampe tamu ada yg diusilin, bahkan aku salah satunya yg ditampakin sama trio musketeer (kunti, poci dan wowo), wuasem." ucap denis menjelaskan.
"Eh, bentar bg den.."
"Sampe lt.4 udah diaktifkan untuk kerja tapi praktik begituan tetep lanjut, terus tuh sajen diletak di mana bg den.?? di salah satu itu kamar juga..???"
"Terus gimana ceritanya abang sampe ditampakin tuh sosok??"
ucapku kaget penasaran dan mencecarnya dengan beberapa pertanyaan.
"Sekali doang ian.."
"Sejak awal mulai dioperasionalkan aku lupa ntah berapa hari setelahnya, aku mergokin tuh sajen diletak di kamar 30 itu lagi. Waktu itu pesen buk lidya agak mencurigakan, kami sehari semalam dilarang buka tuh kamar perintahnya, sadar ada kaitannya kesitu lagi, pas ada kesempatan kami bertiga aku, si bro dan eka (belum lama masuk) kita cek tuh kamar dan beneran ada tuh sajen.."
"Tapi sekali doang, abis itu aku udah gak pernah lihat tuh sajen lagi di lantai itu, jelas dong aku mikirnya dah kelar nih praktik berhala sialan, eh rupanya persepsiku salah bro.!!!" jelas denis.
Yg semula dikira denis praktik sesat begituan bakal berakhir setelah lt.4 itu dioperasionalkan ternyata kenyataannya tidak semudah itu fergusti..
....
Balik ke malam dimana dian dan rekan-rekan kerjanya saling bertukar cerita..
Mendengar langsung pengakuan dari clara dan denis malam itu tentang apa yg mereka alami dulu tentu gak mungkin kalau kami tidak terkejut.
Rekan kerja mereka dulu dari generasi pertama aja pada kaget apalagi kami yg sama sekali gak menyangka bakal ada hal seperti itu di sini.
Aku, yg awalnya mau skeptis gak percaya tapi kalau diingatkan lagi sama beberapa kejadian gak masuk akal yg ku alami sendiri malah rasanya aneh kalau aku gak percaya cerita mereka.

Diambang rasa penasaran yg besar, spontan aku langsung tanya ke mereka berdua..
"Terus bg den, keesokannya gimana? tau ada kayak begituan di lt.4 masa iya klian diem aja tanpa mastiin..???" ucapku memancing.
Denis tampak menghela nafasnya, sembari menggaruk-garuk jidatnya..
"Kalau maksudmu itu 'apa kami terutama aku penasaran atau nggak' tentu jawabannya penasaran pake banget.!"
"Bahkan yg malam itu kita sepakat untuk gak cari tau lebih malah besoknya itu makin ganggu pikiranku.."
"Rasanya ganjal betul kalo cuma diam dan terima gitu aja tanpa ada pengecekan langsung..,"
"Alhasil, aku bikin perjanjian tuh sama si bro (rekan kerjanya) untuk jangan cerita ke siapapun kalo kita mau ngecek tuh tempat. Habis beberes kita sepakat naik ke lt.4 dan cek masih ada gak yg kak clara lihat malam itu..
..Ahh sialnya sama sekali gak ada barbut yg tertinggal di situ, kami gak ada nemuin apa-apa di kamar itu, terutama sesajen yg kak clara bilang, malah awalnya aku sampe mikir, apa bener yg dilihat kak clara nanti itu halusinasi dia..(?)" ucap denis menjelaskan panjang lebar.
Dengar itu, sontak clara langsung motong pembicaraan denis..
"Bentar den..."
"Jadi waktu itu dirimu sempet ragu sama kesaksian aku ya, dasar nih anak.!!" saut clara agak ketus ke denis.
Dengan agak cengengesan, denis melanjutkan penjelasannya..
"Wkwkk bukan gituloh, kakakkuuu.."
"Bukannya aku gak percaya sama yg kakak lihat, tadi aku belum selesai ngomong udah kakak potong aja.." ucap denis tegas.
"Jadiii..."
"Awalnya aku mikir gitu karna cuma lihat dari luar kamar aja, tapi begitu kami udah masuk ke dalam kamar dan cek area sekitarnya barulah aku 100% percaya sama yg kakak lihat."
"Walau gak ada barbut yg tertinggal, tapi kami nemuin kayak ceceran tembakau dari rokok kretek, serpihan bunga dan bahkan di dalam ruangan yg pengap itu sisa aroma menyan masih cukup terasa nyengat dihidung, yg mana itu semua bagian dari atribut sesajen.!"
"Jadi saat itulah di situ aku nyimpulin kalau.."
"Benda kayak begituan ada di tempat itu semalaman, dan sayangnya udah keduluan diambil atau dibawa sama orang yg ntah gak tau siapa waktu itu, awalnyaaa..!!!"
ucap denis menjelaskan panjang lebar.
Tapi di sini denis juga nekankan ke kami kalau hari itu kayak ada aktivitas yg gak biasa, yg mana ini juga nguatkan dugaannya waktu itu.
Maksudnya gimana..???
Jadi kebiasaan denis itu selalu dateng lebih awal seperti biasanya, makanya yg selalu dia lihat tiap pertama kali sampe di tempat kerja pasti selalu si jeck (security) doang.
Tapi, waktu itu..
Awalnya denis anggep kalau hari itu cuma kebetulan, karna ada pemandangan yg agak berbeda, tumben-tumbenan pas denis tiba dikerjaan sekitar jam 10'an pak abe sama buk linlin (dua dari tiga owner) dan ada dua orang lagi yg denis gak tau itu siapa udah ada di loby, mereka lagi ngumpul gak tau lagi ngobrolin apa, kayaknya cukup serius.
"Aku mau tanya sama klian nih.."
"Owner itu nongolin muka dimari bisa dibilang cukup jarang, dateng kalo ada hal penting aja, kayak ada brief bulanan misalnya, atau ada masalah genting lainnya, pokoknya tiap bulan itu kedatangannya bisa dihitung pake jari.."
"Aku sama kak clara selisih beberapa hari aja masuk kerja di sini, berarti waktu itu antara aku & dia sama-sama baru dua bulanan kerja. Dan dalam jangka itu aku udah beberapa kali lihat tuh owner. Nah, yg bikin aneh, mereka tumben waktu itu dateng lebih awal gak kayak biasanya.." ucap denis menjelaskan.
"Pertanyaannya, menurut kalian, kedatangan dua owner yg gak biasa itu ada kaitannya gak sama apa yg kak clara alami malam itu dan praktik sesajennya ataucuma kebetulan biasa aja..??" lanjutnya mendadak menanyakan itu ke kami semua malam itu.
Sembari berpikir..
Mencoba menyambungkan benang merahnya sedikit demi sedikit..
Aku kepikiran menanyakan sesuatu ke bg denis...
"Bang den.."
"Sebelum ku jawab nih bg, aku boleh tanya sesuatu.??"
ucapku ke bg denis, untuk memastikan sesuatu ke dia.
"Oh apa tuh ian, tanya aja lah.." sautnya singkat.
"Mmm.. aku penasaran, ada dua kalimat abang yg udah ku pin sedari tadi.."
"Kedatangan owner hari itu gak biasa dan tumben dateng lebih awal..(?)"
"Emang normalnya itu kek gimana bg.?? aktivitas para owner ini.."
tanyaku yg kalau dugaanku bener berarti benang merahnya jumpa, pikirku.
"Hoh.. kayaknya kau mulai nyadari sesuatu ya.."
"Yah.. dari awal aku masuk sampe sekarang, ku perhatikan, normalnya kebiasaan owner itu kalo datang ke mari selalu di atas jam makan siang, kisaran jam satu atau dua ke atas gitu, kalo mau brief malah seringnya datang agak sorean.." jawab denis.
"Itulah kenapa makanya bg den nyimpulin kalo aktivitas para owner waktu itu gak kayak biasanya, ditambah lagi kejadiannya bebarengan sama apa yg kak clara alami, jadi terlalu aneh kalo dianggap kebetulan, begitukan..???"
sautku langsung memotong pembicaraan bg denis.
"Nah, berarti jelas kedatangan mereka yg jauh sebelum jam makan siang itu pertanda kalo mereka memang lagi lakuin aktivitas gak biasa, terlebih lagi ada dua orang asing itu juga.."
"Dengan kata lain, apa yg kak clara alami malam itu dan yg bg denis lihat keesokannya kenapa tuh owner dan orang asing itu mendadak datang lebih awal, terus gak lama setelahnya bg den mau nyoba mastiin lagi di kamar itu rupanya udah gak ada apa-apa lagi tapi ada sedikit ninggalin jejak dan mengarah ke sesajen itu, berarti itu semua bukan kebetulan, pasti itu saling berkaitan.."
"Asumsiku.."
"Orang asing itu pasti dukun, dia yg letakin sesajen itu di situ sebagai media praktik, kemungkinan ada persekutuan antara mereka bangsa jin dan para owner itu, jadi gak heran kak clara malamnya alami kejadian kayak gitu, terus besoknya agak pagian mereka udah datang dan standby di situ mengamankan barbut sajennya sekaligus bahas tentang praktik itu untuk ke depannya.."
ucapku panjang lebar menjelaskan dan menjawab pertanyaan bg denis tadi.
Ketika mereka semua lagi fokus merhatiin penjelasanku, spontan bunga nyeletuk..
"Ehhh.. tunggu dulu, bukannya yg kayak begituan bagian dari pesugihan..???" spontannya nyeletuk.
Sontak suasana sempat hening sesaat setelah kata-kata itu keluar dari mulut bunga..
Tetiba bg denis..
"CPLAAAAKKKKKKK..!!!!!".
"Aduh, bg deeennnnn.."
"Kaget taauuu.. sakit juga siihhh.. ihh bg den nih main pukul-pukul paha aja tiba-tiba, dasar..!!!"
keluh bunga yg kaget dan ngerasa sakit karna tetiba pahanya yg mulus dan montok itu ditepuk bg denis.

Sontak kelakuan denis itu malah sedikit mencairkan suasana yg semula tadi mendadak tegang..
"Hhahaa.. Hhahahahhaaa..."
"Dirimu merasa kaget atau sakit sih sebenernya?? labil ihh wkwkkk.." ucap denis ledekin bunga sambil cengengesan.
"Ahh, serahlah.. males ihh aku sama bg denis.!" sautnya agak jutek karna kesel.
"Maap ya maap.. adek bunga sayang yg manisnya bikin abang jadi diabetes hehhee.."
"Lagian paha kamu yg seger gitu malah disodorin deket kurang deket ke abang, kan jadi gemes lihatnya wkwkkk.."
ucap denis yg masih aja godain bunga.
"Nah nih.. nah iniii.. makan aja nih sekalian paha aku biar gemesnya bg denis kenyang.!!" ucap bunga yg masih agak kesel ke denis tapi kelihatan lucu dan imut lihat dia ngambek.

"Wkwkkk.. serius nih? tapi abang jilatin dulu ya sebelum dimakan mwehehhe.." jawab denis malah makin menggodanya.
Kelakuannya itu juga justru makin bikin bunga geram sendiri dan nepuk-nepukin badan denis..
Sambil senyum-senyum merhatiin tingkah orang nih dua, aku cuma ngebatin kalo nih cewe kayaknya tipikal malu-malu tapi mau mwehhehee.

Sembari canda tawa, bg denis kemudian melanjutkan tanggapannya tentang jawabanku tadi..
"Yahh.."
"Kurang lebih, kayak gitu jugalah kesimpulanku waktu itu."
"Setelah kejadian itu, tiap kali ku lihat mereka datang di waktu-waktu tertentu pasti selalu ku cek lt.4 itu dan bener aja, ada waktu di mana beberapa kali aku nemuin sesajen di salah satu kamar yg ada di lantai itu.."
"Tentu dari kejadian itu makin menguatkan kesimpulanku kalo memang tempat ini ada praktik berhalanya, terlepas apakah itu pesugihan atau apalah itu yg jelas dari sini inilah batasanku untuk stop cari tau, sampe sekarang.!!!"
ucap denis menegaskan ke kami semua malam itu.
Semakin lama aku kerja di sini, seolah semakin sering aja aku dikejutkan sama kejadian-kejadian aneh di tempat ini.
Gak cuma tentang penampilan dan kelakuan cewe-cewe binalnya, tapi juga eksistensi penampakan bahkan sampe ke praktik berhalanya.!

Masih ada yg mengganjal dipikiranku, malam itu aku nyoba tanya lagi tentang sesajen itu ke bg denis..
"Oya bg den.."
"Terus gimana kelanjutan praktik itu, setahu abang, apa sampe sekarang masih dilanjutkan..???" tanyaku penasaran.
"Hmmm.."
"Setelah kejadian waktu itu, praktik kayak begitu setahuku terus tetep dilanjutkan bahkan sampe lt.4 itu diaktifkan untuk kerja.."
"Kalo gak salah ada hampir setahun itu lantai dijadikan tempat begituan, makanya dulu kami agak dilema pas tau tempat itu mau diaktifkan, ya tau sendiri tuh lantai abis dibikin praktik kayak begituan, pasti jadi markasnya demit.."
"Dan betul aja, sekitar setahun kemudian akhirnya lantai itu diaktifkan, dan gak lama setelahnya muncul rumor kalo tuh lantai jadi cukup horor, ada cerita kalo awal-awal tempat itu diaktifkan beberapa karyawan bahkan sampe tamu ada yg diusilin, bahkan aku salah satunya yg ditampakin sama trio musketeer (kunti, poci dan wowo), wuasem." ucap denis menjelaskan.
"Eh, bentar bg den.."
"Sampe lt.4 udah diaktifkan untuk kerja tapi praktik begituan tetep lanjut, terus tuh sajen diletak di mana bg den.?? di salah satu itu kamar juga..???"
"Terus gimana ceritanya abang sampe ditampakin tuh sosok??"
ucapku kaget penasaran dan mencecarnya dengan beberapa pertanyaan.
"Sekali doang ian.."
"Sejak awal mulai dioperasionalkan aku lupa ntah berapa hari setelahnya, aku mergokin tuh sajen diletak di kamar 30 itu lagi. Waktu itu pesen buk lidya agak mencurigakan, kami sehari semalam dilarang buka tuh kamar perintahnya, sadar ada kaitannya kesitu lagi, pas ada kesempatan kami bertiga aku, si bro dan eka (belum lama masuk) kita cek tuh kamar dan beneran ada tuh sajen.."
"Tapi sekali doang, abis itu aku udah gak pernah lihat tuh sajen lagi di lantai itu, jelas dong aku mikirnya dah kelar nih praktik berhala sialan, eh rupanya persepsiku salah bro.!!!" jelas denis.
Yg semula dikira denis praktik sesat begituan bakal berakhir setelah lt.4 itu dioperasionalkan ternyata kenyataannya tidak semudah itu fergusti..
....
Diubah oleh mr.b3k 09-08-2024 03:58
iwakcetol dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Tutup
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/09/8828427_202407090619200277.jpg)
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/08/8828427_20240708060834.png)
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/08/8828427_20240708061103.png)
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/08/8828427_20240708061348.png)

