- Beranda
- Stories from the Heart
Perjalanan Yang Berarti (TRUE STORY)
...
TS
billyboen8
Perjalanan Yang Berarti (TRUE STORY)
alo agan dan sista, selamat datang di thread saya, saya akan coba menceritakan perjalanan dan pendakian saya dari tahun 2016 sampai dengan 2019 . saya berharap agan/sista dapat menikmati cerita yang saya tuliskan disini. Selamat membaca agan dan sista.

Spoiler for INDEX:

Diubah oleh billyboen8 03-09-2024 18:24
ardian76 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
2.5K
119
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
billyboen8
#35
#16 Engkol-engkolan di Gunung Sumbing Part 1
Pendakian dari pos 1 menuju ke ke pos 2 ini memiliki track tanah padat yang lumayan menanjak, untuk dari pos 1 aja nafas gue lumayan kehabisan, ditambah kaki gue berberapa kali mengalami kram. Gue merasa latihan fisik yang gue lakukan sudah cukup berat, tapi itu ga menghentikan kaki gue terkena kram lagi. Walaupun intensitas kram gue sudah berkurang dan lebih baik dibandingkan pendakian-pendakian sebelumnya.

Perjalanan ke pos 2 ini membutuhkan waktu 2 jam lebih, akhirnya kita memutuskan untuk beristirahat dulu di pos 2. Kita beristirahat sekitar 20 menitan lalu melanjutkan perjalanan lagi menuju ke pos 3. Dari pos 2 ini sudah mulai turun rintik rintik hujan yang membuat track pendakian ini menjadi licin, ditambah lagi perjalanan menuju pos 3 ini terkenal dengan engkol engkolannya gunung sumbing.
Engkol-engkolan gunung sumbing ini sangat terjal sehingga gue membutuhkan tenaga ekstra dalam memilih pijakan yang akan gue pilih, beberapa kali juga gue sempet terpleset saat pijakan yang gue pilih ternyata sangat licin, perjalanan dari pos 2 ke pos 3 ini bener bener membuat tenaga gue habis.
Dengan track dengkul ketemu muka yang engga berhenti dan curah hujan yang semakin deras sukses membuat gue sempoyongan hahaha.
Di tengah perjalanan dari pos 2 ke 3 ini kami semua kelelahan dan kelaparan akhirnya membuka flysheet dadakan, kami mulai memasak indomie kuah waktu itu di salah satu nesting yang kita gunakan. Disini gue mendapat pengalaman baru lagi, gue baru tahu kalau indomie kuah bercampur tanah ternyata tidak seburuk itu dan malah cenderung sangat enak pada waktu itu hahaha.
Ada yang bilang makanan yang sederhana pun akan terasa sangat nikmat apabila di tempat dan waktu yang tepat. Salah satunya di momen ini, dimana kita saling berbagi 1 panci indomie untuk 10 orang yang semua nya kelelahan dan kelaparan, kata-kata yang sering gue bilang ketika gue merasa bersyukur mengalami ini semua “Nikmat mana lagi yang ingin kau dustakan”. Setelah selesai makan pun ternyata hujan belum mulai reda juga dan kita masih harus melanjutkan perjalanan kita menuju pos 3.
Perjalanan kami lanjutkan agar dapat sampai di pos 3 sebelum malam tiba, dengan kondisi sehabis makan indomie tadi, tenaga gue cukup kembali pulih.
Dengan semangat yang baru ini gue mulai melangkahkan kaki gue menuju pos 3. Seperti yang sebelumnya sudah gue lewati, track engkol engkolan masih mendominasi perjalanan gue dan hujan pun masih terus menemani perjalanan gue.
Ketika hujan ini gue dan temen temen gue tidak memutuskan untuk tidak memakai jas hujan karna akan membuat perjalanan lebih lelah dan keterbatasan dalam bergerak, berbeda dengan rombongan gue. Rombongan bang firman semuanya memakai jas hujan. Perjalanan dengan track dan kondisi seperti ini membuat kami memerlukan waktu yang lebih lama untuk sampai di pos 3.

aripinastiko612 dan indrag057 memberi reputasi
2