- Beranda
- Stories from the Heart
Satu Kelas Dengan Dia
...
TS
aguzblackrx
Satu Kelas Dengan Dia
Horror, Romance


Quote:
PROLOG
Bagas tak sengaja menjadi indigo karena insiden tenggelam di kolam empang yang berair kotor saat masih berumur 3 tahun yang membuat jiwanya terbawa ke alam gaib dan mendapat kemapuan bisa melihat makhuk tak kasat mata meski tidak sekaligus dan berangsur angsur lama hingga dia bertemu dengan sosok di sekolah nya yang membuat dirinya menyadari memiliki kemampuan dan mendapatkan sebuah tanggung jawab besar dalam hidupnya
Quote:
Spoiler for Jangan di Buka:
Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 21-09-2024 09:52
dwi.haryana.982 dan 28 lainnya memberi reputasi
27
30.3K
1.6K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aguzblackrx
#268
Part 43
New season
Langkah baru
"Sial, aku telat hari ini " gerutuku pada diri sendiri saat melihat jam sudah menunjukan pukul 06.45 menit
Aku yang berlari menuju dapur untuk pamit kepada ibu ku yang sedang beres beres. Wajahnya masam saat menghampirinya , sudah ku duga ibu marah karena aku bangun kesiangan.
"Makanya kalau tidur jangan malem malem, maen game mulu sih " ucap ibu
",semalam hujan kan Bu, dingin jadi terlalu nyaman Bu " ucap ku membela sambil garuk garuk kepala.
"Alesan , kebiasaan " timpal ibu
Aku yang malu sama ibu hanya diam sambil nyengir kuda menunggu uang transport hari ini.
Bapak ku yang sedang asyik nonton berita di tv sambil meminum kopi dan goreng pisang di ruang tengah. Adik ku sudah duluan pergi ke sekolah, asemnya dia membawa s putih atau motor metic milik bapak. Terpaksa aku memakai motor bebek si biru yang sudah mulai usang ditelan zaman.
Ibu mengeluarkan uang dari sakunya berjumlah 20 ribu begitulah uang jajan dan bensin , aku menerimanya dan selalu bersyukur masih diberikan rezeki setiap hari.
Akupun berpamitan pada ibu namun rasa gusarnya masih terlihat , aku yang berlari tergopoh gopoh mengeluarkan moto ku yaitu si biru.
Saat membuka pintu ada Rani yang berdiri dengan full senyum nya di teras rumah. Wajahnya cantik dan begitu teduh namun aku malah mengingatkan pada sosok Anna yang kini dalam masa pemulihan.
"Raden, kau terlambat , maukah saya antar lebih cepat ?" Tawar Rani
Aku pikir ini ide bagus dari pada aku harus terlambat dan dimarahin oleh guru dan juga bisa di usir pak satpam yang galak itu
"Hmmm gimana caranya?"
"Raden tinggal menutup mata dan langsung ada di depan gedung sekolah "
"Wah terlalu ekstrim , nanti ada orang lihat bisa berabe jelasinnya. Lagi pula di depan sekolah ada cctv bisa viral masuk tiktod . Mending ga usah deh aku bisa cari jalan pintas " jawab ku
Rani menaikan pandangannya ke atas lalu matanya berpindah berbinar melihat kearah ku sambil ternyum simpul.
"Baik Raden, kau bisa berjalan seperti biasanya , aku akan bantu agar cepat sampai ke sekolah tepat waktu"
Motor ku sudah dinyalakan , aku melirik ke arahnya sepertinya itu lebih aman bagi ku.
"Bagaimana jadinya ?"
"Raden tinggal berjalan saja , percayakan semua pada ku"
"Oke deh. "
Motor ku sudah meraung tanda rpm mesin sudah naik. ku masukan gigi satu dan motor melaju pelan karena menuruni gang sempit dan keluar gang.
Sepertinya tidak ada perubahan yang berarti semua nampak normal saja . Aku pikir Rani mencoba menghiburku saja dengan alasan membantu ku. Tak banyak fikir aku menarik trottle gas dalam dalam agar sesegera mungkin sampai dan sambil mencari alasan aku bisa telat.
Perjalan biasa saja, menuruni bukit dan melewati hutan pinus dan tanah kosong hingga memasuki jalan desa yang biasanya ramai dengan kendaraan bermotor.
Saat memasuki jalan desa aku melewati satu kendaraan yang sedang berhenti tanpa memperdulikan nya aku melewatinya , lalu bertemu kembali kendaraan lain yang sedang berhenti pula hingga baru aku sadari semua kendaraan di jalan mereka seolah berhenti tapi kaki kaki mereka tidak Napak ke jalan. Aku sempat berhenti dijalan yang menurun ada kendaraan yang sama berhenti dan menurun tanpa kaki nya menapak . Saat aku perhatikan wajah mereka seperti membeku diam melotot ke arah depan.
Kenapa bisa begitu ya? Apakah dunia hari ini menjadi aneh ? Saat aku berhenti melihat ke sekitar bahkan banyak kendaraan lain di depan jalan sana sama persis berhenti tanpa pegerakan. Bahkan beberapa orang yang akan melintas seolah ada ditengah jalan sedang melangkah . Ini berbahaya jika tidak segera dipindahkan.
Aku turun dari motor dan menghampiri seorang ibu ibu dan seorang anak kecil yang hendak melintas namun mereka seolah membeku terhenti . Ada apa ini kenapa bisa terjadi seperti ini.
Tiba tiba saja ada angin menerpa dari belakang , saat ku sadari itu adalah tanda bahwa Rani datang. Wajahnya nampak ternyum ngakak sambil menggeleng gelengan kepalanya.
"Raden kenapa kau berhenti dari perjalanan mu?"
"Hey rani, sepanjang jalan banyak kendaraan berhenti dan orang orang pun seolah membeku itu kenapa ? "
Rani terkekeh mendengar pertanyaan ku , lalu dia melangkah dengan tatapan aneh, langkahnya kali ini sedikit manja malah mengingatkan ku pada Anna. Tangan nya dilipat ke belakang panggulnya dan berjalan melompat lompat sambil jinjit diatas tumitnya dan menghampiri ku.
"Jadi begini Raden, aku memberikan ilmu kepada mu saat sebelum kau berangkat agar kecepatan mu seperti kecepatan cahaya yang bergerak sangat cepat . Jadi kau hanya akan merasakan normal namun semua yang ada disekitar mu seolah berhenti bergerak "
"Oh begitu, ku kira ada fenomena aneh menyerang bumi, tapi ilmu kamu hebat loh"
" Cepatlah kakang, waktu mu tidak banyak , 5 menit sama dengan 60 menit . Jika waktunya habis kau akan kehilangan kecepatan dan kau akan terlambat "
"Ya ampun begitu ya, yaudah aku segera naik motor lagi" aku berlari kecil menghampiri motor ku yang hanya berjarak 5 meter di belakang ku
" Satu hal lagi Raden, kau tidak boleh bersentuhan dengan kendaraan lain selama diperjalanan meski itu hanya goresan lembut karena itu akan menimbulkan kerusakan besar di dunia normal" ucap Rani memperingatkan
"Oh begitu. Baik lah aku paham Rani. Kalau begitu aku berangkat ya. Kau mau ikut " sahut ku lalu menyalakan kembali motor ku
Rani menggelengkan kepalanya sambil menunjukan wajahnya namun matanya melirik ke arah ku.
"Kau duluan saja Raden, aku akan menyusul mu " imbuh rani
"Ok lah kalau begitu " timpal ku
Akupun berjalan melewati kendaraan kendaraan yang ada di depan ku melewati mereka tanpa hambatan sama sekali.
Hingga sampai aku dipertigaan jalan kabupaten kendaraan sudah semakin padat namun tetap sama halnya tadi , mereka seolah membeku tanpa bergerak sama sekali.
Namun mataku mendapati hal tak terduga di perjalanan yaitu ada seseorang gadis berhijab yang sedang berdiri di pertigaan di depan masjid raya , kepalanya merunduk sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangannya . Wajah cantiknya nampak khawatir , mungkin dia juga seperti kesiangan untuk berangkat sekolah.
Tiara , dialah gadis yang pernah duel motor bersama ku, dia sepertinya sedang menunggu seseorang atau mungkin angkot . Namun dia juga terkena jurus Rani dan tak bergerak sama sekali . Aku berhenti di dekatnya berjarak 3 meter darinya.
Aku mulai berpikir bagaimana kalau Tiara juga aku ajak ikut dan tidak kesiangan. Akupun akhirnya berniat memanggil Rani untuk membantu teman baru ku itu.
"Rani, hadirlah " ucap ku
Lalu munculah Rani dengan bau nya yang khas tepat di hadapan ku.
"Ada apa Raden? , kenapa kau berhenti lagi apakah ada yang bisa ku lakukan ?" Tanya Rani
"Begini Rani, gadis itu adalah teman ku, sepertinya dia juga terlambat akan ke sekolah , aku berniat menolongnya, apakah kau bisa?"
Rani berpikir sejenak sambil menoleh ke arah gadis berseragam yang sedang berdiri sambil melihat jam tangannya.
Beberapa saat kemudian Rani kembali menghadap pada ku,
"Berarti kau akan terlambat Raden, karena kecepatan pergerakan tubuhmu sama seperti manusia lainnya"
"Ya ga masalah kan. Demi nolong temen ku, kasian dia "
Rani kembali berpikir , matanya memandang langit yang mulai membiru. Tanpa waktu lama dia kembali ke arah ku.
"Baiklah Raden , gampang saja "
Lalu Rani memejamkan matanya dan mulutnya komat Kamit. Kemudian tangannya menyentuh keningku.
Susana tiba tiba berubah semua yang ada disekitar ku bergerak normal . Lalu lintas kendaraan dan hiruk pikuk orang orang yang membawa kendaraan dan yang naik angkot pun kembali normal.
Tak terkecuali Tiara yang nampak gusar dan gelisah , tatapan matanya lalu tertuju pada ku. Dia ternyum saat menyadari ada aku tak jauh dari dirinya.
Tangan nya melambai ke arah ku , seketika aku lupa ada Rani di samping ku. Aku membalas lambaiannya.
"Raden , aku bisa mengembalikan kecepatan mu saat gadis itu naik motor bersama mu" ucapnya
Aku membalas ucpan Rani melalui batin
" Oh begitu , bagus lah Rani , kau memang terbaik "
Akupun menghampiri Tiara dengan mendorong motor ke depannya .
"Bagas ? , ya ampun sejak kapan kamu di situ gas, koq tadi aku gak lihat ya"
"Eh Tiara, aku baru aja sampe, trus liat kamu disini, lagi ngapain ?" Tanya ku pura pura polos
"Aku lagi nunggu pacar ku dari tadi , janjinya mau anterin ke sekolah , tapi jam segini belum sampe juga" jawab nya sedikit kesal
"Mungkin ban motornya bocor kali, atau kena macet "
"Kalau di bengkel mungkin dia bakal ngasi kabar, mana hp nya ga aktif lagi" ujar Tiara
"Yaudah , sama aku aja bareng , kan arahnya sama "
"Hmmm ... Apa kamu ga keberatan Gas?" Tanya Tiara
"Tenang , aku ikhlas koq nolong temen mah. Jadi santai aja" jawab ku sambil senyum
"Yaudah aku ikut deh" timpal Tiara
Lalu Tiara segera menaiki motor ku namun dalam keadaan kempol atau duduk menyamping .
"Tiara bentar, kalau kamu duduk begitu , nanti aku bawa motornya ga seimbang, " ucap ku pada Tiara
"Oh yaudah, aku ceklak gini ya" ucap Tiara lalu memperbaiki posisi duduknya.
Saat menaiki motor ku, tak sengaja aku melihat paha mulusnya Karena rok SMA nya agak susah jika harus ceklak, mau tidak mau harus diangkat hingga ke paha . Namun sepertinya Tiara tidak memperdulikan nya atau tidak sadar bahwa bagian perabotannya sedikit terekspose. Jantung ku berdebar saat itu.
Rani yang masih ada di dekat ku nampak terkekeh sambil menutup mulutnya karena aksi ku yang ketauan oleh Rani. Seketika aku malu dibuatnya. Meski Rani jin , akan tetapi dia juga memiliki pikiran layaknya manusia.
"Sudah siap ? " Tanya Ku
"Sudah , gas . Ayo berangkat " jawabnya
Akhirnya kami melaju melewati ramainya jalan raya. Meski ramai jarak antar kendaraan masih berjauhan dan bisa ku salip. Selama perjalanan Tiara banyak bercerita tentang kesehariannya di sekolah namun saat Di jalan yang lebih lengang tiba tiba saja Tiara tertidur . Suasana jalan raya kembali pada mode diam mereka .
Aku pikir Rani sudah melakukan jurusnya , akan tetapi hal tak terduga Tiara malah tertidur. Badannya menyandar di punggungku terlebih tas selempang ku ada di samping tak menghalangi keuda gunung kembar miliknya terasa empuk di bagian belakang . Rezeki atau bukan tapi ini terasa hangat dan berkeringat jika terlalu lama.
Aku sempat berhenti untuk memperbaiki posisinya takut Tiara jatuh. Sialnya saat aku periksa rok panjangnya malah naik melewati lutut. Aku Yang melihatnya berdegup kencang. Saat hendak ku perbaiki posisinya tak sengaja tangan ku menyentuh paha nya. Alamak halus banget. Jadi inikah yang dinamakan surga dunia?
Tiara masih tak sadarkan diri , aku sempat menepuk wajahnya beberapa kali agar bangun namun usaha ku tak membuahkan hasil. Wahak ku begitu dekat dengann nya aku malah terpesona oleh kecantikan Tiara.
Tiba tiba
"Raden , kenapa kau berhenti lagi" ucap Rani remecahkan suasana . Aku terkejut dan menoleh ke kanan ku. Rani ada berdiri disana
"Eh Rani, kau menganggetkan ku . Ini teman ku kenapa bisa tidur begini ya , susah bener dibangunin nya. " Tanya ku
"Dia tekena sirep , meski ditepuk tepuk wajahnya tak akan bangun . Kalau dia bangun maka dia akan kaget dengan suasana yang dia lihat "
" Jadi itu mengapa dia harus tidur ? " Tanya ku
"Iya betul Raden, " jawab Rani
Akupun kembali melakukan perjalanan , meski jalan normal hampir satu jam perjalanan namun waktu seolah bergerak sangat lambat
Kurang dari 2 menit jam bergerak . Namun rasa basah di punggung ku sudah tak terbayang lagi bagaimana rasanya
Tak lama kemudian aku sudah sampai di depan sekolah Tiara . Semua nampak masih tak bergerak . Tiba tiba suara kembali normal. Klakson motor dan deru mesin kendaraan saling menyerang.
"Loh koq kita sudah sampai? " Tanya Tiara kebingungan . Kepalanya celingak celinguk melihat kesekitar.
" Kamu ketiduran tadi, pules banget "
Tiara turun dari motor dan merapihkan pakaiannya yang nampak sedikit tidak rapih.
"Aku masuk dulu ya, makasih tumpangannya " ucap Tiara sambil melambaikan tangan dan berlalu pergi
"Iya sama sama " balas ku melambaikan tangan ke arahnya .
(Bersambung )
New season
Quote:
Langkah baru
"Sial, aku telat hari ini " gerutuku pada diri sendiri saat melihat jam sudah menunjukan pukul 06.45 menit
Aku yang berlari menuju dapur untuk pamit kepada ibu ku yang sedang beres beres. Wajahnya masam saat menghampirinya , sudah ku duga ibu marah karena aku bangun kesiangan.
"Makanya kalau tidur jangan malem malem, maen game mulu sih " ucap ibu
",semalam hujan kan Bu, dingin jadi terlalu nyaman Bu " ucap ku membela sambil garuk garuk kepala.
"Alesan , kebiasaan " timpal ibu
Aku yang malu sama ibu hanya diam sambil nyengir kuda menunggu uang transport hari ini.
Bapak ku yang sedang asyik nonton berita di tv sambil meminum kopi dan goreng pisang di ruang tengah. Adik ku sudah duluan pergi ke sekolah, asemnya dia membawa s putih atau motor metic milik bapak. Terpaksa aku memakai motor bebek si biru yang sudah mulai usang ditelan zaman.
Ibu mengeluarkan uang dari sakunya berjumlah 20 ribu begitulah uang jajan dan bensin , aku menerimanya dan selalu bersyukur masih diberikan rezeki setiap hari.
Akupun berpamitan pada ibu namun rasa gusarnya masih terlihat , aku yang berlari tergopoh gopoh mengeluarkan moto ku yaitu si biru.
Saat membuka pintu ada Rani yang berdiri dengan full senyum nya di teras rumah. Wajahnya cantik dan begitu teduh namun aku malah mengingatkan pada sosok Anna yang kini dalam masa pemulihan.
"Raden, kau terlambat , maukah saya antar lebih cepat ?" Tawar Rani
Aku pikir ini ide bagus dari pada aku harus terlambat dan dimarahin oleh guru dan juga bisa di usir pak satpam yang galak itu
"Hmmm gimana caranya?"
"Raden tinggal menutup mata dan langsung ada di depan gedung sekolah "
"Wah terlalu ekstrim , nanti ada orang lihat bisa berabe jelasinnya. Lagi pula di depan sekolah ada cctv bisa viral masuk tiktod . Mending ga usah deh aku bisa cari jalan pintas " jawab ku
Rani menaikan pandangannya ke atas lalu matanya berpindah berbinar melihat kearah ku sambil ternyum simpul.
"Baik Raden, kau bisa berjalan seperti biasanya , aku akan bantu agar cepat sampai ke sekolah tepat waktu"
Motor ku sudah dinyalakan , aku melirik ke arahnya sepertinya itu lebih aman bagi ku.
"Bagaimana jadinya ?"
"Raden tinggal berjalan saja , percayakan semua pada ku"
"Oke deh. "
Motor ku sudah meraung tanda rpm mesin sudah naik. ku masukan gigi satu dan motor melaju pelan karena menuruni gang sempit dan keluar gang.
Sepertinya tidak ada perubahan yang berarti semua nampak normal saja . Aku pikir Rani mencoba menghiburku saja dengan alasan membantu ku. Tak banyak fikir aku menarik trottle gas dalam dalam agar sesegera mungkin sampai dan sambil mencari alasan aku bisa telat.
Perjalan biasa saja, menuruni bukit dan melewati hutan pinus dan tanah kosong hingga memasuki jalan desa yang biasanya ramai dengan kendaraan bermotor.
Saat memasuki jalan desa aku melewati satu kendaraan yang sedang berhenti tanpa memperdulikan nya aku melewatinya , lalu bertemu kembali kendaraan lain yang sedang berhenti pula hingga baru aku sadari semua kendaraan di jalan mereka seolah berhenti tapi kaki kaki mereka tidak Napak ke jalan. Aku sempat berhenti dijalan yang menurun ada kendaraan yang sama berhenti dan menurun tanpa kaki nya menapak . Saat aku perhatikan wajah mereka seperti membeku diam melotot ke arah depan.
Kenapa bisa begitu ya? Apakah dunia hari ini menjadi aneh ? Saat aku berhenti melihat ke sekitar bahkan banyak kendaraan lain di depan jalan sana sama persis berhenti tanpa pegerakan. Bahkan beberapa orang yang akan melintas seolah ada ditengah jalan sedang melangkah . Ini berbahaya jika tidak segera dipindahkan.
Aku turun dari motor dan menghampiri seorang ibu ibu dan seorang anak kecil yang hendak melintas namun mereka seolah membeku terhenti . Ada apa ini kenapa bisa terjadi seperti ini.
Tiba tiba saja ada angin menerpa dari belakang , saat ku sadari itu adalah tanda bahwa Rani datang. Wajahnya nampak ternyum ngakak sambil menggeleng gelengan kepalanya.
"Raden kenapa kau berhenti dari perjalanan mu?"
"Hey rani, sepanjang jalan banyak kendaraan berhenti dan orang orang pun seolah membeku itu kenapa ? "
Rani terkekeh mendengar pertanyaan ku , lalu dia melangkah dengan tatapan aneh, langkahnya kali ini sedikit manja malah mengingatkan ku pada Anna. Tangan nya dilipat ke belakang panggulnya dan berjalan melompat lompat sambil jinjit diatas tumitnya dan menghampiri ku.
"Jadi begini Raden, aku memberikan ilmu kepada mu saat sebelum kau berangkat agar kecepatan mu seperti kecepatan cahaya yang bergerak sangat cepat . Jadi kau hanya akan merasakan normal namun semua yang ada disekitar mu seolah berhenti bergerak "
"Oh begitu, ku kira ada fenomena aneh menyerang bumi, tapi ilmu kamu hebat loh"
" Cepatlah kakang, waktu mu tidak banyak , 5 menit sama dengan 60 menit . Jika waktunya habis kau akan kehilangan kecepatan dan kau akan terlambat "
"Ya ampun begitu ya, yaudah aku segera naik motor lagi" aku berlari kecil menghampiri motor ku yang hanya berjarak 5 meter di belakang ku
" Satu hal lagi Raden, kau tidak boleh bersentuhan dengan kendaraan lain selama diperjalanan meski itu hanya goresan lembut karena itu akan menimbulkan kerusakan besar di dunia normal" ucap Rani memperingatkan
"Oh begitu. Baik lah aku paham Rani. Kalau begitu aku berangkat ya. Kau mau ikut " sahut ku lalu menyalakan kembali motor ku
Rani menggelengkan kepalanya sambil menunjukan wajahnya namun matanya melirik ke arah ku.
"Kau duluan saja Raden, aku akan menyusul mu " imbuh rani
"Ok lah kalau begitu " timpal ku
Akupun berjalan melewati kendaraan kendaraan yang ada di depan ku melewati mereka tanpa hambatan sama sekali.
Hingga sampai aku dipertigaan jalan kabupaten kendaraan sudah semakin padat namun tetap sama halnya tadi , mereka seolah membeku tanpa bergerak sama sekali.
Namun mataku mendapati hal tak terduga di perjalanan yaitu ada seseorang gadis berhijab yang sedang berdiri di pertigaan di depan masjid raya , kepalanya merunduk sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangannya . Wajah cantiknya nampak khawatir , mungkin dia juga seperti kesiangan untuk berangkat sekolah.
Tiara , dialah gadis yang pernah duel motor bersama ku, dia sepertinya sedang menunggu seseorang atau mungkin angkot . Namun dia juga terkena jurus Rani dan tak bergerak sama sekali . Aku berhenti di dekatnya berjarak 3 meter darinya.
Aku mulai berpikir bagaimana kalau Tiara juga aku ajak ikut dan tidak kesiangan. Akupun akhirnya berniat memanggil Rani untuk membantu teman baru ku itu.
"Rani, hadirlah " ucap ku
Lalu munculah Rani dengan bau nya yang khas tepat di hadapan ku.
"Ada apa Raden? , kenapa kau berhenti lagi apakah ada yang bisa ku lakukan ?" Tanya Rani
"Begini Rani, gadis itu adalah teman ku, sepertinya dia juga terlambat akan ke sekolah , aku berniat menolongnya, apakah kau bisa?"
Rani berpikir sejenak sambil menoleh ke arah gadis berseragam yang sedang berdiri sambil melihat jam tangannya.
Beberapa saat kemudian Rani kembali menghadap pada ku,
"Berarti kau akan terlambat Raden, karena kecepatan pergerakan tubuhmu sama seperti manusia lainnya"
"Ya ga masalah kan. Demi nolong temen ku, kasian dia "
Rani kembali berpikir , matanya memandang langit yang mulai membiru. Tanpa waktu lama dia kembali ke arah ku.
"Baiklah Raden , gampang saja "
Lalu Rani memejamkan matanya dan mulutnya komat Kamit. Kemudian tangannya menyentuh keningku.
Susana tiba tiba berubah semua yang ada disekitar ku bergerak normal . Lalu lintas kendaraan dan hiruk pikuk orang orang yang membawa kendaraan dan yang naik angkot pun kembali normal.
Tak terkecuali Tiara yang nampak gusar dan gelisah , tatapan matanya lalu tertuju pada ku. Dia ternyum saat menyadari ada aku tak jauh dari dirinya.
Tangan nya melambai ke arah ku , seketika aku lupa ada Rani di samping ku. Aku membalas lambaiannya.
"Raden , aku bisa mengembalikan kecepatan mu saat gadis itu naik motor bersama mu" ucapnya
Aku membalas ucpan Rani melalui batin
" Oh begitu , bagus lah Rani , kau memang terbaik "
Akupun menghampiri Tiara dengan mendorong motor ke depannya .
"Bagas ? , ya ampun sejak kapan kamu di situ gas, koq tadi aku gak lihat ya"
"Eh Tiara, aku baru aja sampe, trus liat kamu disini, lagi ngapain ?" Tanya ku pura pura polos
"Aku lagi nunggu pacar ku dari tadi , janjinya mau anterin ke sekolah , tapi jam segini belum sampe juga" jawab nya sedikit kesal
"Mungkin ban motornya bocor kali, atau kena macet "
"Kalau di bengkel mungkin dia bakal ngasi kabar, mana hp nya ga aktif lagi" ujar Tiara
"Yaudah , sama aku aja bareng , kan arahnya sama "
"Hmmm ... Apa kamu ga keberatan Gas?" Tanya Tiara
"Tenang , aku ikhlas koq nolong temen mah. Jadi santai aja" jawab ku sambil senyum
"Yaudah aku ikut deh" timpal Tiara
Lalu Tiara segera menaiki motor ku namun dalam keadaan kempol atau duduk menyamping .
"Tiara bentar, kalau kamu duduk begitu , nanti aku bawa motornya ga seimbang, " ucap ku pada Tiara
"Oh yaudah, aku ceklak gini ya" ucap Tiara lalu memperbaiki posisi duduknya.
Saat menaiki motor ku, tak sengaja aku melihat paha mulusnya Karena rok SMA nya agak susah jika harus ceklak, mau tidak mau harus diangkat hingga ke paha . Namun sepertinya Tiara tidak memperdulikan nya atau tidak sadar bahwa bagian perabotannya sedikit terekspose. Jantung ku berdebar saat itu.
Rani yang masih ada di dekat ku nampak terkekeh sambil menutup mulutnya karena aksi ku yang ketauan oleh Rani. Seketika aku malu dibuatnya. Meski Rani jin , akan tetapi dia juga memiliki pikiran layaknya manusia.
"Sudah siap ? " Tanya Ku
"Sudah , gas . Ayo berangkat " jawabnya
Akhirnya kami melaju melewati ramainya jalan raya. Meski ramai jarak antar kendaraan masih berjauhan dan bisa ku salip. Selama perjalanan Tiara banyak bercerita tentang kesehariannya di sekolah namun saat Di jalan yang lebih lengang tiba tiba saja Tiara tertidur . Suasana jalan raya kembali pada mode diam mereka .
Aku pikir Rani sudah melakukan jurusnya , akan tetapi hal tak terduga Tiara malah tertidur. Badannya menyandar di punggungku terlebih tas selempang ku ada di samping tak menghalangi keuda gunung kembar miliknya terasa empuk di bagian belakang . Rezeki atau bukan tapi ini terasa hangat dan berkeringat jika terlalu lama.
Aku sempat berhenti untuk memperbaiki posisinya takut Tiara jatuh. Sialnya saat aku periksa rok panjangnya malah naik melewati lutut. Aku Yang melihatnya berdegup kencang. Saat hendak ku perbaiki posisinya tak sengaja tangan ku menyentuh paha nya. Alamak halus banget. Jadi inikah yang dinamakan surga dunia?
Tiara masih tak sadarkan diri , aku sempat menepuk wajahnya beberapa kali agar bangun namun usaha ku tak membuahkan hasil. Wahak ku begitu dekat dengann nya aku malah terpesona oleh kecantikan Tiara.
Tiba tiba
"Raden , kenapa kau berhenti lagi" ucap Rani remecahkan suasana . Aku terkejut dan menoleh ke kanan ku. Rani ada berdiri disana
"Eh Rani, kau menganggetkan ku . Ini teman ku kenapa bisa tidur begini ya , susah bener dibangunin nya. " Tanya ku
"Dia tekena sirep , meski ditepuk tepuk wajahnya tak akan bangun . Kalau dia bangun maka dia akan kaget dengan suasana yang dia lihat "
" Jadi itu mengapa dia harus tidur ? " Tanya ku
"Iya betul Raden, " jawab Rani
Akupun kembali melakukan perjalanan , meski jalan normal hampir satu jam perjalanan namun waktu seolah bergerak sangat lambat
Kurang dari 2 menit jam bergerak . Namun rasa basah di punggung ku sudah tak terbayang lagi bagaimana rasanya
Tak lama kemudian aku sudah sampai di depan sekolah Tiara . Semua nampak masih tak bergerak . Tiba tiba suara kembali normal. Klakson motor dan deru mesin kendaraan saling menyerang.
"Loh koq kita sudah sampai? " Tanya Tiara kebingungan . Kepalanya celingak celinguk melihat kesekitar.
" Kamu ketiduran tadi, pules banget "
Tiara turun dari motor dan merapihkan pakaiannya yang nampak sedikit tidak rapih.
"Aku masuk dulu ya, makasih tumpangannya " ucap Tiara sambil melambaikan tangan dan berlalu pergi
"Iya sama sama " balas ku melambaikan tangan ke arahnya .
(Bersambung )
Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 17-07-2024 10:51
Araka dan 11 lainnya memberi reputasi
12
Tutup

