- Beranda
- Stories from the Heart
SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]
...
TS
mr.b3k
SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]
Quote:
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/08/8828427_202407081131580111.png)
- P E M B U K A -
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/08/8828427_202407081131580111.png)
Hola, gansist..
Selamat pagi/siang/sore/malam, salam sejahtera untuk semuanya.

Perkenalkan, ane B3K (dipanggil bebek) ingin berbagi kisah serba-serbi kehidupan ane dan temen sewaktu masih bekerja di tiga perusahaan SPA yg berbeda yg ada di kota ane, dari mulai hal yg menyenangkan, menyedihkan, sampai menyeramkan semuanya akan ane ulik disini.
Nah, for your information gansist, untuk di awal (part 1) ane akan menceritakan sebuah permulaan kisah yg dialami temen ane dalam memulai karirnya di dunia kesehatan & relaksasi Salus Per Aquam (SPA).
Disini nanti bakal banyak pengalaman baru yg akan ia dapatin, mulai dari pengalaman kerja, asmara, kenikmatan duniawi, hingga ke hal-hal yg diluar akal logika.
Berlokasi di suatu tempat di jantung kota Medan, yah Spa ini dulunya cukup terkenal dan fenomenal, bukan bualan karna tempat ini beberapa kali sempat di singgahi oleh artis-artis papan atas yg kebetulan lagi ada konser atau syuting di kota Medan bre.
Kendati demikian, walau tempat ini terlihat berkelas selaras dengan pencapaiannya, nyatanya tempat ini menyimpan sisi lain yg tidak banyak orang ketahui, seperti hal-hal ganjil diluar nurul yg mana itu cukup berhasil bikin bulu biji merinding, bahkan sampai berspekulasi liar kalau tempat ini jangan-jangan punya sejarah kelam..
Mungkin itu aja dulu muqoddimahnya, maap jika gaya penulisan agak berantakan, maklum bukan novelis bre hehe, oke langsung aja kita ke ceritanya ya bre, untuk nama dan tempat tentu disamarkan.
Oya btw disini akan ada 3 part cerita di 3 tempat Spa yg berbeda tentunya. Dan untuk di part 1 & 2 disini ane akan make perspektif temen ane itu si dian selama cerita berlangsung.
Nah peranan ane bakal muncul di part ketiga nanti, karna waktu itu kebetulan ane kerja bareng dia di Spa yg sama
Oke langsung aja cekibroottttt..

Selamat pagi/siang/sore/malam, salam sejahtera untuk semuanya.

Perkenalkan, ane B3K (dipanggil bebek) ingin berbagi kisah serba-serbi kehidupan ane dan temen sewaktu masih bekerja di tiga perusahaan SPA yg berbeda yg ada di kota ane, dari mulai hal yg menyenangkan, menyedihkan, sampai menyeramkan semuanya akan ane ulik disini.
Nah, for your information gansist, untuk di awal (part 1) ane akan menceritakan sebuah permulaan kisah yg dialami temen ane dalam memulai karirnya di dunia kesehatan & relaksasi Salus Per Aquam (SPA).
Disini nanti bakal banyak pengalaman baru yg akan ia dapatin, mulai dari pengalaman kerja, asmara, kenikmatan duniawi, hingga ke hal-hal yg diluar akal logika.
Berlokasi di suatu tempat di jantung kota Medan, yah Spa ini dulunya cukup terkenal dan fenomenal, bukan bualan karna tempat ini beberapa kali sempat di singgahi oleh artis-artis papan atas yg kebetulan lagi ada konser atau syuting di kota Medan bre.
Kendati demikian, walau tempat ini terlihat berkelas selaras dengan pencapaiannya, nyatanya tempat ini menyimpan sisi lain yg tidak banyak orang ketahui, seperti hal-hal ganjil diluar nurul yg mana itu cukup berhasil bikin bulu biji merinding, bahkan sampai berspekulasi liar kalau tempat ini jangan-jangan punya sejarah kelam..

Mungkin itu aja dulu muqoddimahnya, maap jika gaya penulisan agak berantakan, maklum bukan novelis bre hehe, oke langsung aja kita ke ceritanya ya bre, untuk nama dan tempat tentu disamarkan.
Oya btw disini akan ada 3 part cerita di 3 tempat Spa yg berbeda tentunya. Dan untuk di part 1 & 2 disini ane akan make perspektif temen ane itu si dian selama cerita berlangsung.
Nah peranan ane bakal muncul di part ketiga nanti, karna waktu itu kebetulan ane kerja bareng dia di Spa yg sama

Oke langsung aja cekibroottttt..

Quote:
Spoiler for WARNING:
Spoiler for INDEX:
Spoiler for OTHERS:
Quote:
Diubah oleh mr.b3k 09-08-2024 04:29
imanfewe1212 dan 24 lainnya memberi reputasi
25
16.2K
182
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mr.b3k
#40
[BAB 6] PERSPEKTIF DONI (BAG 2)
...
Balik ke timeline dian dan doni,..
Jujur, denger cerita doni seperti itu bikin aku gak percaya tapi juga deg-degan menikmati wkwkk.
Doni nyoba nge-yakinkan aku kalau hampir semua crew yg ada di sini udah pernah rasain di posisi kayak gitu. Terutama anak baru, seperti mangsa segar bagi para terapis.
Kemudian iseng aku nanya..
"Lantas setelah kejadian itu apalagi yg terjadi..??" tanyaku penasaran wkwkk.
"Yah, setelahnya cuma goda-godain kecil aja, semisal papasan tapi ramai orang kak clara cuma main mata doang..,
..kalau sepi kadang ngasih kecupan singkat, pernah area bijiku di belai sama dia hehhehe.."
jelasnya sambil cengengesan ngejek.
"Sampe akhirnya.. emm, kira-kira pas sebulan setengah aku kerja, dia lanjut ngajarin hal lain yg lebih intens ke aku ian wkwkk.." lanjutnya kegirangan.
"Ah bacod kau don, gak yakin aku kak clara kayak gitu.!" tegasku agak meragukan ucapannya.
"Oh yowes, kalau gak percaya, coba aja kau cari tau dari anak-anak crew yg lain kalau ragu, biar di kasih paham, yah sukur-sukur terapisnya langsung yg ngasih paham ke kau.." ucap doni menegaskan.
Singkat cerita, cerita punya cerita,..
Akhirnya kami sampai di bahasan utama, walau jujur bahasan tadi sebenernya lebih mengasikkan tapi disini aku juga kepikiran sama hal yg ditakutkan doni sebelumnya.
Sampailah di mana doni bercerita tentang apa yg dia alami atau rasakan selama kerja di tempat ini, khususnya beberapa bulan terakhir saat dia masuk jam lembur, itu menguras mentalnya, bukan karna letihnya pekerjaan atau terasingkan oleh rekan kerja, tapiii..
'DIKARNAKAN PENGALAMAN TEROR YG IA DAPATKAN DI KALA LEMBUR..'
Mulai dari suara, pergerakan objek benda, bayangan, wujudsampai yg terekstrim adalah intimidasi secara fisik yg menurutnya semua itu gak masuk akal bahkan sampai bertanya-tanya kenapa cuma aku yg di ganggu paling intens.? kesalahan apa yg udah ku perbuat..??
Banyak hal yg membuatnya terus berpikir apa yg sebenernya terjadi..
Bahkan, walau sedang lembur jaga berdua tapi tetep dia yg paling intens terkena gangguan.
Seperti pernah ada kejadian saat dia lembur bareng bg eka di lt.2, doni yg lagi duduk sebelahan bg eka tiba-tiba kakinya seperti ditarik kuat gitu, ketarik hampir semeter, sontak bg eka nyaksikan kejadian itu dan kaget, tapi anehnya cuma doni doang dan bg eka gak ngalamin hal yg sama (khususnya intimidasi fisik).
Kasian, ironi, yah itulah respon awalku..
Tapi disini permasalahannya adalah bersinggungan dengan eksistensi di luar nurul, dan aku juga secara pribadi gak bisa berbuat banyak untuk kasih dia solusi.
Lalu ku tanya, apa semua karyawan tau yg terjadi sama dia, terutama buk lidya selaku manager (?)
Dan jawabannya cukup mengejutkan...
Doni bilang, semua yg ada disini tau kalau ia jadi bulan-bulanan diisengin penunggu di tempat ini, tapi sebagian mereka nganggap itu hal biasa karna rata-rata pekerja disini juga alami hal yg sama.
Masalahnya, mereka gak paham kalau yg doni alami ini udah sampai ke ranah kekerasan fisik, sampai-sampai pernah alami kontak fisik yg lebih parah..
Pernah bg eka bantu jelasin masalah yg mereka berdua alami, kalau doni di ganggu secara kontak fisik, tapi yah begitu, tak ada respon yg mendukung bahkan ngira mereka lagi bercanda.
Doni juga pernah tunjukin luka cakaran di pundaknya terutama ke bg denis, tebakan dia luka itu mulai ada pas lagi bersih-bersih mandi malam sebelum pulang (lembur), ketika handukan tiba-tiba pundaknya berasa pedih, begitu di cek ternyata kayak ada 3 cakaran kuku gitu.
Ironinya, sebagian dari mereka tetep gak percaya, malah nganggap seolah itu buatan doni supaya terlihat heboh dan dramatis, padahal nggak begitu, dan gada untungnya juga bagi doni lakuin hal konyol seperti itu.
Dan dari kejadian itu doni gak pernah mau mandi malam lagi kalau pas lembur, lebih baik nahan gerah daripada hal merepotkan kayak gitu terjadi lagi.
Begitulah curhatannya..
Akhirnya panjang lebar aku mendengarkan keluh kesahnya, dan aku paham alasan kenapa dia seperti ini dan itu, aku berhasil menarik kesimpulan.
Tak lama ketika doni mau melanjutkan ceritanya tiba-tiba terdenger suara wanita yg cukup lirih manggil-manggil kami..
"Baaang.. baang.. abaang kruuu.. baaang..."
Lantas kami berdua tertegun dan saling tatap-tatapan, kami membuat kesimpulan yg sama yaitu sumber suara seperti dari ujung koridor, sepakat untuk memberanikan diri keluar dari kamar dan mengeceknya..
Dalam hitungan ketiga, tu.. waa... gaa....
Tirai pintu kamar kami buka dengan cepat, dan spontan langsung mendengakkan pandangan kami ke arah ujung koridor, daannn...
"WAAHHHHHHHSSUUU...."teriak kami serempak.
Ketika kami berdua mau melihat sumber suara tadi ternyata timingnya berbarengan dengan kemunculan tiara yg bikin kami bertiga sama-sama kaget teriak wkwkwkkkk..
"Issh.., apanya bg doni sama bg dian nih, bikin tiara kaget aja.." ucap keluhnya.
"Hehee.. maap maap kak tiara, lagian kak tiara tiba-tiba muncul di depan muka kami, wajar dong kaget" sautku sambil ngeles.
"Ya kalian, tiara panggilan gada yg nyaut, makanya tiara samperin ke depan" pungkasnya.
"Hhehe maap ya kak tiara,.. jadi mau apa tadi.?" ucapku sedikit cengengesan.
"Itu bang, tisu dan lulurnya habis, masih ada stok kan?" ucapnya lembut.
"Oh bentar ya kak, aku cek dulu.." balasku sambil mengecek ketersedian barang-barang untuk kebutuhan massage.
Akhirnya setelah apa yg diingingkan tiara udah terpenuhi, doi balik lagi tuh ke dalam kamarnya, tapi disini ada yg aneh..
Kenapa sedari tadi doni diam membisu?
Nih anak salah satu orang yg ramah terutama sama para terapis, tapi sikapnya tadi bener-bener aneh, sumpah aneh banget.
Gak pakai lama langsung aku seret dia ke dalam kamar lagi, dan ku pegang pundaknya!
-anying kok kayak adegan mesum
-
Ku tatap matanya yg ternyata dalam keadaan pucat pasih dan langsung to the point ku tanya ada apa dan kenapa..
Betapa mengejutkannya jawaban dia cooookk!!!
Sembari gugup ketakutan dibarengin dengan suaranya yg agak bergetar dia bilang..
Saat itu, ketika kami bertiga saling terkejut, ternyata cuma doni yg terkejutnya berbeda dari kami semua.
Aku dan tiara terkejut kaget karna kami sama-sama muncul secara mendadak, sedangkan doniii..
DIA NGELIAT ADA POCI DI BAGIAN TENGAH KORIDOR, TEPAT DI BALIK TIANG KORIDOR, POSISINYA SEPERTI MEMIRINGKAN BADANNYA KE SAMPING SEMBARI MENGAYUNKAN KUNCUP KEPALANYA KE ATAS DAN BAWAH..!!!
"Yahh.., ini,.. ini gak salah lagi.. ini pasti poci yg tadi aku lihat, karna letaknya pas..!!!" gumamku dalam hati.
Kenapa aku buat kesimpulan seperti itu, karna poci yg aku lihat sebelumnya tadi itu letaknya di bagian tengah juga, kamar tengah yg depannya tiang koridor.
Bedanya kalau aku cuma lihat kepalanya doang yg keluar dari dalam kamar, nah si doni ditampakin seutuhnya, lebih tepatnya separuh full.!
Dan anehnya tadi itu aku sama sekali gak lihat apa-apa, sama sekali!!!
Apa beneran cuma dia yg dilihatin..(?) Apa mungkin delusi karn parno..(?) Lantas gimana denganku, aku sama sekali nggak parno tapi penampakan itu nyata..
Aku yg nyoba berpikir beberapa kemungkinan...
Udah bisa ke tebak sih doninya gimana sekarang setelah lihat itu, so pasti yg tadinya dia udah agak tenangan malah sekarang balik kena mental lagi..
Padahal disini aku masih penasaran kayak gimana bentukannya tuh poci, terutama mukanya, tapi kayaknya bukan waktu yg tepat untuk nanyakin itu ke doni, mengingat kondisi down-nya yg kambuh lagi.
Alhasil apa yg di ceritakan doni sebelumnya tadi bisa ku pahami sepenuhnya, seperti ini rupanya yg dia maksud tadi, ketika gangguan di waktu lembur itu lebih intens ke dia.
Masih nyoba mencerna keadaan, ehh si doni tiba-tiba berteriak kecil, berucap..
"To-tolongg.., toloong pergi, jangan ganggu aku lagi..."ucapnya sembari nutupin telinganya yg dalam keadaan duduk meringkuk.
Spontan langsung ku pukul keras dengan telapak tanganku kedua pundaknya..
Diapun terdiam mendadak dan ngeliatin aku dengan wajah ketakutan sembari bilang kalau tadi ada suara yg bisikin dia, suara minta tolong.
"Lah yg dimintain tolong juga minta tolong, asem adegan apaan ini.." sautku bergumam dalam hati.
Bergegas ku ambilkan dia minum, ku suruh dia tetap tenang jangan panik dan parno, sembari ku suruh dia berdoa/dzikir juga.
Gak mau pusing disini aku langsung nelpon bg denis, ku ceritakan secara ringkas dan nyuruh dia ke lt.3 untuk lihat sendiri kondisi doni, karna kondisinya juga udah gak memungkinkan untuk kerja takutnya kesurupan malah makin kacau (aku kepikiran gitu wkwkk).
Kalau bisa lebih baik di rotasi segera di gantiin yg lain dan biarin dia rest supaya kondisinya membaik, begitu pikirku..
Akhirnya bg denis ke lt.3, bersamaan gilang & tri, rupanya tadi sebelum turun bg denis juga nelpon resepsionis untuk nyuruh eka & jaka naik ke lt.3 segera.
Singkat cerita kumpulah kita semua di kamar 11 itu, berembuk dan diskusi, tanpa melibatkan manager. Prinsip bg denis, selagi itu urusannya di ranah crew dan dia sebagai kordinator masih bisa handle itu maka dia gak akan libatkan manager.
Akhirnya setelah diskusi kita sepakat kalau yg lanjutin jaga di lt.3 itu aku, eka & jaka, gilang & tri tetap lt.4, sedang si doni diajak bg denis untuk stay sama dia di lt.5 aja, karna kalau dibawa ke bawah (loby) nanti malah banyak pertanyaan dari yg lain, pikir bg denis.
Begitulah setup lembur kami malam itu, di sisa waktu yg kurang lebih 30 menitan lagi kelar.
Ketika bg denis, doni, gilang & tri balik ke lt.5, di sini aku izin ke bg eka & bg jaka untuk mandi, karna walau ruang ber-AC tapi berjam-jam gak mandi berasa juga gerahnya.
"Yaudah mending mandi di kamar ini aja, gak akan kami perhatikan tytyd mu itu.." ucap bg jaka sambil ngakak.
"Lah, malulah aku bang, lagi mandi klian lihatin, kalau tiba-tiba aku diperkaos klian gimana coba..(?)" sautku balas candaannya.
Bercanda-bercanda tiba-tiba bg eka motong pembicaraan dan bilang..
"Yaudah bebas ian mau mandi di mana, kalau boleh kasih saran, mandi di lt.5 atau di lt.3 ini juga bisa tapi jangan milih kamar yg berjauhan dari kita." ucap bg eka mengingatkan.
"Emang kenapa bang kalau berjauhan..???" sautku nanya penasaran.
"Nanti tytydmu di serpong kak kunti kalau lagi mandi sendirian wkwkkk.." saut bg jaka motong pembicaraan kami sambil ngakak.
"Wkwkk anying, candaanmu bg jak.." sautku yg juga ikut ngakak tapi agak kesel dibecandai terus.
Akhirnya malam itu aku mutusin mandi di kamar sebelahnya (kamar 12), jelas gak mau ambil resiko kalau urusannya sama demit.
Alhamdulillah gada kejadian apa-apa walau mandinya buru-buru tadi karna agak parno (juga diisengin bg jaka asyuw), dan pasti kepikiran sama kejadian-kejadian mistis yg membagongkan di hari ini.
Singkat cerita kelarlah lembur di malam itu, dan sukurnya sekali lagi ketika kita bertiga beberes kamar 20 itu gada hal-hal aneh, dugaanku karna kami lagi bertiga (agak ramai), mungkin kalau berdua apalagi sendiri udah pasti beda ceritanya.
Dan bener aja, karna ternyata di malam itu, sebagai penutup sebelum kami pulang, giliran orang gilang & tri yg gantian di usilin penduduk goib di situ..
Bersambung...
Balik ke timeline dian dan doni,..
Jujur, denger cerita doni seperti itu bikin aku gak percaya tapi juga deg-degan menikmati wkwkk.
Doni nyoba nge-yakinkan aku kalau hampir semua crew yg ada di sini udah pernah rasain di posisi kayak gitu. Terutama anak baru, seperti mangsa segar bagi para terapis.
Kemudian iseng aku nanya..
"Lantas setelah kejadian itu apalagi yg terjadi..??" tanyaku penasaran wkwkk.
"Yah, setelahnya cuma goda-godain kecil aja, semisal papasan tapi ramai orang kak clara cuma main mata doang..,
..kalau sepi kadang ngasih kecupan singkat, pernah area bijiku di belai sama dia hehhehe.."

jelasnya sambil cengengesan ngejek.
"Sampe akhirnya.. emm, kira-kira pas sebulan setengah aku kerja, dia lanjut ngajarin hal lain yg lebih intens ke aku ian wkwkk.." lanjutnya kegirangan.
"Ah bacod kau don, gak yakin aku kak clara kayak gitu.!" tegasku agak meragukan ucapannya.
"Oh yowes, kalau gak percaya, coba aja kau cari tau dari anak-anak crew yg lain kalau ragu, biar di kasih paham, yah sukur-sukur terapisnya langsung yg ngasih paham ke kau.." ucap doni menegaskan.
Singkat cerita, cerita punya cerita,..
Akhirnya kami sampai di bahasan utama, walau jujur bahasan tadi sebenernya lebih mengasikkan tapi disini aku juga kepikiran sama hal yg ditakutkan doni sebelumnya.
Sampailah di mana doni bercerita tentang apa yg dia alami atau rasakan selama kerja di tempat ini, khususnya beberapa bulan terakhir saat dia masuk jam lembur, itu menguras mentalnya, bukan karna letihnya pekerjaan atau terasingkan oleh rekan kerja, tapiii..
'DIKARNAKAN PENGALAMAN TEROR YG IA DAPATKAN DI KALA LEMBUR..'
Mulai dari suara, pergerakan objek benda, bayangan, wujudsampai yg terekstrim adalah intimidasi secara fisik yg menurutnya semua itu gak masuk akal bahkan sampai bertanya-tanya kenapa cuma aku yg di ganggu paling intens.? kesalahan apa yg udah ku perbuat..??
Banyak hal yg membuatnya terus berpikir apa yg sebenernya terjadi..
Bahkan, walau sedang lembur jaga berdua tapi tetep dia yg paling intens terkena gangguan.
Seperti pernah ada kejadian saat dia lembur bareng bg eka di lt.2, doni yg lagi duduk sebelahan bg eka tiba-tiba kakinya seperti ditarik kuat gitu, ketarik hampir semeter, sontak bg eka nyaksikan kejadian itu dan kaget, tapi anehnya cuma doni doang dan bg eka gak ngalamin hal yg sama (khususnya intimidasi fisik).
Kasian, ironi, yah itulah respon awalku..
Tapi disini permasalahannya adalah bersinggungan dengan eksistensi di luar nurul, dan aku juga secara pribadi gak bisa berbuat banyak untuk kasih dia solusi.
Lalu ku tanya, apa semua karyawan tau yg terjadi sama dia, terutama buk lidya selaku manager (?)
Dan jawabannya cukup mengejutkan...
Doni bilang, semua yg ada disini tau kalau ia jadi bulan-bulanan diisengin penunggu di tempat ini, tapi sebagian mereka nganggap itu hal biasa karna rata-rata pekerja disini juga alami hal yg sama.
Masalahnya, mereka gak paham kalau yg doni alami ini udah sampai ke ranah kekerasan fisik, sampai-sampai pernah alami kontak fisik yg lebih parah..
Quote:
Pernah bg eka bantu jelasin masalah yg mereka berdua alami, kalau doni di ganggu secara kontak fisik, tapi yah begitu, tak ada respon yg mendukung bahkan ngira mereka lagi bercanda.
Doni juga pernah tunjukin luka cakaran di pundaknya terutama ke bg denis, tebakan dia luka itu mulai ada pas lagi bersih-bersih mandi malam sebelum pulang (lembur), ketika handukan tiba-tiba pundaknya berasa pedih, begitu di cek ternyata kayak ada 3 cakaran kuku gitu.
Ironinya, sebagian dari mereka tetep gak percaya, malah nganggap seolah itu buatan doni supaya terlihat heboh dan dramatis, padahal nggak begitu, dan gada untungnya juga bagi doni lakuin hal konyol seperti itu.
Spoiler for awas jebakan batman:
Dan dari kejadian itu doni gak pernah mau mandi malam lagi kalau pas lembur, lebih baik nahan gerah daripada hal merepotkan kayak gitu terjadi lagi.
Begitulah curhatannya..
Akhirnya panjang lebar aku mendengarkan keluh kesahnya, dan aku paham alasan kenapa dia seperti ini dan itu, aku berhasil menarik kesimpulan.
Tak lama ketika doni mau melanjutkan ceritanya tiba-tiba terdenger suara wanita yg cukup lirih manggil-manggil kami..
"Baaang.. baang.. abaang kruuu.. baaang..."
Lantas kami berdua tertegun dan saling tatap-tatapan, kami membuat kesimpulan yg sama yaitu sumber suara seperti dari ujung koridor, sepakat untuk memberanikan diri keluar dari kamar dan mengeceknya..
Dalam hitungan ketiga, tu.. waa... gaa....
Tirai pintu kamar kami buka dengan cepat, dan spontan langsung mendengakkan pandangan kami ke arah ujung koridor, daannn...
"WAAHHHHHHHSSUUU...."teriak kami serempak.
Ketika kami berdua mau melihat sumber suara tadi ternyata timingnya berbarengan dengan kemunculan tiara yg bikin kami bertiga sama-sama kaget teriak wkwkwkkkk..
"Issh.., apanya bg doni sama bg dian nih, bikin tiara kaget aja.." ucap keluhnya.
"Hehee.. maap maap kak tiara, lagian kak tiara tiba-tiba muncul di depan muka kami, wajar dong kaget" sautku sambil ngeles.
"Ya kalian, tiara panggilan gada yg nyaut, makanya tiara samperin ke depan" pungkasnya.
"Hhehe maap ya kak tiara,.. jadi mau apa tadi.?" ucapku sedikit cengengesan.
"Itu bang, tisu dan lulurnya habis, masih ada stok kan?" ucapnya lembut.
"Oh bentar ya kak, aku cek dulu.." balasku sambil mengecek ketersedian barang-barang untuk kebutuhan massage.
Akhirnya setelah apa yg diingingkan tiara udah terpenuhi, doi balik lagi tuh ke dalam kamarnya, tapi disini ada yg aneh..
Kenapa sedari tadi doni diam membisu?
Nih anak salah satu orang yg ramah terutama sama para terapis, tapi sikapnya tadi bener-bener aneh, sumpah aneh banget.
Gak pakai lama langsung aku seret dia ke dalam kamar lagi, dan ku pegang pundaknya!
-anying kok kayak adegan mesum
-Ku tatap matanya yg ternyata dalam keadaan pucat pasih dan langsung to the point ku tanya ada apa dan kenapa..
Betapa mengejutkannya jawaban dia cooookk!!!
Sembari gugup ketakutan dibarengin dengan suaranya yg agak bergetar dia bilang..
Saat itu, ketika kami bertiga saling terkejut, ternyata cuma doni yg terkejutnya berbeda dari kami semua.
Aku dan tiara terkejut kaget karna kami sama-sama muncul secara mendadak, sedangkan doniii..
DIA NGELIAT ADA POCI DI BAGIAN TENGAH KORIDOR, TEPAT DI BALIK TIANG KORIDOR, POSISINYA SEPERTI MEMIRINGKAN BADANNYA KE SAMPING SEMBARI MENGAYUNKAN KUNCUP KEPALANYA KE ATAS DAN BAWAH..!!!
"Yahh.., ini,.. ini gak salah lagi.. ini pasti poci yg tadi aku lihat, karna letaknya pas..!!!" gumamku dalam hati.
Spoiler for pocistrasi:
Kenapa aku buat kesimpulan seperti itu, karna poci yg aku lihat sebelumnya tadi itu letaknya di bagian tengah juga, kamar tengah yg depannya tiang koridor.
Bedanya kalau aku cuma lihat kepalanya doang yg keluar dari dalam kamar, nah si doni ditampakin seutuhnya, lebih tepatnya separuh full.!
Dan anehnya tadi itu aku sama sekali gak lihat apa-apa, sama sekali!!!
Apa beneran cuma dia yg dilihatin..(?) Apa mungkin delusi karn parno..(?) Lantas gimana denganku, aku sama sekali nggak parno tapi penampakan itu nyata..
Aku yg nyoba berpikir beberapa kemungkinan...
Udah bisa ke tebak sih doninya gimana sekarang setelah lihat itu, so pasti yg tadinya dia udah agak tenangan malah sekarang balik kena mental lagi..
Padahal disini aku masih penasaran kayak gimana bentukannya tuh poci, terutama mukanya, tapi kayaknya bukan waktu yg tepat untuk nanyakin itu ke doni, mengingat kondisi down-nya yg kambuh lagi.
Alhasil apa yg di ceritakan doni sebelumnya tadi bisa ku pahami sepenuhnya, seperti ini rupanya yg dia maksud tadi, ketika gangguan di waktu lembur itu lebih intens ke dia.
Masih nyoba mencerna keadaan, ehh si doni tiba-tiba berteriak kecil, berucap..
"To-tolongg.., toloong pergi, jangan ganggu aku lagi..."ucapnya sembari nutupin telinganya yg dalam keadaan duduk meringkuk.
Spontan langsung ku pukul keras dengan telapak tanganku kedua pundaknya..
Diapun terdiam mendadak dan ngeliatin aku dengan wajah ketakutan sembari bilang kalau tadi ada suara yg bisikin dia, suara minta tolong.
"Lah yg dimintain tolong juga minta tolong, asem adegan apaan ini.." sautku bergumam dalam hati.
Bergegas ku ambilkan dia minum, ku suruh dia tetap tenang jangan panik dan parno, sembari ku suruh dia berdoa/dzikir juga.
Gak mau pusing disini aku langsung nelpon bg denis, ku ceritakan secara ringkas dan nyuruh dia ke lt.3 untuk lihat sendiri kondisi doni, karna kondisinya juga udah gak memungkinkan untuk kerja takutnya kesurupan malah makin kacau (aku kepikiran gitu wkwkk).
Kalau bisa lebih baik di rotasi segera di gantiin yg lain dan biarin dia rest supaya kondisinya membaik, begitu pikirku..
Akhirnya bg denis ke lt.3, bersamaan gilang & tri, rupanya tadi sebelum turun bg denis juga nelpon resepsionis untuk nyuruh eka & jaka naik ke lt.3 segera.
Singkat cerita kumpulah kita semua di kamar 11 itu, berembuk dan diskusi, tanpa melibatkan manager. Prinsip bg denis, selagi itu urusannya di ranah crew dan dia sebagai kordinator masih bisa handle itu maka dia gak akan libatkan manager.
Akhirnya setelah diskusi kita sepakat kalau yg lanjutin jaga di lt.3 itu aku, eka & jaka, gilang & tri tetap lt.4, sedang si doni diajak bg denis untuk stay sama dia di lt.5 aja, karna kalau dibawa ke bawah (loby) nanti malah banyak pertanyaan dari yg lain, pikir bg denis.
Begitulah setup lembur kami malam itu, di sisa waktu yg kurang lebih 30 menitan lagi kelar.
Ketika bg denis, doni, gilang & tri balik ke lt.5, di sini aku izin ke bg eka & bg jaka untuk mandi, karna walau ruang ber-AC tapi berjam-jam gak mandi berasa juga gerahnya.
"Yaudah mending mandi di kamar ini aja, gak akan kami perhatikan tytyd mu itu.." ucap bg jaka sambil ngakak.
"Lah, malulah aku bang, lagi mandi klian lihatin, kalau tiba-tiba aku diperkaos klian gimana coba..(?)" sautku balas candaannya.
Bercanda-bercanda tiba-tiba bg eka motong pembicaraan dan bilang..
"Yaudah bebas ian mau mandi di mana, kalau boleh kasih saran, mandi di lt.5 atau di lt.3 ini juga bisa tapi jangan milih kamar yg berjauhan dari kita." ucap bg eka mengingatkan.
"Emang kenapa bang kalau berjauhan..???" sautku nanya penasaran.
"Nanti tytydmu di serpong kak kunti kalau lagi mandi sendirian wkwkkk.." saut bg jaka motong pembicaraan kami sambil ngakak.
"Wkwkk anying, candaanmu bg jak.." sautku yg juga ikut ngakak tapi agak kesel dibecandai terus.
Akhirnya malam itu aku mutusin mandi di kamar sebelahnya (kamar 12), jelas gak mau ambil resiko kalau urusannya sama demit.
Alhamdulillah gada kejadian apa-apa walau mandinya buru-buru tadi karna agak parno (juga diisengin bg jaka asyuw), dan pasti kepikiran sama kejadian-kejadian mistis yg membagongkan di hari ini.
Singkat cerita kelarlah lembur di malam itu, dan sukurnya sekali lagi ketika kita bertiga beberes kamar 20 itu gada hal-hal aneh, dugaanku karna kami lagi bertiga (agak ramai), mungkin kalau berdua apalagi sendiri udah pasti beda ceritanya.
Dan bener aja, karna ternyata di malam itu, sebagai penutup sebelum kami pulang, giliran orang gilang & tri yg gantian di usilin penduduk goib di situ..
Bersambung...
Diubah oleh mr.b3k 13-07-2024 16:59
sirluciuzenze dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Tutup
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/09/8828427_202407090619200277.jpg)
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/08/8828427_20240708060834.png)
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/08/8828427_20240708061103.png)
![SPA [PART 1] [BASED ON HORROR TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2024/07/08/8828427_20240708061348.png)


