Kaskus

Story

aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
Satu Kelas Dengan Dia
Horror, Romance

Satu Kelas Dengan Dia

Quote:


PROLOG


Bagas tak sengaja menjadi indigo karena insiden tenggelam di kolam empang yang berair kotor saat masih berumur 3 tahun yang membuat jiwanya terbawa ke alam gaib dan mendapat kemapuan bisa melihat makhuk tak kasat mata meski tidak sekaligus dan berangsur angsur lama hingga dia bertemu dengan sosok di sekolah nya yang membuat dirinya menyadari memiliki kemampuan dan mendapatkan sebuah tanggung jawab besar dalam hidupnya




Quote:


Spoiler for Jangan di Buka:


Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 21-09-2024 09:52
viper990Avatar border
qiem.tamvanAvatar border
dwi.haryana.982Avatar border
dwi.haryana.982 dan 28 lainnya memberi reputasi
27
30.8K
1.6K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.5KAnggota
Tampilkan semua post
aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
#256
Part 42
kaskus-image
"Anna bertahan lah, kau pasti bisa melewati ini semua" ucap ku sambil terisak tangis

Aku terus menangisi kondisi Anna yang semakin melemah , bahkan matanya sudah tertutup akan tetapi dari napas nya masih berhembus. Pegangan tangannya sudah mulai lemas. Tidak seperti tadi , tangannya sudah mulai mendingin.

"Kerajaan laut utara sangat jauh, ada di pantai parang , itu membutuhkan waktu 1 hari perjalanan kalau menggunakan maps belum macet " ucap mas Ryan sambil menepuk pundak

"Aku pernah ditolong oleh leluhur ku tapi kenapa tidak bisa panggil sejak tadi "

"Kau memiliki leluhur orang sakti? , mereka hanya bisa dipanggil kalau sudah melewati 3 purnama , kapan terakhir ? " Tanya mas Ryan

"Tidak salah satu bulan yang lalu" jawab ku

Mas Ryan sedikit berfikir

"Itu sangat lama , baru 2 purnama , harus 1 purnama lagi. Kecuali dia datang dengan sendirinya " Tukas mas Ryan

Mendengar penjelasan mas Ryan aku sadar bahwa memang aku tidak harus bergantung terus dengan bantuan orang lain terus. Aku harus bisa mengatasi permasalahan ku sendiri. Selama ini aku masih dibantu oleh banyak orang apalagi Anna selalu ada dalam keadaan kesulitan

Untuk leluhur ku sendiri aku memaklumi, itu mengapa dia mewariskan kemampuan tersembunyi pada ku dan perlu diasah yang pernah dijelaskan oleh anna. Aku merasa bodoh tidak mau belajar dan mendalami ilmu tersebut .

Dalam keputus asaan ini aku hanya bisa pasrah jika Anna harus pergi meninggalkan ku selama lamanya.

Tiba tiba angin berhembus cukup kencang , langit semakin pekat , gemuruh guntur mulai terdengar seperti akan hujan besar. Semua nampak kebingungan. Putri Sinta memejamkan mata entah apa yang dia lakukan.

Aku yang masih menangisi kondisi Anna tidak peduli dengan apa yang terjadi. Hesty yang sudah baik baik saja mendekati ku dan memegang bahu ku.

"Tidak banyak yang bisa kita lakukan, kecuali ..." Hesty terdiam

Bahkan semua yang ada disini terdiam, aku memahami mereka memiliki batasan dan aku mengutuk diri sendiri kenapa tidak bisa menyelematkan nyawa Anna. Aku hanya bisa memeluk tubuhnya yang sudah mulai mendingin.

"Ada yang datang. Hawa nya cukup kuat " ucap putri Sinta memandang ke salah satu sudut gelap
"Apakah dia jahat, Sinta?" Tanya mas Ryan

"Entah lah tapi ,.... Disana " ucap putri Sinta menunjuk ke salah satu sudut yang menghasilkan kepulan asap

Semua melirik kesana kemari menyisir bagian komplek villa yang nampak gelap. Aku masih memeluk tubuh Anna tanpa menghiraukan peringatan yang diberikan putri Sinta.

Kepulan asap itu berjarak kurang dari 20 meter sebuah siluet sedang berjalan perlahan menembus gelapnya malam. Semua terperangah melihat nya. Hesty, mas Ryan. Putri Sinta , dan juga Jaka Wardhana tampak terperangah dengan siapa yang datang kecuali diriku yang masih tidak memperdulikan yang mereka lihat.

"Dia......" Jaka Wardhana terpekik

Tiba tiba saja Anna merintih dan menarik napas , tangan lemah nya bergerak menunjuk ke arah yang semua orang lihat.

"Ny..Nyimas " ucap anna lirih

"Anna, kau ..." Ucap ku heran dan menoleh ke arah yang dia tunjuk

Sebuah siluet dari kepulan asap seolah mengiringi kedatangannya , sebuah hawa sejuk dan wangi yang ku kenal tapi entah kapan pernah mencium harum nya .

Semakin dekat sosok itu berjalan perlahan , semakin dekat dan semakin mulai samar terlihat, mahkota emas nya mulai terlihat berkilauan. Aku yang melihatnya cukup terkejut. . mahkota itu sama persis dengan apa yang dikenakan oleh jin penjaga ku.

Cuaca malah perlahan berubah, langit gelap berubah menjadi terang oleh rembulan separuh dan juga bintang bintang nampak mulai bermunculan. Semilir angin Sepoi sepoi membelai tubuh ku.

Jarak 5 meter sosok itu sudah ada dihadapan kami dan wujudnya sudah jelas siapa yang telah datang. Selendang biru nya , kain dan baju yang dipakainya semua sama persis kecuali warna selendang nya.

"Tidak mungkin .... " Ucap ku tak percaya

Tangan sosok melipatkan selendang biru nya pada tangan kanannya yang disejajarkan di atas perutnya yang langsung. Sedangkan tangan kiri nya melenggang bergerak saat berjalan.

Sempat ku kucek mata ku dengan sosok yang telah hadir , dan menoleh ke arah wajah Anna yang sudah memucat yang ada dipangkuan ku.

"Mereka..... Tampak sama " pekik putri Sinta

"Siapa dia Bagas ?" tanya mas Ryan yang juga Terheran

Aku yang mematung tak bisa berkata kata, tiba tiba dada ku sesak dan mengunci mulutku menjadi kelu.

"A..a.." ucap ku tanpa arti di dalamnya

Sosok itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya ke arah ku, tapi bukan ke arah ku melainkan kepada tubuh Anna yang sangat lemah . Sosok itu mengampiri ku lalu berlutut melihat Anna yang sudah lemah.

Anna perlahan membuka matanya melihat sosok yang telah datang, tangan nya meraih tangan sosok yang sekarang bisa dibilang mirip dengan wajah Anna.

Wajah teduhnya tersenyum iba melihat Anna yang terbaring lemah dipangkuan ku. Aku yang melihatnya tak bisa berkata kata hanya bisa mengikuti arah gerakan yang dia lakukan.

"Adinda , tenang lah. Kau akan baik baik saja , kita akan pulang ke kerajaan utara" ucap sosok itu lalu melirik ke arah ku

"Nyimas, "ucap Anna lirih setelah melepas genggaman ku dan menggenggam sosok yang mirip dengan dirinya.

"Si..siapa kau ? " Tanya ku terbata dan terbata semua dalam kebingungan

Sosok yang mirip Anna itu tersenyum tipis , senyuman nya mengingatkan ku pada masa kecil ku, ketika balita 3 tahun , namun aku mampu merekam memori yang sangat jauh itu. Seorang gadis berpakaian kerajaan yang pernah berdiri di depan rumAh ku setelah kejadian tenggelamnya aku di Empang milik pak ustad.

"Jadi kau yang ku lihat saat masih kecil dan saat menolong ku dan Hesty di gedung tua dibelakang sekolah kami?"

"Betul Raden , aku yang kala itu menolong mu, dan Dewi Sukma kelana adik ku ini yang selalu bersama mu. "

"Nama mu nyai , siapa ?" Tanya ku

Dia tersenyum kembali " Sri Devi Maharani, panggil saja Rani " jawabnya sambil tersenyum

"Rani segera bawa Anna agar nyawanya bisa cepat tertolong "

"Baiklah, akan ku bawa adik ku ini, aku kira kedua sahabat kita ini sudah melakukan pertolongan pertama pada adik ku, saya ucapkan terima kasih " ucap Rani menoleh kepada Jaka dan juga putri Sinta lalu menundukkan kepalanya satu kali.

Rani kemudian berdiri dan memejamkan kedua matanya . Tangannya disatukan di antara dadanya yang nampak lebih kecil dari adiknya . Mulutnya komat Kamit seperti membaca mantra.

Hembusan angin kembali tejadi cukup kencang Lalu tak berapa lama datanglah kuda kencana dengan kereta khas zaman kerajaan yang memiliki empat roda dan dua kuda didepannya . Kecepatannya sepeti cahaya datang secepat kilat dari arah Utara .

"Biarlah aku yang membawa adik ku Raden, kau pulang saja ke rumah mu dan beristirahatlah" ucap Rani

"Izinkan aku yang membawa Anna hingga masuk ke dalam kereta . Sebagai balas Budi atas pengorbanan nya terhdap ku" ucap ku

Rani mengangguk pelan. Akupun mencoba berdiri Sekuat tenaga untuk mengangkat tubuh anna. Mas Ryan nampak ingin membantu sedangkan Hesty berdiri sambil dibopong jaka . Lalu berjalan menuju kereta kencana yang hanya berjarak 3 meter dari posisi kami.

Pintu kereta kencana terbuka dengan sendirinya , akupun mendudukan Anna diatas kursi dengan warna hitam . Lalu diikutii oleh Rani masuk ke dalam kereta.

Di depan terapat seorang laki laki kusir kerajaan memakai pakaian khas dengan dada telanjang dan memakai kalung emas sedang memegang tali yang mengait di hidung kuda.

Aku kembali memandangi wajah Anna yang kini masih pucat. Matanya sayu dan lemah namun di masih bisa menoleh ke arah ku dan ternyum tipis. Aku tak kuasa menahan air mata lalu memeluknya.

" Anna , semoga lekas sembuh " ucap ku pada Anna Setelah memeluknya.

Anna mengangguk dua kali meski pelan dia nampak ternyum kembali "kakang , tunggu aku kembali " ucapnya dengan suara parau

"Iya , Anna . Aku akan menunggu mu datang kembali " ucap ku lalu melirik Rani

"Rani, aku titip Anna pada mu . Rawat dia dengan baik disana. Titip salam pada ratu Kerajaan Utara dari ku"

"Baiklah Raden , aku akan merawat adik ku Dewi Sukma dan akan ku sampaikan salam mu pada Ratu " balas Rani

Akupun menutup pintu kereta dan melambaikan tangan ke arah Anna dan Rani , tetesan air mata seolah tak bisa dibendung lagi jatuh tak tertahankan , aku memandangi kereta yang ditumpangi Anna dan berlalu bergerak pelan , lambat laun Berubah menjadi cepat stelah melayang di udara dan menghilang di kegelapan malam.

Aku yang memandang langit dimana kereta lenyap beberapa waktu lalu tetap dalam suansa haru antara sedih ditinggalkan Anna dan juga atas pengorbanannya selama ini yang selalu menolong ku.

Sebuah sentuhan tangan terasa dipundak kiri ku. Aku menolehnya disana ada Hesty

"Bagas, jin penjaga mu akan baik baik saja , saudari nya akan menjaga nya dan merawatnya , jadi kamu tak usah khawatir " ucap Hesty

Wajah ku menoleh ke arah Hesty Aku tersenyum padanya.

"Hesty benar , Bagas " ucap mas Ryan

"Kau benar Hes dan juga mas ryan. Dia akan baik baik saja. Tapi bagaiman keadaan mu , kamu juga terluka dengan misi ini " tanya ku pada Hesty

"Jaka sudah menyembuhkan ku dua kali, energinya terkuras untuk menolong ku , jadi aku hanya butuh istirahat saja "

"Bagus lah kalau begitu , aku senang kau selamat " timpal ku


"Udah udah , kita pulang aja , aku lelah , apalagi besok kalian harus sekolah " ucap putri Sinta

"Ayo sekarang naik mobil " ajak mas Ryan

Kamipun akhirnya menaiki mobil hitam milik mas Ryan , lalu kembali pulang ke rumah Hesty setelah menyelesaikan misi.

Satu Minggu kemudian

"Mas, koq buru buru pulang ? " Tanya Hesty di sela sela sarapan pagi

"Misi kita sudah selesai , kapan kapan mas bisa mampir lagi "

"Apakah sudah aman dari teror dan pembunuhan para konten kreator ?" Tanya Hesty

"Saya kira sudah aman, tapi jika ada kasus lagi pasti aku akan datang bersama Sinta " ujar mas Ryan

Hesty mengangguk paham dan melanjutkan sarapannya. Sarapan roti sanwitch dengan selai nanas memang kesukaan Hesty.

Hari Minggu pagi, mas Ryan pamit beserta putri Sinta dia pergi untuk kembali ke daerah asalnya yaitu di Wonosobo.

Akan tetapi aku Bagas masih sangat terpukul dengan kepergian Anna yang harus menjalani pengobatan di kerajaan asalnya.

Semilir angin menerpa jendela kamar, sehingga membuatnya terbuka perlahan , hari Minggu aku memang tidak kemana mana dan tidak melakukan aktivitas apapun..masih memikirkan nasib Anna bagaimana.
"Gimana kabarnya ya, aku merasa kesepian "

Harum bunga yang ku kenal menyeruak di dalam kamar ku. Aku terpernjat melihat ke sekitar rumah..

"Anna kau kah itu ? Atau Rani ?"

"Raden , ...."

Terdengar suara lembut seorang gadis lalu sentuhan hangat terasa di pundak ku, saat ku membalikan badan Sosok Rani berdiri dibelakang ku.

"Rani ...." Ucap ku kaget

Ku lihat wajah nya yang nampak berseri , mahkota , kemben hitam dan kalung manik manik khas kerajaan serta selendang birunya mengikat pinggangnya . Ya dialah Rani , saudari kembar Anna.

"Iya , Raden "

"Bagaimana Anna , apakah dia baik baik saja ?" Tanya ku

"Adik ku Dewi Sukma Kelana baik baik saja hanya saja, ...."

"Kenapa Rani , katakan ?"

Rani menundukan kepalanya , wajahnya tiba tiba berubah dan seperti bersedih. Aku mendekatinya dan mencoba memahami arti dari kegelisahannya . Tanpa ragu tangan ku menyentuh dagu Rani dan menaikkannya sehingga menghadap pada ku.

Rani nampak gugup saat kedua mata kami bertemu , aku memeluk Rani mendekapnya penuh arti.

"Katakanlah Rani , apa yang terjadi "

"Maaf Raden, adik ku harus bertapa selama 1 tahun penuh untuk memulihkan luka dan kekuatannya . Jadi aku yang akan mengantikan tugas adik ku menjaga diri mu raden" ucap Rani lalu melepaskan pelukannya .

"Syukurlah , aku harap Anna akan segera kembali, aku akan menunggunya "

" Raden , kenapa kau memeluk ku ? "Aku terkejut dengan pertanyaan Rani

"Hmm...Aku senang kini aku tau keadaan Anna dan kini aku tak kesepian lagi . Ada dirimu Rani " jawab ku lalu Rani tersipu malu wajahnya memerah

Hari hari ku kini bersama dengan Rani, setiap sekolah aku selalu diikuti olehnya, semua atas keputusan ku dan demi keselamatan ku.

(Sekian )
Diubah oleh aguzblackrx 04-07-2024 09:07
suryaassyauq603
Kurohige410
Araka
Araka dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.