Kaskus

News

jeruknikmatAvatar border
TS
jeruknikmat
Jokowi Panggil Sederet Menteri Bahas Pabrik Tekstil Tutup-PHK Massal
Jokowi Panggil Sederet Menteri Bahas Pabrik Tekstil Tutup-PHK Massal
Foto: Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Peluncuran Digitalisasi Layanan Perizinan Penyelenggaraan Event, (24/6/2024). (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Guna menjalankan rapat internal mengenai industri tekstil. Diketahui industri ini tengah terpuruk.

Dari pantauan CNBC Indonesia, rapat itu dihadiri Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menaker Ida Fauziyah sudah tiba di kawasan Istana.

Sebelumnya para menteri itu juga ikut membahas kelanjutan perundingan Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement IUE-CEPA.

"Abis itu yang penting soal tekstil dan produk tekstil," ungkap Zulhas kepada wartawan.

Diketahui Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) banyak terjadi di sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), yang disebabkan banyaknya pabrik yang tutup hingga serbuan produk impor. Kenaikan PHK terlihat di awal hingga pertengahan tahun 2024, angkanya lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan penyebab banyak pabrik tutup adalah serbuan tekstil impor. Redma mengatakan serbuan tekstil impor ini tak terlepas dari relaksasi impor yang dilakukan pemerintah. Dia juga menyoroti kinerja Bea Cukai yang dianggap buruk dalam pengawasan.

"Kinerja buruk dari Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kementerian Keuangan adalah salah satu penyebab utama badai PHK dan penutupan sejumlah perusahaan dalam 2 tahun terakhir," kata dia kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

"Hal ini dapat terlihat jelas dari data trade map. Di mana gap impor yang tidak tercatat dari China terus meningkat. Yaitu US$2,7 miliar di tahun 2021 menjadi US$2,9 miliar di tahun 2022. Dan diperkirakan mencapai US$4 miliar di tahun 2023," ujar Redma.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengungkapkan, penurunan pesanan hingga sama sekali tak ada order membuat pabrik-pabrik tekstil tersebut tutup. Akibatnya, setidaknya ada 13.800 orang pekerja pabrik TPT yang jadi korban PHK sejak awal tahun 2024.

Berikut daftar pabrik tekstil yang tutup sejak awal 2024:

1. PT S. Dupantex, Jawa Tengah: PHK 700-an orang

2. PT Alenatex, Jawa Barat: PHK 700-an orang

3. PT Kusumahadi Santosa, Jawa Tengah: PHK 500-an orang

4. PT Kusumaputra Santosa, Jawa Tengah: PHK 400-an orang

5. PT Pamor Spinning Mills, Jawa Tengah: PHK 700-an orang

6. PT Sai Apparel, Jawa Tengah: PHK 8.000-an orang.

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...tup-phk-massal

Waduh ngeri juga jumlah yang di-PHK

powerostins1527Avatar border
novembermannAvatar border
aku.hamil.masAvatar border
aku.hamil.mas dan 2 lainnya memberi reputasi
3
755
56
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
692.4KThread57.5KAnggota
Tampilkan semua post
jeruknikmatAvatar border
TS
jeruknikmat
#1
Bapak Jokowi yang terhormat harus paham (sepertinya sudah paham) kalau bandar tekstil berbahan kapas itu adalah TIONGKOK. Kenapa gitu? Karena produsen kapas terbesar dunia adalah TIONGKOK.

Sebagai bandar, Tiongkok bisa dengan mudah membanjiri market dengan tekstil mereka yang murah meriah. Sebagai bandar, Tiongkok juga sangat leluasa menjual tekstil mereka dengan harga tinggi di saat market tekstil dunia sudah amat sangat ketergantungan Tiongkok.

Jadi 'penjajah' kita adalah kapas, maka solusinya adalah Indonesia harus mulai produksi sendiri bahan baku selain kapas.

Banyak alternatifnya yaitu serat bambu atau serat daun talas. Tapi masalahnya:

• Bambu butuh waktu 5 tahun untuk panen

• Daun talas 8 bulan untuk panen

Maka solusi ampuh di masa darurat adalah HEMP emoticon-Big Grin

Ane cek berbagai jurnal dan artikel, hemp sangat mudah, simple, murah meriah perawatannya, dan pastinya sangat cepat tumbuh yaitu 4 bulan udah panen. Bandingkan dengan tanaman kapas yang membutuhkan 6 bulan untuk panen.

Dengan mandiri dalam bahan baku tekstil, pastinya kita bisa sangat berdikari di industri tekstil serta bisa menyerap puluhan ribu tenaga kerja hingga ratusan ribu tenaga kerja jika ekspansi tekstil kita melesat.

Tapi ya itu. Berani gak Bapak Jokowi bikin gebrakan dan memimpin revolusi perubahan industri tekstil dari tadinya ketergantungan kapas menjadi mandiri lewat produksi tekstil berbahan baku hemp.

Kalau tidak berani ya silahkan mengeluh terus Pak sebab sumber masalahnya sudah jelas yaitu kita tidak berdikari di bahan baku industri tekstil yang mana industri tekstil sangat padat karya.
japrajapri
superman313
njir
njir dan 4 lainnya memberi reputasi
3
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.