Kaskus

Story

aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
Satu Kelas Dengan Dia
Horror, Romance

Satu Kelas Dengan Dia

Quote:


PROLOG


Bagas tak sengaja menjadi indigo karena insiden tenggelam di kolam empang yang berair kotor saat masih berumur 3 tahun yang membuat jiwanya terbawa ke alam gaib dan mendapat kemapuan bisa melihat makhuk tak kasat mata meski tidak sekaligus dan berangsur angsur lama hingga dia bertemu dengan sosok di sekolah nya yang membuat dirinya menyadari memiliki kemampuan dan mendapatkan sebuah tanggung jawab besar dalam hidupnya




Quote:


Spoiler for Jangan di Buka:


Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 21-09-2024 09:52
viper990Avatar border
qiem.tamvanAvatar border
dwi.haryana.982Avatar border
dwi.haryana.982 dan 28 lainnya memberi reputasi
27
30.8K
1.6K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.3KAnggota
Tampilkan semua post
aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
#212
Part 35

hening.

Suasana terasa dingin namun bersamaan begitu panas meski cuaca sore hari itu cahaya sudah condong ke arah barat . tanpa ada satu katapun padahal aku, hesty , mas Ryan beserta jin penjaga kami masing masing sudah berkumpul di halaman belakang milik keluarga Hesty . Suasana bukan hening lagi tapi ini merupakan perasaan yang tegang. Bagaimana tidak Anna dan juga Jaka Wardhana mereka nampak sudah saling menghunuskan senjata mereka masing masing.

"Kalian sudah akrab ya? Wah wah kalian Napak serasi " Ucap putri sinta memecah suasana, senyuman khas nya melebar sambil menepuk empuk kedua tangan nya. Dia melayang diantara kedua jin yang sama sama memiliki tuannya.

Anna melirik putri sinta dengan lirikan sedikit tajam. Pedang yang sudah mengeluarkan cahaya biru membuat hawa disekitar terasa gerah.

Hesty yang sudah berdiri dari duduknya menunjukan ketidak sukaaan pada keduanya.

"Saya mohon pada kalian. Tidak membuat gaduh, dan kau Jaka Wardhana bisa tidak kau menghormati tamu , siapa pun itu apalagi menyangkut kerabat atau teman ku" ucap hesty memperingatkan Jaka Wardhana

"Tapi tuan putri , jin ini bener bener datang dengan mengeluarkan senjata , bukan kah itu sebuah ancaman bagi kita ? " Jawab Jaka Wardhana lalu menuturkan senjata berupa keris itu namun dikatakan di dekat dada nya sambil melipatkan kedua tangannya.

"Aku hanya bertugas melindungi majikan ku, lagi pula untuk apa jin penjaga ini membuat perlindungan dengan menanam perisai duri. Bukan kah itu berlebihan karena perisai itu menyerang ku tadi. " Ucap anna membela setelah pedang cahayanya diselipkan kembali di lengan kanannya.

"Ya , betul karena itu untuk berjaga jaga bila ada serangan tempo hari. Aku harus melindungi tuan putri ku dan rumahnya "

"Sudah lah... Kalian berdamai saja , lebih penting bagaimana kita menuntaskan kasus yang terjadi di negeri kita ini." Ucap putri sinta mendamaikan dan menjelaskan tujuan dari pertemuan ini

Mata ku melirik putri sinta yang nampak anggun itu. Hesty yang kemudian duduk kembali hanya terdiam mendengar penuturan dari putri sinta.

"Iya. Jadi kedatangan saya dari Wonosobo ingin menyelesaikan kasus ini. Apalagi teman saya jadi korban pembunuhan misterius ini. Kami mendapat petunjuk bahwa otak dari dalang kejadian pembunuhan berada kota ini. " Ucap mas Ryan lalu mengajak ku untuk duduk kembali .

"Mengapa kau mengajak ngajak majikan ku, sedangkan kanuragan dirinya belum cukup untuk melawan makhluk 2 yang akan ditemui , bagaimana kalian bisa menawarkan bahaya pada nya " ucap Anna yang dengan raut wajahnya menunjukan ketidak sukaan lalu berpindah ke samping ku .

Tiba tiba saja tangan kiri Anna menggenggam tangan kanan ku , mata ku meliriknya. Untuk apa Anna melakukan itu dalam kondisi seperti ini? Apalagi Hesty nampak melirik genggaman tangan ku juga dan melihat kedua mata ku. Reaksinya cukup membuat jantung ku berdegup .

Putri Sinta kemudian mengikuti Anna lalu mendekati mas Ryan dan melakukan hal yang sama. Putri Sinta menggenggam tangan mas Ryan lalu menyandarkan kepalanya di pundak mas Ryan.

Mas Ryan nampak tidak nyaman. Dia ternyum dan bergerak gerak kemudian berbisik pada putri sinta .

"Ya. Kami juga saling menjaga satu sama lain , kami bukan pahlawan tapi ketika mas Ryan berkehendak apapun aku selalu menuruti nya. Meski nyawanku taruhannya. " Ucap putri sinta setelah kembali menegakan kepalanya dan melepas genggaman. Tangan nya..

"Maaf, putri apakah dengan mas Ryan kalian saling jatuh cinta ?" Ucap ku bertanya

Tanpa dijawab putri sinta mengangguk sambil ternyum lebar. Reaksi mas Ryan nampak Terheran heran dan menggeleng gelengan kepalanya.

"Sttt . Eh Ta, apa sih? " Ucap mas Ryan memperingatkan

Aku yang melihatnya hanya tersenyum saja. Apa iya jin dan manusia bisa bersatu?

"Udh udah kita fokus ke awal saja. Tujuan kita akan menuntaskan kasus ini ,.kalau mau ga ikut ga papa juga. Aku dan Shinta pasti bisa menuntaskan nya. Hanya saja jika ada yang memiliki kemampuan seperti kalian aku harap bisa terbantu. " Tambah mas Ryan menjelaskan dan juga memohon

Hesty nampak antusias dari penuturan mas Ryan lalu mengangkat tangan kanan nya..

"Aku sih setuju saja. Menolong orang sebelum diserang itu lebih baik , lagi pula Jaka Wardhana harus menemukan makhluk yang sempat menyerang kami tempo hari, jika dibiarkan maka akan ada korban lain " tutur Hesty yang membuat ku kagum dibuatnya.

Aku mengela napas lalu melirik Anna , wajah ku menatap tanpa segan , lalu wajah ku tersunggih senyum memberi kode

"Aku akan ikut dalam kasus ini, Hesty aja bisa masak aku tak bisa?" Ucap Bagas menyunggingkan senyumnya dan menepuk dada nya dengan kepalan tangan matanya melirik ke arah Hesty lalu kembali kepada Anna.

Anna yang terkejut mendengar ucapan ku membulatkan matanya. Lalu dia mengela napas .

"Baik kakang, bila itu kemauan mu , hanya saja aku bisa datang ketika kau membutuhkan bantuan ku dan memanggilku. " Ucap anna yang membuat ku cukup senang

Memang Anna tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk sesuatu diluar perjanjian jika majikannya hanya dalam keadaan bahaya maka Anna baru akan turun tangan. Akupun tidak akan memaksa nya. ada mas Ryan yang ku pikir memiliki kemampuan jauh berpengalaman.

Putri Sinta tersenyum lebar " jadi kita bisa berpetualang lagi nih. Selanjutnya kita menyusun strategi "

"Strategi apa sih Ta, paling tidak langsung serang kan ?" Ucap mas Ryan mencibir perkataan Putri Sinta .

"Halah.... Itu juga strategi kan. Kalau keliatan musuh kita langsung serang aja kan. Simple " sahut putri Sinta sambil mengayunkan tangan kanannya

" Aku sih ikut aja sama mas Ryan. " Ucap ku memberikan masukan yang bukan ide

"Kita pancing mereka keluar dulu, Hesty dan Bagas kalian bisa mengerti maksud ku?" Tanya mas Ryan. Pada Hesty dan juga kepada ku

Hesty menanggung tanda paham, aku yang tak paham hanya menyengir kuda saja dan garuk kepala saja. Anna hanya terdiam tidak bereaksi dia tampak cuek sambil memainkan rambut panjangnya.

Jaka wardhana nampak bergerak dari lamunannya " enak saja tuan putri jadi umpan yang bisa membahayakan nyawa nya, kenapa tidak kau sendiri " ucap Jaka menunjuk mas Ryan

Mas Ryan tersenyum kecil , lalu menggaruk punggungnya yang sepertinya gatal beneran
"Kalau aku yang jadi umpan, mereka akan mudah mengenali ku dan tidak akan menyerang, aura dari bapak ku bisa menolak mereka " jelas Ryan

"Alasan " cibir Jaka Wardhana

"Iya kalau punya ide , silahkan utarakan" ucap putri Sinta menyela jala Wardhana ,

"Kita cari tempatnya dan kita serang saja markas mereka " timpal Jaka Wardhana

"Kalau kami sudah tau, ga bakalan minta bantuan kedua anak ini, " timpal putri Sinta

Semua orang nampak kebingungan, memang satu satu nya cara yaitu membuat jebakan agar mereka keluar di tempat yang diinginkan.

Putri sinta melirik kesana kemari , matanya memperhatikan setiap wajah yang ada di gazebo di belakang rumah hesty .

Hembusan angin sore sudah terasa dingin , matahari pun hampir tenggelam diufuk barat. Hesty yang setuju tadi nampak menunggu persetujuan jin penjaganya tentang rencana membuat jebakan.

Jaka Wardhana terdengar menarik napas "Baiklah, aku menuruti saran tuan putri"

Hesty sedikit terlihat senang melihat tanggapan dari Jaka yang sudah melunak .

"Gimana Bagas, ? Siap melawan mereka lagi" tanya Hesty

Melihat senyuman Hesty yang penuh artiatau hanya merayu , aku akan tetap bersama Hesty dengan segala ide dan resiko nya.

"Baiklah kita sepakat, aku dan Hesty akan jadi umpan " ucap ku memastikan

Putri Sinta nampak senang namun dia melirik mas Ryan yang sedang memikirkan sesuatu , lalu mencubit pinggangnya
"Aduh. ...apa apaan kau ta, iseng banget sih " ucpan mas Ryan kesal.

"Sudah mikirnya ? " Tanya putri Sinta menaikan halis kanannya

" Mikir apanya? , tinggal nyari lokasi yang jaduh dari warga saja kan? " Tanya mas Ryan

"Yah, baru saja aku yang akan bertanya " timpal putri Sinta

"Betul itu mas, soal lokasi saya ada nih tempat dan rumah terbengkalai di kaki gunung S, banyak vila dan rumah tak terawat dan sering dijadikan konten horror " ucap Hesty

"Dimana itu? Jauh tidak ? " Tanya mas Ryan

"2 jam perjalanan dari sini " jawab Hesty

"Bagus, sekarang tinggal waktunya saja. Ada yang Usul ? " Mas Ryan mengajukan pertanyaan

" Besok malam saja , kita naik mobil ku saja " ucap Hesty

Mas Ryan dan Hesty nampak kompak saling bercakap - cakap aku yang disini seolah jadi kambing conge dari keharmonisan mereka.

"Apa saja yang harus kita bawa besok ?"tanya ku menyela obrolann mereka berdua.

Mas Ryan menoleh ke arah ku , begitu juga Hesty . Anna yang sedari tadi hanya diam begitu juga Jaka Wardhana. Namun. Putri Sinta nampak gusar di belakang mas Ryan.

"Aku punya senjata dan sedikit Kanuragan, kau punya apa dek Bagas ?" Tanya mas Ryan yang membuat ku menyadari bahwa ini pertaruhan nyawa.

"A..aku... " Ucapan ku terhenti dan melirik Anna yang sedari tadi memainkan rambut panjangnya ,

"Aku bisa silat " ucap ku tegas

"Kakang Bagas sudah punya kekuatan , hanya saja akan muncul dalam waktu sangat terdesak , itu pun jika kakang menginginkannya " ucap Anna menjelaskan.

"Baiklah, jadi kita sepakat besok dengan perlindungan penjaga masing -masing kecuali Bagas , " tukas mas Ryan


***
Waktu pun berlalu , akhirnya Bagas bisa mendapat izin dari ibu nya dengan syarat harus memiliki rengking di kelas. Alasan yang cukup sederhana tapi satu hal yang dibohongi nya ialah bahwa Bagas menginap di rumah Radit.

Malam itu Bagas tidak bisa tidur entah mengapa matanya sulit terpejamkan. Mas Ryan sudah tertidur pulas . Kali ini aku tidak satu kamar dengan Hesty tapi satu kamar dengan mas Ryan .

Main hp pun bosan, waktu sudah menunjukan jam 11.30 cukup larut malam aku tidak bisa tidur. Anna sudah ku perintahkan untuk pulang menjaga ibu dan adik ku di rumah. Lalu jin penga Hesty entah kemana , dia makhluk halus yang bisa menghilang sesuka hatinya. Begitu pula putri Sinta sama juga. Tapi dia ditugaskan oleh mas Ryan agar mencari tahu dan arah tempat yang besok akan dijanjikan.

Disaat lamunan ku melayang tiba tiba ada suara pintu terbuka , namun bukan dari kamar ini tapi dari kamar lain.
"Hesty mungkin ke luar kamar kali ya? " Ucap ku bermonolog sendiri dalam batin

Tap... Tap ...tap
Ada suara jejah langkah kaki berjalan dari koridor , akan tetapi suara itu sepeti terburu buru. Akupun penasaran apa yang terjadi , kalau kalau ada maling bisa aku gagalkan rencana mereka .

Akupun membuka pintu perlahan dan membuka nya sedikit. Rumah sebesar ini memang selalu sunyi . Tidak ada orang yang ada di koridor, namun aku merasa tidak salah mendengar ada suara yang berjalan cepat tadi.

Akupun mengendap endap tapi bukan seperti maling yah. Aku berjalan pelan agar tidak menimbulkan suara. Mendekati kamar Hesty yang nampak sedikit terbuka . Aku mengintip isi dari kamarnya .

Dia Atas kasur tidak ada sosok Hesty , jadi benar tadi ada suara yang keluar dari kamer adalah Hesty akan tetapi kenapa ?

Akupun berjalan menuju anak tangga , namun baru saja aku menujunya tiba tiba suara ...

(Bersambung )



Quote:



Quote:

Quote:


Selamat Membaca
Diubah oleh aguzblackrx 11-06-2024 23:03
riodgarp
Kurohige410
Araka
Araka dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.