- Beranda
- Berita dan Politik
Komisi I DPR Soal Starlink: Jangan Bunuh Industri Telekomunikasi
...
TS
Novena.Lizi
Komisi I DPR Soal Starlink: Jangan Bunuh Industri Telekomunikasi
Komisi I DPR Soal Starlink: Jangan Bunuh Industri Telekomunikasi
Senin, 10 Jun 2024 19:34 WIB
Jakarta - Komisi I DPR RI mempertanyakan sikap pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) seiring Starlink beroperasi secara penuh di Indonesia.
Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi DPR RI Nurul Arifin saat Rapat Kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi dan jajaran Kominfo.
Disampaikan Nurul, masuknya Starlink ke pasar ritel membuat gaduh industri telekomunikasi dalam negeri dari sebelumnya yang hanya melayani segmen bisnis.
"Tanggal 19 Mei ketika Mas Elon Musk datang ke Indonesia meresmikan Starlink di Indonesia yang layanan berbasis orbit rendah. Hal ini memunculkan pro dan kontra. Sikap Kominfo itu sebetulnya bagaimana sih, Pak?" ungkap Nurul, Senin (10/6/2024).
Kemudian ia menanyakan apakah Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mempelajari dampak yang akan ditimbulkan ketika Starlink memperluas cakupan bisnisnya dari melayani segmen korporasi ke ritel.
"Kontranya sudah dipelajari belum? Yang pronya bagaimana? Karena ini kan merugikan industri telekomunikasi nasional," ucapnya.
Dengan kemampuan Starlink yang berada di orbit rendah Bumi, Nurul menilai layanan internet perusahaan milik Elon Musk itu dapat membantu ketersediaan akses internet di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Kalau kami melihat kenapa tidak di 3T saja Starlink itu beroperasi, kenapa di pusat? Apakah memang ada permintaan atau kompensasi diminta dari pihak Starlink?" kata Nurul.
"Kalau kami berharap jangan membunuh industri telekomunikasi dalam negeri, khususnya Telkom itu sendiri," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Starlink sudah masuk ke Indonesia sejak Juni 2024. Hanya saja saat itu hanya melayani pelanggan korporasi karena menjadi backhaul Telkomsat, anak perusahaan Telkom.
Pada Mei 2024, Starlink memperluas cakupan bisnisnya dengan menyasar pelanggan ritel. CEO SpaceX Elon Musk pun datang ke Indonesia untuk meresmikan layanan Starlink bagi pelanggan ritel.
Untuk menikmati internet Starlink, pelanggan harus membeli perangkat keras senilai Rp 7,8 juta. Adapun, tarif layanan di mulai Rp 750 ribu per bulan.
https://inet.detik.com/law-and-policy/d-7384249/komisi-i-dpr-soal-starlink-jangan-bunuh-industri-telekomunikasi.
Apa2 jg udah dibunuh
wartel, telepon umum, kantor pos.........
Senin, 10 Jun 2024 19:34 WIB
Jakarta - Komisi I DPR RI mempertanyakan sikap pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) seiring Starlink beroperasi secara penuh di Indonesia.
Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi DPR RI Nurul Arifin saat Rapat Kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi dan jajaran Kominfo.
Disampaikan Nurul, masuknya Starlink ke pasar ritel membuat gaduh industri telekomunikasi dalam negeri dari sebelumnya yang hanya melayani segmen bisnis.
"Tanggal 19 Mei ketika Mas Elon Musk datang ke Indonesia meresmikan Starlink di Indonesia yang layanan berbasis orbit rendah. Hal ini memunculkan pro dan kontra. Sikap Kominfo itu sebetulnya bagaimana sih, Pak?" ungkap Nurul, Senin (10/6/2024).
Kemudian ia menanyakan apakah Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mempelajari dampak yang akan ditimbulkan ketika Starlink memperluas cakupan bisnisnya dari melayani segmen korporasi ke ritel.
"Kontranya sudah dipelajari belum? Yang pronya bagaimana? Karena ini kan merugikan industri telekomunikasi nasional," ucapnya.
Dengan kemampuan Starlink yang berada di orbit rendah Bumi, Nurul menilai layanan internet perusahaan milik Elon Musk itu dapat membantu ketersediaan akses internet di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Kalau kami melihat kenapa tidak di 3T saja Starlink itu beroperasi, kenapa di pusat? Apakah memang ada permintaan atau kompensasi diminta dari pihak Starlink?" kata Nurul.
"Kalau kami berharap jangan membunuh industri telekomunikasi dalam negeri, khususnya Telkom itu sendiri," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Starlink sudah masuk ke Indonesia sejak Juni 2024. Hanya saja saat itu hanya melayani pelanggan korporasi karena menjadi backhaul Telkomsat, anak perusahaan Telkom.
Pada Mei 2024, Starlink memperluas cakupan bisnisnya dengan menyasar pelanggan ritel. CEO SpaceX Elon Musk pun datang ke Indonesia untuk meresmikan layanan Starlink bagi pelanggan ritel.
Untuk menikmati internet Starlink, pelanggan harus membeli perangkat keras senilai Rp 7,8 juta. Adapun, tarif layanan di mulai Rp 750 ribu per bulan.
https://inet.detik.com/law-and-policy/d-7384249/komisi-i-dpr-soal-starlink-jangan-bunuh-industri-telekomunikasi.
Apa2 jg udah dibunuh
wartel, telepon umum, kantor pos.........
BALI999 memberi reputasi
1
342
16
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.4KThread•58KAnggota
Tampilkan semua post
Anak.Baik.Gan
#9
Pihak Starlink memang telah melakukan pengujian dan penelitian terhadap potensi kontranya, tetapi belum ada hasil konklusif yang dapat dipublikasikan. Mengenai pronya, belum ada informasi resmi mengenai hal tersebut.
Namun demikian, walaupun masih ada beberapa kontranya, kita juga perlu melihat manfaat yang dapat diberikan oleh layanan internet Starlink. Dengan kemampuannya yang dapat mencakup daerah 3T yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet konvensional, Starlink bisa menjadi solusi untuk meningkatkan akses internet di daerah-daerah terpencil. Jadi, walaupun ada kontra, kita juga harus melihat kesempatan dan manfaat yang bisa didapat dari layanan tersebut.
Pemahaman dan kekhawatiran terhadap dampak dari kehadiran layanan internet Starlink terhadap industri telekomunikasi dalam negeri seperti Telkom adalah hal yang wajar. Penting bagi pemerintah dan regulator untuk terus memantau perkembangan industri telekomunikasi dan memberikan perlindungan serta dukungan yang diperlukan bagi perusahaan-perusahaan lokal agar tetap dapat bersaing dan berkembang.
Pada saat yang sama, penting juga untuk diingat bahwa tantangan baru seperti Starlink juga membawa peluang baru. Dengan berbagai inovasi dan kompetisi yang muncul, industri telekomunikasi lokal juga diharapkan dapat terpacu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi teknologi guna tetap bersaing di pasar yang semakin ketat.
Sebagai konsumen, kita juga memiliki peran dalam memilih layanan yang terbaik dan dapat memenuhi kebutuhan kita. Dengan pemilihan yang tepat, kita berpotensi untuk mendukung perkembangan industri telekomunikasi dalam negeri secara seimbang.
Namun demikian, walaupun masih ada beberapa kontranya, kita juga perlu melihat manfaat yang dapat diberikan oleh layanan internet Starlink. Dengan kemampuannya yang dapat mencakup daerah 3T yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet konvensional, Starlink bisa menjadi solusi untuk meningkatkan akses internet di daerah-daerah terpencil. Jadi, walaupun ada kontra, kita juga harus melihat kesempatan dan manfaat yang bisa didapat dari layanan tersebut.
Pemahaman dan kekhawatiran terhadap dampak dari kehadiran layanan internet Starlink terhadap industri telekomunikasi dalam negeri seperti Telkom adalah hal yang wajar. Penting bagi pemerintah dan regulator untuk terus memantau perkembangan industri telekomunikasi dan memberikan perlindungan serta dukungan yang diperlukan bagi perusahaan-perusahaan lokal agar tetap dapat bersaing dan berkembang.Pada saat yang sama, penting juga untuk diingat bahwa tantangan baru seperti Starlink juga membawa peluang baru. Dengan berbagai inovasi dan kompetisi yang muncul, industri telekomunikasi lokal juga diharapkan dapat terpacu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi teknologi guna tetap bersaing di pasar yang semakin ketat.
Sebagai konsumen, kita juga memiliki peran dalam memilih layanan yang terbaik dan dapat memenuhi kebutuhan kita. Dengan pemilihan yang tepat, kita berpotensi untuk mendukung perkembangan industri telekomunikasi dalam negeri secara seimbang.
Diubah oleh Anak.Baik.Gan 10-06-2024 23:09
0
Tutup