Kaskus

Story

aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
Satu Kelas Dengan Dia
Horror, Romance

Satu Kelas Dengan Dia

Quote:


PROLOG


Bagas tak sengaja menjadi indigo karena insiden tenggelam di kolam empang yang berair kotor saat masih berumur 3 tahun yang membuat jiwanya terbawa ke alam gaib dan mendapat kemapuan bisa melihat makhuk tak kasat mata meski tidak sekaligus dan berangsur angsur lama hingga dia bertemu dengan sosok di sekolah nya yang membuat dirinya menyadari memiliki kemampuan dan mendapatkan sebuah tanggung jawab besar dalam hidupnya




Quote:


Spoiler for Jangan di Buka:


Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 21-09-2024 09:52
viper990Avatar border
qiem.tamvanAvatar border
dwi.haryana.982Avatar border
dwi.haryana.982 dan 28 lainnya memberi reputasi
27
30.1K
1.6K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
#158
Part 28
#

"Hes, di rumah ada siapa?" Tanya ku pada Hesty

Setelah motor diparkirkan di depan rumah nya Hesty turun dari motor ku dan menghadap ke arah ku.

"Gak ada siapa siapa, pembantu doang " jawab Hesty tersenyum

Jadi secara tidak langsung aku dan Hesty hanya berdua saja di rumah besar ini, sempat terpikir jika kami sudah menikah dan memiliki anak dan memiliki rumah sebesar ini hidup bersama. Tentu sangat bahagia bila wkatu itu tiba.

"Ayo masuk " ajak hesty yang membuat lamunan ku buyar

Kamipun berjalan menuju pintu yang memiliki dua daun pintu berwarna putih

"Mamah, papa kemana?" Tanya ku lagi

"Biasa, kerja tanpa kenal waktu " jawab Hesty lalu membuka pintu

Kreeek pintu terbuka dan seperti istana itulah isi rumahnya. Aku pernah sebelumnya ke rumah ini masih nampak sunyi dan sepi. Rasa was was masih aku dapati terlebih jin penjaga nya cukup protektif terhadap Hesty.

"Kita langsung ke kamar ku aja" ajak Hesty yang membuatku terkejut

Baru kenal udah ngajak kamar, begitulah fikiran kotor ku, mau ngapain ya? Buat anak ? Atau ? aku sempat tertegun sejenak mendengar ajakannya yang terlalu klise seperti di film film. Namun segera ku tepis fikiran kotor itu dan menanyainya

"Emang nya di kamar ada apa?" Tanya ku yang mulai menaiki anak tangga mengikuti Hesty . Nampak bulatan dari bemper nya yang padat mengarah ke wajah ku.

"Ya ada kasur " jawab Hesty yang nampak terkekeh kekeh

"Loh , kamu udah ngantuk Hes ? " Tanya ku polos ketika sudah sampai di depan pintu

Hesty membalikan badannya ke arah ku , lalu tiba tiba saja jari lentiknya mendarat di bibir ku.

"Cah bagus, ikuti aja proses nya. Jangan banyak tanya yang gak gak " sahut Hesty dengan sedikit menajamkan matanya ke arah mata ku.

Dengan wajah sedikit itu aku merasa gugup dengan tatapan Hesty , terlalu cantik untuk digambarkan.

Pintu pun dibuka lalu kami masuk ke dalam kamar yang begitu rapi dan nyaman serta wangi parfum khas wanita menusuk hidup membuat segar di fikiran. Rasa gugup makin menjadi bagaimana tidak aku yang pertama kali masuk ke dalam kamar perempuan dan berduaan tentu saja sangat tidak biasa dan tidak nyaman. Bagaimana jika orangtua Hesty datang dan menggerebek kami berdua .

Puas dengan pemandangan di dalam kamar, akupun dipersilahkan duduk di bangku belajar membelakangi meja nya. Hesti duduk di pinggiran kasurnya dan meletakan tas putihnya di atas bantal. Lalu bangkit kembali untuk ke dapur
"Aku ke dapur dulu ya" sahut Hesty lalu keluar kamar

Beberapa menit berlalu dia kembali dengan membawa nampan berisi minuman dan cemilan diambilnya dari dapur ada diletakan di atas meja belajarnya.

"Kita lakukan prosesi nya nanti malam saja, sekarang kita persiapan saja , " ucap Hesty

Mendengar ajakannya aku teringat bahwa tentu aku akan pulang malam, jadi sempat ragu melanjutkan prosesi ini .

"Gak bisa sekarang ?, aku pulangnya gimana kalau malem?" Tanya ku khawatir

"Gampang, Bagas nginep aja di sini yah, jadi besok bisa berangkat dari rumah ku" jawab Hesty enteng.

Aku yang bingung karena belum pernah menginap di rumah teman cewek hanya garuk garuk kepala. Akhirnya aku mengirim pesan kepada adek ku bahwa hari ini aku menginap di rumah teman karena ada tugas kelompok.

"Jadi apa yang kita butuhkan buat nanti malam? Hes "

"Niat, dan bersuci serta amalan setelah sholat isya"

"Cuma itu?"

"Jin penjaga mu Gas, undang kesini , untuk menjaga raga mu dari gangguan makhluk lain karena ini beresiko"

Mataku terbelalak seketika saat Hesty untuk mengundang Anna kesini, aku khawatir ketidaksukaannya malah membuat prosesi ini tidak berjalan mulus

"Kamu yakin,Hes ? " Tanya ku penasaran reaksinya

Hesty hanya tersenyum yakin sambil menagnggukan kepalanya ke arah ku. Matanya berbinar berkedip memohon . Hati luluh meski keraguan dengan mereka yang saling bertolak belakang. Dengan hati yang mantap akhirnya aku menyanggupinya .

Malam pun tiba , solat isya sudah ku tunaikan , sempat ibu menelpon ku beberapa menit memastikan bahwa aku sudah makan atau belum , ibu memang Paling perhatian sejagat . Untungnya persediaan makan di rumah Hesty bisa mengenyangkan perut ku malam ini jadi ibu tidak khawatir lagi meski sempat berbohong bahwa aku menginap di rumah teman pria.

Kami berdua sudah siap di ruang kamar Hesty dengan segala hati yang mantap. Hanya saja kami masih memakai seragam sekolah begitu pula Hesti. Dia sepetinya tidak mandi mungkin takut diintip kali yah. kalau aku sendiri sudah mandi namun masih memakai seragam karena tidak membawa pakaian ganti.

Sebelum prosesi aku diminta untuk memanggil jin pengaga ku , dengan hati yang mantap akhirnya aku memanggil nama asli Anna,

"Dewi Sukma Kelana, hadir "

Beberapa detik kemudian terdengar sebuah ledakan yang membuat kami kaget.

DUARRR

Lalu Harum wangi semerbak mengganti bau parpum kamar hesty , harum yang makin menyengat tidak biasanya. Sosok wanita cantik dan anggun sudah ada nampak di depan jendela yang berjarak 3 meter dari kami. wajahnya sedikit masam dan tidak menoleh ke arah ku sama sekali. Wajahnya teralihkan ke luar rumah seperti enggan memandang ke arah kami.

"Anna, maaf aku memanggil mu" sahut ku pada Anna , lalu dia menoleh ke arah ku

"Kenapa kakang ada disini, cukup berbahaya bila kau tak ditemani oleh ku apalagi jin penjaga teman mu ini jahat terhadap mu" sahut Anna

"Tentu aku paham, akan tetapi teman ku yang satu lagi dalam bahaya, kau sendiri bilang tidak bisa menolongnya , sekarang kau hanya bisa membantu ku. Tugas mu hanya menjaga raga ku, kali ini aku akan pergi menyelamatkan teman ku Merry." Kata ku menjelaskan pada Anna

"Dan Hesty dialah yang duluan berniat menolong nya, apakah kau tidak mau sekali ini saja bersabar ?" Sambung ucapan ku pada Anna yang kemudian menatap ke arah ku lalu tertunduk .

"Lantas bagaimana jika kakang celaka lagi? Apalagi kau belum tau siapa yang akan kakang hadapi "Ucap Anna lalu mendekati ku . Tangannya menyentuh tangan ku. Mata nya berbinar seperti khawatir

"Tenang lah Anna, aku akan baik baik saja" ucap ku membalas pegangan tangannya

Terdengar suara helaan napas Hesty dari belakang ku, seperti menahan sesuatu .

"Baiklah kakang, aku akan menjaga raga mu dan juga gadis ini , kau bisa menyebut namaku jika terjadi sesuatu kakang " ucap ku menenangkannya

"Terima kasih Anna, usaha ku mungkin tidak mudah , tapi ada Hesty yang membantu ku kali ini, tenang saja " ucap ku meyakinkan kembali pada Anna

Mata ku menoleh ke arah Hesty dia nampak memangku tangannya matanya ditajamkan sepertinya dia mulai kesal .

Setelah obrolan cukup panjang, akhirnya kami berdua brsiap siap.

Seperti orang berdzikir aku duduk dengan menutup kedua mata ku , beberapa rapalan yang diajarkan ku baca berkali kali. Konsentrasi penuh begitupula dengan Hesty dia duduk dibelakang ku memakai mukena. Anna duduk disebelah ku, tangannya menggenggam telapak tangan ku, hawa energi begitu hangat menjalar di tubuhku. Perlahan tubuhku ku menjadi ringan dan seluruh pendengaran begitu hening dan pada akhirnya terlihat seberkas cahaya putih lalu membesar dan menerangi ruangan ini.

Sebuah tepukan pada pundak ku dari arah belakang cukup terasa hingga aku menoleh ke arahnya. Hesty dengan pakaian seragamnya Nampak tersenyum , aku yang heran karena posisi ku masih ada di dalam kamar Hesty.

"Kita masih disini Hes? Gak berhasil ya?" Tanya ku bingung

"Ikuti aku " ucap Hesty tanpa menjawab pertanyaan ku..

Aku yang sempat heran melihat ke kanan dan ke kiri mencari Anna, namun tidak ditemukannya .

Hesty berjalan dan keluar kamar, akan tetapi hal aneh yang ku lihat adalah cahaya merah kuning seperti senja terlihat dari arah jendela. Saat langkah kami mendekati pintu kaki ku seperti ringan. Akupun heran begitupula tangan ku . Kamipun menuruni tangga dan dan keluar rumah..

Benar saja kini kami melihat cahaya senja magrib langit lembayung kuning , suasana begitu dingin menusuk tulang suhu diluar. Pak satpam yang biasa nangkring di pos tidak terlihat.

"Hes kita mau kemana sekarang?" Tanya ku pada Hesty masih tidak paham

"Kita sudah beda dimensi Gas. Kau perhatikan nanti " ucap Hesty yang terus melangkah dan membuka gerbang.

Derit suara gerbang nampak begitu keras seperti sudah lama tidak dibuka. Jelas sekali karat yang menempel pada pagar rumah cukup jelas meski suasana nampak senja.

Saat kami sudah keluar pagar, jalan nampak lengan dan kosong, semak belukar seperti sudah merajai pinggiran jalan coran termasuk rumput rumput kecil sudah mulai menguasai jalan.

Rumah rumah yang besar berjejer nampak begitu menyeramkan , tidak ada lampu penerangan di jalan dan juga di rumah bahkan kalau diperhatikan sudah banyak kerusakan lapuk dimakan usia . Padahal aku yakin betul seluruh rumah elit disini begitu mewah dan bagus.

Kami berjalan perlahan menuju gang rumah Merry yang tidak jauh dari gang rumah Hesty. Terdengar sayup sayup musik gamelan sesaat kami memasuki gang rumah Merry.

Setelah masuk gangz dari kejauhan nampak beberapa orang seperti sedang memeragakan sesuatu di depan rumah Merry ,

"Hes, itu tenda ?" Tanya ku memastikan

" Iya, sepetinya akan ada acara , tapi apa yah" tanya balik Hesti

Kami pun semakin mendekat dan jelas dekorasi yang belum rampung nampak sebuah pelaminan megah dengan rangkaian bunga dan tirai warna warni serta kursi pengantin nampak rapi. Beberapa pekerja Mash sibuk menata bagian yang dipasang . Kami yang melihat ternyata disadari oleh mereka.

Hal aneh terjadi kembali saat mereka menoleh ke arah kami tubuh mereka sangat tinggi sampai sampai bisa berdiri setinggi tenda yang kurang lebih 3 meteran . Dan sebagian yang lain masih berukuran normal seperti layaknya manusia.

Aku yang sempat terkejut cukup dibuat bingung , kami yang hanya berdiri diluar pagar memperhatikan akhirnya disadari oleh para pekerja . Mata mereka menyorot tajam seperti tidak suka dengan kedatangan kami. Salah satu dari mereka yang berukuran sedang menghampiri kami berdua.

"Ada perlu apa kalian kesini , cepat pergi saja " ucap sosok itu meski nampak normal layaknya manusia

"Maaf , kami datang kesini untuk bertemu dengan pemilik rumah , apakah bisa ktemu sebentar " ucap Hesty memohon

" Sebentar , kalian ada urusan apa kesini , anak manusia dilarang masuk " jawab sosok itu lalu mengibaskan tangannya seperti menolak kami.

"Tapi, pemilik rumah ini adalah teman kami, tolong beri tau dia"

"Tidak bisa, pergi kalian atau akan ku panggilkan pengawal " hardik sosok itu

Akan tetapi karena gerbang sdikit terbuka dan tidak ada penjagaan tiba tiba saja hesty berlari melewati sosok itu.

"Bagas, tidak ada waktu lagi " ucap Hesty lalu menarik tangan ku cukup keras

Dengan reflek aku pun ikut berlari mengejar hesty yang sudah melepaskan genggaman tangannya.

Kami berlari menerobos pintu gerbang , beberapa sosok yang sedang bekerja nampak terkejut melihat ke arah kami, lalu menuju pintu utama tersebut.

"Penjaga, cepat tangkap kedua anak manusia itu " pekik sosok yang tadi menghadang kami.

Kami yang sudah menerobos masuk pintu utama mencari sosok Merry, lalu naik ke lantai 2 dan masuk ke kamar Merry. Pintu pun terbuka karena tidak terkunci dan diapati Merry yang sedang duduk di depan cermin , dia duduk dan sedang menyisir rambutnya.

Merry cukup terkejut dengan kedatangan kami, akupun sempat melihat tubuh Merry nampak jauh lebih kurus dari sebelumnya z wajahnya pucat dengan pakaian yang sudah lusuh.

"Bagas, Hesty ? " Ucap Merry yang cukup terkejut itu

"Merry, ikut kami sekarang !" Ajak Hesty lalu menghampiri nya

"Iya Merr, kamu harus pulang" ucap ku sambil menyentuh bahu merry

"Pulang kemana? Ini kan rumah ku" jawab Merry heran dengan ajakan kami.
"Kalian juga kenapa masih memakai seragam , bukannya kita sudah lulus 1 tahun lalu?. Kalian Becanda kan?" sambung Merry melihat

"Lulus ?" Aku dan Hesty mengucapkan nya bersamaan sambil menoleh bergantian

"Besok aku mau menikah dengan seorang pangeran , kalian datang yah? " Ajak Merry dengan raut wajah senang.

"Merr, sadar kamu tidak seharusnya disini, mamah kamu mengakhawtirkan mu di rumah , ayo pulang " ajak Hesty sambil meraih tangan Merry

Wajah cerita Merry berubah dingin
"Kalian aneh, " lalu tangan Hesty dilepaskannya dengan tatapan tajam


"Lepaskan !. kalian kenapa sih, sudah aneh memakai seragam , malah ngajak pulang entah kemana " pekik Merry menggerutu

"Tapi, lihat rumah ini kamu ga lihat sebenarnya ?" Ucap ku sambil mengarahkan rangan ku keseluruhan ruangan


Sebenarnya rumah Merry juga termasuk rumah yang kondisinya sudah hancur , apalagi tembok temboknya sudah lapuk dan banyak sekali lumut yang hidup serta plafon yang sudah bocor dimana mana. Jadi kondisi rumah ini sebenernya sudah tidak layak huni. Namun Merry seperti tidak merasakan keanehan itu.

Belum juga beberapa menit, tiba tiba saja datang dua makhluk besar seperti kera datang ke dalam kamar Merry namun anehnya Merry seperti tidak takut dengan kedua makhluk itu.

Dengan tergesa gesa dua makhluk itu menyerang kami , dengan sigap aku dan Hesty mengindari . Tangan mendobrak pintu lalu kedua mata mereka melotot memandang ke arah kami.

"Jadi kalian ingin memgagalkan pernikahan ku? Hah" bentak merry dengan mata melotot

"Pak satpam cepat usir mereka , " seru Merry memerintahkan pada sosok yang baru datang tadi.

Ucapan Merry membuat ku bertanya tanya apakah pengaruh dari makhluk itu sungguh kuat atau ....
Diubah oleh aguzblackrx 14-05-2024 15:01
suryaassyauq603
Kurohige410
Araka
Araka dan 11 lainnya memberi reputasi
12
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.