- Beranda
- Sejarah & Xenology
Agama Manichaeisme | Agama (yang pernah) Terbesar di Dunia
...
TS
tyrodinthor
Agama Manichaeisme | Agama (yang pernah) Terbesar di Dunia

Pada abad ke-3 M, lahirlah seorang nabi yang dipercaya sebagai nabi terakhir yang telah dinubuatkan kedatangannya di dalam Taurat dan Injil, yang akan menjadi penerus Al-Masih / Mesias, yang akan membawa terang dan kedamaian dunia. Dialah nabi yang disebutkan oleh Yesus di dalam Injil sebagai Parakleitos("Sang Penghibur"). Dialah sang nabi yang menyempurnakan seluruh ajaran para nabi dan para pendiri agama-agama besar terdahulu.
Anjay... susunan kalimat pembuka gua udah kayak sales agama belom?

Jika kamu mengira nabi terakhir yang dimaksud di atas adalah Muhammad, maka kamu keliru. Muhammad itu hidup di abad ke-7 M. Nabi terakhir yang dimaksud di sini adalah Mani dari Persia. Gua yakin pasti banyak di antara kita yang tidak tahu siapa itu Mani. Mani adalah tokoh relijius dari Persia yang mengklaim dirinya sebagai nabi terakhir yang telah dinubuatkan Taurat dan Injil, yang telah dinubuatkan Yesus sebagai Parakleitos ("Sang Penghibur"), yang telah dinubuatkan Zarathustra sebagai Ahravan (titisan Ahura Mazda), dan yang telah dinubuatkan oleh Sang Buddha sebagai Buddha Maitreya (Buddha terakhir yang muncul di akhir zaman). Klaim ini tentu saja tidak bisa kita bantah, sebagaimana kita juga tidak bisa membantah klaim bahwa Muhammad juga nabi terakhir yang dinubuatkan di dalam Taurat dan Injil, atau klaim bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dinubuatkan di dalam Taurat. Namanya juga iman, masa mau kamu bantah.
Menariknya, agama ini pernah menjadi agama terbesar di dunia lho. Sebenernya sih istilah "terbesar di dunia ini" agak problematik, karena dunia yang dimaksud di sini mungkin hanya Eropa Barat, Eropa Timur, Afrika Utara, Timur Dekat, Timur Tengah, Indo-Yunani, Cina Barat, dan Cina Selatan. Dan meskipun kita tidak memiliki data sensus secara pasti terkait jumlah penganutnya, namun para sejarahwan benar-benar telah sepakat akan besarnya jumlah penganut agama ini. Pada saat itu, atau setidaknya sepanjang abad ke-3 sampai 7, agama ini telah dianut di beragam belahan dunia yang kusebutkan di atas. Hal ini berbeda dengan Kekristenan yang saat itu hanya dianut di Eropa Barat, Eropa Timur, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Juga berbeda dengan Buddhisme yang juga hanya dianut di Indo-Yunani, Cina, dan India. Para sejarahwan menemukan banyak sekali peninggalan dan petunjuk historiografi bahwa agama ini memang sempat menjadi agama terbesar di belahan-belahan dunia yang justru menjadi dunia yang umumnya basis kuat Kekristenan dan Buddhisme. Tentu saja saat itu belum ada Islam. Dan bahkan setelah Islam muncul, agama ini masih tetap berdiri meskipun mengalami penyusutan pengaruh di Timur Tengah.
Untuk itulah thread ini saya tulis, untuk membahas tentang sebuah agama yang pernah menjadi agama terbesar di dunia, yang bahkan mengalahkan Kekristenan, yang sekarang sudah punah. Agama ini namanya Manichaeisme, dan thread ini ane dedikasikan untuk para penggemar sejarah agama dan budaya untuk mengenal lebih dekat tentang Manichaeisme. Harapannya sih semoga bisa membuka wawasan kita semua tentang Manichaeisme dan gak ada lagi yang salah paham tentang Manichaeisme. Selamat membaca gan.
INDEX:
1. Pendahuluan.
2. Biografi Nabi Mani Menurut Tradisi.
3. Doktrin Utama dan Misi Agama.
4. Tokoh-Tokoh Supranatural (Mitologi).
5. Sistem Konversi / Perpindahan Agama.
6. Ritual Peribadatan dan Perayaan.
7. Peraturan (Syari'at) dan Suluk.
8. Sejarah: Asal-Usul Kepercayaan Manichaeisme.
9. Sejarah: Masa Kenabian Mani.
10. Kitab-Kitab Suci Manichaeisme.
11. Keduabelas Murid/Rasul Mani.
12. Penyebaran Manichaeisme ke Timur.
13. Penyebaran Manichaeisme ke Barat (1).
14. Penyebaran Manichaeisme ke Barat (2).
15. Daftar Tokoh Manichaean dari Abad 3 s.d. 7.
16. Daftar Tokoh Manichaean dari Abad 8 s.d. 10.
17. Skisma Manichaeisme.
18. Kemunduran dan Kepunahan Manichaeisme.
19. Sejarah Penelitian Sejarah Manichaeisme.
20. Trivia.
Diubah oleh tyrodinthor 16-10-2024 23:03
atamlee dan 23 lainnya memberi reputasi
24
4K
86
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tyrodinthor
#17
Tokoh-Tokoh Manichaean dari Abad 8 s.d. 10
Tokoh di abad ke-8 di antaranya:
Tokoh di abad ke-10 di antaranya:
- Ja'ad bin Dirham (w. ?), seorang Arab mantan Muslim yang memeluk Manichaean. Namanya dapat ditemui dan dicatat secara negatif oleh banyak penulis Muslim klasik sebagai zindiq, di antaranya adalah Ibnu Abi Hatim Ar-Razi, Ad-Darimi, Al-'Ajurri, Al-Baihaqi, dan Adz-Dzahabi. Namun Ibnu Nadim tidak memandang negatif. Ibnu Nadim memang menulis bahwa dia secara terang-terangan menyatakan diri telah mengikuti "Zandaqah", namun perlu dipahami bahwa kata Zandaqah sendiri pada masa itu maknanya belum berarti "nista". Kata ini berasal dari kata Zaddiqa yang artinya "orang yang benar", yang merujuk pada sebutan bagi The Elects dalam bahasa Persia (equivalen dengan Tsaduq dalam bahasa Ibrani, atau Shiddiq dalam bahasa Arab). Makna zandaqah/zindiq sebagai "nista/penista" dimulai sejak abad ke-10, yang merupakan rendering dari kata zandak dalam bahasa Pahlavi, yang artinya "sesat". Kata zandak juga digunakan oleh komunitas Zoroastrian untuk merujuk Manichaean. Ibnu Nadim mencatat bahwa Ja'ad bin Dirham pada mulanya mengikuti sekte Jahmiyyah. Kemudian, pada suatu ketika, dia berdebat dengan sesama Jahmi tentang sifat-sifat Allah, dimana dia menyangkal sifat-sifat Allah. Saat itu, dia mengatakan kepada sesama Jahmi: "Ketahuilah bahwa mulai sekarang aku adalah Zandaqah", dan dia bergabung dengan komunitas Manichaean di Boshtra (Bashrah). Dia dikabarkan dipenjara, namun tidak diketahui alasannya apa (Darimi dan Baihaqi mencatat bahwa dia menista Allah di muka umum sehingga dipenjara, namun yang paling mungkin adalah dia dipenjara atas permintaan/tuntutan dari sekelompok Muslim yang kalah debat dengannya kepada gubernur/amir Iraq waktu itu, Khalid Al-Qashri, dengan tuduhan menista Allah). Dia dikabarkan dipenggal di hari raya Idul Adha oleh sang gubernur sendiri. Hal menarik lainnya adalah, bahwa sang gubernur sendiri juga dituduh zindiq. Adapun Ja'ad memiliki putra bernama Marwan bin Ja'ad bin Dirham, dan menjadi tokoh Manichaean terkemuka di masa pemerintahan khalifah Al-Manshur (memerintah: 754-775).
- Marwan bin Ja'ad (w. ?), salah seorang tokoh Manichaean terkemuka di masa pemerintahan khalifah Al-Manshur sekaligus putra Ja'ad bin Dirham. Tidak diketahui rincian tentang kehidupannya.
- Ibnul-Muqaffa' / Ibnu Al-Muqaffa' (w. circa 756/759), seorang filsuf Manichaean, ahli bahasa Persia dan Arab, sekaligus ketua tim penerjemah kitab-kitab asing ke bahasa Arab bagi Al-Manshur. Dia orang Persia asli dengan nama Rozbeh pur-i Dadoe ("Rozbeh putra Dadoe"), yang ditulis Ibnu Nadim sebagai 'Abdullah Ruzbih bin Daduyah. Karena kemampuan bahasa asing dan literasinya, dia ditunjuk langsung oleh Al-Manshur sebagai kepala tim penerjemahan kitab-kitab asing (dalam hal ini kitab-kitab berbahasa Persia/Pahlavi dan Syria) ke dalam bahasa Arab untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Untuk kitab-kitab yang aslinya berbahasa Yunani dan Sanskerta, Ibnul-Muqaffa' menerjemahkannya dari versi Syria atau versi Persia. Beberapa karya terjemahan yang berada dalam tanggungjawabnya adalah Isaghujji (kitab Isagoge karya Porphyrius dari Tirus versi bahasa Syria), Kalilah wa Dimnah (kitab Panchatantra berbahasa Sanskerta, dia menerjemahkan dari versi Syria berjudul Kalilag wa Dimnag ("Malam dan Siang") karya Burzoe), Sirril-Asrar (kitab Khwaday-Namag ("Hikayat Raja-raja") berbahasa Pahlavi, yang merupakan kitab hikayat raja-raja Sassan), dll.
- Ibnu Thalut (w. ?), seorang ahli bahasa Syria dan Arab, bekerja untuk Ibnul-Muqaffa'. Namanya dicatat oleh Ibnu Nadim.
- Abu Hilal Ad-Daihuri (w. ?), Archegos Gereja Manichaean yang terkenal atas usahanya menyelesaikan skisma Manichaean pertama antara Al-Mihriyyah dengan Al-Miqlashiyyah, dengan kemenangan di kubu Al-Mihriyyah. Dia asli Berber di Afrika utara, dan mengembara ke Tesifon pada masa akhir dinasti 'Umayyah. Dia menjabat sebagai Archegos di masa pemerintahan Al-Manshur.
- Bozurmehr (w. ?), pemimpin sebuah bidat di dalam jemaat Manichaean di masa kepausan Daihuri. Ibnu Nadim menulis namanya sebagai Buzurmihr.
- Abu Sa'id Raha (w. ?), Archegos Gereja Manichaean yang menumpas sekte bidat Bozurmehr.
- Abu Syakir dan Ibnu Abi Syakir (w. ?), dia majhul (unknown). Ibnu Nadim hanya mencatat namanya sebagai seorang mutakallim ("ahli kalam/teolog/ahli debat") Manichaean.
- Ibnul-A'ma Al-Harizi (w. ?), dia merupakan seorang mutakallim Manichaean di Bozra (Bashrah) sekaligus seorang haqqin ("tabib/ahli pengobatan").
- Nu'man (w. ?), dia juga majhul. Ibnu Nadim hanya mencatat namanya sebagai seorang mutakallim ("ahli kalam/teolog/ahli debat") Manichaean.
- Ibnu Abil-'Auja' (w. ?), dia seorang mutakallim di Baghdad sekaligus anggota Ahlur-Ra'yi (partai advokat ad hoc di "Mahkamah Agung 'Abbasiyyah" (Qadhi'al-Qudha'at) yang mengutamakan ra'yi/pendapat pribadi berdasarkan kompetensi di bidangnya). Nama lengkap Abul-Wajiz Hasan bin 'Isa bin Khalaf Al-Auja'. Dia juga dikenal sebagai seorang pujangga Arab yang banyak menulis syair tentang cinta, kehidupan, dan keindahan alam.
- Shalih bin 'Abdul-Quddus (w. 783), seorang pujangga Arab asli Arab mantan Kristen yang memeluk Manichaeisme dan menjadi mutakallim Manichaean. Dia bersama Basyar bin Burd (w. 783) menjadi terdakwa pertama yang menerima vonis hukuman mati atas tuduhan zindiq pada tahun 783 di masa pemerintahan Al-Mahdi (memerintah: 775-785). Syair-syair Shalih ber-genre mazamir (pujian/panegirik).
- Basyar bin Burd (w. 783), seorang pujangga Arab asli Persia dan penganut Manichaeisme. Dia dijuluki Al-Mura'ats ("yang disulam") karena wajahnya penuh dengan jahitan/sulaman, seperti bekas-bekas luka. Banyak 'ulama Muslim klasik menyebut wajahnya buruk rupa sejak lahir, yang tentu saja ini hiperbola untuk mendiskreditkan Basyar bin Burd. Dia ditangkap atas tuduhan telah melakukan hija' (salah satu jenis gaya bahasa "satire" / sindiran dalam syair Arab) kepada khalifah Al-Mahdi. Dia bersama Shalih bin 'Abdul-Quddus didakwa atas tuduhan zindiq dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 783.
- Muhammad bin 'Ubaidillah (w. ?), sekretaris pribadi/juru tulis (katib) khalifah Al-Mahdi. Dia seorang ahli bahasa Arab dan Persia.
- Ishaq bin Khalaf (w. ?), dia juga majhul. Ibnu Nadim hanya mencatat namanya sebagai seorang pujangga Manichaean yang syair-syairnya ber-genre qasha'id (metrik panjang).
- Ibnu Syababah (w. ?), seorang filsuf Neoplatonisme dan sekaligus Manichaean asal Niffar. Nama lengkapnya Abu 'Ali Al-Husain bin Muhammad bin 'Abdul-Jabbar An-Niffari. Dia dikabarkan menulis banyak puisi cinta, dan menulis sebuah kitab filsafat yang berjudul Kitabul-Mustashfa min 'Ilmul-Ushul ("Kitab yang Paling Dicari Dalam Ilmu Pokok"). Kitab tsb sudah punah.
- Salim bin 'Amr Al-Khasir / Ibnu 'Amr (w. ?), dia juga majhul. Ibnu Nadim hanya mencatat namanya sebagai seorang pujangga Manichaean.
- 'Ali bin Al-Khalil (w. ?), seorang astrolog (ahli nujum), astronom, geografer, fisikawan, ahli geometri, matematika terapan, mutakallim Manichaean, sekaligus pujangga yang mengabdi kepada khalifah Al-Amin (memerintah: 809-813). Tidak diketahui detil kehidupannya. Dia diketahui menulis kitab tentang prediksi terjadinya gerhana matahari, pergeseran orbit planet, dan posisi konstelasi/rasi bintang, yang berjudul Zijul-Arkand ("Tabel Geometri").
- 'Ali bin Tsabit (w. ?), seorang astrolog dan guru bagi 'Ali bin Al-Khalil.
- Mouyu / Bögü (w. 780), Khagan Uyghur ketiga yang pertama kali memeluk Manichaeisme (menurut tradisi Uyghur). Dia tertarik dengan agama Manichaeisme setelah menaklukan Luoyang, dimana di sana terdapat komunitas Manichaean. Waktu itu dia masih menganut agama lokal Tengriisme. Dia kemudian mengundang 4 (empat) uskup Manichaean, salah satunya yang bernama Ruixi (w. ?). Dia dibaptis oleh Ruixi di Luoyang, dan mendeklarasikan agama Manichaeisme sebagai agama resmi Kekhaganan Uyghur di tahun 763. Dia terkenal sangat taat dan saleh dalam ajaran Manichaeisme. Dalam tradisi Manichaeisme, dia diberi gelar Zahag-i Mani ("emanasi/pancaran Nabi Mani"). Patut diduga dia menjadi seorang Elect, karena setelah dia memeluk Manichaeisme, dia memberlakukan kebijakan anti-perang dengan menghentikan penaklukan dan tidak ingin lagi bekerjasama dengan Dinasti Tang untuk menjadi negara vassal Dinasti Tang. Dia juga mendorong seluruh anggota istananya untuk mendalami ajaran Manichaeisme dan hidup selibat. Dia mati dibunuh dalam kudeta yang dilancarkan Wuyi.
- Ruixi (w. ?), uskup Manichaean berdarah Cina asli dari Luoyang yang membaptis Khagan Mouyu.
- Wuyi / Qutlugh (w. 789), Khagan Uyghur penerus Mouyu. Meskipun dia seorang Manichaean, namun dia sebelumnya adalah seorang anti-Manichaeisme. Dia terpaksa memeluk Manichaeisme karena kebijakan Khagan Mouyu. Namun, dia memanfaatkan rasa simpati kepada Manichaeisme untuk memperoleh pengaruh/dukungan politik dari komunitas Manichaean. Dia sangat memuja pemerintahan Dinasti Tang, sehingga dia meminta Khagan Mouyu untuk tetap melanjutkan penaklukan demi kebesaran Uyghur di mata para penguasa Dinasti Tang. Sang Khagan menolak permintaannya itu. Dia pun membunuh Sang Khagan, dan mengklaim dirinya sebagai Khagan penerus Mouyu. Dia memperoleh banyak penghargaan dan hadiah dari Kaisar Dezong, salah satu hadiahnya adalah Putri Tang yang bernama Putri Xian'an. Dia dikabarkan murtad dari Manichaeisme, dan kembali memeluk Tengriisme dan mencabut status Manichaeisme sebagai agama resmi Kekhaganan Uyghur. Meskipun demikian, dia tetap melindungi komunitas Manichaean.
Tokoh di abad ke-9 di antaranya: - Baoyi / Alp (w. 821), Khagan Uyghur. Dia pernah meminta Kaisar Xianzong untuk memberikannya salah satu dari putri Dinasti Tang untuk dinikahi, namun ditolak. Namun, penerus Xianzong, Kaisar Muzong mengabulkan permintaannya dan menghadiahi saudarinya, Putri Yong'an. Tidak lama setelah menikahi Putri Yong'an, Sang Khagan meninggal dunia.
- Chongde / Küçlüg (w. 824), Khagan Uyghur penerus ayahnya, Baoyi. Namanya dicatat oleh Tamim bin Bahr (w. ?), penjelajah Arab yang berkunjung dan menemui langsung Chongde (yang dia tulis sebagai "Kakhlaq Khan"). Dia dikenal memiliki pasukan yang sangat besar dan harta-benda yang sangat berlimpah. Dalam catatan Dinasti Tang, dia mengirimkan peti-peti emas, kuda-kuda, dan unta-unta kepada Kaisar Muzong untuk ditukarkan dengan seorang Putri Dinasti Tang untuk dinikahinya. Kaisar Muzong memberikan Putri Taihe.
- Zhaoli / Qasar (w. 833), Khagan Uyghur penerus kakaknya, Chongde. Dia mati dibunuh oleh menteri panglimanya, Jenderal Hu Tegin, yang mengkudetanya. Hu Tegin menahbiskan Zhangxin, putra Chongde.
- Zhangxin / Alp Külüg (w. 839), Khagan Uyghur penerus Zhaoli sekaligus putra Chongde. Dia menjadi Khagan setelah melakukan kudeta terhadap Zhaoli melalui bantuan Hu Tegin. Dia mati bunuh diri dalam sebuah pemberontakan yang dilancarkan adipati Sogdiana, An Yunhe, serta pengkhianatan dari menteri panglimanya, Chai Lei.
- Wujie / Üge (w. 846), Khagan Uyghur yang sangat menaruh perhatian besar kepada komunitas Manichaean. Dia berkonflik dengan Kaisar Wuzong. Dalam serangannya ke Zhenwu, pasukan Tang berhasil mengusir pasukan Uyghur. Kaisar Wuzong kemudian mengeluarkan maklumat melarang agama Manichaeisme disebarkan di Cina. Beberapa gereja/kuil Manichaean diganti menjadi kuil Buddhis.
- Abu 'Isa Al-Warraq (w. 861), seorang kritikus Kristen dan Islam dan pujangga Arab paling terkenal di masa pemerintahan Al-Mutawakkil (memerintah: 847-861). Dia adalah guru syair bagi Ibnu Rawandi (w. 911). Dia menulis kitab-kitab polemik di antaranya Ar-Radd 'ala Tsalutsi Firaq minan-Nashara' ("Bantahan atas Paham Trinitarian Orang Kristen") dan Ar-Radd 'alan-Nubuwwah ("Bantahan atas Bukti Kenabian [Muhammad]"). Meskipun kedua karyanya ini telah punah, namun keduanya tercatat oleh Ibnu Nadim, dan beberapa isinya dikutip pula oleh muridnya, Ibnu Rawandi, dalam kitabnya Kitabuz-Zumurrud ("Kitab Zamrud"). Tidak diketahui detil kehidupannya, yang tersedia hanya buah pemikirannya yang dicatat oleh muridnya. Ibnu Nadim hidup relatif sezaman dengannya, dan dia mencatat namanya dalam daftar mutakallim Manichaean, meskipun Ibnu Rawandi menyebut bahwa dia telah murtad dari Manichaeisme. Ibnu Rawandi mencatat bahwa dia pernah memeluk Islam namun berpindah-pindah sekte (Asy'ariyyah, Mu'tazilah, dan Syi'ah), dia juga pernah memeluk Kekristenan sekte Maruniyyah (Maronites).
- Ibnu Zayyat (w. 847), seorang qadhi (hakim) dan wazir (penasehat) tiga khalifah Al-Mu'tashim, Al-Watsiq, dan Al-Mutawakkil. Di masa pemerintahan Al-Mutawakkil, terjadi infiltrasi politik antara 'Abbasiyyah dengan Seljuk, dimana kubu Sunni ortodoks melakukan manuver untuk pembersihan terhadap tokoh-tokoh yang dianggap menyulitkan jalan politik bagi Sunni ortodoks untuk mendominasi di pemerintahan 'Abbasiyyah. Ibnu Zayyat bersama 2 (dua) orang tokoh besar Mu'tazilah (Ibnu Abi Duwad dan Al-Jahiz), serta seorang tokoh besar Kristen (Ishaq bin Hunain) ditangkap. Ibnu Zayyat diadili atas tuduhan zindiq dan divonis mati. Sementara itu, Ibnu Abi Duwad diadili atas tuduhan membelot dan divonis sita harta-benda serta pelucutan terhadap seluruh tugas dan jabatan yang diembannya sebagai qadhi. Sedangkan Al-Jahiz diselamatkan berkat bantuan wazir Al-Fat'h bin Khaqan, satu-satunya tokoh Seljuk pro-Sunni ortodoks yang menghormati Al-Jahiz. Dan Ishaq bin Hunain dibebaskan pengadilan dari tuduhan menyebarkan ajaran tsaluts ("trinitas") kepada murid-muridnya.
- Abul-'Abbas Ya'qub bin Ishaq An-Nasyi Al-Isra'ili (w. ?), seorang Yahudi asal 'Iraq yang pindah memeluk Manichaeisme. Dia seorang ahli matematika, fisika, alkemi, dan astrologi. Dia juga hidup relatif sezaman dengan Ibnu Nadim. Tidak ada info lebih lanjut tentang kehidupannya, namun laqab "An-Nasyi" ini equivalen dengan gelar "Ha-Nasi" dalam tradisi Yahudi, gelar kehormatan yang diberikan kepada rabi pemimpin Sanhedrin pada abad ke-2, yang artinya "Sang Pangeran".
- Al-Jaihani (w. 925), wazir (perdana menteri) dinasti Samaniyyun (Samanid) berdarah Persia asli. Nama lengkapnya Muhammad bin Ahmad bin Nashr bin Jurjan Al-Jaihani As-Samani. Dia adalah orang yang paling berpengaruh di istana raja/malik Nashr II karena terkenal ahli dalam membidangi filsafat, astronomi, dan geometri. Menariknya, Ibnu Nadim mengklaim bahwa dia nampak dari luar sebagai Muslim, namun dia sebenarnya adalah pemeluk Manichaeisme. Klaim ini didukung oleh catatan Ibnu Fadhlan (w. 944), penjelajah Arab yang bertemu langsung dengan Al-Jaihani, dimana Al-Jaihani memuji Ibnu Fadhlan: "Kemanapun jalan yang kau tempuh, sejauh apapun negeri yang kau singgahi, aku yakin terangmu akan selalu bersinar karena keteguhanmu dalam [memperoleh] pengetahuan".
- Abu Yahya Ar-Ra'is (w. ?), Archegos Gereja Manichaean Babylonia. Dia lahir di Al-Mada'in (Mahoze, kota pusat Gereja Manichaean) dan wafat di Bashrah. Laqab "Ar-Ra'is" sendiri artinya adalah "Pemimpin/Kepala".
- Abu 'Ali Raja' bin Yazdanbakhat (w. ?), dia majhul (unknown). Ibnu Nadim hanya mencatat namanya sebagai seorang mutakallim ("ahli kalam/teolog/ahli debat") Manichaean. Dari nasab-nya, nama "Yazdanbakhat" jelas merupakan arabisasi dari Yazdan-bukht, nama orang Persia asli.
- Al-Hasan bin Barmak dan Fadhl bin Barmak, keduanya adalah penganut Manichaean sekaligus kakak dari Khalid bin Barmak (w. 782). Wangsa Barmak adalah klan bangsawan Persia asal Bactria (Balkh) yang pada mulanya adalah Buddhis. Ketika Dinasti 'Abbasiyyah berhasil menguasai Indo-Yunani (Bactria, Sogdiana, dan Transoxiana), wangsa Barmak dianugerahi status hajib. Al-Hasan dan Fadhl bersama Khalid konversi dari Buddhisme ke Islam. Namun kemudian, Al-Hasan dan Fadhl murtad dari Islam dan memeluk Manichaeisme.
Tokoh di abad ke-10 di antaranya:
- Lin Deng (w. 1059), "pendeta" Manichaean berdarah Cina asal Shangwan di Fujian, Tiongkok. Berdasarkan Manuskrip Xiapu Manichaean, dia hidup di masa pemerintahan Dinasti Song. Pada mulanya, dia adalah penganut sinkretisme antara Buddhisme dengan Taoisme, lalu memeluk Manichaeisme di usia 25 tahun di bawah tanggungjawab pendeta Sun Mian, kepala Kuil Manichaean Longshu. Dia diketahui sering menyelenggarakan ritual Manichaeisme di 3 (tiga) desa, yaitu desa Shangwan, Baiyang, dan Tahou.
- Sun Mian (w. ?), "pendeta" Manichaean sekaligus guru bagi Lin Deng. Dia mengepalai Kuil Manichaean Longshu pada tahun 997.
Diubah oleh tyrodinthor 25-04-2024 13:39
kakekane.cell memberi reputasi
1