Kaskus

News

tyrodinthorAvatar border
TS
tyrodinthor
Agama Manichaeisme | Agama (yang pernah) Terbesar di Dunia
Agama Manichaeisme | Agama (yang pernah) Terbesar di Dunia            Agama Manichaeisme | Agama (yang pernah) Terbesar di Dunia


Pada abad ke-3 M, lahirlah seorang nabi yang dipercaya sebagai nabi terakhir yang telah dinubuatkan kedatangannya di dalam Taurat dan Injil, yang akan menjadi penerus Al-Masih / Mesias, yang akan membawa terang dan kedamaian dunia. Dialah nabi yang disebutkan oleh Yesus di dalam Injil sebagai Parakleitos("Sang Penghibur"). Dialah sang nabi yang menyempurnakan seluruh ajaran para nabi dan para pendiri agama-agama besar terdahulu.

Anjay... susunan kalimat pembuka gua udah kayak sales agama belom? emoticon-Leh Uga

Jika kamu mengira nabi terakhir yang dimaksud di atas adalah Muhammad, maka kamu keliru. Muhammad itu hidup di abad ke-7 M. Nabi terakhir yang dimaksud di sini adalah Mani dari Persia. Gua yakin pasti banyak di antara kita yang tidak tahu siapa itu Mani. Mani adalah tokoh relijius dari Persia yang mengklaim dirinya sebagai nabi terakhir yang telah dinubuatkan Taurat dan Injil, yang telah dinubuatkan Yesus sebagai Parakleitos ("Sang Penghibur"), yang telah dinubuatkan Zarathustra sebagai Ahravan (titisan Ahura Mazda), dan yang telah dinubuatkan oleh Sang Buddha sebagai Buddha Maitreya (Buddha terakhir yang muncul di akhir zaman). Klaim ini tentu saja tidak bisa kita bantah, sebagaimana kita juga tidak bisa membantah klaim bahwa Muhammad juga nabi terakhir yang dinubuatkan di dalam Taurat dan Injil, atau klaim bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dinubuatkan di dalam Taurat. Namanya juga iman, masa mau kamu bantah.

Menariknya, agama ini pernah menjadi agama terbesar di dunia lho. Sebenernya sih istilah "terbesar di dunia ini" agak problematik, karena dunia yang dimaksud di sini mungkin hanya Eropa Barat, Eropa Timur, Afrika Utara, Timur Dekat, Timur Tengah, Indo-Yunani, Cina Barat, dan Cina Selatan. Dan meskipun kita tidak memiliki data sensus secara pasti terkait jumlah penganutnya, namun para sejarahwan benar-benar telah sepakat akan besarnya jumlah penganut agama ini. Pada saat itu, atau setidaknya sepanjang abad ke-3 sampai 7, agama ini telah dianut di beragam belahan dunia yang kusebutkan di atas. Hal ini berbeda dengan Kekristenan yang saat itu hanya dianut di Eropa Barat, Eropa Timur, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Juga berbeda dengan Buddhisme yang juga hanya dianut di Indo-Yunani, Cina, dan India. Para sejarahwan menemukan banyak sekali peninggalan dan petunjuk historiografi bahwa agama ini memang sempat menjadi agama terbesar di belahan-belahan dunia yang justru menjadi dunia yang umumnya basis kuat Kekristenan dan Buddhisme. Tentu saja saat itu belum ada Islam. Dan bahkan setelah Islam muncul, agama ini masih tetap berdiri meskipun mengalami penyusutan pengaruh di Timur Tengah.

Untuk itulah thread ini saya tulis, untuk membahas tentang sebuah agama yang pernah menjadi agama terbesar di dunia, yang bahkan mengalahkan Kekristenan, yang sekarang sudah punah. Agama ini namanya Manichaeisme, dan thread ini ane dedikasikan untuk para penggemar sejarah agama dan budaya untuk mengenal lebih dekat tentang Manichaeisme. Harapannya sih semoga bisa membuka wawasan kita semua tentang Manichaeisme dan gak ada lagi yang salah paham tentang Manichaeisme. Selamat membaca gan.

INDEX:
1. Pendahuluan.
2. Biografi Nabi Mani Menurut Tradisi.
3. Doktrin Utama dan Misi Agama.
4. Tokoh-Tokoh Supranatural (Mitologi).
5. Sistem Konversi / Perpindahan Agama.
6. Ritual Peribadatan dan Perayaan.
7. Peraturan (Syari'at) dan Suluk.
8. Sejarah: Asal-Usul Kepercayaan Manichaeisme.

9. Sejarah: Masa Kenabian Mani.
10. Kitab-Kitab Suci Manichaeisme.
11. Keduabelas Murid/Rasul Mani.
12. Penyebaran Manichaeisme ke Timur.
13. Penyebaran Manichaeisme ke Barat (1).
14. Penyebaran Manichaeisme ke Barat (2).
15. Daftar Tokoh Manichaean dari Abad 3 s.d. 7.
16. Daftar Tokoh Manichaean dari Abad 8 s.d. 10.
17. Skisma Manichaeisme.
18. Kemunduran dan Kepunahan Manichaeisme.
19. Sejarah Penelitian Sejarah Manichaeisme.
20. Trivia.
Diubah oleh tyrodinthor 16-10-2024 23:03
scorpiolamaAvatar border
sweetjuliaAvatar border
atamleeAvatar border
atamlee dan 23 lainnya memberi reputasi
24
4K
86
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
tyrodinthorAvatar border
TS
tyrodinthor
#4
Tokoh-tokoh Supranatural dan Mitologi
kaskus-image

Lukisan Dinasti Yuan tentang Alam Terang dan Alam Gelap pada abad ke-13 M


Tokoh-tokoh di Alam Terang

Berikut adalah makhluk-makhluk adikodrati yang ada di Alam Terang:

1. Bapa Keagungan (Abba d'Rabbuta).

Bapa Keagungan (Abba d'Rabbuta;ܐܒܐ ܕܪܒܘܬܐ) adalah Penguasa Tertinggi Alam Terang. Dia adalah Tuhan yang memperkenalkan diri-Nya di hadapan Musa (Mosa; ܡܘܣܐ) dan Zoroaster (Zarathustra; ܙܪܛܘܣܬܪܐ). Dia juga yang turun ke bumi menjelma menjadi Sang Buddha (Mar d'Buhda; ܕܒܘܗܕܐ). Dia juga yang memperanakkan Sang Perawan menjadi Yesus (Isho'; ܝܫܘܓ). Dan Dia pula yang mengutus Mani menjadi nabi terakhir penyempurna Musa, Zarathustra, Sang Buddha, dan Yesus. Manichaeisme mengasosiasikan-Nya sebagai Zurwan, Bapa dari Tuhan Kembar Ahura Mazda dan Angra Mainyu dalam ajaran Zoroastrianisme. Manichaeisme juga mengasosiasikan-Nya sebagai Adonay/HaShem (YHWH), Tuhan Yang Maha Esa bagi bangsa Israel dalam ajaran Yudaisme. Dia dikenal pula sebagai Bapa-Nya Yesus Kristus dalam ajaran Kekristenan. Bahkan, Dia adalah Dewa Tertinggi yang senantiasa dipuja bangsa-bangsa pagan. Demikianlah Bapa Keagungan memperkenalkan diri-Nya kepada manusia sehingga menjadi agama-agama pendahulu Manichaeisme.

Karena Bapa Keagungan adalah Penguasa Alam Terang, maka segala terang berasal dari-Nya, yang mencakup segala kebaikan. Sehingga, dalam ajaran Manichaeisme, segala kejahatan mustahil berasal dari-Nya, dan Dia mustahil menghendaki keburukan. Karena segala atribut yang berkenaan dengan kejahatan bukanlah berasal dari-Nya, maka Dia mustahil mendatangkan bencana, musibah, dan penderitaan. Dia mustahil menyiksa manusia, Dia mustahil membunuh/mencabut nyawa manusia, dan Dia mustahil memberikan rasa sakit kepada manusia. Karena manusia adalah makhluk yang "sedang terpisah" (karena roh terang terperangkap di dalam tubuh fisik mayat roh gelap), maka manusia memiliki kehendak bebas yang terpisah dari kehendak Bapa Keagungan. Sehingga, segala keburukan yang menimpa manusia bukanlah merupakan kehendak Bapa Keagungan, karena Bapa Keagungan senantiasa menghendaki manusia untuk segera sadar melepaskan dirinya dari kuasa roh gelap melalui nabi yang diutus-Nya, Nabi Mani. Dalam pandangan Manichaeisme, tidak ada yang namanya kekuatan super-power adikodrati yang tak terbatas seperti Tuhan dalam ajaran agama-agama Abrahamik. Bapa Keagungan memiliki kekuasaan terbatas, Dia tidak mengatur alam semesta karena alam semesta bergerak melalui mekanisme hukum alam tanpa intervensi diri-Nya. Dalam pandangan Manichaeisme, hukum alam adalah konsekuensi dari keterpisahan Alam Terang dengan sisa-sisa Alam Gelap yang telah punah terbunuh dalam peperangan awal zaman. Walaupun kekuatan dan kekuasaan-Nya tidak menjamah alam semesta kita, namun Dia berkuasa penuh atas Alam Terang. Kekuatan dan ke-Maha-an-Nya tidak terbatas di Alam Terang. Pada akhir zaman kelak, Dia akan mengumpulkan seluruh roh terang yang berhasil terbebaskan dari belenggu fisik manusia, dan membiarkan alam semesta hancur. Kehancuran alam semesta dan manusia-manusia yang gagal dalam pencerahan tentang roh terangnya dipandang sebagai kebinasaan roh-roh gelap yang sebenarnya, tidak akan ada lagi kuasa roh-roh gelap, dan tidak akan ada lagi Alam Gelap yang tersisa.

Bapa Keagungan adalah sumber segala kebaikan, pantulan dari kebaikan itu sendiri. Dia memiliki 4 (empat) wajah, yang keempatnya adalah pantulan dari kebaikan, yaitu tuhan (yazda), terang (rashna), kuasa (zara), dan bijaksana (wahayah). Dia bertahta di Alam Terang dan dikawal oleh 12 malaikat besar (azwan, malaikat-malaikat kecil (malakat), dan malaikat-malaikat kecil/kerub (qorab). Jumlah total keseluruhan pengawalnya ada 156 makhluk langit. Dia memiliki 5 (lima) Kebijaksanaan (Shekhinah) yang disebut "khamesh shekhinatei" (ܚܡܫ ܫܟܝܢܬܗ) yang merupakan 5 (lima) pribadi-Nya. Dalam hal ini, hubungan Kelima Kebijaksanaan tsb dengan Bapa Keagungan adalah lima dalam satu, lima pribadi satu kodrat (pentanitas/pancatunggal). Kelima Shekhinah itu adalah:
1. Nalar/Akal (hawna; ܗܘܢܐ);
2. Kesadaran (madde'a; ܡܕܥܐ);
3. Kecerdasan (reyana; ܪܥܝܢܐ);
4. Pikiran (mahsawtha; ܡܚܫܒܬܐ);
5. Pengertian (tar'ita; ܬܪܥܝܬܐ).

2. Ibu Kehidupan (Ima d'Hayya).

Ibu Kehidupan (Ima d'Hayya; ܐܡܐ ܕܚܝܐ) adalah sumber dari segala kehidupan, Dia diciptakan oleh Bapa Keagungan sebagai keseimbangan antara kejantanan diri-Nya dengan kebetinaan Ibu Kehidupan. Meskipun Ibu Kehidupan hanya muncul sekali dalam mitologi Manichaeisme (yaitu sebelum perang antara Alam Terang dan Alam Gelap), namun dia digambarkan sebagai keseimbangan antara dualisme "ayah dan ibu". Melalui Ibu Kehidupan ini, Manusia Asli lahir.

3. Manusia Asli (Nasa Qadmaya)

Manusia Asli (Nasa Qadmaya; ܐܢܫܐ ܩܕܡܝܐ) adalah makhluk cerdas tertinggi di dalam ciptaan Bapa Keagungan. Manusia Asli adalah roh terang paling mulia, yang terperangkap di dalam jasad Setan Raksasa, yang kemudian jasad itu menjelma menjadi manusia. Dengan kata lain, Manusia Asli adalah roh terang sejati yang ada di dalam tubuh fisik gelap manusia. Dia adalah anak dari Bapa Keagungan. Walaupun disebut "anak", tapi dia bukanlah anak dalam konteks keturunan, melainkan dalam konteks ciptaan Bapa Keagungan, bahkan Manusia Asli adalah ciptaan Bapa Keagungan yang terbaik dan memperoleh kuasa sebagai Tuhan seperti Bapa Keagungan. Dalam ajaran Zoroastrianisme, dia dikenal sebagai Ahura Mazda, anak dari Zurwan sekaligus Tuhan yang super-power. Dalam ajaran Manichaeisme, Dia tidak memiliki kekuatan super-power, Dia bahkan terjebak di dalam tubuh manusia. Manusia Asli memiliki 6 (enam) anak, yaitu:
1. Eter (Ruha/Roukha), dia kemudian terjebak di alam semesta;
2. Angin (Wahda/Wada, dia kemudian juga terjebak di alam semesta;
3. Terang (Nuhra/Rashna, dia kemudian juga terjebak di alam semesta;
4. Air (Bahra/Abrakha, dia kemudian juga terjebak di alam semesta;
5. Api (Raqsa/Angra), dia kemudian juga terjebak di alam semesta;
6. Pengetahuan (Anya/Amurva), dia satu-satunya anak dari Manusia Asli yang tidak terjebak di alam semesta, dia selalu mendampingi manusia, dan bertugas menyampaikan pesan dari manusia yang saleh kepada Bapa Keagungan, termasuk dari Bapa Keagungan kepada manusia yang saleh.

Nabi Mani diutus oleh Bapa Keagungan melalui perantaraan wahyu dari malaikat, dan Anya senantiasa menemani Nabi Mani. Anya dapat berada di segala tempat, dan dia dapat berpindah meninggalkan manusia-manusia yang semakin mendekati gelap daripada terang.

4. Roh Kudus (Ruha d'Qaddasa)

Roh Kudus (Ruha d'Qaddasa; ܪܘܗ ܕܩܕܣܐ) adalah roh hidup ciptaan Manusia Asli yang tercipta murni dari terang. Karena dia terang, dia sering dianggap "kembaran" terang (rashna), salah satu wajahnya Bapa Keagungan. Karena itu, dia dipuji sebagai "Penikmat Terang" (Hawiw Nehira; ܚܒܝܒ ܢܗܝܖܐ) oleh para penghuni Alam Terang. Dalam pandangan Manichaeisme, Roh Kudus dulu sering datang mengilhami nabi-nabi dan orang-orang saleh pendahulu Nabi Mani. Namun, setelah kedatangan Nabi Mani sebagai penutup dan penyempurna, Roh Kudus kembali ke Alam Terang dan menikmati terang di sana sampai akhir zaman karena tugasnya telah selesai. Roh Kudus menciptakan Pencipta Agung yang bertugas membentuk jasad roh-roh gelap yang mengeras dimakan roh-roh terang menjadi benda-benda langit.

5. Pencipta Agung (Ban Rabba)

Pencipta Agung (Ban Rabba; ܒܢ ܖܒܐ) adalah roh pencipta ciptaan Roh Kudus. Setelah perang antara Alam Terang melawan Alam Gelap dimenangkan oleh Alam Terang, roh-roh terang memakan mayat roh-roh gelap yang mengeras supaya roh-roh gelap ini tidak hidup kembali. Namun, setelah dimakan, mayat-mayat ini mulai menjelma menjadi benda-benda fisik. Roh Kudus berinisiatif menciptakan Pencipta Agung, yang tugasnya adalah membentuk benda-benda fisik ini menjadi "sesuatu". Pencipta Agung ini kemudian membentuk benda-benda fisik ini menjadi benda-benda langit (matahari, bulan, bintang-bintang, planet-planet, dll). Pencipta Agung lah yang berjasa memisahkan gelap dari terang melalui pembentukan benda-benda fisik sisa-sisa roh gelap tadi, yang kemudian menjadi alam semesta. Oleh sebab itu, dia dinamai Pencipta Agung, karena dia menciptakan alam semesta. Pencipta Agung juga menciptakan Roh Hidup (Ruha Hayya yang bertugas memberikan kehidupan bagi alam semesta sehingga alam semesta dapat hidup dan bergerak.

6. Roh Hidup (Ruha Hayya)

Roh Hidup (Ruha Hayya; ܪܘܚܐ ܚܝܐ ) adalah roh pemberi hidup bagi alam semesta ciptaan Pencipta Agung. Dia bertugas untuk memberikan kehidupan bagi alam semesta ciptaan Pencipta Agung sehingga alam semesta dapat hidup dan bergerak. Dia adalah roda penggerak setiap benda langit di alam semesta. Dia memiliki 6 (enam) anak, yaitu:
1. Penjaga Kemewahan (Safat Ziwa; ܨܦܬ ܙܝܘܐ), dia yang menjaga 10 langit;
2. Raja Kemenangan (Malek Shoha; ܡܠܟ ܫܘܒܚܐ), dia yang memberikan kesadaran/pencerahan semesta. Dalam pandangan Manichaeisme, boddhisattva dalam ajaran Buddhisme adalah Sang Raja Kemenangan, yang kemudian bersemayam ke dalam diri Sang Buddha, dan kelak siapapun yang beroleh pencerahan maka Sang Raja Kemenangan ini akan bersemayam di dirinya;
3. Terang Yang Tak Terkalahkan (Adamus Nuhra; ܐܕܡܘܣ ܢܘܗܪܐ), dia yang menjadi petarung paling tangguh dalam perang melawan Alam Gelap, dan dia mampu meng"hipnotis" roh-roh gelap untuk membelot berpihak kepadanya melawan Raja Kegelapan;
4. Raja Agung Kemuliaan (Malka Rabba Dikkara; ܡܠܟܐ ܪܒܐ ܕܐܝܩܪܐ), dia adalah penjaga gerbang Alam Terang dan duduk di singgasananya di langit kesepuluh. Dia adalah figur yang sama dengan Raja Agung Langit Ketujuh di dalam Kitab Henokh;
5. Atlas (Sebbla; ܣܒܠܐ), dia adalah penjaga di dunia bawah (underworld) tingkat kedelapan paling dasar. Dia adalah figur yang sama dengan Atlas dalam mitologi Hellenistik;
6. Sang Suara Tuhan (Qarya; ܩܪܝܐ), dia yang dapat menghidupkan yang telah mati. Dia lahir jika dibutuhkan oleh Roh Hidup. Dia juga pernah lahir menghidupkan Manusia Asli yang sempat terbunuh saat perang melawan Alam Gelap. Siapapun orang yang dihidupkannya kembali, maka orang itu akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

7. Sang Utusan (Izgadda)

Sang Utusan (Izgadda; ܐܝܙܓܕܐ) adalah roh terang yang ditakdirkan menjadi nabi terakhir. Dia adalah roh Nabi Mani. Nabi Mani pun juga digelari Mani Izgadda d'Nuhra (Mani Sang Utusan Terang).

8. Yesus Yang Berkilau (Isho' Ziwa)

Yesus Yang Berkilau (Isho' Ziwa; ܝܫܘܥ ܙܝܘܐ) adalah roh terang Yesus. Dia yang mengajari/memberikan pencerahan kepada Adam dan Hawa tentang hakikat roh terang di dalam tubuh mereka dan hakikat roh gelap di tubuh fisik mereka. Dalam ajaran Manichaeisme, dia adalah pengendali Yesus yang sebenarnya, atau bisa dikatakan "Yesus Asli". Jadi, Yesus yang hidup di abad pertama Masehi hanyalah ibarat robot yang dikendalikan oleh Yesus Asli ini dari Alam Terang. Ketika Yesus disalibkan, Yesus Asli tidak merasakan sakitnya disalib, sebab yang disalibkan hanyalah tubuh fisik Yesus yang merupakan hakikat dari roh gelap. Dia dapat mengendalikan terang. Di antara Zoroaster, Sang Buddha, dan Yesus, hanya Yesus yang dipercaya memiliki "pengendali" dari Alam Terang.

9. Dua Belas Perawan Terang (Trat'esra Btulta)

Dua Belas Perawan Terang (Trat'esra Btulta; ܬܪܬܥܣܪܐ ܒܬܘܠܬܐ) adalah 12 rasi bintang/konstelasi yang ada pada Zodiak. Mereka adalah para pemandu malam yang terangnya dapat memandu dalam gelap. Mereka juga penanda keberuntungan bagi orang-orang tertentu. Mereka juga memberi petunjuk jalan kepada 12 murid Mani dalam mengembara dalam menyampaikan misi/dakwah Manichaeisme.

10. Jalan Kemenangan (Esthun Shoha)

Jalan Kemenangan (Esthun Shoha; ܐܣܛܘܢ ܫܘܒܚܐ) adalah jalan besar yang sangat terang di langit malam yang menjadi jalan bagi orang-orang saleh yang telah meninggal menuju Alam Terang. Ini adalah Galaksi Bima Sakti.

Tokoh-tokoh di Alam Gelap

1. Raja Kegelapan (Malek Hasho'a)

Raja Kegelapan (Malek Hasho'a; ܡܠܟ ܚܫܘܟܐ) atau Pangeran Kegelapan adalah Penguasa Tertinggi Alam Gelap. Dia sederajat dengan Bapa Keagungan, hanya beda wilayah yang dikuasainya, yaitu Alam Gelap. Dia adalah kebalikan dari Bapa Keagungan. Jika Bapa Keagungan adalah sumber dari kehidupan, kecerdasan, kebajikan, dan kasih-sayang, maka Raja Kegelapan adalah sumber dari kebinasaan, kebodohan, kejahatan/keburukan, dan permusuhan.  Dia dijuluki Shitana yang artinya "Iblis Purba", dimana kelak julukan ini terserap ke dalam bahasa Arab menjadi Syaithan. Julukan "Iblis Purba" kerap muncul dalam Injil Mani, karena dia adalah figur roh gelap perdana/primitif yang ada di Alam Gelap sebelum akhirnya mati terbunuh oleh Raja Kegelapan saat perang antara Alam Gelap melawan Alam Terang meletus. Namun, tidak seperti mayat-mayat roh-roh gelap lainnya, mayatnya tidak dimakan oleh roh-roh terang, sehingga mayatnya mengeras menjadi ruang hampa di alam semesta. Itulah alasan mengapa roh-roh terang ini kemudian memakan mayat-mayat roh-roh gelap lainnya, karena berharap mayat-mayat roh-roh gelap ini tidak mengeras, meskipun pada akhirnya mereka tetap mengeras dan membuat Pencipta Agung berinisiatif membentuk mereka menjadi benda-benda fisik pengisi alam semesta. Dalam keyakinan Manichaeisme, figur Angra Mainyu dalam ajaran Zoroastrianisme tidak lain adalah Raja Kegelapan. Manichaeisme membantah Angra Mainyu sebagai anak dari Zurwan (yang diasosiasikan oleh Manichaeisme sebagai Bapa Keagungan). Artinya, dalam ajaran Manichaeisme, Bapa Keagungan dan Raja Kegelapan memang dua figur yang terpisah sejak awal, masing-masing tidak berasal dari satu leluhur.

Raja Kegelapan memiliki 5 (lima) Kesuraman (Shakharit) yang merupakan lawan dari 5 (lima) Kebijaksanaan (Shekinah) yang dimiliki Bapa Keagungan. Kelima Shakharit itu adalah:
1. Hawa Nafsu (bakhishota; ܒܚܝܫܘܬܐ);
2. Kepicikan (akdi'a; ܐܟܕܢܝܐ);
3. Tipu Daya (daggola; ܕܓܘܠܐ);
4. Kedengkian (nakrina; ܢܟܪܢܐ);
5. Kesesatan (absha; ܐܒܫܐ).


2. Pangeran Kegelapan (Ashaklun)

Pangeran Kegelapan (Ashaklun; ܐܫܩܠܘܢ) adalah anak dari Raja Kegelapan dan kakak (sekaligus pasangan kimpoi/incest) dari Putri Kegelapan. Ashaklun sendiri artinya adalah "Si Tampan". Nama ini tidak mencerminkan bentuk/rupa aslinya, yaitu ular dengan wajah yang buruk rupa. Meskipun bertubuh ular, namun dia memiliki banyak pasukan berkuda yang digunakannya dalam perang antara Alam Gelap melawan Alam Terang. Dia bersetubuh dengan adiknya, Putri Kegelapan, dan melahirkan Setan Raksasa (Yahta) secara aborsi dan kelak menjadi manusia pertama (laki-laki dan perempuan), nenek-moyang kita semua. Dalam ajaran Manichaeisme, figur Adi Zahaka dalam Zoroastrianisme adalah sang Pangeran Kegelapan. Dia mati dibunuh oleh Roh Hidup dalam perang, dan mayatnya dimakan oleh anak-anaknya Roh Hidup. Mayatnya yang telah dimakan itu dibentuk oleh Pencipta Agung menjadi bintang-bintang di alam semesta.

3. Putri Kegelapan (Newero'el)

Putri Kegelapan (Newero'el; ܢܒܪܘܐܠ) adalah anak dari Raja Kegelapan dan adik (sekaligus pasangan kimpoi/incest) dari Pangeran Kegelapan. Newero'el atau Nuro'el artinya adalah "Si Jelita". Nama ini memang mencerminkan dirinya yang berbentuk seperti bidadari yang cantik jelita, dan memang Manichaeisme memandang kecantikan/keindahan wanita sebagai bagian dari kegelapan. Pangeran Kegelapan sang ular diketahui merupakan figur setan yang sangat bernafsu, sehingga Raja Kegelapan menciptakan pasangan yang berlawanan (dualistic gender) sebagai pemuas hasrat nafsunya yang menggebu-gebu. Dari Pangeran Kegelapan, Putri Kegelapan melahirkan Setan Raksasa (Yahta) secara aborsi. Dia juga mati dibunuh oleh Roh Hidup dalam perang, dan mayatnya juga dimakan oleh anak-anaknya Roh Hidup. Mayatnya yang telah dimakan itu dibentuk oleh Pencipta Agung menjadi bulan, matahari, dan bumi di alam semesta.

4. Setan Raksasa (Yahta)

Setan Raksasa (Yahta; ܝܚܛܐ) adalah janin aborsi dari Putri Kegelapan dan Pangeran Kegelapan. Karena hasil aborsi, maka dia bentuknya tidak sempurna dan menyeramkan. Tubuhnya tidak jelas berbentuk apa dan wajahnya sangat buruk rupa dengan bentuk yang juga tidak jelas. Dia disebut raksasa karena, menurut ajaran Manichaeisme, kelompok raksasa Nephilim dalam ajaran Yudaisme adalah keturunan dari Setan Raksasa. Setan Raksasa ini juga yang menjadi asal-usul manusia pertama. Nama Yahta sendiri artinya "jatuh ke bawah", yang mencerminkan aborsi. Namun, nama ini juga mencerminkan bagaimana dia menjelma menjadi dua pasang manusia pertama leluhur kita. Dia mati dibunuh oleh Manusia Asli, dan mayatnya dimakan oleh Manusia Asli dan Roh Hidup. Namun, tiba-tiba mereka berdua terjebak di dalam mayat Setan Raksasa yang mereka makan karena jasadnya mulai mengeras, sehingga akhirnya Bapa Keagungan menggantung jasad Setan Raksasa ini di langit dan mengeluarkan Manusia Asli dan Roh Hidup. Terang dari keduanya memang berhasil dikeluarkan sebagian, namun sebagian lainnya masih terjebak di dalam, karena jasad Setan Raksasa memberontak dan akhirnya jatuh ke bumi. Kejatuhannya dari langit ke bumi inilah yang mungkin menjadikan dirinya dinamai sebagai Yahta.

5. Adam dan Hawa (Adam Wekhawa)

Adam dan Hawa (Adam Wekhawa; ܐܕܡ ܘܚܘܐ) adalah dua pasang laki-laki dan perempuan manusia pertama yang menjadi nenek-moyang kita semua. Mereka berdua dan keturunannya adalah sisa-sisa terakhir roh gelap yang masih hidup sampai hari ini. Pada mulanya, Setan Raksasa mati dibunuh oleh Manusia Asli, dan mayatnya dimakan oleh Manusia Asli dan Roh Hidup. Namun, tiba-tiba Manusia Asli dan Roh Hidup terjebak di dalam mayat Setan Raksasa yang mereka makan karena jasad Setan Raksasa mulai mengeras, sehingga akhirnya Bapa Keagungan menggantung jasad Setan Raksasa ini di kolong langit dan mengeluarkan Manusia Asli dan Roh Hidup. Cukup sulit mengeluarkan mereka dari jasad Setan Raksasa, dan hanya sebagian saja yang berhasil dikeluarkan. Sebagian lainnya masih terjebak di dalam, karena jasad Setan Raksasa menggeliat, kemudian dibelah menjadi dua oleh Bapa Keagungan dan kedua potong jasadnya jatuh ke bumi. Dalam pandangan Manichaeisme, kisah kejatuhan Malaikat Terang karena memberontak melawan Tuhan di dalam Alkitab tidak lain adalah kejatuhan jasad/mayat Setan Raksasa yang memberontak ketika dikeluarkan terang Manusia Asli dan Roh Hidup dari dalam dirinya. Setelah jatuh ke bumi, menjadi Adam dan Hawa. Kemunculan Adam dan Hawa dalam ajaran Manichaeisme dipandang sebagai "bencana terbesar", karena roh-roh terang anak-anak dari Roh Hidup terlambat dikeluarkan dari jasad Setan Raksasa.
Diubah oleh tyrodinthor 16-10-2024 23:51
xatria
xatria memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.