Chapter 202
Quote:
Ilo membelah tubuh Giorga menjadi dua, matanya yang tajam mencoba mengintip di mana letak Beat nya berada. Organ dalam berceceran turun bersimbah darah, tidak nampak sumber kehidupan milik Giorga. Masih ada bagian tangan dan kaki yang bisa dibedah, Ilo menggoyangkan pedangnya kembali, potongan tubuh berterbangan.
“Di mana?” Ilo cukup frustasi karena di bagian tangan dan kaki pun Beat Giorga tidak ditemukan. “hm?” ada sesuatu yang aneh, Giorga hanya diam saja membatu tanpa mengucapkan satu patah pun kata.
Ceceran darah yang menempel di badan Ilo mulai bergerak, begitu pun dengan potongan-potongan tubuh milik Giorga datang menerjang. Mulai menutup satu persatu bagian tubuh Ilo. Setiap tebasan dilakukan hanya bisa memperlambat laju potongan tubuh yang ingin menempel.
Mata Ilo menatap tajam ke arah lain, Giorga dengan santainya berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya. Serangannya tadi sia-sia karena bukan tubuh asli Giorga yang terkena, melainkan tubuh klon yang dibuat dengan sel Beaters milik Giorga serta kemampuan khusus miliknya sangat membantu.
“Aku sudah memberitahu pada rekanmu barusan, jika serbuknya menyala itu adalah serbuk asli berisi ledakan, sedangkan jika tidak?” Ilo mengingat serangan Giorga tadi yang melemparkan serbuk-serbuk bintang mengkilat, ternyata beberapa yang dilemparkan adalah sel Beaters aktif miliknya.
Segala gangguan dan rontaan tidak berarti lagi, kini seluruh tubuh Ilo tertutup seperti mumi. Pedangnya pun tidak mampu berbuat banyak karena sejatinya Platinum Clan lebih keras dibandingkan Golden Clan sekalipun.
“ILO!” Cetrune mengeluarkan seluruh kekuatannya, mengeraskan armor miliknya, lalu terbang secepat kilat untuk menyelamatkan pimpinannya itu.
“Sudah terlambat,” cahaya putih menyilaukan datang membelah langit malam kelabu, hempasan anginnya begitu kuat mengkobarkan api di bawah.
Cetrune yang sudah mengangkasa hanya bisa terdiam, memori-memori indah saat menemani Ilo dalam menjalankan misi pun terbuka kembali. Memang Cetrune tidak pernah memanggil Ilo dengan sebutan ‘ketua’ atau ‘bos’, tapi dalam lubuk hatinya, rasa hormat itu ia junjung setinggi langit.
“MATI KAU SIALAN!” Cetrune melesat ke arah Giorga. “DURANDALL!” muncul pedang Panjang tipis dari telapak tangannya.
“Tragis sekali,” Giorga melihat potongan kepala dan leher yang tersisa dari Ilo jatuh.
Cetrune menusuk kepala Giorga dalam kecepatan tinggi. Suara benda pecah terdengar begitu nyaring, pedang andalan milik Cetrune tidak mampu menembus lapisan kulit keras milik Giorga. Tatapan sinis nan merendahkan diterimanya, Giorga mencekik leher Cetrune dengan keras.
“Aku punya ide yang bagus untukmu,” dengan cakar biasa, Giorga memotong kedua tangan dan kaki milik Cetrune, sel Beaters parasit miliknya juga diberikan tepat di luka potongannya. Dengan tujuan untuk menghalau sel Beaters milik Cetrune melakukan regen.
Giorga tertawa keras saat mengantarkan tubuh tidak berdaya Certune ke kerumunan polisi yang sedari tadi hanya bisa menonton tanpa melakukan apapun. Reaksi mereka begitu terlihat ketika melihat sosok menyeramkan yang hanya bisa dilihat dari berita-berita dunia maya. Karena bagi warga lokal, Beaters itu hanyalah mitos dan bagian dari akal-akal pemerintah Surban City.
Giorga melepaskan sel Beaters pembentuk helm bertanduknya, kini seluruh wajah manusianya terlihat jelas oleh warga dan polisi. “Ini hadiah dariku, kalian pasti belum pernah melihatnya secara langsung kan?” ucap Giorga menyindir. “mereka inilah penyebab terjadinya pembunuhan misterius yang terjadi di kota, aku tahu kalian sudah banyak menemuinya, karena aku bisa merasakan mereka masih ada di sini,” nada suaranya menyeramkan, membuat polisi pun hanya tertegun.
Tanpa sayap Giorga kembali terbang ke angkasa, hanya potongan kepala dengan sisa leher perlu waktu untuk mendarat ke tanah, sehingga Giorga mampu menangkapnya. Sel parasit menempel di bagian luka, sama seperti Cetrune nasib Ilo malah lebih buruk. Bentuknya sudah menjadi manusia, seluruh armor nya hancur tidak tersisa.
“Semoga tebakanku benar,” Giorga menancapkan jarinya ke bagian tengkuk leher, masuk lalu menggerakannya ke atas sedikit. Ia merasakan sesuatu, “ok! Ternyata benar! Kalian suka sekali menyimpan Beat tepat di bawah tengkorak, walaupun beberapa tidak seperti diriku!” Ilo tidak bereaksi, matanya sayup tidak bertenaga.
Beat milik Ilo dipaksa keluar, dengan begitu statusnya berubah menjadi mayat. Kumbang besar berwarna perunggu meronta-ronta ingin lepas dari cengkraman Giorga, namun serangga itu tidak bisa berbuat banyak setelah satu jari menembus kepalanya, membuatnya tertidur tuk sementara. Cara itu sudah terekam dikepalanya, kemungkinan memori dari Red Sun yang ditanamkan.
Giroga melesat pergi dari kota indah itu, kerusakan terjadi di mana-mana. Cetrune pun di bawa oleh kepolisian untuk dimintai keterangan dan diteliti, sementara itu Bronze Clan kehilangan ketuanya. Satu malam yang begitu mengerikan.
Beberapa hari setelah kejadian itu, ketua Golden Clan yaitu George mengumpulkan semua ketua Royal Clan lainnya. Mereka berkumpul di ruangan besar sambil duduk bersebrangan. Pertemuan ini dikhususkan untuk membicarakan kejadian tewasnya Ilo dengan pelaku yang belum mereka ketahui.
“Maaf aku baru memberitahu kalian, karena sejujurnya aku saja masih belum percaya ketika melihat klon Beat milik Ilo tiba-tiba terbakar, artinya….,” semuanya diam hening. “Red Sun sudah memulai aksinya untuk mengambil kembali bagian tubuhnya yang hilang, yaitu kita berempat,” mereka saling menatap satu sama lain.