- Beranda
- Stories from the Heart
TOLONG AKU HANTU!
...
TS
adamtzero
TOLONG AKU HANTU!
Quote:

"Hantu Gasimah" cr: pickpik
Sinop
Quote:
Nanti malah spoiler, baca aja kalau minat...

INDEX
Quote:
Spoiler for Arc Perkenalan:
Spoiler for Arc Lima Elit:
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
-
-
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
-
-
Spoiler for Arc Gasimah:
Spoiler for Arc ???:
Note:
- Cerita ini fiksi 100 %
- Tidak ada maksud tertentu, kalau ada kesamaan hanya kebetulan semata.
- Enjoy
- Kamis
Diubah oleh adamtzero 14-09-2024 20:03
wikanrahma12070 dan 5 lainnya memberi reputasi
4
5.3K
Kutip
189
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
adamtzero
#28
14.9
Quote:
Garis hitam begitu nyata di bawah kedua matanya, setelah kejadian itu Pandu seringkali susah tidur, takut-takut sosok perempuan nan lucu yang ternyata jelmaan makhluk itu muncul lagi. Bukan karena takut, tetapi Pandu tidak ingin berteman dengan sosok seperti itu, jika terjadi apa-apa urusannya akan jauh melebar kemana-mana. Selain Pandu, sahabatnya juga Ardit lebih memilih menghindari Pandu maupun tempat kosannya. Ia beralasan belum terbiasa dengan semuanya, jika dalam penusuluran makhluk itu akan tinggal di tempat, tapi kali ini berbeda, makhluk itu ikut.
Jadwal kuliah sudah di depan mata, Pandu terpaksa harus berangkat dengan keadaan yang sama sekali tidak memungkinkan. Langkah kakinya begitu pelan, pandangannya kosong karena menahan kantuk akibat jam tidur yang berantakan. Memang belum ada lagi kemunculan sosok itu, tapi Pandu selalu waspada agar tidak menarik perhatian orang disekitarnya, jikalau Gasimah tiba-tiba muncul dari tembok sebelah.
“Ini hape geter melulu, jangan bilang si Ardit…,” tangannya dimasukan ke dalam saku celana, mengambil ponselnya untuk melihat pesan dari siapa. “eh, ini kan dari aplikasi yotube? Palingan komen-komen yang konten garing kemarin, kan episode ruang eksekusi belum dikerjain…,” wajahnya menunjukan aura kekecewaan, meskipun ada pesan baru dari pengunjung, tapi pikirannya sudah dipenuhi dengan kata-kata hujatan karena konten sebelumnya yang sangat membosankan.
Akhirnya dengan susah payah dan tubuh lemas, Pandu sampai ke kampus tercinta. Sebuah tempat untuk menimba ilmu dan jaringan pertemanan. Baru satu dua langkah lanjutan menuju kelasnya, seseorang berteriak kencang padanya. Dari suaranya sudah jelas bahwa itu Ardit, temannya yang belakangan menghilang tapi muncul sendiri secara tiba-tiba.
“Oi, lo udah liat yotube belum?!” tanyanya dengan wajah antusias.
“Lo kemana aja pe’ak! Habis si Gasimah muncul lo malah ngilang,” Pandu kesal dengan sahabatnya itu.
“Bukan begitu, gue syok anjay!” bela Ardit. “lo bayangin itu pertama kalinya interaksi gue dengan makhluk halus yang sangat nyata! Makanya gue menghindar takut-takut tuh….,” Ardit berhenti, matanya melirik ke sana kemari. “skip! Gue takut dia muncul,” lalu kembali ke topik pembahasan tadi. “lo liat dulu yotube, buruan!” dengan cara memaksa.
“Iya gue tahu pasti lo seneng liat komen-komen yang ngejek gue kan?” Ardit menggelengkan kepalanya, lalu dengan cepat meraih ponsel Ardit di saku celana. “oi geblek! Lo ngapain ba##at!”
Ardit berhasil mengambil ponsel milik Pandu, meskipun terdapat sebuah kode, tetapi Ardit dapat dengan mudah membuka aksesnya. Lalu membuka aplikasi yotube yang ada diponsel Pandu, dan meminta sahabatnya itu untuk melihatnya sendiri. Sebuah angka besar terpampang jelas, Pandu yang tadinya mengantuk tiba-tiba dapat membuka matanya lebar-lebar, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
“Kok bisa?” tanya Pandu sambil merebut kembali ponselnya.
“Cih, bisa-bisa password masih sama, enggak bisa move on lo?” Ardit mentertawainya. “lo liat makanya video terbarunya, duh….”
“Sialan! Sebentar…,” Pandu melihat video barunya, ternyata video penjelajahan di goa bekas penjajah dan konten uji nyali nya di ruang eksekusi sudah ditampilkan tanpa sepengetahuannya. “kapan lo ngeditnya?” tanya Pandu.
“Soal ngedit mah gampang, itu gue kerjain pas nunggu lo siuman, gue enggak nyangka bakal seheboh itu jadinya…”
Video terbaru mereka mendapatkan puluhan ribu jam tayang, dan jumlah orang yang berlanggan konten mereka pun melesat jauh ke atas. Belum lagi komentar-komentar yang menunjukan kengerian dari testimoni orang-orang yang mencoba masuk ke dalam ruang eksekusi. Ada juga yang berkomentar tentang keaslian video yang mereka tonton tersebut. Dalam sekejab Pandu dan Ardit pun menjadi viral, mendobrak dunia konten misteri dengan video di ruang eksekusi itu.
“Siap-siap, bakal banyak yang ngajaki collab nih!” ucap Ardit dengan penuh kepercayaan diri.
“Eh?” seakan-akan Pandu belum siap menerima kenyataan ini.
Jadwal kuliah sudah di depan mata, Pandu terpaksa harus berangkat dengan keadaan yang sama sekali tidak memungkinkan. Langkah kakinya begitu pelan, pandangannya kosong karena menahan kantuk akibat jam tidur yang berantakan. Memang belum ada lagi kemunculan sosok itu, tapi Pandu selalu waspada agar tidak menarik perhatian orang disekitarnya, jikalau Gasimah tiba-tiba muncul dari tembok sebelah.
“Ini hape geter melulu, jangan bilang si Ardit…,” tangannya dimasukan ke dalam saku celana, mengambil ponselnya untuk melihat pesan dari siapa. “eh, ini kan dari aplikasi yotube? Palingan komen-komen yang konten garing kemarin, kan episode ruang eksekusi belum dikerjain…,” wajahnya menunjukan aura kekecewaan, meskipun ada pesan baru dari pengunjung, tapi pikirannya sudah dipenuhi dengan kata-kata hujatan karena konten sebelumnya yang sangat membosankan.
Akhirnya dengan susah payah dan tubuh lemas, Pandu sampai ke kampus tercinta. Sebuah tempat untuk menimba ilmu dan jaringan pertemanan. Baru satu dua langkah lanjutan menuju kelasnya, seseorang berteriak kencang padanya. Dari suaranya sudah jelas bahwa itu Ardit, temannya yang belakangan menghilang tapi muncul sendiri secara tiba-tiba.
“Oi, lo udah liat yotube belum?!” tanyanya dengan wajah antusias.
“Lo kemana aja pe’ak! Habis si Gasimah muncul lo malah ngilang,” Pandu kesal dengan sahabatnya itu.
“Bukan begitu, gue syok anjay!” bela Ardit. “lo bayangin itu pertama kalinya interaksi gue dengan makhluk halus yang sangat nyata! Makanya gue menghindar takut-takut tuh….,” Ardit berhenti, matanya melirik ke sana kemari. “skip! Gue takut dia muncul,” lalu kembali ke topik pembahasan tadi. “lo liat dulu yotube, buruan!” dengan cara memaksa.
“Iya gue tahu pasti lo seneng liat komen-komen yang ngejek gue kan?” Ardit menggelengkan kepalanya, lalu dengan cepat meraih ponsel Ardit di saku celana. “oi geblek! Lo ngapain ba##at!”
Ardit berhasil mengambil ponsel milik Pandu, meskipun terdapat sebuah kode, tetapi Ardit dapat dengan mudah membuka aksesnya. Lalu membuka aplikasi yotube yang ada diponsel Pandu, dan meminta sahabatnya itu untuk melihatnya sendiri. Sebuah angka besar terpampang jelas, Pandu yang tadinya mengantuk tiba-tiba dapat membuka matanya lebar-lebar, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
“Kok bisa?” tanya Pandu sambil merebut kembali ponselnya.
“Cih, bisa-bisa password masih sama, enggak bisa move on lo?” Ardit mentertawainya. “lo liat makanya video terbarunya, duh….”
“Sialan! Sebentar…,” Pandu melihat video barunya, ternyata video penjelajahan di goa bekas penjajah dan konten uji nyali nya di ruang eksekusi sudah ditampilkan tanpa sepengetahuannya. “kapan lo ngeditnya?” tanya Pandu.
“Soal ngedit mah gampang, itu gue kerjain pas nunggu lo siuman, gue enggak nyangka bakal seheboh itu jadinya…”
Video terbaru mereka mendapatkan puluhan ribu jam tayang, dan jumlah orang yang berlanggan konten mereka pun melesat jauh ke atas. Belum lagi komentar-komentar yang menunjukan kengerian dari testimoni orang-orang yang mencoba masuk ke dalam ruang eksekusi. Ada juga yang berkomentar tentang keaslian video yang mereka tonton tersebut. Dalam sekejab Pandu dan Ardit pun menjadi viral, mendobrak dunia konten misteri dengan video di ruang eksekusi itu.
“Siap-siap, bakal banyak yang ngajaki collab nih!” ucap Ardit dengan penuh kepercayaan diri.
“Eh?” seakan-akan Pandu belum siap menerima kenyataan ini.
pulaukapok dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas