Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

untungsuropatiAvatar border
TS
untungsuropati
mengakses ilmu leluhur - Part 8
kenapa kita perlu menghormati leluhur?

secara sareat setiap manusia telah membawa gen dr leluhurnya, manusia tercipta dr manusia lain. yang merupakan proses berantai yang terus menerus. konon lineage ini digunakan juga dalam setiap aliran. bedanya mereka melineage guru guru mereka sampai pd awal ilmu itu turun. untuk lineage ini kita perlu menjadi murid dengan iajab qobul. nah kita sendiri punya linegae langsung, liwat darah daging dan tubuh kita kepada leluhur leluhur kita. mengapa kita tak menggunakan lineage ini untuk mencoba belajar dari sana mendalami segala macam hal untuk keperluan kita.

mohon dikoreksi

Quote:


Quote:


Quote:
balaprabu
terbitcomyt
sarangka
sarangka dan 29 lainnya memberi reputasi
28
167.9K
11.4K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Supranatural
SupranaturalKASKUS Official
15.7KThread11.2KAnggota
Tampilkan semua post
balaprabuAvatar border
balaprabu
#4115
Dr program kemiskinan sampai bangsawan

Lanjut lagi. Jadi pembahasan kembali lagi mengenai program. Nah kali ini beda lagi antara saya dan temen saya ini. Ketika itu saya cerita kalo saya jaman dahulu itu ga suka banget Ama orang kaya.

Kemungkinan karena banyak cerita dan legenda jaman dahulu yang selalu memposisikan jagoan itu kudu miskin dan menderita. Atau di posisikan sebagai orang yang menolong orang kecil dan lemah.

Ahirnya terbawalah program ini. Ketika jaman SD, SMP, SMA bahkan kuliyah. Saat itu saya selalu menempatkan posisi saya diluar circle orang2 kaya. Dan selalu menempatkan diri di teman2 yg miskin.

Hal ini lalu kebawa juga dlm kehidupan selanjutnya termasuk jd mental block yang menghalangi dalam materialisasi kekayaan dalam periode saya selanjutnya.

Yang menarik adalah, saya berdiskusi dengan teman yg tepat. Karena dia punya frekwensi yang beda..dimana dia tidak ada program semacam itu dalam dirinya. Dia bahkan mengatakan kalo hubungannya dengan orang kaya dr dulu baik2 saja.

Bagi dia yang menjadi masalah bukan kaya atau miskin tapi sifat serakah. Di dalam dirinya berjalan program yg mengatakan kalo serakah itu tidak baik. Jadi ya kadang dia merasa pencapaiannya kok stuck gitu2 saja. Tapi tentu dia bisa terbilang lebih kaya dari saya status ekonominya.

Nah lalu pembicaraan berbelok ke masa saya sekolah dulu. Termasuk ke cerita saya dengan teman2 SMA dulu seperti post saya sebelumnya. Dan saya lalu membahas suatu cerita. Dimana ketika sudah sama sama tua begini saya ketemu lagi dengan teman saya yg arab dr SMA yg sama dahulu itu.

Si teman SMA saya ini lalu bercerita suatu yg mencengangkan buat saya. Dia merasa dibully dalam kehidupan sekolah dulu. Dia merasa berat menjalani masa sekolah itu. Dan ternyata dia itu memiliki ide untuk membayar salah satu almarhum teman untuk jd semacam juru pukul.

Saya heran banget. Dan teman saya juga menyebutkan kalo beberapa temen saya yg lain pun punya hal masa lalu yg sama. Ada salah satu teman, anak pak jaksa dr Sulawesi yg juga membayar teman sekolahnya yg satu kampung dr Sulawesi untuk jd tukang pukulnya.

Saya jd heran dan mengingat masa masa sekolah dulu. Dan ini saya ceritakan ke temen diskusi saya tadi. Sambil saya bilang kalo saya heran dengan kelakuan orang2 ini. Walhasil teman saya diskusi ini tertawa ngakak dan mengatakan kalo saya ini terlalu polos.

Dia mengatakan bahwa dari dahulu memang hubungan orang kaya dan miskin itu seperti itu. Dimana si miskin akan jadi tangan kanan yang berfungsi sebagai juru pukul atau centeng si kaya. Dan itu dah wajar di sekolah2 jamannya dahulu.

Lalu saya mencoba merenunginya dan ternyata benar. Orang2 kaya ini lalu saya sebut bangsawan. Mereka ke sekolah dengan status anak orang kaya. Dimana mereka akan dilengkapi dengan banyak pengikut.

Ada yg punya juru tulis dan tukang yg ngerjain pr serta tugas sekolahnya. Mereka ini adalah anak2 miskin yg pandai. Dan ada salah satu anak yg melakukan Job ini dan PD ahirnya berhasil jd dokter. Karena kedekatan dengan si kaya sepanjang waktu sekolah sampai kuliahnya.

Yang lain tentu jobdesk sebagai centeng. Tangan kanan sekaligus tukang pukul. Ini jobdesknya anak anak miskin yg punya kemampuan fisik lebih dalam berkelahi. Hal ini bukan sesuatu yang aneh ternyata. Kalo ada yg ganggu si bangsawan maka anak buah ini yg akan membereskan.

Dan ada satu lagi, dayang2. Ini biasanya adalah salah satu anak cewek yang mengabdikan diri untuk melayani si kaya. Dengan mendekati ala ala genit atau memang memposisikan diri sebagai bagian dr grup maid servant penghibur "haha hihi" si bangsawan.

Ini belum lagi dengan squad guru yang punya tugas perlindungan ke masing masing anak bangsawan ini. Pernah ada seorang guru olahraga marah2 dan memukul anak bangsawan. Ga lama guru lainnya ga terima dan mereka berkelahi disekolahan. Squad guru pelindung si anak bangsawan ini turun tangan membela rupanya

Dan saya ketika menyadari peta sekolah jaman saya dulu SD, SMP dan SMA menjadi kaget. Total memory saya berubah..memorinya tetap sama. Tapi mengartikan dan memaknainya jd berbeda 180 derajad

Ternyata kita hidup di dunia para bangsawan. Dan saya ya hanya kebagian peran senagai si commoner yg menjauhi para bangsawan. Buset dah.

Dan sekali lagi teman saya ini tertawa. Saya terlalu polos selama ini katanya. Dan saya juga tertawa ngakak karena ternyata dunia yg saya hidup ini adalah milik para bangsawan kaya seperti anime dan novel2 issekai
Diubah oleh balaprabu 10-04-2024 09:01
SunInTheDark
SunInTheDark memberi reputasi
1
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.