- Beranda
- Stories from the Heart
Satu Kelas Dengan Dia
...
TS
aguzblackrx
Satu Kelas Dengan Dia
Horror, Romance


Quote:
PROLOG
Bagas tak sengaja menjadi indigo karena insiden tenggelam di kolam empang yang berair kotor saat masih berumur 3 tahun yang membuat jiwanya terbawa ke alam gaib dan mendapat kemapuan bisa melihat makhuk tak kasat mata meski tidak sekaligus dan berangsur angsur lama hingga dia bertemu dengan sosok di sekolah nya yang membuat dirinya menyadari memiliki kemampuan dan mendapatkan sebuah tanggung jawab besar dalam hidupnya
Quote:
Spoiler for Jangan di Buka:
Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 21-09-2024 09:52
dwi.haryana.982 dan 28 lainnya memberi reputasi
27
30.6K
1.6K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aguzblackrx
#56
Part 12
#Sebuah Pembicaraan
Cuaca pagi. Hari yang cerah , matahari sudah menyengat , Sesosok makhluk hitam sedang mengendap endap di atas pohon cengkeh tinggi dan besar dengan dedaunan rindang. Memperhatikan dua bocah cilik yang sedang bermain di pinggir Empang yang air nya keruh coklat kehitaman .
Grrrrrrhhh
Napas nya memburu napsu, air liurnya menetes bercucuran mana kala bocah laki laki yang sedang menarik jalan mobil mobilan truknya dan gadis kecil seumuran sedang memegang boneka bermain disana. Secepat kilat makhluk itu menerjang sosok bocah laki laki itu yang sedang mencelupkan mobil mobilan nya ke dalam Empang , namun tiba tiba datanglah dua cahaya biru dan hijau menerjang makhluk itu sebelum sesaat menggapai tubuh bocah laki kali itu.
DUARRR
Ledakan gaib yang begitu dekat membuat si bocah itu jatuh tersungkur masuk ke dalam kolam. Anak gadis kecil seumuran nya teriak teriak dengan suara lemah. naas bocah yang sudah tercebur meronta ronta tenggelam di dalam kolam, tidak ada satu orangpun melewati Empang tersebut kecuali gadis kecil seusianya berteriak teriak pelan . Akan tetapi ibu ibu yang sedang mencuci di dalam MCK tidak menyadari kejadian itu. Apalagi jam 9 pagi sebagian besar orang desa sudah pergi bekerja ke sawah atau ke kebun baik laki laki maupun perempuan.
Takkk teppp tess
Pegerakan dua cahaya tadi saling beradu menyerang gerakan makhluk hitam itu hingga terdengar jeritan memilukan dari sebuah kematian dan kepulan asap di atas desa tersebut .
Sementara, Tubuh bocah laki laki tadi sudah meminum banyak air kotor empang swhingga pergerakan nya mulai melemah lalu tidak bergerak sama sekali. Badan nya terapung di atas air dengan posisi telungkup.
Beberapa saat kemudian, desa kecil itu warga digemparkan dengan kejadian anak usia 3 tahun tenggelam di Empang dan dikira sudah meninggal dunia.
Lalu Sins berganti di puskesmas. Cahaya biru itu melesat mengikuti kemana bocah itu dibawa lalu Cahya itu merasuk kedalam tubuh bocah laki laki hingga beberapa saat dia terbatuk dan sadar hingga dia sehat seperti sedia kala.
Setelah itu cahaya biru ikut pergi kemana bocah kecil itu pulang dan bersemayam di rumah yang dia tinggali sekarang.Dan
Sayup sayup suara azan subuh berkumandang memecah kesunyian pagi ini.
sebuah tangan menyentuh bahuku dan menggoyang goyangkan nya disertai suara yang ku kenal, dialah ibu membangunkan ku agar segera menunaikan sholat subuh.
Mata ku mulai terbuka perlahan , cahaya lampu begitu merangsek ke dalam mata tidak seperti biasanya, terlalu silau bagiku sehingga mataku terpicingkan menahan rasa perih olehnya.
Akupun berjalan gontai melewati ruang tengah yang dimana ada ayah yang masih tertidur lelap , namun sepertinya kondisi ayah lebih baikan , dilihat dari damainya wajah ayah serta dengkuran khasnya yang cukup terdengar geli ditelinga . Syukurlah begitulah rasa lega di dalam dada ku.
Setelah solat subuh akupun bergegas menuju rumah Mbah Wawan dengan jalan kaki , entah mengapa adik semata wayang ku ternyata belum pulang. Mungkin dia tidur dirumah Uwa ku setelah ngambek karena berkali kali disuruh ibu. Atau mungkin dia tau bahwa Merry menginap dan mengandih alih kasur kesayangannya.
Di rumah Mbah Wawan
"Bagaimana Mbah ayah saya? " Tanya ku pada mbah Wawan yang sudah duduk di atas tikar
"Ayah mu diserang jin , tapi bukan santet atau teluh. Abah sudah menerawang ini jelas ulah jin usil" ucapnya lalu menyeruput teh hangat.
"Kira kira kenapa yah Mbah?" Tanya ku ingin. Tahu
"Dendam atau mungkin nak Bagas menganggu makhluk mereka dari alam lain?" Tanya Mbah Wawan
"Saya kira tidak , tapi.... " Ucapan ku berhenti mana kala mengingat serangan jin penjaga Hesty.
"Apakah iya. Jin nya sampai menyerang ayah? Apa salah ayah? Tidak mungkin "gumamku dalam hati.
"Entah lah. Tapi sesama makhluk kita harus saling menghargai dan memaafkan juga" satu batang rokok dibakarnya.
" Nak Bagas, ini kelapa ijo dan garamnya sudah Abah kasih rajah. Kupas atasnya hingga berlubang lalu bakar kelapanya di atas kompor lalu taburi dengan garam ini seujung sendok" ujar nya menjelaskan
"Nah stelah itu minum hangat hangat , sisa garam taburkan di bak air lalu dipakai mandi . Atas izin Allah insyallah ayahmu sembuh " sambungnya diakhiri senyuman hangat.
"Baik Mbah. Terima kasih atas pertolongannya , maaf merepotkan " ucapku seraya mengeluarkan sebungkus rokok kretek berwarna coklat sesuai mereknya serta sebuah amplop putih langsung diletakan di telapak tangan Mbah Wawan.
"Ah nak Bagas gak usah , Abah ikhlas kalau nolong tetangga" ucapnya sambil menyeruput kopi dan memegang amplop dan rokok meski seolah terpaksa diterima nya
"Gak apa apa Mbah. Lagi pula lumayan buat beli rokok lagi. Saya pamit ya mbah " ucap ku ingin segera mengakhiri perbincangan namun
"Sebentar nak Bagas, ada sesuatu yang ingin Abah tanyakan " tanya Mbah Wawan menahan ku
"Tanya apa Mbah?" Tanya ku heran
"Nak Bagas sejak kapan bisa melihat hal gaib? " Tanya bah Wawan menelisik
"Loh koq Abah bisa tau?, hmm kemarin Mbah pas pertama masuk sekolah 3 hari yang lalu itu juga setengah setengah, kadang bisa lihat kadang gak Mbah" jawab ku diiringi anggukkan dari kepala Mbah Wawan.
"Oh... Begitu , kemampuan kamu itu segelnya sudah hampir lepas menjelang akhir baligh. Akan terbuka sempurna bila kamu kontak dengan jin . Sepertinya kamu sudah pernah kontak. "Ucapnya seraya menyedot rokok ditahan kirinya
"Oh iya bah. Bocah kecil di sekolah dia bukan manusia. Menabrak saya Mbah" sahut ku mengingat.
"terus kamu tahu siapa yang ada di rumah kamu saat ini? " Tanya Mbah Wawan lagi
"Merry , teman sekelas saya?" Jawab ku ditambah dengan pertanyaan.
"Bukan. Tapi yang ada di kamar mu ? Dia mengenakan baju kerajaan " ucap Abah menjelaskan
"Oh ... Dia ya Mbah , " jawab ku ragu "Tapi .... dia gak pake baju kerjaan Mbah " sambung ku masih dengan nada heran dan tapi aku tidak menjelaskan pakaian menantang dari sosok itu.
"Hati hati nak, makhluk seperti mereka bisa jadi apa aja dan bisa menjerumuskan ke jalan sesat. kuncinya kamu harus kuat iman. Tapi dari auranya mereka seperti bukan golongan hitam " pungkasnya
Setelah mendapat kan obat dan wejangan dari Mbah Wawan akupun pulang jalan kaki, cukup lama memang perjalanan dari RW 12 ke RW 13 yang melewati tanah kosong . Lagi pula motor bebek milik ayah mungkin masih di rumah uwa.
Sesampainya di rumah Merry ternyata sudah bangun dan duduk di ruang tamu , dia seperti nya sudah mandi terlihat dibalik rambut nya yang basah. Lalu ibu datang membawakan 2 piring nasi goreng plus telor ceplok di atasnya.
"Eh sudah bangun mer?" Tanya ku sambil memberikan obat ke ibu
Aku menjelaskan tata cara yang Mbah Wawan ajarkan . Kemudian beliau pergi ke arah dapur.
"Udah dari tadi. Enak bener ya tidur di rumah kamu. Wangi dan adem" jawabnya yang membuat ku mengerutkan dahi
"Wangi? " Perasaan ku belum pernah pakai pewangi ruangan, punya pun gak ada. "Eh dimakan ya sarapannya cuma begini aja" ucap ku merendah . Lalu dia berkata bahwa nasi goreng kesukaannya.
Selesai makan datanglah adikku dengan motor bebeknya. Dan menghampiri ku yang sedang berganti pakaian di dalam kamar.
"Eh kak, tuh cewe nginep disini?" Tanya adek ku
"Iya ... " Jawab ku singkat sambil menyisir rambut
"Enak dong ? " Tanya nya singkat tapi bikin emosi
"Maksud Lo dek?" Tanya ku balik
"Gak bikin Bayi kan? " Tanya adek ku sambil nyengir kuda
" ........ " Aku
Beletak
Tangan kanan ku mendarat di tempurung kepalanya seketika adek ku meringis kesakitan.
"Aduh.... Becanda kak, " ucapnya mengeluh sambil mengusap usap kepalanya.
"Makanya omongan dijaga dek dek, belajar adab Ama yang tua yah. Inget"
"Iya kak". Lalu ngeloyor keluar kamar.
Setelah selesai dandan akupun segera pulang ? maksudnya ikut pulang dengan Merry untuk mengambil motor ku di rumahnya. Apalagi kemarin Merry lupa membawa seragam dan juga peralatan sekolahnya karena keburu menjemput ayah.
Setelah izin kepada ayah yang sudah baikan dan ibu juga., kami pun berangkat menuju rumah Merry terlebih dahulu. Perjalanan menyusuri hutan pinus lalu melewati persawahan di desa ku nampak Merry begitu merekah di bibir merahnya.
"Gas. Indah yah disini. Kayak di puncak dan juga Bali. Naik gunung dan banyak sawah" ucapnya sambil melirik ke kiri dan kanan jalan nya "beruntung banget liburan gratis. Tau gini kenal sama kamu dari dulu aja yah" sambungnya membuat ku menoleh ke arahnya.
Aku pun tertawa "lagian kenapa juga lu ga jadi orang sini aja dari dulu " ucap ku yang membuat Merry tertawa.
Singkat waktu, motor ku sudah diambil di rumah Merry , dan dia ikut bareng lagi dengan ku ke sekolah. Perjalanan ku aman karena tadi kami sempat berpapasan antara mobil Hesty dan mobil merry saat digerbang besar komplek. Jadi meski aku berdua dengan Merry di motor maka Hesty tidak akan tahu.
Sesampainya di sekolah. Aku izin ke toilet mushola. Lalu Merry pergi duluan ke kelas. Sesampainya di mushola aku ketemu dengan Eri tapi tanpa si imal
"Woi... Bro !" Sapa nya pada ku dengan melambaikan tangan
"Er, .... " Sahut ku " tumben sendiri , kemana si imal? " Sambung aku bertanya
"Telat datang dia, " jawabnya
"Telat datang bulan kali " celetuk aku sambil ketawa
"Konyol, lu kali yang hamilin yak? " Timpal Eri
"Lah , tiap hari sama lu er, ngaku loh" tanya ku
"Heeeh enak aja lu " ucap ku lalu kami tertawa
Lalu perhatian gw melihat imal sedang berlari ke arah kami .
"Ini anak panjang juga kandjut (umur) lu " celetuk Eri pada imal yang baru sampai
"Sial lu, awas dulu gw mau pipis " ucapnya ngeloyor ngelewatin kami berdua.
Setelahnya imal pun kembali dan berkata sesuatu.
"Eh...bro gw semalam abis nemu lokasi buat konten gw. Lu pada ikut yah ekplor ntar malam Minggu " sahutnya
"Sejak kapan lu mau kencan Ama jurig (hantu)? " Ucap ku menimpali ,.Eri tekekh mendengarnya
"Halahhh... Lagi tren nih horor horroran , gw pengen jadi youtuber nih. Bantuin gw ya? . Semalam aja temen gw tuh abis editing video eksplor nya ..di chanellnya udah jadi cuan " jawab imal
"Ide bagus bro. Nyok ah " ucap Eri mencolek perut ku
"Berani emng lu pada, kalau ketemu mbak Kunti paling juga pada mencret" ucap ku memperingatkan dengan tertawa.
"Kan ada elu yang ngusir jadi pawang hantunya Gas hahaa " timpal imal dan diiringi gelak tawa Eri
"Set dahhh...dikira gw dukun ?"
Aku yang hanya garuk garuk kepala seolah ragu dengan ide mereka bikin konten horor , coba bikin konten kuliner kan bisa kenyang terus tiap ngonten.
"Lu takut ? Payah lu men. Malu tuh sama kandjut lu yang gede " ejek Eri
"Sekalian aja potong wkwkwk " sahut imal dan Eri tertawa
Dalam situasi ini, aku bingung dan ragu namun tidak keren bila menolak ajakan duo maho hanya karena eksplor doang. Akhirnya aku menyetujui ajakan mereka berdua meski rasa was was menyerang ku. Bagaimana tidak makhluk tadi yang ada di pohon Kamboja saja masih ada dan enggan aku lewati dan memilih jalan memutari mushola untuk menuju kelas.
Setelah masuk kelas, Hesty ternyata sudah ada di dalam kelas dia sedang membaca novel berjudul Aurora . Kedatangan ku disadari olehnya lalu menoleh ke arah ku dengan tatapan datar.
"Chat ku ga dibales. Segitunya udah punya temen baru " ucapnya dengan senyum getir
" Oh..Enakan ngomong langsung , Hes " jawab ku yang membuat matanya membesar dan pipinya sedikit memerah.
"Yaudah , ngomong aja gmna? "Tanya Hesty memastikan
"Yasudah kita ngobrol nanti pas pulang sekolah aja" jawab ku
"Di kafe yuk? " Ajaknya
"Oke deh... " Jawab ku
Lagi lagi aku harus menjaga image ku di mata cewek. Meski makan di kafe akan menguras dompet ku , uang jajan satu Minggu (menangis 😭)
Namun lirikan mata ku tak sengaja melihat Merry sedang memperhatikan kami berdua yang sedang mengobrol. Mata kami bertemu tetapi aku gagal fokus Ternyata dia sedang memegang sebuah komik berjudul kesukaan ku juga berjudul *Attack on Titan" . Aku terkejut Merry seorang wibu .

#Sebuah Pembicaraan
Cuaca pagi. Hari yang cerah , matahari sudah menyengat , Sesosok makhluk hitam sedang mengendap endap di atas pohon cengkeh tinggi dan besar dengan dedaunan rindang. Memperhatikan dua bocah cilik yang sedang bermain di pinggir Empang yang air nya keruh coklat kehitaman .
Grrrrrrhhh
Napas nya memburu napsu, air liurnya menetes bercucuran mana kala bocah laki laki yang sedang menarik jalan mobil mobilan truknya dan gadis kecil seumuran sedang memegang boneka bermain disana. Secepat kilat makhluk itu menerjang sosok bocah laki laki itu yang sedang mencelupkan mobil mobilan nya ke dalam Empang , namun tiba tiba datanglah dua cahaya biru dan hijau menerjang makhluk itu sebelum sesaat menggapai tubuh bocah laki kali itu.
DUARRR
Ledakan gaib yang begitu dekat membuat si bocah itu jatuh tersungkur masuk ke dalam kolam. Anak gadis kecil seumuran nya teriak teriak dengan suara lemah. naas bocah yang sudah tercebur meronta ronta tenggelam di dalam kolam, tidak ada satu orangpun melewati Empang tersebut kecuali gadis kecil seusianya berteriak teriak pelan . Akan tetapi ibu ibu yang sedang mencuci di dalam MCK tidak menyadari kejadian itu. Apalagi jam 9 pagi sebagian besar orang desa sudah pergi bekerja ke sawah atau ke kebun baik laki laki maupun perempuan.
Takkk teppp tess
Pegerakan dua cahaya tadi saling beradu menyerang gerakan makhluk hitam itu hingga terdengar jeritan memilukan dari sebuah kematian dan kepulan asap di atas desa tersebut .
Sementara, Tubuh bocah laki laki tadi sudah meminum banyak air kotor empang swhingga pergerakan nya mulai melemah lalu tidak bergerak sama sekali. Badan nya terapung di atas air dengan posisi telungkup.
Beberapa saat kemudian, desa kecil itu warga digemparkan dengan kejadian anak usia 3 tahun tenggelam di Empang dan dikira sudah meninggal dunia.
Lalu Sins berganti di puskesmas. Cahaya biru itu melesat mengikuti kemana bocah itu dibawa lalu Cahya itu merasuk kedalam tubuh bocah laki laki hingga beberapa saat dia terbatuk dan sadar hingga dia sehat seperti sedia kala.
Setelah itu cahaya biru ikut pergi kemana bocah kecil itu pulang dan bersemayam di rumah yang dia tinggali sekarang.Dan
Sayup sayup suara azan subuh berkumandang memecah kesunyian pagi ini.
sebuah tangan menyentuh bahuku dan menggoyang goyangkan nya disertai suara yang ku kenal, dialah ibu membangunkan ku agar segera menunaikan sholat subuh.
Mata ku mulai terbuka perlahan , cahaya lampu begitu merangsek ke dalam mata tidak seperti biasanya, terlalu silau bagiku sehingga mataku terpicingkan menahan rasa perih olehnya.
Akupun berjalan gontai melewati ruang tengah yang dimana ada ayah yang masih tertidur lelap , namun sepertinya kondisi ayah lebih baikan , dilihat dari damainya wajah ayah serta dengkuran khasnya yang cukup terdengar geli ditelinga . Syukurlah begitulah rasa lega di dalam dada ku.
Setelah solat subuh akupun bergegas menuju rumah Mbah Wawan dengan jalan kaki , entah mengapa adik semata wayang ku ternyata belum pulang. Mungkin dia tidur dirumah Uwa ku setelah ngambek karena berkali kali disuruh ibu. Atau mungkin dia tau bahwa Merry menginap dan mengandih alih kasur kesayangannya.
Di rumah Mbah Wawan
"Bagaimana Mbah ayah saya? " Tanya ku pada mbah Wawan yang sudah duduk di atas tikar
"Ayah mu diserang jin , tapi bukan santet atau teluh. Abah sudah menerawang ini jelas ulah jin usil" ucapnya lalu menyeruput teh hangat.
"Kira kira kenapa yah Mbah?" Tanya ku ingin. Tahu
"Dendam atau mungkin nak Bagas menganggu makhluk mereka dari alam lain?" Tanya Mbah Wawan
"Saya kira tidak , tapi.... " Ucapan ku berhenti mana kala mengingat serangan jin penjaga Hesty.
"Apakah iya. Jin nya sampai menyerang ayah? Apa salah ayah? Tidak mungkin "gumamku dalam hati.
"Entah lah. Tapi sesama makhluk kita harus saling menghargai dan memaafkan juga" satu batang rokok dibakarnya.
" Nak Bagas, ini kelapa ijo dan garamnya sudah Abah kasih rajah. Kupas atasnya hingga berlubang lalu bakar kelapanya di atas kompor lalu taburi dengan garam ini seujung sendok" ujar nya menjelaskan
"Nah stelah itu minum hangat hangat , sisa garam taburkan di bak air lalu dipakai mandi . Atas izin Allah insyallah ayahmu sembuh " sambungnya diakhiri senyuman hangat.
"Baik Mbah. Terima kasih atas pertolongannya , maaf merepotkan " ucapku seraya mengeluarkan sebungkus rokok kretek berwarna coklat sesuai mereknya serta sebuah amplop putih langsung diletakan di telapak tangan Mbah Wawan.
"Ah nak Bagas gak usah , Abah ikhlas kalau nolong tetangga" ucapnya sambil menyeruput kopi dan memegang amplop dan rokok meski seolah terpaksa diterima nya
"Gak apa apa Mbah. Lagi pula lumayan buat beli rokok lagi. Saya pamit ya mbah " ucap ku ingin segera mengakhiri perbincangan namun
"Sebentar nak Bagas, ada sesuatu yang ingin Abah tanyakan " tanya Mbah Wawan menahan ku
"Tanya apa Mbah?" Tanya ku heran
"Nak Bagas sejak kapan bisa melihat hal gaib? " Tanya bah Wawan menelisik
"Loh koq Abah bisa tau?, hmm kemarin Mbah pas pertama masuk sekolah 3 hari yang lalu itu juga setengah setengah, kadang bisa lihat kadang gak Mbah" jawab ku diiringi anggukkan dari kepala Mbah Wawan.
"Oh... Begitu , kemampuan kamu itu segelnya sudah hampir lepas menjelang akhir baligh. Akan terbuka sempurna bila kamu kontak dengan jin . Sepertinya kamu sudah pernah kontak. "Ucapnya seraya menyedot rokok ditahan kirinya
"Oh iya bah. Bocah kecil di sekolah dia bukan manusia. Menabrak saya Mbah" sahut ku mengingat.
"terus kamu tahu siapa yang ada di rumah kamu saat ini? " Tanya Mbah Wawan lagi
"Merry , teman sekelas saya?" Jawab ku ditambah dengan pertanyaan.
"Bukan. Tapi yang ada di kamar mu ? Dia mengenakan baju kerajaan " ucap Abah menjelaskan
"Oh ... Dia ya Mbah , " jawab ku ragu "Tapi .... dia gak pake baju kerjaan Mbah " sambung ku masih dengan nada heran dan tapi aku tidak menjelaskan pakaian menantang dari sosok itu.
"Hati hati nak, makhluk seperti mereka bisa jadi apa aja dan bisa menjerumuskan ke jalan sesat. kuncinya kamu harus kuat iman. Tapi dari auranya mereka seperti bukan golongan hitam " pungkasnya
Setelah mendapat kan obat dan wejangan dari Mbah Wawan akupun pulang jalan kaki, cukup lama memang perjalanan dari RW 12 ke RW 13 yang melewati tanah kosong . Lagi pula motor bebek milik ayah mungkin masih di rumah uwa.
Sesampainya di rumah Merry ternyata sudah bangun dan duduk di ruang tamu , dia seperti nya sudah mandi terlihat dibalik rambut nya yang basah. Lalu ibu datang membawakan 2 piring nasi goreng plus telor ceplok di atasnya.
"Eh sudah bangun mer?" Tanya ku sambil memberikan obat ke ibu
Aku menjelaskan tata cara yang Mbah Wawan ajarkan . Kemudian beliau pergi ke arah dapur.
"Udah dari tadi. Enak bener ya tidur di rumah kamu. Wangi dan adem" jawabnya yang membuat ku mengerutkan dahi
"Wangi? " Perasaan ku belum pernah pakai pewangi ruangan, punya pun gak ada. "Eh dimakan ya sarapannya cuma begini aja" ucap ku merendah . Lalu dia berkata bahwa nasi goreng kesukaannya.
Selesai makan datanglah adikku dengan motor bebeknya. Dan menghampiri ku yang sedang berganti pakaian di dalam kamar.
"Eh kak, tuh cewe nginep disini?" Tanya adek ku
"Iya ... " Jawab ku singkat sambil menyisir rambut
"Enak dong ? " Tanya nya singkat tapi bikin emosi
"Maksud Lo dek?" Tanya ku balik
"Gak bikin Bayi kan? " Tanya adek ku sambil nyengir kuda
" ........ " Aku
Beletak
Tangan kanan ku mendarat di tempurung kepalanya seketika adek ku meringis kesakitan.
"Aduh.... Becanda kak, " ucapnya mengeluh sambil mengusap usap kepalanya.
"Makanya omongan dijaga dek dek, belajar adab Ama yang tua yah. Inget"
"Iya kak". Lalu ngeloyor keluar kamar.
Setelah selesai dandan akupun segera pulang ? maksudnya ikut pulang dengan Merry untuk mengambil motor ku di rumahnya. Apalagi kemarin Merry lupa membawa seragam dan juga peralatan sekolahnya karena keburu menjemput ayah.
Setelah izin kepada ayah yang sudah baikan dan ibu juga., kami pun berangkat menuju rumah Merry terlebih dahulu. Perjalanan menyusuri hutan pinus lalu melewati persawahan di desa ku nampak Merry begitu merekah di bibir merahnya.
"Gas. Indah yah disini. Kayak di puncak dan juga Bali. Naik gunung dan banyak sawah" ucapnya sambil melirik ke kiri dan kanan jalan nya "beruntung banget liburan gratis. Tau gini kenal sama kamu dari dulu aja yah" sambungnya membuat ku menoleh ke arahnya.
Aku pun tertawa "lagian kenapa juga lu ga jadi orang sini aja dari dulu " ucap ku yang membuat Merry tertawa.
Singkat waktu, motor ku sudah diambil di rumah Merry , dan dia ikut bareng lagi dengan ku ke sekolah. Perjalanan ku aman karena tadi kami sempat berpapasan antara mobil Hesty dan mobil merry saat digerbang besar komplek. Jadi meski aku berdua dengan Merry di motor maka Hesty tidak akan tahu.
Sesampainya di sekolah. Aku izin ke toilet mushola. Lalu Merry pergi duluan ke kelas. Sesampainya di mushola aku ketemu dengan Eri tapi tanpa si imal
"Woi... Bro !" Sapa nya pada ku dengan melambaikan tangan
"Er, .... " Sahut ku " tumben sendiri , kemana si imal? " Sambung aku bertanya
"Telat datang dia, " jawabnya
"Telat datang bulan kali " celetuk aku sambil ketawa
"Konyol, lu kali yang hamilin yak? " Timpal Eri
"Lah , tiap hari sama lu er, ngaku loh" tanya ku
"Heeeh enak aja lu " ucap ku lalu kami tertawa
Lalu perhatian gw melihat imal sedang berlari ke arah kami .
"Ini anak panjang juga kandjut (umur) lu " celetuk Eri pada imal yang baru sampai
"Sial lu, awas dulu gw mau pipis " ucapnya ngeloyor ngelewatin kami berdua.
Setelahnya imal pun kembali dan berkata sesuatu.
"Eh...bro gw semalam abis nemu lokasi buat konten gw. Lu pada ikut yah ekplor ntar malam Minggu " sahutnya
"Sejak kapan lu mau kencan Ama jurig (hantu)? " Ucap ku menimpali ,.Eri tekekh mendengarnya
"Halahhh... Lagi tren nih horor horroran , gw pengen jadi youtuber nih. Bantuin gw ya? . Semalam aja temen gw tuh abis editing video eksplor nya ..di chanellnya udah jadi cuan " jawab imal
"Ide bagus bro. Nyok ah " ucap Eri mencolek perut ku
"Berani emng lu pada, kalau ketemu mbak Kunti paling juga pada mencret" ucap ku memperingatkan dengan tertawa.
"Kan ada elu yang ngusir jadi pawang hantunya Gas hahaa " timpal imal dan diiringi gelak tawa Eri
"Set dahhh...dikira gw dukun ?"
Aku yang hanya garuk garuk kepala seolah ragu dengan ide mereka bikin konten horor , coba bikin konten kuliner kan bisa kenyang terus tiap ngonten.
"Lu takut ? Payah lu men. Malu tuh sama kandjut lu yang gede " ejek Eri
"Sekalian aja potong wkwkwk " sahut imal dan Eri tertawa
Dalam situasi ini, aku bingung dan ragu namun tidak keren bila menolak ajakan duo maho hanya karena eksplor doang. Akhirnya aku menyetujui ajakan mereka berdua meski rasa was was menyerang ku. Bagaimana tidak makhluk tadi yang ada di pohon Kamboja saja masih ada dan enggan aku lewati dan memilih jalan memutari mushola untuk menuju kelas.
Setelah masuk kelas, Hesty ternyata sudah ada di dalam kelas dia sedang membaca novel berjudul Aurora . Kedatangan ku disadari olehnya lalu menoleh ke arah ku dengan tatapan datar.
"Chat ku ga dibales. Segitunya udah punya temen baru " ucapnya dengan senyum getir
" Oh..Enakan ngomong langsung , Hes " jawab ku yang membuat matanya membesar dan pipinya sedikit memerah.
"Yaudah , ngomong aja gmna? "Tanya Hesty memastikan
"Yasudah kita ngobrol nanti pas pulang sekolah aja" jawab ku
"Di kafe yuk? " Ajaknya
"Oke deh... " Jawab ku
Lagi lagi aku harus menjaga image ku di mata cewek. Meski makan di kafe akan menguras dompet ku , uang jajan satu Minggu (menangis 😭)
Namun lirikan mata ku tak sengaja melihat Merry sedang memperhatikan kami berdua yang sedang mengobrol. Mata kami bertemu tetapi aku gagal fokus Ternyata dia sedang memegang sebuah komik berjudul kesukaan ku juga berjudul *Attack on Titan" . Aku terkejut Merry seorang wibu .

Diubah oleh aguzblackrx 09-04-2024 22:08
bauplunk dan 15 lainnya memberi reputasi
16

