Kaskus

Story

aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
Satu Kelas Dengan Dia
Horror, Romance

Satu Kelas Dengan Dia

Quote:


PROLOG


Bagas tak sengaja menjadi indigo karena insiden tenggelam di kolam empang yang berair kotor saat masih berumur 3 tahun yang membuat jiwanya terbawa ke alam gaib dan mendapat kemapuan bisa melihat makhuk tak kasat mata meski tidak sekaligus dan berangsur angsur lama hingga dia bertemu dengan sosok di sekolah nya yang membuat dirinya menyadari memiliki kemampuan dan mendapatkan sebuah tanggung jawab besar dalam hidupnya




Quote:


Spoiler for Jangan di Buka:


Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 21-09-2024 09:52
viper990Avatar border
qiem.tamvanAvatar border
dwi.haryana.982Avatar border
dwi.haryana.982 dan 28 lainnya memberi reputasi
27
30.4K
1.6K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
#47
Part 11
#Sosok Gadis

Ruang dokter

"Bapak ini sebenarnya sakit Apa yah? Saya periksa tidak ada bekas gigitan. Tidak mungkin dengan waktu yang singkat bisa bengkak seperti ini "

Ayah meringis "... Iya saya juga gak tahu dok , sejak pagi baik baik saja gak ada semut pun yang menggigit .... " Ayah meringis lagi

"awalnya dikira pegal pegal saja di lengan kiri saya namun saat saya mau pulang rasanya berubah jadi panas dan sekarang saya merasakan seperti tusukan jarum di tangan kiri saya sakit tak tertahankan sampai sekarang masih kerasa "sambungnya

Kecamata pak dokter diturunkan ke meja "Sudah saya suntikan anti nyeri sementara, dan beberapa resep obat diminum teratur saja. Dan coba ke orang pinter yang bisa , takutnya ada hal diluar medis yang menimpa bapak "ujar pak dokter

kami pun pulang setalah membayar biaya pengobatan ayah. Sekarang ayah sudah bisa berjalan sendiri meski rasa sakit masih dirasakan dengan wajah ekspresi meringis namun tidak seperti tadi sampai bangun pun susah.

Perjalanan kami pun cukup jauh sekitar hampir 1,5 jam , aku merasa gak enak dengan Merry menjadi sopir dadakan hanya untuk menolong ayah ku. Namun katanya dia ikhlas nolong tapi aku juga harus nolong dia nanti (mungkin disuruh nemenin bobo di kamarnya kali ? emoticon-Hammer2 ) Padahal awalnya aku yang diminta menolongnya.

Singkat waktu kami pun sampai di Desa ku, hari sudah lewat magrib terlihat berapa orang baru keluar Masjid yang mana mobil Merry diparkirkan di samping halaman masjid karena untuk menuju rumah ku hanya bisa dilalui oleh sepeda motor Saja.

Ayah , aku dan Merry disambut suka cita oleh ibu dan adik ku di depan rumah. Ibu terlihat sendu manakala melihat ayah yang masih meringis kesakitan.

Ibu sempat heran dan bertanya ada gadis bersama ku pulang menjemput ayah yang sakit. Dan aku menjelaskan bahwa Merry adalah teman sekelas yang sengaja menawari bantuan (padahal lagi ketakutan ).

Lalu dibawa nya ayah ke ruang tengah dengan dibopong oleh ibu dan berbaring di atas kasur yang sudah disiapkan sebelumnya.

Merry yang baru pertama kali ke rumah ku duduk di ruang tamu untuk istirahat, dia celingak clinguk menoleh ke kanan dan kiri mungkin aneh baginya baru pertama kali masuk rumah sempit.

Aku yang menghormati Merry segera mengambil air teh hangat dan cemilan kampung berupa ranginang dan majik sisa kondangan kemarin.

Ayah yang sudah ruang tengah segera diintrogasi oleh ibu .

"Ayah kenapa bisa begini ? " Tanya ibu penuh kasih

"Gak tau Bu, ayah mau pulang ke rumah tadinya kan udh nelpon ke adek kalau ayah mau nyamperin Bagas buat pulang bersama tapi malah begini mendadak bengkak di tangan kiri " ucap ayah sambil meringis kesakitan

"Ayah udah berobat Bu, tapi kata dokter harus diperiksa orang pintar karena penyakit bapak itu aneh" ucap ku yang membuat ibu membelalakkan matanya.

"Dek, kamu panggil Mbah Wawan kesini yah cepet " seru ibu pada adek dibalas dengan anggukan.

"Kak motor mana? " Tanya adek.

"Aduh , di rumah temen kakak" ? Jawab ku nyengir sambil nyengir kuda

"Hah? , ih kak mah gimana sih" kata adikku menggerutu. Aku tau bahwa dia males bawa motor bebek yang sering dia bawa sekolah. Lebih pede kalau pake motor baru yang sering aku bawa.

Singkat waktu adek ku sudah bersama dengan Mbah Wawan. Beliau adalah ketua RT yang ada di RW 12 sedangkan kami ada di RW 13. Sehingga kalau jalan kaki menjemputnya cukup lama perjalanan sampe ke rumah , makanya adik ku memakai motor untuk menjemput nya.

Beliau sempat menyalami Merry yang sedang duduk bersama ku di ruang tamu. lalu beliau masuk ke ruang tengah menemui ayah ku yang sekarang sedang berbaring menahan rasa sakit.

Mbah Wawan sudah duduk bersila, mereka terdengar berbincang sebentar menanyai sebab sakitnya ayah. Tak lama kemudian ibu membawakan air satu gelas untuk dijadikan minum untuk Mbah Wawan.

Lalu Mbah Wawan memejamkan mata dengan menyatukan kedua telunjuk dan ibu jari tangannya di atas lantai. Entah apa yang dilakukan Mbah Wawan sepetinya dia sedang membaca sebab dari sakitnya bapak. Beberapa saat kemudian beliau membuka matanya dengan wajah sedikit cemas.

"Ada yang dendam ini" ucapnya singkat sambil memikirkan sesuatu

"Pak Ahmad punya musuh di pasar ? " Tanya

"Saya rasa tidak ada Mbah, " jawab ayah yang makin meringis kesakitan.

Lalu Mbah Wawan memegang tangan kiri ayah yang bengakak, erangan kesakitan keluar dari mulut ayah.

"Aaa ....Aduuhh aduuhh"

Suara pilu ayah membuat ku khawatir , lalu aku beranjak ke ruang tengah, namun Merry ku suruh untuk menunggu di ruang tamu Saja.

Mbah Mawan sedang mengusap usap bagian yang sakit diiringi beberapa lafalan berbahasa arab dari mulutnya. Sekitar beberapa waktu akhirnya usaha pengobatan nya selesai. Sekarang ayah sudah tidak begitu merasakan sakit dan bengkak berwarna merah di tangan kiri ayah sedikit lebih kecil dari sebelumnya.

"Mbah, kata dokter gak ada hewan atau benda lain yang menyengat tangan kiri ayah. Tapi koq aku melihat ada titik hitam di tengah tangan yang bengkak. " Ucap ku membuat Mbah Wawan mengangguk senyum

"Apa yang kamu lihat sama seperti Mbah lihat, itu berupa serangan dari jin yang dendam terhadap manusia. Tapi kalau santet pasti gak ada bekasnya cuma sakit tapi kalau di obatin pasti ada benda benda yang bisa ditarik seperti silet, paku , jarum dan lain lain" ucapnya menjelaskan

"Namun ini beda, ini seperti bekas tujukan cakar jin , cukup berbahaya bila tidak ditangani dengan baik" sambung Mbah Wawan

"Apakah suami saya akan sembuh Mbah?" Tanya ibu memastikan

"Insyallah , tapi saya harus membuat rajah untuk suami Bu aam, namun itu dibuat di rumah saya satu malam , besok setelah subuh nak Bagas ke rumah Abah " ucap Mbah Wawan melirik ke arah ku

"Bawakan garam, dan kepala ijo , beli aja di warung es mang Dadang satu butir " tambah Mbah wawan

Lalu ibu menyuruh adek untuk membeli semua keperluan pengobatan Abah, lagi lagi dengan wajah ketus. seolah terpaksa menuruti permintaan ibu, ia pun pergi sesuai perintah ibu dan lagi pula aku ada tamu yaitu Merry .

Singkat waktu semua persyaratan sudah dibawa oleh mbah Wawan dan diantar lagi oleh adek ku yang masih ketus itu. Mbah Wawan pamit izin pulang dan tak lupa mengingatkan ku agar besok subuh sudah bisa diambil.

Sepulang Mbah Wawan akupun kembali ke ruang tamu, nampak Merry tertidur di kursi panjang.

Wajahnya yang cantik dan teduh damai yang mungkin sudah bermimpi indah (bersama ku emoticon-Hammer2 ). Namun memandang nya malah membuat fikiran ini teringat sosok Hesty ( Asli aneh banget). Seketika aku teringat akan pesan yang belum dicek tadi. Sebuah notifikasi dan itu pesan dari Hesty. Ternyata dia sudah membalas chat WA ku.

Belum sempat ku balas, lagi pula sudah malam aku kira pasti Hesty sudah tidur karena sekarang sudah menunjukan jam 10 malam.

Akupun berinisiatif untuk merapihkan kamar ku untuk tempat tidur sementara Merry. Untungnya dia tidur di rumah ku jadi dia aman disini tanpa gangguan gaib.

Kamar sudah beres dan bergegas ke ruang tamu untuk membangunkan Merry agar pindah ke kamar.

Namun aku malah ragu saat melihat kedamaian Merry yang sedang tidur seperti cinderella. Aku pun duduk disampingnya sambil membuka hp , lirikan mata ku sempat memandang wajah cantiknya lalu fokus lagi menatap layar hp hendak membalas WA dari Hesty.

" ........ " Merry bangun dengan posisi duduk , matanya masih merem.

Ini anak kenapa yah? Gumam ku dalam hati. Akupun tidak jadi membalas chat dari Hesty dan menatap aneh pada nya.

"Mer , pindah yuk tidurnya ke kamar" kata ku pelan.

Merry membalas dengan anggukan dan masih diam. Dahi ku mengkerut heran dengan tingkah yang mungkin lucu.

"Ngelindur nih anak" lalu menarik tangannya "ayo pindah .. "sahut ku padanya

Diapun bangun dan berjalan mengikuti tuntunan ku dengan mata masih tertutup. Tak banyak fikir aneh aneh ,setelah masuk kamar akupun memposisikan Merry pada kasur milik ku. Lalu hendak kembali keluar kamar. Baru saja membalikan badan tiba tiba
"Tap ..."
Mata ku terbelalak kaget . Tidak didugaDua buah tangan melingkar di perut ku dari arah belakng, dan dua buah benda kenyal serasa menekan punggung ku.

Aku pun membalikan badan ku seraya melepas pelukan tangan itu, dan melihat sebuah senyuman dan kerlingan mata kiri Merry membuat ku heran, cemas dan takut.

"Merry ...? " Tanya ku bingung

"Kreeekkk. Brug "

Lalu aku membalikan badan karena mendengar suara tertutup nya pintu.
"Siapa yang nutup pintu? " Ucap ku panik dan berjalan menuju pintu menggapai gagang nya.

Krek krekk
Pintu tidak bisa dibuka , akupun berusaha membuka pintu sesegera mungkin namun tetap saja tidak bisa dibuka. Lalu aku menoleh ke arah Merry yang bergelagat aneh. Dia mengelus elus rambutnya yang aku rasa ini tidak tren di era modern saat ini.

Merry tersenyum senyum aneh mendekati ku dengan cara berjalan lenggak lenggok. Tatapan menggoda membuatku tidak percaya dia adalah Merry .

"Merry ....sadarlah " ucap ku ketika tangan Merry telah sampai di dadaku dengan tatapan nanar ke arahnya.

"Kau jadi milikku, Bagas " ucapnya memojokan ku dibalik pintu kamar ku

Aku yang panik dan takut ketauan ibu dan ayah, mencoba menyadarkan Merry dengan mengguncang guncang kan badannya. Namun gerakan nya semakin liar seolah ingin memperkaos ku. Tangan kiri ku diraihnya lalu

"Tap ..."

Empuk, kenyal dan hangat itulah sensasi yang ku rasakan saat tangan ku tak sengaja ditempelkan di gunung milik Merry yang bertingkah aneh. Panas dingin bingung lalu Mata ku terbelalak menyadari ada yang tidak beres dengannya.

Aku pun teringat dengan kejadian tadi siang, Hesty yang kesurupan mampu ku sadarkan dengan kalimat hasbunallah. Aku kira Merry juga mengalami hal yang sama.

Lalu ku bacakan kalimat hasbunallah beberapa kali dengan memegang kedua belah pundak nya serta menatap kedua matanya.

"Hasbunallah wanikmal wakil dst ..." Berkali kali aku lafalkan

Dan berhasil.

Arggghhhh

Mata nya terbelakak dengan tubuh menegang beberapa detik. lalu tubuhnya terkulai lemas dan hampir jatuh namun dengan reflek bisa ku selamatkan dan membawanya ke atas kasur.

Rasa lega akhirnya Merry terlihat sudah tenang seperti orang tidur biasa. Saat hendak kembali ingin keluar dan baru saja menyentuh pegangan pintu. Namun tiba-tiba

"Heueueuiihhiiii ii iii. ...Hikss hiks" suara tangisan dari seorang perempuan begitu jelas . Suara itu berkali kali lalu aku kembali membalikan badan karena penasaran.

DEGh " aku terkaget ,.mataku terbelalak melihat nya.

Seorang gadis memakai baju putih seperti kemeja panjang. Dia duduk tanpa memakai celana sehingga perabotan mulusnya terekspos jelas.

Aku pun tertegun mematung "siapakah dia sebenarnya?" Gumam ku heran dengan rasa takut.

"H h hey ...." Sahut ku terbata bata dan juga takut karena sosok itu bukan Merry yang tertidur di kasur ku. Tapi sosok lain yang berbeda.

Tubuhnya terlihat tinggi putih dengan rambut panjang terurai ke depan menutupi sebagian wajahnya.. tangan kirinya mengusap usap matanya..

Napas ku terengah engah "S si siapa kamu ?" Tanya ku ragu ragu takut dia sosok jahat seperti tadi siang.

Dia masih menangis terisak di atas kasur ku. Namun suaranya seolah tidak menganggu Merry yang sedang tertidur pulas.

"Kamu jahat... Bagas kau jahat" ucapnya yang sambil terisak tangis membuat mata ku membesar.

"Aku jahat ? Kenapa? " Tanya ku heran

Lalu sosok wanita itu berdiri , wajahnya sekarang terlihat jelas.

"kamu ini.... ? " Ucap ku teringat bahwa dia adalah gadis dalam mimpi ku tempo hari.

"Kamu tidak mengenali aku lagi?" Katanya yang malah membuatku bertanya tanya salam benak

"Kamu gadis yang sama bukan? Di dalam mimpiku" ucap ku menerka dan dijawab olehnya dengan anggukan.

"Aku hanya ingin bertemu dengan mu saja " ujar nya memecah rasa tegang

Aku yang masih mematung di depan pintu mulai mendekatinya.


"Sebenarnya siapa kamu?Dari mana asalmu?" Tanya ku memberondong

Satu tarikan napasnya begitu dalam lalu dihembuskannya satu kali

"Jika bukan karena aku, kau sudah tidak ada di dunia ini 12 tahun yang lalu " ucapnya yang membuat ku teringat akan masa lalu ku yang hampir merenggut nyawa ku.


Mataku membesar, Kilasan peristiwa yang hampir aku lupakan, tiba-tiba saja seolah kembali diperingaktkan. Bayang bayang peristiwa kejadian semua terlihat jelas didalam fikiran ku. Dan ....









.
(Bersambung)
Diubah oleh aguzblackrx 09-04-2024 14:37
bauplunk
Kurohige410
Araka
Araka dan 16 lainnya memberi reputasi
17
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.