Chapter 200
Quote:
Sebuah kata aneh baru saja terdengar, orang tadi menyebutkan ‘Platinum Clan’. Setahu Ilo selama ini hanya ada lima clan yang termasuk dalam royal, yaitu pecahan langsung dari Red Sun, bertugas untuk saling membantu dan menghancurkan monster mengerikan yang mereka yakini masih hidup sampai sekarang.
“Hah? Apa? Clan baru?” ucap Cetrune yang selamat dari ledakan berkat pertolongan Ilo. “memang tanduknya memiliki warna yang sangat berbeda.”
“Aku tidak perduli, kau akan mati di sini!” Ilo mendadak berubah, sel-sel Beaters dalam dirinya aktif membentuk baju zirah dengan helm bertanduk bercabang berwarna perunggu. Ia merasakan aura yang kuat dari lawannya, tidak ada waktu yang harus terbuang sia-sia, dalam secepat mungkin harus dikalahkannya.
“Hm, Armored Mode? Ya aku juga tahu soal itu, tapi---,” Ilo bergerak secepat kilat, satu pedang besar dipegangnya dengan erat. “aku belum selesai berbicara!” Giorga dapat menghindari serangan Ilo yang mampu membelah bangunan.
Serangan belum usai sampai di situ, berbagai macam jenis senjata berterbangan menuju ke arah Giorga berada. Tampaknya Ilo sudah mengetahui pergerakan dari Giorga, ke mana kakinya akan melangkah setelah bangunan yang menjadi pijakan kakinya hancur. Sementara itu Cetrune hanya bisa melihat saja, ia kebingungan mencari celah agar bisa hadir diantaranya dua monster yang sedang bertarung.
“Aku tidak mau mengganggunya, tapi…,” Cetrune mulai meragukan apakah Ilo bisa menangani Giorga. “jika monster biasa, Ilo tidak akan gegabah dengan menggunakan mode armor secepat ini.”
Secara alami Ilo membuat Giorga menjauh dari permukiman padat penduduk seperti yang mereka sedang lakukan sekarang. Untuk menghindari jatuhnya korban, serta Ilo ingin mengeluarkan seluruh kekuatannya tanpa ada gangguan. Teknik ini terbaca oleh Giorga, ia malah sengaja berputar-putar saja di area pemukiman. Malah Giorga sempat melihat mobil-mobil polisi yang mencoba mendekat.
“Eh? Polisi?” telapak tangannya mengeluarkan benda kecil seperti bintang-bintang di angkasa bercahaya berwarna platinum.
“Hm,” Ilo melempar beberapa senjatanya ke arah iringan mobil polisi.
Terjadi lagi ledakan, Ilo mampu melindungi iringan mobil polisi, dengan merubah senjatanya menjadi sebuah perisai berukuran besar. Sekaligus menutup akses jalan, agar orang-orang didalamnya dapat selamat tanpa ikut campur dalam pertarungan yang tidak bisa menangkan.
“Kau perduli juga dengan nyawa manusia rendahan itu, padahal mereka juga membunuh kaum kita kan?” ucap Giorga, tidak ada balasan dari Ilo. Malah ketua Bronze Clan itu menancapkan pedangnya di atas bangunan.
“Ilo sudah benar-benar serius…,” ucap Cetrune yang hanya sedikit mendekat tanpa melakukan apapun.
“Odin Sword!” bangunan terbelah tanpa membuatnya hancur setelah Ilo mencabut pedangnya. Muncul sebuah pedang besar berwarna perunggu dengan pegangan berwarna emas.
“Membuatnya besar bukan berarti menjadikannya bertambah kuat,” Giorga melihat Ilo mengayunkan pedangnya dari jarak yang jauh. “apa bisa menjangkau---,” kedua mata Giorga terkena tebasan pedang Ilo. “sial! Aku tidak bisa melihat!”
Memanfaatkan keadaan ini, Ilo terbang mendekat. Diangkatnya pedang besar itu, lalu dengan sekuat tenaga menebas tubuh Giorga dari atas, membelah tubuh beserta bangunan yang menjadi pijakannya. Satu serangannya lagi akan mengakhiri semuanya, namun muncul bintang-bintang kecil dari telapak tangannnya.
“Cih!” satu tangannya mengeluarkan perisai tepat sebelum bintang-bintang kecil itu meledak.
Tidak percaya dengan keadaan dirinya yang hampir terbelah menjadi dua jika regennya tidak aktif. Kali ini Giorga memutuskan akan melawan dengan serius. Garis berwarna merah masih nampak di kepalanya menuju leher dan tubuhnya. Tidak berselang lama garis merah itu menghilang.
Ilo masih berjarak dua bangunan darinya, tertutup oleh asap hasil ledakan dari serangannya barusan. Sel-sel Beaters mulai menutupi seluruh tubuhnya mulai dari bawah. Cetrune mencoba menggangu dengan melemparkan panah besi, tetapi panah besi itu terpental dengan sendirinya. Posisi dirinya pun sudah ketahuan oleh Giorga.
“Si beban itu sangat menganggu,” ucap Giorga sambil tersenyum.
Kepulan asap menghilang secara perlahan, perisai penutup sudah dimasukan kembali ketubuhnya. Monster Beaters berbentuk kesatria abad kegelapan itu berdiri sambil membawa pedang besar, cahaya bulan berhasil membuat warna perunggunya menyala terang.
“Selamat datang!” Giorga sudah berubah dalam mode armor nya, sangat berbeda dengan Ilo. Bagian kepalanya hanya memiliki tanduk kecil tanpa cabang, tidak lebih tinggi dari satu meter. Sementara bagian baju zirahnya sangat pas di badan, tidak ada ornamen besar seperti kepunyaan royal clan biasanya. Warna platinum abu sedikit putih menyala.