- Beranda
- Stories from the Heart
Sekamar Kos Dengan Dia Season 3
...
TS
aguzblackrx
Sekamar Kos Dengan Dia Season 3
Fan Page : sekamar kos dengan dia

Part 1
#kemunculan Sinta
(Bersambung)
INDEX

Quote:
Part 1
#kemunculan Sinta
Suara adzan berkumandang, perlahan tangan ku terasa digoyangkan oleh seseorang. Iya dia via istriku membangunkan ku untuk solat subuh.
Setelah aku bangun dengan manja aku berjalan gontai menuju kamar mandi. Selesai melakukan kegiatan wudhu aku pun pergi ke mushola menggunakan sarung , baju koko dan peci hitam peninggalan bapak ku tak lupa memakai sendal jepit bermerkan swalow.
Udara yang dingin tidak merontokan niat ku untuk melaksanakan kewajiban terhadap Allah Swt berjamaah di mushola. Solat subuh dan berzikir pagi pun selesai aku pulang ke rumah melalui jalan setapak di kampung ku.
Selama perjlanan pulang Banyak orang yang sudah melakukan aktivitas . Ada yang sudah berangkat bekerja ke kantor, ada yang sudah jualan nasi uduk dan bubur ayam, dan bahkan sudah ada yang bersiap pergi ke pasar.
Sesampainya di rumah nampak sepi keadaanya. Maklum ibu sedang menginap di rumah kakak ku mas bono.
via pun ternyata sudah selesai sholat, namun sepertinya dia tertidur lagi masih menggunakan mukena yang dia pakai.
"Wah. Dia ketiduran lagi" gumamku dalam hati
aku tidak berani membangunkanya mungkin dia merasa masih lelah karena kemarin menjaga dan mengasuh keponakan ku serta pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga.
Aku yang sudah tidak ngantuk berniat menonton Tv di ruang tengah namun Tiba tiba aku mencium aroma khas yang aku kenal. Perasaan ku saat itu senang dan bahagia karena sudah lama tidak menciumnya sejak dikosan dulu. Benar ini aroma kedatangan shinta, tidak biasanya selalu mendadak nongol yang membuat ku kaget.
Kemudian terdengar suara pintu terbuka dari ruang tamu.
"Cckkreek "
Lalu aku bergegas menuju arah depan rumah. Aku melihat seorang wanita yang tidak asing bagi ku. Rambutnya yang panjang dan wajahnya manis putih seperti orang jepang. Dia adalah sinta , jin penjaga ku yang sudah lama tidak aku temui.
Namun anehnya tidak biasanya dia membuka pintu.
Dia tersenyum ke arah ku, senyuman manis khasnya yang membuat diri ini terpesona olehnya.
"Hayy yan.... Gimana kabar mu?" Tanya sinta
" Eh.. ta koq kamu pakaiannya sepeti itu? ". Tanyaku pada sinta karena keheranan
"Awas yan..mata mu keluar. Melotot gitu" ketus sinta namun suara manjanya yang bikin aku senang.
Sebenarnya sinta selalu memakai pakaian gaun putih khas mbak kunti. Namun kali ini dia memakai pakaian layaknya manusia. Memakai celana jeans ketat dan kaos lengan pendek nampak pusarnya sedikit mengintip.
' ga biasnya ta. Menurut ku kurang bagus " protes ku kepada sinta
" Lah aku harus bagaimana?" Sinta bertanyA balik pada ku. Sambil.manyun menandakan dia tidak menerima saran ku.
"Pakai pakaian seperti di mimpi ku dulu , seperti robin di one piece " timpal ku sambil aku mengkedip kedipkan mata ku padanya.
" Huu... Dasar. Otak mesum. Udah punya istri masih mikir begitu. emang aku cewek apakah?" Sahut sinta begitu menohok. Namun gaya nya seperti abg gaul di jaman sekarang.
" Ya udh kalau ga mau nurut. Aku buang kamu ke tengah laut ' ancam ku namun sambil cengengesan menggoda sinta.
Namun kagetnya aku ketika shinta melakukan hal diluar nurul. Maksudnya dia melakukan nya spontan merubah pakaiamya persis seperti robin di dalam one piece. Temam teman bisa membayNgkan tampilannya pakaian bikini atasan bergaris hitam hijau dan celana pendek hotpans se selangkangan.
Aku terkaget dan tidak menduga hal demikian apa yang dilakukan Shinta membuat ku terpana.
Shinta kemudian mendekati ku perlahan tatapannya begitu menggoda . Tak sadar aku menelan lidah. Aku pun sampai lupa bahwa di kamar masih ada istriku tertidur.
"Ta.. ap ap apaa yang akan kamu lakukan Ta?" tanyaku pada Shinta meski mataku masih fokus dengan tubuh sinta yang begitu putih mulus langsing dengan pakaian begitu minim.
"Ini kan yang kamu mau ryan? " Goda sinta seraya medekati ku.
Dia berjalan berlenggak lenggok bagaikan super model dengan tatapan mata yang menggoda. Aku yang terpana seolah tak bisa bergerak lalu jari telunjuk nya yang dibalikan menuju dagu wajah ku.
Lalu Lirikan matanya menoleh ke arah sarung ku. Padahal aku hanya memakai sempak di dalamnya.
"Bahaya ini... Bisa ada pertempuran" fikir ku sepintas.
"Silahkan kalau berani. Aku ikhlas Shinta" jelas ku malah menantang shinta melakukannya.
Namun sebenarnya aku takut juga bagaimana seorang laki laki manusia bertempur dengan jin seperti shinta. Apakah nikmat atau ......xxx....
Seketika tangan shinta meraih sarung ku dan .....
Setelah aku bangun dengan manja aku berjalan gontai menuju kamar mandi. Selesai melakukan kegiatan wudhu aku pun pergi ke mushola menggunakan sarung , baju koko dan peci hitam peninggalan bapak ku tak lupa memakai sendal jepit bermerkan swalow.
Udara yang dingin tidak merontokan niat ku untuk melaksanakan kewajiban terhadap Allah Swt berjamaah di mushola. Solat subuh dan berzikir pagi pun selesai aku pulang ke rumah melalui jalan setapak di kampung ku.
Selama perjlanan pulang Banyak orang yang sudah melakukan aktivitas . Ada yang sudah berangkat bekerja ke kantor, ada yang sudah jualan nasi uduk dan bubur ayam, dan bahkan sudah ada yang bersiap pergi ke pasar.
Sesampainya di rumah nampak sepi keadaanya. Maklum ibu sedang menginap di rumah kakak ku mas bono.
via pun ternyata sudah selesai sholat, namun sepertinya dia tertidur lagi masih menggunakan mukena yang dia pakai.
"Wah. Dia ketiduran lagi" gumamku dalam hati
aku tidak berani membangunkanya mungkin dia merasa masih lelah karena kemarin menjaga dan mengasuh keponakan ku serta pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga.
Aku yang sudah tidak ngantuk berniat menonton Tv di ruang tengah namun Tiba tiba aku mencium aroma khas yang aku kenal. Perasaan ku saat itu senang dan bahagia karena sudah lama tidak menciumnya sejak dikosan dulu. Benar ini aroma kedatangan shinta, tidak biasanya selalu mendadak nongol yang membuat ku kaget.
Kemudian terdengar suara pintu terbuka dari ruang tamu.
"Cckkreek "
Lalu aku bergegas menuju arah depan rumah. Aku melihat seorang wanita yang tidak asing bagi ku. Rambutnya yang panjang dan wajahnya manis putih seperti orang jepang. Dia adalah sinta , jin penjaga ku yang sudah lama tidak aku temui.
Namun anehnya tidak biasanya dia membuka pintu.
Dia tersenyum ke arah ku, senyuman manis khasnya yang membuat diri ini terpesona olehnya.
"Hayy yan.... Gimana kabar mu?" Tanya sinta
" Eh.. ta koq kamu pakaiannya sepeti itu? ". Tanyaku pada sinta karena keheranan
"Awas yan..mata mu keluar. Melotot gitu" ketus sinta namun suara manjanya yang bikin aku senang.
Sebenarnya sinta selalu memakai pakaian gaun putih khas mbak kunti. Namun kali ini dia memakai pakaian layaknya manusia. Memakai celana jeans ketat dan kaos lengan pendek nampak pusarnya sedikit mengintip.
' ga biasnya ta. Menurut ku kurang bagus " protes ku kepada sinta
" Lah aku harus bagaimana?" Sinta bertanyA balik pada ku. Sambil.manyun menandakan dia tidak menerima saran ku.
"Pakai pakaian seperti di mimpi ku dulu , seperti robin di one piece " timpal ku sambil aku mengkedip kedipkan mata ku padanya.
" Huu... Dasar. Otak mesum. Udah punya istri masih mikir begitu. emang aku cewek apakah?" Sahut sinta begitu menohok. Namun gaya nya seperti abg gaul di jaman sekarang.
" Ya udh kalau ga mau nurut. Aku buang kamu ke tengah laut ' ancam ku namun sambil cengengesan menggoda sinta.
Namun kagetnya aku ketika shinta melakukan hal diluar nurul. Maksudnya dia melakukan nya spontan merubah pakaiamya persis seperti robin di dalam one piece. Temam teman bisa membayNgkan tampilannya pakaian bikini atasan bergaris hitam hijau dan celana pendek hotpans se selangkangan.
Aku terkaget dan tidak menduga hal demikian apa yang dilakukan Shinta membuat ku terpana.
Shinta kemudian mendekati ku perlahan tatapannya begitu menggoda . Tak sadar aku menelan lidah. Aku pun sampai lupa bahwa di kamar masih ada istriku tertidur.
"Ta.. ap ap apaa yang akan kamu lakukan Ta?" tanyaku pada Shinta meski mataku masih fokus dengan tubuh sinta yang begitu putih mulus langsing dengan pakaian begitu minim.
"Ini kan yang kamu mau ryan? " Goda sinta seraya medekati ku.
Dia berjalan berlenggak lenggok bagaikan super model dengan tatapan mata yang menggoda. Aku yang terpana seolah tak bisa bergerak lalu jari telunjuk nya yang dibalikan menuju dagu wajah ku.
Lalu Lirikan matanya menoleh ke arah sarung ku. Padahal aku hanya memakai sempak di dalamnya.
"Bahaya ini... Bisa ada pertempuran" fikir ku sepintas.
"Silahkan kalau berani. Aku ikhlas Shinta" jelas ku malah menantang shinta melakukannya.
Namun sebenarnya aku takut juga bagaimana seorang laki laki manusia bertempur dengan jin seperti shinta. Apakah nikmat atau ......xxx....
Seketika tangan shinta meraih sarung ku dan .....
(Bersambung)
INDEX
Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 27-03-2024 11:02
tf96065053 dan 16 lainnya memberi reputasi
17
7.6K
209
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
aguzblackrx
#26
Part 8
#kartu
Shinta pun datang dan menangkap tubuh ku yang hampir menyentuh lantai.
"Yan... Bertahanlah.... Yan..." Teriak Sinta panik
"Shin ...Ta" ucap ku lirih
Aku pun pingsan tak sadarkan diri karena sakit tidak kuat menahan sakit kepala yang melemahkan tubuh ku.
Singkat waktu pagi pun tiba, cahaya matahari pagi sudah menembus kaca jendela kamar Ku. aku pun terbangun dan sudah berada di atas kasur di kamar rumah Ku.
Ku buka mata ku pelan pelan sambil memencingkan mata ku karena silaunya cahaya pagi ini. Kepalaku masih terasa sedikit pusing.
"Loh kok? Aku sudah di kamar lagi? Apakah tadi malam adalah mimpi? " Tanya ku dalam hati
Kemudian aku melihat sekitar kamar ku, ku lihat jam di dinding sudah ada pada pukul 8.35 aku pun kaget karena seharusnya suda ada di kantor jam segini
"Aduh aku bisa terlambat ini" ucap ku yang masih duduk di atas kasur.
Saat aku akan melangkah ke luar kamar tiba tiba rasa pusing menyerang ku. Penglihatan ku tidak begitu seimbang
"Via... Sayang .. kamu dimana? " Teriak ku pada istri ku
"Iya mas ... Bentar" terdengar suara via dari ruang tengah
Tak lama via masuk ke kamar dan menemui ku
"Sayang, kenapa aku tidak dibangunkan subuh tadi ? Lagi pula aku kan harus bekerja hari ini " ucap ku sedikit nada menekan pada via
"Maaf mas, tadi subuh saat mau dibangunkan tubuh mas demam panas tinggi. Aku fikir mas sakit jadi gak tega bangunin nya " jawab via menjelaskan
Aku yang masih terduduk pun meletakan tangan ku di beberapa bagian tubuh untuk memastikan suhu tubuh ku tinggi atau tidak.
Benar saja tubuh ku masih sedikit terasa panas . Namun aku masih heran apakah semalam itu kejadian nyata atau hanyalah mimpi.
Aku teringat sosok naga yang ku lihat semalam . Tubuh besi berwarna merah menyala dan dihiasi emas dan hitam. Apa yang terjadi selanjutnya setelah nya, aku pun tak ingat.
Hari ini pun aku tidak bekerja, aku izin kepada pak bos karena sakit. Pekerjaan ku pun yang harus menginstalasi komputer suatu perusahaan di kota lain pun akhirnya di handle oleh saudara pak bos yang mungkin nanti akan menggantikan ku .
Pagi itu aku pun meminum obat penurun panas dan vitamin agar badanku fit kembali dan beristirahat saja di rumah.
Aku berjalan ke luar rumah untuk mencari udara segar dan cahaya matahari untuk meningkatkan energi dalam tubuh ku.
Sejenak aku teringat dengan Shinta namun pagi ini dia tidak terlihat di sekitar rumah. Biasanya dia selalu ada di ruang tamu atau halaman rumah.
Aku mencoba memanggilnya dengan batinku. Namun beberapa saat Sinta tidak kunjung datang. Aku mencoba kembali memanggilnya namun dia tidak kunjung muncul. Aneh memang biasanya dia selalu datang saat aku panggil. Ataukah Sinta mempunyai urusan ?
Karena kesal tidak ada teman mengobrol, aku pun masuk ke dalam rumah. Di rumah tengah via sibuk dengan pekerjaannya menjahit pesanan pelanggan yang tertunda semalam.
"Sayang , jangan di porsir, nanti kamu sakit juga" ucap ku
"Gak kok mas, aku udh sarapan sudah minum, aman pokok nya. Mas istirahat aja" jawab via yang masih sibuk dengan jahitannya
Lalu aku pun membiarkan kesibukan istri ku dan berniat ke dapur untuk minum. Namun saat aku berjalan menuju dapur aku melihat kaca yang semalam sudah retak dengan bentuk menyerupai silang (x) .
Aku pun bertanya pada via istri ku tentang kaca tersebut.
"Sayang , itu cermin kaca kenapa pecah?" Tanya ku memastikan
"Oh . Iya mas. Aku juga gak tau, pas tadi pagi sudah pecah , nanti aku buang mas" jawab via menjelaskan
"Ya sudah, mas aja yang buang aja ke tempat sampah ya? " Ucap ku yang sambil meraih cermin kaca tersebut.
Saat aku cabut tiba-tiba sebuah benda jatuh berupa kertas berbentuk persegi panjang.
Aku mengambil dan melihatnya. Ku perhatikan Kertas tersebut seperti kartu atau foto namun bergambar seorang wanita dengan rambut panjang memakai baju putih terikat oleh rantai menyilang.
"Sejak kapan gambar mainan ini ada ya? " Ucap ku heran
Aku pun hendak membuang nya ke tempat sampah yang ada di dapur namun seketika ada suara wanita memanggil nama ku
"Riyan......."
Suara tersebut terdengar lemah dan sayup sayup. Aku kira ada orang dari kejauhan memanggil nama ku tapi siapa aku tidak tahu.
Namun setelah aku amati gambar tersebut aku malah teringat Shinta . Ku lihat ekspresi wajah dalam gambar tersebut sedang menangis.
"Riyan... " Suara itu terdengar kembali
Tangan ku yang memegang kartu bergambar dan kaca tadi tak sengaja aku melihat bayang bayang dari gambar tersebut dengan cermin terlihat bergerak.
Saat aku lihat bayangan pada cermin secara seksama ternyata yang terlilit di gambar adalah Shinta.
Aku bingung kenapa dia bisa ada di dalam kartu bergambar tersebut. Dia terikat dan meronta-ronta ingin dilepaskan.
Tiba tiba suara desingan semalam terdengar kembali , namun nampaknya. Via istri ku tidak mendengarnya. Kemudian terdengar suara menggema dari makhluk misterius
"Riyan... Kau adalah orang yang terpilih" gema suara memkikan telinga ku.
"Bbruukkk..."
Aku terjatuh ke lantai menimpa meja di dapur. Via pun terkaget dan langsung berlari menolong ku.
"Mas kenapa ? " Ucap via seraya panik dan membopong ku.
"Aku pusing lagi yang" keluh ku pada via dan masih menutupi apa yang terjadi.
Kartu yang bergambar Shinta pun masih aku pegang. Dan aku dibawa ke kamar dan berbaring di atas kasur.
"Yaudah istirahat aja mas. Biar aku ambilkan air minum" ucap via lalu bergegas ke arah dapur.
Aku yang berbaring sambil memandang kartu itu, aku sadar bahwa Shinta dalam bahaya karena dia seolah tersegel oleh seseorang.
Apakah ini ulah makhluk semalam? Aku yakin semalam bukan mimpi tapi kenyataan karena Shinta datang menolong Ku.
Mungkin Shinta kalah bertarung dengan makhluk naga ular tadi atau dengan makhluk lainnya. ?
Terlintas dalam fikiran bahwa aku harus membutuhkan bantuan Mbah Margono untuk kejadian ini karena aku tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini.
Via pun kembali dengan membawa air minum . Lalu aku meminumnya.
"Mas istirahat ya dulu , nanti jam 12 an mas minum obat lagi " ucap via
"Yaudah , mas istirahat sendiri , kamu bereskan jahitan mu takut pelanggan keburu datang" ucap ku yang masih berbaring di kasur.
Via pun kembali ke ruang tengah untuk mengerjakan sisa jahitannya.
Aku pun masih memandang kartu tadi , sambil memikirkan bagaimana cara melepaskan Shinta dari jeratan segel tersebut.

(Bersambung...)
#kartu
Quote:
Shinta pun datang dan menangkap tubuh ku yang hampir menyentuh lantai.
"Yan... Bertahanlah.... Yan..." Teriak Sinta panik
"Shin ...Ta" ucap ku lirih
Aku pun pingsan tak sadarkan diri karena sakit tidak kuat menahan sakit kepala yang melemahkan tubuh ku.
Singkat waktu pagi pun tiba, cahaya matahari pagi sudah menembus kaca jendela kamar Ku. aku pun terbangun dan sudah berada di atas kasur di kamar rumah Ku.
Ku buka mata ku pelan pelan sambil memencingkan mata ku karena silaunya cahaya pagi ini. Kepalaku masih terasa sedikit pusing.
"Loh kok? Aku sudah di kamar lagi? Apakah tadi malam adalah mimpi? " Tanya ku dalam hati
Kemudian aku melihat sekitar kamar ku, ku lihat jam di dinding sudah ada pada pukul 8.35 aku pun kaget karena seharusnya suda ada di kantor jam segini
"Aduh aku bisa terlambat ini" ucap ku yang masih duduk di atas kasur.
Saat aku akan melangkah ke luar kamar tiba tiba rasa pusing menyerang ku. Penglihatan ku tidak begitu seimbang
"Via... Sayang .. kamu dimana? " Teriak ku pada istri ku
"Iya mas ... Bentar" terdengar suara via dari ruang tengah
Tak lama via masuk ke kamar dan menemui ku
"Sayang, kenapa aku tidak dibangunkan subuh tadi ? Lagi pula aku kan harus bekerja hari ini " ucap ku sedikit nada menekan pada via
"Maaf mas, tadi subuh saat mau dibangunkan tubuh mas demam panas tinggi. Aku fikir mas sakit jadi gak tega bangunin nya " jawab via menjelaskan
Aku yang masih terduduk pun meletakan tangan ku di beberapa bagian tubuh untuk memastikan suhu tubuh ku tinggi atau tidak.
Benar saja tubuh ku masih sedikit terasa panas . Namun aku masih heran apakah semalam itu kejadian nyata atau hanyalah mimpi.
Aku teringat sosok naga yang ku lihat semalam . Tubuh besi berwarna merah menyala dan dihiasi emas dan hitam. Apa yang terjadi selanjutnya setelah nya, aku pun tak ingat.
Hari ini pun aku tidak bekerja, aku izin kepada pak bos karena sakit. Pekerjaan ku pun yang harus menginstalasi komputer suatu perusahaan di kota lain pun akhirnya di handle oleh saudara pak bos yang mungkin nanti akan menggantikan ku .
Pagi itu aku pun meminum obat penurun panas dan vitamin agar badanku fit kembali dan beristirahat saja di rumah.
Aku berjalan ke luar rumah untuk mencari udara segar dan cahaya matahari untuk meningkatkan energi dalam tubuh ku.
Sejenak aku teringat dengan Shinta namun pagi ini dia tidak terlihat di sekitar rumah. Biasanya dia selalu ada di ruang tamu atau halaman rumah.
Aku mencoba memanggilnya dengan batinku. Namun beberapa saat Sinta tidak kunjung datang. Aku mencoba kembali memanggilnya namun dia tidak kunjung muncul. Aneh memang biasanya dia selalu datang saat aku panggil. Ataukah Sinta mempunyai urusan ?
Karena kesal tidak ada teman mengobrol, aku pun masuk ke dalam rumah. Di rumah tengah via sibuk dengan pekerjaannya menjahit pesanan pelanggan yang tertunda semalam.
"Sayang , jangan di porsir, nanti kamu sakit juga" ucap ku
"Gak kok mas, aku udh sarapan sudah minum, aman pokok nya. Mas istirahat aja" jawab via yang masih sibuk dengan jahitannya
Lalu aku pun membiarkan kesibukan istri ku dan berniat ke dapur untuk minum. Namun saat aku berjalan menuju dapur aku melihat kaca yang semalam sudah retak dengan bentuk menyerupai silang (x) .
Aku pun bertanya pada via istri ku tentang kaca tersebut.
"Sayang , itu cermin kaca kenapa pecah?" Tanya ku memastikan
"Oh . Iya mas. Aku juga gak tau, pas tadi pagi sudah pecah , nanti aku buang mas" jawab via menjelaskan
"Ya sudah, mas aja yang buang aja ke tempat sampah ya? " Ucap ku yang sambil meraih cermin kaca tersebut.
Saat aku cabut tiba-tiba sebuah benda jatuh berupa kertas berbentuk persegi panjang.
Aku mengambil dan melihatnya. Ku perhatikan Kertas tersebut seperti kartu atau foto namun bergambar seorang wanita dengan rambut panjang memakai baju putih terikat oleh rantai menyilang.
"Sejak kapan gambar mainan ini ada ya? " Ucap ku heran
Aku pun hendak membuang nya ke tempat sampah yang ada di dapur namun seketika ada suara wanita memanggil nama ku
"Riyan......."
Suara tersebut terdengar lemah dan sayup sayup. Aku kira ada orang dari kejauhan memanggil nama ku tapi siapa aku tidak tahu.
Namun setelah aku amati gambar tersebut aku malah teringat Shinta . Ku lihat ekspresi wajah dalam gambar tersebut sedang menangis.
"Riyan... " Suara itu terdengar kembali
Tangan ku yang memegang kartu bergambar dan kaca tadi tak sengaja aku melihat bayang bayang dari gambar tersebut dengan cermin terlihat bergerak.
Saat aku lihat bayangan pada cermin secara seksama ternyata yang terlilit di gambar adalah Shinta.
Aku bingung kenapa dia bisa ada di dalam kartu bergambar tersebut. Dia terikat dan meronta-ronta ingin dilepaskan.
Tiba tiba suara desingan semalam terdengar kembali , namun nampaknya. Via istri ku tidak mendengarnya. Kemudian terdengar suara menggema dari makhluk misterius
"Riyan... Kau adalah orang yang terpilih" gema suara memkikan telinga ku.
"Bbruukkk..."
Aku terjatuh ke lantai menimpa meja di dapur. Via pun terkaget dan langsung berlari menolong ku.
"Mas kenapa ? " Ucap via seraya panik dan membopong ku.
"Aku pusing lagi yang" keluh ku pada via dan masih menutupi apa yang terjadi.
Kartu yang bergambar Shinta pun masih aku pegang. Dan aku dibawa ke kamar dan berbaring di atas kasur.
"Yaudah istirahat aja mas. Biar aku ambilkan air minum" ucap via lalu bergegas ke arah dapur.
Aku yang berbaring sambil memandang kartu itu, aku sadar bahwa Shinta dalam bahaya karena dia seolah tersegel oleh seseorang.
Apakah ini ulah makhluk semalam? Aku yakin semalam bukan mimpi tapi kenyataan karena Shinta datang menolong Ku.
Mungkin Shinta kalah bertarung dengan makhluk naga ular tadi atau dengan makhluk lainnya. ?
Terlintas dalam fikiran bahwa aku harus membutuhkan bantuan Mbah Margono untuk kejadian ini karena aku tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini.
Via pun kembali dengan membawa air minum . Lalu aku meminumnya.
"Mas istirahat ya dulu , nanti jam 12 an mas minum obat lagi " ucap via
"Yaudah , mas istirahat sendiri , kamu bereskan jahitan mu takut pelanggan keburu datang" ucap ku yang masih berbaring di kasur.
Via pun kembali ke ruang tengah untuk mengerjakan sisa jahitannya.
Aku pun masih memandang kartu tadi , sambil memikirkan bagaimana cara melepaskan Shinta dari jeratan segel tersebut.

(Bersambung...)
Diubah oleh aguzblackrx 27-01-2024 08:01
afryan015 dan 8 lainnya memberi reputasi
9