Kaskus

News

  • Beranda
  • ...
  • Education
  • Media Asing Juluki Gibran Rakabuming Raka 'Nepo Baby', Ini Gansist Penjelasannya!

amekachiAvatar border
TS
amekachi
Media Asing Juluki Gibran Rakabuming Raka 'Nepo Baby', Ini Gansist Penjelasannya!
Media Asing Juluki Gibran Rakabuming Raka 'Nepo Baby', Ini Gansist Penjelasannya!










Media Asing Beri Julukan Gibran Rakabuming Raka 'Nepo Baby', Ini Gansist Penjelasan Istilah Tersebut!

Hanya mengabarkan kembali sebuah pemberitaan media massa ya gansist, ternyata ajang pemilu 2024 di Indonesia kali ini juga mendapat tanggapan dari media luar negeri lho. Kali ini adalah dari media Al-Jazeera, selain menganggap bahwa mungkin ikut majunya cawapres termuda Indonesia, Gibran Rakabuming Raka bisa jadi kandidat cawapres paling kontroversial di negeri seribu pulau ini.

Juga media tersebut menganggap Gibran telah berhasil mematahkan pandangan sebelah mata banyak orang tentang dirinya saat debat cawapres perdana kemarin, namun media itu pun memberikan sebuah julukan dalam sebuah artikel berjudul  "Indonesian leader's son brushes off 'nepo baby' tag in feted debate showing".


Quote:




Media Asing Juluki Gibran Rakabuming Raka 'Nepo Baby', Ini Gansist Penjelasannya!
Gibran, putra sulung dari Presiden Jokowi, telah mendapatkan julukan ini karena statusnya sebagai anak dari seorang pemimpin negara. Media Al Jazeera menyoroti debat cawapres yang diikuti oleh Gibran, dan meskipun ia dianggap kontroversial karena kurangnya pengalaman politik, ia mampu menunjukkan performa yang mengesankan dalam debat tersebut.

Artikel yang diterbitkan oleh Al Jazeera memberikan perhatian terhadap Gibran dan menekankan bahwa ia tidak hanya dikenal karena hubungan keluarganya, tetapi juga karena kemampuan dan keahliannya sendiri. Meskipun Gibran mendapat tuduhan nepotisme dan kurangnya pengalaman, ia berhasil mendominasi panggung debat dan menunjukkan kemampuannya sebagai calon wakil presiden.


Quote:




Media Asing Juluki Gibran Rakabuming Raka 'Nepo Baby', Ini Gansist Penjelasannya!
Dengan perbincangan yang kini ramai, istilah 'nepo baby' menjadi sorotan dan mengundang pemikiran tentang isu nepotisme dalam politik. Sebagai masyarakat, penting bagi kita untuk mengkaji lebih dalam tentang calon pemimpin kita dan mempertimbangkan kualifikasi serta kinerja mereka, bukan hanya hubungan keluarga yang mereka miliki.

Dalam Pilpres 2024 mendatang, pilihan ada di tangan kita untuk memilih calon pemimpin berdasarkan pemahaman dan pertimbangan yang bijak, sehingga dapat menghasilkan kepemimpinan yang baik dan mampu memajukan bangsa ini.



Media Asing Juluki Gibran Rakabuming Raka 'Nepo Baby', Ini Gansist Penjelasannya!
Hanya sekedar istilah saja ya gansist, kalau di dunia hiburan itu istilah semacam ini sangat melekat dan contohnya banyak. Seperti misal, Ahmad Dhani dan Maia Estianty punya anak Al, El dan Dul yang mereka mewariskan bakat orang tuanya dan itu sepertinya tidak masalah. Baik di dunia hiburan atau dalam panggung politik, yang dinilai disini adalah hebat atau tidak nanti kinerjanya saat menjabat sebagai wakil rakyat.

Harusnya malah seperti itu, dia punya kualitas maka dia sebaiknya maju kedepan untuk membangun bangsa dan negaranya, mungkin orang muda tapi nekad maju jadi untuk pemimpin karena memang merasa punya kemampuan itu gambarannya seperti nabi Zulkifli ya gansist. Bukan berarti karena kita merasa masih muda terus rendah diri dan anggap tak mampu bersaing dengan golongan tua, untuk bangsa dan negara yang terbaik sebenarnya semua boleh bahkan anak SD pun boleh tapi karena ada aturan-aturan tersendiri yang harus kita patuhi.

'Narasi dan Opini Sendiri'


Tulisan Sendiri:

@amekachi

Sumber Tulisan dan Gambar:

1
krukovAvatar border
yayangpalupiAvatar border
bociluraAvatar border
bocilura dan 12 lainnya memberi reputasi
13
2.2K
59
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Education
Education
KASKUS Official
23.3KThread16.4KAnggota
Tampilkan semua post
AvnerheroAvatar border
Avnerhero 
#36
Tp menurut sy pribadi...kemarin di debat cawapres, gibran tdk bs menjawab pertanyaan mahfud mengenai perhitungan tax ratio. Di mana tax ratio itu masuk dalam visi misi gibran.

Trs yg kedua, gibran tdk bs menjawab program2 yg tdk mengeluarkan APBN atau APBD.
Justru gibran menjawab program dia yg tdk menggunalan APBN dan APBD adalah program makan siang dan susu gratis.

Menurut sy, Padahal utk membuat program makan siang dan susu gratis pasti kan pemerintah membutuhkan dana. Nah dana tsb darimana kalau bukan dari APBN dan APBD.

Jadi menurut sy, memang gibran blm punya pengalaman banyak krn tdk bs menjawab 2 pertanyaan dari prof. Mahfud.
amekachi
amekachi memberi reputasi
1
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.