- Beranda
- Stories from the Heart
TOLONG AKU HANTU!
...
TS
adamtzero
TOLONG AKU HANTU!
Quote:

"Hantu Gasimah" cr: pickpik
Sinop
Quote:
Nanti malah spoiler, baca aja kalau minat...

INDEX
Quote:
Spoiler for Arc Perkenalan:
Spoiler for Arc Lima Elit:
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
-
-
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
-
-
Spoiler for Arc Gasimah:
Spoiler for Arc ???:
Note:
- Cerita ini fiksi 100 %
- Tidak ada maksud tertentu, kalau ada kesamaan hanya kebetulan semata.
- Enjoy
- Kamis
Diubah oleh adamtzero 14-09-2024 20:03
wikanrahma12070 dan 5 lainnya memberi reputasi
4
5.3K
Kutip
189
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
adamtzero
#7
2
Quote:
Bulan semakin naik, cahaya terang menerangi sekitaran gedung yang gelap. Sayangnya sinarnya tidak bisa menembus atap yang usang penuh dengan debu dan karat. Sang pemuda mencoba menghangatkan tubuhnya dengan menggosokan telapak tangannya. Suasana begitu sunyi dan sepi, bahkan suara angin tidak masuk ke dalam kamera. Matanya melirik ke atas lalu ke samping, memperhatikan mesin-mesin yang seolah sedang memperhatikannya.
“Kalau yang gue baca sih, kalau udah dingin gini kayaknya bakal ada yang muncul, semoga bukan makhluk-makhluk serem,” ucap pemuda ini dalam hati.
Semua pikiran dan skenario yang mungkin terjadi kedepannya ternyata tidak ada yang menjadi kenyataan sama sekali. Waktu berlalu begitu cepat, membuat sang kuncen harus menyudahi kegiatan uji nyali tersebut. Ketika membuka pintunya, pemuda yang seharusnya dalam keadaan tegang malah terlihat begitu santai sambil melambaikan tangannya.
“Ada yang dirasain ga? Atau suara-suara gitu?” tanya sang kuncen yang merasa aneh.
“Hm, cuman ini aja sih hawanya jadi dingin banget. Selebihnya enggak ada sama sekali, katanya angker,” jawab sang pemuda sambil mengerucutkan kedua matanya.
“Mungkin---,” berhenti melanjutkannya karena mau apapun alasannya, semua gangguan yang dirasakan oleh pembuat konten sebelumnya tidak terjadi pada pemuda satu ini, sesi uji nyali pun diakhiri dengan rekaman yang membosankan. Pemuda itu pulang ke tempat kostnya, tidak lupa memberikan sejumlah uang pada kuncen yang menemani.
Mobil berwarna abu melaju menuju ke arah perkotaan, sepanjang perjalanan ia terus melihat melalui spion tengah, takutnya ada sosok yang malah mengikutinya pulang. Debutnya sebagai penjelajah tempat angker pun berakhir begitu saja, tanpa ada pengalaman yang menakjubkan seperti yang diperlihatkan seniornya ketika membuat konten serupa. Kemungkinan jika hasilnya nanti kurang peminat, pemuda ini akan membuat konten bedah kasus misteri seperti biasa. Setidaknya Lampu kota bersinar terang memberikan efek indah pada pemandangan kota malam ini.
Rumah kostnya terletak tidak jauh dari kampusnya, dalam keseharian pemuda ini tidak menggunakan mobil, hal ini dilakukan karena sedang melakukan penulusuran saja. Ia menyimpan sepeda motor di halaman rumah kost sebagi kendaraan primernya. Penjaga rumah kost menyambut kedatangannya, bertanya ramah tentang apa yang dilakukan hingga baru pulang selarut ini. Pemuda itu menjawabnya dengan ramah lalu berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Sedangkan mobil abunya berada di area luar rumah kost.
“Jangan-jangan tuh kuncen nyoba nipu lagi?” ucapnya sambil melempar ranselnya ke atas kasur. “agak aneh malahan yang lain pada seru-seru tuh,” merebahkan diri ke kasur.
Sebenarnya ada keinginan untuk istirahat, tetapi hasil rekaman tadi harus diolah sedemikian rupa agarnya penonton bisa menyaksikan dengan tenang meskipun tidak ada penampakan yang muncul. Hanya bagian edukasi tentang sejarah bangunan yang menurutnya bisa penonton nikmati. Pintu kamarnya dibiarkan terbuka begitu saja, angin segar menemaninya ketika sedang mengolah rekaman.
Tiba-tiba perasaannya mulai terusik, seperti ada yang memperhatikannya, kepalanya dengan cepat menoleh ke arah pintu. Hanya ada pagar besi kecil berwarna biru sebagai pembatas. Waktu tidak boleh terbuang percuma, karena paginya nanti ada kelas yang harus diikuti.
“Mau ada yang nonton apa enggak, yang penting nyoba dulu!” pengolahan rekamannya sudah selesai, lalu siap dibagikan ke akun miliknya.
Sementara itu sosok perempuan berambut panjang mengintip dari balik pintu kamar kostnya. Wajahnya putih pucat, bagian bawah matanya berwarna hitam, lalu bibirnya berwarna merah pucat tersenyum ke arah pemuda itu.
“Kalau yang gue baca sih, kalau udah dingin gini kayaknya bakal ada yang muncul, semoga bukan makhluk-makhluk serem,” ucap pemuda ini dalam hati.
Semua pikiran dan skenario yang mungkin terjadi kedepannya ternyata tidak ada yang menjadi kenyataan sama sekali. Waktu berlalu begitu cepat, membuat sang kuncen harus menyudahi kegiatan uji nyali tersebut. Ketika membuka pintunya, pemuda yang seharusnya dalam keadaan tegang malah terlihat begitu santai sambil melambaikan tangannya.
“Ada yang dirasain ga? Atau suara-suara gitu?” tanya sang kuncen yang merasa aneh.
“Hm, cuman ini aja sih hawanya jadi dingin banget. Selebihnya enggak ada sama sekali, katanya angker,” jawab sang pemuda sambil mengerucutkan kedua matanya.
“Mungkin---,” berhenti melanjutkannya karena mau apapun alasannya, semua gangguan yang dirasakan oleh pembuat konten sebelumnya tidak terjadi pada pemuda satu ini, sesi uji nyali pun diakhiri dengan rekaman yang membosankan. Pemuda itu pulang ke tempat kostnya, tidak lupa memberikan sejumlah uang pada kuncen yang menemani.
Mobil berwarna abu melaju menuju ke arah perkotaan, sepanjang perjalanan ia terus melihat melalui spion tengah, takutnya ada sosok yang malah mengikutinya pulang. Debutnya sebagai penjelajah tempat angker pun berakhir begitu saja, tanpa ada pengalaman yang menakjubkan seperti yang diperlihatkan seniornya ketika membuat konten serupa. Kemungkinan jika hasilnya nanti kurang peminat, pemuda ini akan membuat konten bedah kasus misteri seperti biasa. Setidaknya Lampu kota bersinar terang memberikan efek indah pada pemandangan kota malam ini.
Rumah kostnya terletak tidak jauh dari kampusnya, dalam keseharian pemuda ini tidak menggunakan mobil, hal ini dilakukan karena sedang melakukan penulusuran saja. Ia menyimpan sepeda motor di halaman rumah kost sebagi kendaraan primernya. Penjaga rumah kost menyambut kedatangannya, bertanya ramah tentang apa yang dilakukan hingga baru pulang selarut ini. Pemuda itu menjawabnya dengan ramah lalu berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Sedangkan mobil abunya berada di area luar rumah kost.
“Jangan-jangan tuh kuncen nyoba nipu lagi?” ucapnya sambil melempar ranselnya ke atas kasur. “agak aneh malahan yang lain pada seru-seru tuh,” merebahkan diri ke kasur.
Sebenarnya ada keinginan untuk istirahat, tetapi hasil rekaman tadi harus diolah sedemikian rupa agarnya penonton bisa menyaksikan dengan tenang meskipun tidak ada penampakan yang muncul. Hanya bagian edukasi tentang sejarah bangunan yang menurutnya bisa penonton nikmati. Pintu kamarnya dibiarkan terbuka begitu saja, angin segar menemaninya ketika sedang mengolah rekaman.
Tiba-tiba perasaannya mulai terusik, seperti ada yang memperhatikannya, kepalanya dengan cepat menoleh ke arah pintu. Hanya ada pagar besi kecil berwarna biru sebagai pembatas. Waktu tidak boleh terbuang percuma, karena paginya nanti ada kelas yang harus diikuti.
“Mau ada yang nonton apa enggak, yang penting nyoba dulu!” pengolahan rekamannya sudah selesai, lalu siap dibagikan ke akun miliknya.
Sementara itu sosok perempuan berambut panjang mengintip dari balik pintu kamar kostnya. Wajahnya putih pucat, bagian bawah matanya berwarna hitam, lalu bibirnya berwarna merah pucat tersenyum ke arah pemuda itu.
pulaukapok dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Kutip
Balas