- Beranda
- Stories from the Heart
11.kinanthi Part 2 :Duel Sengit di Tengah Pertempuran
...
TS
damar.jagad
11.kinanthi Part 2 :Duel Sengit di Tengah Pertempuran
6.kinanthi(2)
Di tempatjoko umbaran mbah mir dan kala ranu sedang bertempur
Mbahmir yang telah berubah menjadi buto putih berambut merah itu masih memandang kearah kala ranu melihat ribuan wujud ilmu bolosewu kala ranu mulai habis diterjang 10 pusaka yang menghujam cepat layaknya cahaya hingga hanya tinggal kala ranu sendiri 10 pusaka itu secara bersamaan menghujam kearah sosok kala ranu yang mulai geram sebelum menyentuh tubuh kalarnu 10 pusaka itu tiba tiba terpental kembali kearah mbah mir yang sudah berubah menjadi sosok buto putih itu,joko umbaran yang tengah terluka hanya mampu memandang kejadian itu tanpa mampu berbuat apa apa,buto putih jelmaan mbahmir itu tiba tiba menghilang dan muncul dihadapan kala ranu dan menghantam nya dengan keras kala ranu yang tak bisa menghindar pun mulai terhempas terjerembab jatuh kearah tanah, namun kala ranu masih sanggup berdiri dan mulai membalas serangan mbahmir dengan sengit,saking cepatnya pertarungan itu sampai tak sanggup diikuti oleh pandangan mata tak seberapa lama terlihat tubuh kala ranu terhempas terbanting di tanah dan memuntahkan darah hitam dari mulutnya,tak melewatkan kesempatan itu mbahmir pun menerjang cepat kearah kala ranu namun kalaranu berhasil menghindar dan terbang kearah Durmo murko yang terlihat unggul.
Simo ludiro yang tengah menggenggam tombak tri murti mulai mengeluarkan amarahnya yang berapi api dan melompat menerjang kearah durmo murko kembali hendak membalas pa yang telah diterimanya.
“saiki wayahmu buto ,ayo baleni maneh”(sekarang waktumu buto ,ayo kita ulang lagi
“kucing alas ora nduwe kapok ,saiki bakal tak pateni tenan kowe hahahahah”(kucing alas tidak punya rasa jera ,sekarang akan benar-benar kubunuh kau )ucap durmo murko dengan angkuhnya
Simo ludiro yang tengah menerjang menghujamkan tombaknya kearah durmo murko mulai mendaratkan serangannya kearah dada durmo murko ,seakan sia sia serangan simo ludiro hanya mampu meninggalkan goresan kecil didadanya
“lumayan kowe macan iso natoni dodoku sitik,yen pengen mateni aku semene ora cukup hahahahah”(lumayan kau macan bisa menggores sedikit dadaku,kalau ingin membunuhku segini saja tidak cukup hahahahah ) tatap durmo murko sembari menyeringai meremehkan
Simo ludiro menggeram melihat serangannya hanya menggores dada durmo murko .simo ludiro tidak menyerah ia mulai menyerang durmo murko secara cepat dan membabi buta dengan tombaknya ,namun yang terjadi hanya muncul percikan api seperti besi yang beradu dengan besi
“asu iki daging opo watu….”(sial ini daging apa batu…..)ucap simo ludiro sembari terus menyerang
“hahahah wes opo durung…”(sudah apa belum…)durmo murko memandang meremehkan ,durmo murko yang dari tadi hanya berdiam tanpa melawan tiba tiba mengepalkan tangannya dan melayangkanya kearah simo ludiro namun ditahan oleh simo ludiro dengan tombak digenggamannya seketika tombaknya terasa berdengung bergetar menahan kerasnya pukulan durmo murko secara reflek simo ludiro langsung meloncat mundur agak jauh dari durmo murko.
Simo ludiro yang mulai was was mulai mengalirkan energinya kearah tombak tri murti seketika itu tombak tri vmurti terlihat mneluarkan cahaya berpendar yang semakin lama semakin besar dan kembali berlari kearah durmo murko lalu menghantamkan tombaknya kearah kepala durmo murko yang hanya berdiam memandang meremehkan namun tiba tiba muncul lelehan darah hitam dari arah kepalanya mengetahui itu amarah durmo murko pun memuncak dan mulai menyerang simo ludiri dengan membabi bita namun saat ini durmo murko terlihat bias mengimbangi serangan durmo murko dengan serangan tumbak tri murti yang telah dialiri energy oleh simo ludro mampu menimbulkan luka luka goresan agak dalam di tubuh durmo murko,durmo murko sang semakin terbawa amarah pun langsung menghindar kesamping dan menghantam kepala simo ludiro dengan telak hingga menghempaskan tubuh simo ludiro kearah samping dengan sigap durmo rukmo langsung meraih kaki simo ludiro dan membantingnya ketanah 3xkiyai getap yang mengetahui itu langsung bergerak kearah durmo murko dan menyerangnya dengan ajian gempur bumi namun hanya muncul asap saja dari tubuh durmo murko yang mulai melepaskan kaki simo ludiro dari genggamannya dan melompat cepat kearah kiyai getap dan menendang dadanya seketika itu kiyai getap terlempar memuntahkan darah mendapat serangan dari durmo murko ,dewi tembang laras dengan cepat bergerak menuju durmo murko dan menyerangnya dengan selendangnya yang tiba tiba berubah menjadi pedang yang sangat tajam dengan ajian gunung brojo yang dimiliki durmo murko taka da luka parah yang diperolehnya ketiga sosok itu pun mulai terpojok oleh kesaktian durmo murko ,dari kejauhan terlihat kala ranu yang tengah menuju durmo murko yang sedang dikejar oleh mbah mir, raden arum kusumo dan joko umbaran .sesampainya kala ranu dihadapan durmo murko
“durmo murko ayo di rantus kabeh bareng ro aku “(durmo murko ayo kita hancurkan bersama mereka bersamaku) ucap kala ranu
Durmomurko memandang kearah kala ranu sembari mengangguk,tak pelak pertempuran 6lawan 2 yang terlihat tak seimbang namun yang terjadi adalah kiyai getap,simo ludiro,dewi tembang laras, mbahmir joko umbaran dan raden arum kusumo pun terpukul mundur hanya mbahmir saja yang terlihat mampu bertahan dengan mata dipenuhi amarah buto jelmaan mbahmir itu menerjang durmo murko dengan pukulan yang terhujam dengan kerasl ketubuh durmo murko yang seketika terdorong kebelakang
“lumayan kowe menungso iso ngundurke aku”(lumayan kau manusia bias membuatku mundur)ucap durmo murko yang tertantang
“itu belum ada apa apanya demit”ucap mbahmir dengan tatapan tajamnya
Kiyai getap yang terlihat sudah bangkit pun mulai mendekatai mbah mir
“ mir adepono durmo murko dewe kowe sanggup tho aku karo bolo bolo tak ngadepi kolo ranu”((mir kamu hadapi durmo murko sendiri ,bisa kan aku dan teman teman akan melawan kalaranu) ucap kiyai getap memberikan usul
“ iya kiyai saya bisa,tapi aku tak tahu apakah aku bias mengalahkannya”ucap mbahmir membalas
“wes ora popo sing baku kowe iso nahan disek “(sudah tak apa yang penting kau bisa menahannya dulu) ucap kiyai getap yang mulai bersiap menghadapi kalaranu
Mengetahui rencana kiyai getap kala ranu pun mengeluarkan pusaka dari dadanya pedang rah maruto yang seketika memuarkan bau anyir darah. kiyai getap, dewi tembang laras ,joko umbaran,dan raden arum kusumo pun mulai maju menyerang kala ranu bersamaan, sedang simo ludiro yang mulai tampak pulih dari lukanya membantu mbah mir menyerang durmo murko dengan tombak yang masih digenggamnya ,adu kedigjayaan pun tak bisa dihindari.terlihat durmo murko yang diserang dari kedua sisipun mulai kewalahan ,simo ludiro yang tampak melampiaskan dendamnya tiba tiba berucap
“mir tak encepke tumbaku nang dadane buto elek iki kowe surungen sak kuatmu yo”(mir aku hujamkan tombakku ke dadanya sedang kamu mendorong dengan seluruh tenagamu ya)ucap simo ludiro sambil mencuri curi kesempatan untuk melaksanakan idenya
“iya yang penting kasih aba aba dulu”ucap mbah mir menyetujui saran simo ludiro
Tak lama kesempatan yang dicaripun dating saaat tombak trimurti sudah menyetuh dada durmo murko mbah mir mulai menerjang dengan telapak tangannya yang sudah dialiri ajian bandung bondowoso lalu dengan sekuat tenaga mendorong uujung tombak trimurti dengan seluruh tenaganya dan “jleb” tombak trimurti terlihat telah tertancam didada durmo murko hingga terlihat tertembus sampai punggungnya durmo muko yang melihat bahwa tombak trimurti telah menembus tubuhnya matanya tiba tiba melotot
“menungso licik wanimu mung ngeroyok aku ijeno ra bakal menang kowe”( manusia licik beranimu hanya keroyokan satu lawan satu denganku tak akabn menang kau)ucap durmo murko yang tiba tiba terjerembab ditanah
Kala ranu yang tahu akan hal itu pun menjadi gusar dan mulai mencari cara agar bisa melarikan diri ,kala ranu pun mengeluarkan ajian jagad petheng yang membuatnya mampu mengeluarkan asap hitam yang menutupi pandangan
Mbah mir yang mengetahui itu langsung berlari kencang kearah kepulan asap hitam namun tak didapatinya sosok kalaranu dari kejauhan terdengar suara sosok kala ranu yang tengah tertawa keras
“putumu saiki bakal tak gowo HAHAHAHAHAH” cucumu sekarang akan kubawa
Saat hendak menyusul kala ranu tiba tiba dibalik kepulan asap hitam itu muncul sosok yang tak diduga ,sosok raja buto alas pati yang ternyata belum mati dengan tombak trimurti yang masih menancap didadanya dengan badan yang bersimbah darah hitam menambah kengerian sosok buto itu ,mencoba menghalangi mereka untuk mengejar kalaranu
“yen arep ngoyak sedulurku langkahono bathang ku disik” ( jika kalian ingin mengejar saudaraku langkahi dulu mayatku)ucap durmo rukmo sambil mencabut tombak trimurti yang tertancap didadanya
Mbahmir yang tahu akan hal itu kemudian mengirim telepati kearah raden arum kusumo
“senopati arjuno bawalah anakku dan dul mengejar kala ranu biar kami ber 5 menghadapi buto ini”perintah mbahmir kepada raden arum kusumo
Tanpa berbicara lagi raden arum kusumo hanya mengganggukkan kepalanya lalu dalam sekejap sudah berubah kembali menjadi naga dan mulai menghampiri bapak dan pakdul
“gusti ,pakdul kulo sumanggaaken nitih ing geger kulo ngoyak kala ranu ingkan sampun mlajar badhe mundut yugo njenengan gusti”(gusti ,pakdul mari silahkan naik kepunggung saya ,mengejar kalaranu yang telah lari hendak mengambil anak anda gusti) ucap raden arum kusumo dengan wujud naganya kepada bapak dan pak dul
Mendengar itu bapak dan pak dul pun terkesiap dan langsung bergegas menaiki punggung raden arum kusumo dan langsung melesat cepat menembus dimensi gerbang perbatasan alam gaib untuk mengejar kala ranu
Didepan Mbah mir ,kiyai getap,simo ludiro,joko umbaran dan dewi tembang laras sosok durmo murko yang tampak semakin mengerikan itu mengeluarkan aura merah dadi tubuhnya yang bersimbah darah, menandakan bahwa ini adalah pertarungan hidup dan mati, dengan menggengam tombak trimurti durmo murko mulai menerjang menyerang kearah mbah mir dan ke 4 sahabatnya, pertarungan sengit pun terjadi yang terlihat sangat kacau menghadapi amukan durmo murko joko umbaran yang sedari tadi mencoba menyerang tak pelak mendapat serangan dahsyat dari durmo murko dan terpental ,joko umbaran yang sedari tadi mencoba untuk tak terbawa emosi pun akhirnya kalah juga dengan emosinya kemudian ia duduk bersila mencoba memanggil pusakanya yang sudah sangat lama tak ia gunakan ,tanah dihadapan joko umbaran tiba tiba bergetar dan retak ,dari retakan itu muncul cahaya gelap berpendar yang terasa teramat suram dan perlahan muncul sebuah pedang beraura sangat hitam seakan akan pedang itu adalah keputusasaan itu sendiri ,
“Pedang nirasa,kepeksan aku nganggo kowe maneh”(pedang nirasa terpaksa aku menggunakanmu lagi) ucap joko umbaran yang seakan tak punya pilihan lain dengan mengenggam pedang itu joko umbaran melesat cepat menyerang durmo murko ,dengan beberapa sabetan pedang nirasa jaka umbaram mampu menyayat tubuh durmo murko yang sekeras gunung baja itu dengan mudah nya dengan penuh amarah durmo murko menerjang semakin membabi buta kearah joko umbaran ,serangan mbahmir simo ludiro kiyai getap dan dewi tembang laras seakan tak mampu menggoyahkan durmo murko yang dilahap amarah,joko umbaran yang terkena serangan membabibuta dari durmo murko pun kembali terhempas jatuh mengetahui itu durmo murko pun seakan enggan melepas kesempatan dan berlari kearah joko umbaran,dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri joko umbaran pun melemparkan pedang nirasa kearah jantung durmo murko ” jleb “ pedang nirasa pun menancap didada kiri durmo murko seketika itu durmo rukmo pun terbelalak merasakan jantungnya tertembus oleh pedang nirasa
“sak ora orane yen aku mati kudu nggondol nyowo siji”(sitidak tidaknya jika aku mati harus merenggut 1 nyawa)ucap durmo murko yang masih mengenggam tombak tri murti dengan sisa sisa tenaganya durmo murko melemparkan tombak tri murti di gengamanya kearah joko umbaran,mengetahui itu dewi tembang laras bergegas untuk menghadang tombak trimurti yang tengah melesat kearah joko umbaran namun ternyata belum sempat dewi tembang laras menahan tombak itu tiba tiba “ jleeeb” tombak itu telah menemus dada dewi tembang laras.joko umbaran hanya mampu melihat kekasihnya itu jatuh dengan tombak yang masih menancap didadadnya
“nimas….”ucap joko umbaran terisak mengangkat kekasihnya kedalam pangkuannya dengan menangis terisak joko umbaran membelai wajah cantik kekasihnya itu
“nimas ngopo kok kudu kowe sing ketaman tumbak kok ora aku wae nimas”(nimas kenapa harus engkau yang terhujam tombak kenapa tidak aku saja)ucap joko umbaran dengan air mata yang deras membasahi matanya
“kangmas……lilakne aku ya ,panjenengan sampun sedih kangmas kulo bakal ngrantosi kangmas ing alam pamancat”(kangmas …relakan aku ya,panjenegan jangan sedih kangmas,aku akan selalu menunggumu di alam pamancat) ucapnya dengan suara terbata ,dewi tembang laras mencoba menunjukan senyuman termanisnya kepada joko umbaran
“Romo panembahan panjenengan tulungi katresnan kulo ,mir ojo meneng wae tulungono katresnaku somo age age golekke tombo”(room panembahan tolong panjenengan sembuhkan kekasihku,mir jangan diam saja tolonglah kekasihku,simo cepat carikan obat”dengan perasaan sedih yang tak terbendung joko umbaran berteriak teriak dengan air mata yang masih bercucuran
Kiyai getap ,mbah mir,dan simo ludiro pun hanya mampu tertunduk haru sembari terisak
“kangmas….sampun kados mekaten ,kulo sampun nampi pesti niki ,kangmas nggeh ugi kedah saget nampi kulo sampun lilo kangmas ,kangmas sampun sedih maleh nggeh teraken kulo andamel eseman sampun ndamel tangisan ……..”(kangmas …..jangan seperti itu,saya sudah ikhlas menerima takdir ini,kangmas juga harus bisa menerima saya sudah rela kangmas,kangmas jangan sedih lagi ya,antarkan lah aku dengan senyuman ,jangan dengan tangisan……)ucap dewi tembang laras yang mulai menutup mata dan terkulai lemah menandakan kematian telah menjemputnya
“NIMAAAAAASSSSS”teriak joko umbaran mencoba meluapkan segala kesedihannya yang teramat dalam
“ngger joko umbaran ,rumaten ragane dewi tembang laras ,ojo nganti kowe kegowo nepsu sing ora prayogi kedadeane ngger,sabaro yo ngger iki ngono wes dadi pestine gusti kang murbo waseso ,tak jaluk kowe tetepo anggone nganggo jiwo kesatrian mu ning dalan sing bener iku kabeh among kanggo kabagyane dewi tembang laras ing pepet suci”(anakku joko umbaran,rawatlah raga dewi tembang laras,jangan sampe kau terbawa nafsu yang akan menjadikan keburukan bagimu nak,sabarlah ya anakku ini sudah garis yang telah ditentukan tuhan ,aku minta kamu tetap memakai jiwa kesatria mu di jalan yang benar,itu semua demi kebahagiaan dewi tembang laras di alam kesucian) ucap kiyai getap yang mencoba menenangkan joko umbaran yang jatuh dalam kesedihan
Joko umbaran hanya terdiam lalu menggendong jasad dewi tembang laras dan membawanya entah kemana
Surem surem dewangkoro kingkin
Lir manguswo kang layon
Denyo ilang mamanise
Wadana katon layu
Kummel kucem rahnyo maratani
Marang salira niro
Neles ludiro kang wang wang
(Muram, muram, sang matahari bersedih,)
(Ketika menyaksikan yang telah gugur)
(Sekarang hilang ketampan-cantikannya)
(Badannya tampak layu)
(Kumal, jelek, bersimbah darah)
(Di seluruh tubuhnya)
(Basah darah yang tertampak)
Dengan hati hancur tak terperih joko umbaran masih melangkahkan kakinya yang tak memiliki tujuan .diantara ribuan tubuh tak bernyawa yang meregang nyawa demi keserakahan semata.,yang akhirnya hanya menyisakan kepahitan yang mendalam dalam garis hidup yang telah dititahkan.
10.kinanthi part 1
riodgarp dan 7 lainnya memberi reputasi
8
347
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
damar.jagad
#1
11.kinanthi Part 2 :Duel Sengit di Tengah Pertempuran
6.kinanthi(2)
Di tempatjoko umbaran mbah mir dan kala ranu sedang bertempur
Mbahmir yang telah berubah menjadi buto putih berambut merah itu masih memandang kearah kala ranu melihat ribuan wujud ilmu bolosewu kala ranu mulai habis diterjang 10 pusaka yang menghujam cepat layaknya cahaya hingga hanya tinggal kala ranu sendiri 10 pusaka itu secara bersamaan menghujam kearah sosok kala ranu yang mulai geram sebelum menyentuh tubuh kalarnu 10 pusaka itu tiba tiba terpental kembali kearah mbah mir yang sudah berubah menjadi sosok buto putih itu,joko umbaran yang tengah terluka hanya mampu memandang kejadian itu tanpa mampu berbuat apa apa,buto putih jelmaan mbahmir itu tiba tiba menghilang dan muncul dihadapan kala ranu dan menghantam nya dengan keras kala ranu yang tak bisa menghindar pun mulai terhempas terjerembab jatuh kearah tanah, namun kala ranu masih sanggup berdiri dan mulai membalas serangan mbahmir dengan sengit,saking cepatnya pertarungan itu sampai tak sanggup diikuti oleh pandangan mata tak seberapa lama terlihat tubuh kala ranu terhempas terbanting di tanah dan memuntahkan darah hitam dari mulutnya,tak melewatkan kesempatan itu mbahmir pun menerjang cepat kearah kala ranu namun kalaranu berhasil menghindar dan terbang kearah Durmo murko yang terlihat unggul.
Simo ludiro yang tengah menggenggam tombak tri murti mulai mengeluarkan amarahnya yang berapi api dan melompat menerjang kearah durmo murko kembali hendak membalas pa yang telah diterimanya.
“saiki wayahmu buto ,ayo baleni maneh”(sekarang waktumu buto ,ayo kita ulang lagi
“kucing alas ora nduwe kapok ,saiki bakal tak pateni tenan kowe hahahahah”(kucing alas tidak punya rasa jera ,sekarang akan benar-benar kubunuh kau )ucap durmo murko dengan angkuhnya
Simo ludiro yang tengah menerjang menghujamkan tombaknya kearah durmo murko mulai mendaratkan serangannya kearah dada durmo murko ,seakan sia sia serangan simo ludiro hanya mampu meninggalkan goresan kecil didadanya
“lumayan kowe macan iso natoni dodoku sitik,yen pengen mateni aku semene ora cukup hahahahah”(lumayan kau macan bisa menggores sedikit dadaku,kalau ingin membunuhku segini saja tidak cukup hahahahah ) tatap durmo murko sembari menyeringai meremehkan
Simo ludiro menggeram melihat serangannya hanya menggores dada durmo murko .simo ludiro tidak menyerah ia mulai menyerang durmo murko secara cepat dan membabi buta dengan tombaknya ,namun yang terjadi hanya muncul percikan api seperti besi yang beradu dengan besi
“asu iki daging opo watu….”(sial ini daging apa batu…..)ucap simo ludiro sembari terus menyerang
“hahahah wes opo durung…”(sudah apa belum…)durmo murko memandang meremehkan ,durmo murko yang dari tadi hanya berdiam tanpa melawan tiba tiba mengepalkan tangannya dan melayangkanya kearah simo ludiro namun ditahan oleh simo ludiro dengan tombak digenggamannya seketika tombaknya terasa berdengung bergetar menahan kerasnya pukulan durmo murko secara reflek simo ludiro langsung meloncat mundur agak jauh dari durmo murko.
Simo ludiro yang mulai was was mulai mengalirkan energinya kearah tombak tri murti seketika itu tombak tri vmurti terlihat mneluarkan cahaya berpendar yang semakin lama semakin besar dan kembali berlari kearah durmo murko lalu menghantamkan tombaknya kearah kepala durmo murko yang hanya berdiam memandang meremehkan namun tiba tiba muncul lelehan darah hitam dari arah kepalanya mengetahui itu amarah durmo murko pun memuncak dan mulai menyerang simo ludiri dengan membabi bita namun saat ini durmo murko terlihat bias mengimbangi serangan durmo murko dengan serangan tumbak tri murti yang telah dialiri energy oleh simo ludro mampu menimbulkan luka luka goresan agak dalam di tubuh durmo murko,durmo murko sang semakin terbawa amarah pun langsung menghindar kesamping dan menghantam kepala simo ludiro dengan telak hingga menghempaskan tubuh simo ludiro kearah samping dengan sigap durmo rukmo langsung meraih kaki simo ludiro dan membantingnya ketanah 3xkiyai getap yang mengetahui itu langsung bergerak kearah durmo murko dan menyerangnya dengan ajian gempur bumi namun hanya muncul asap saja dari tubuh durmo murko yang mulai melepaskan kaki simo ludiro dari genggamannya dan melompat cepat kearah kiyai getap dan menendang dadanya seketika itu kiyai getap terlempar memuntahkan darah mendapat serangan dari durmo murko ,dewi tembang laras dengan cepat bergerak menuju durmo murko dan menyerangnya dengan selendangnya yang tiba tiba berubah menjadi pedang yang sangat tajam dengan ajian gunung brojo yang dimiliki durmo murko taka da luka parah yang diperolehnya ketiga sosok itu pun mulai terpojok oleh kesaktian durmo murko ,dari kejauhan terlihat kala ranu yang tengah menuju durmo murko yang sedang dikejar oleh mbah mir, raden arum kusumo dan joko umbaran .sesampainya kala ranu dihadapan durmo murko
“durmo murko ayo di rantus kabeh bareng ro aku “(durmo murko ayo kita hancurkan bersama mereka bersamaku) ucap kala ranu
Durmomurko memandang kearah kala ranu sembari mengangguk,tak pelak pertempuran 6lawan 2 yang terlihat tak seimbang namun yang terjadi adalah kiyai getap,simo ludiro,dewi tembang laras, mbahmir joko umbaran dan raden arum kusumo pun terpukul mundur hanya mbahmir saja yang terlihat mampu bertahan dengan mata dipenuhi amarah buto jelmaan mbahmir itu menerjang durmo murko dengan pukulan yang terhujam dengan kerasl ketubuh durmo murko yang seketika terdorong kebelakang
“lumayan kowe menungso iso ngundurke aku”(lumayan kau manusia bias membuatku mundur)ucap durmo murko yang tertantang
“itu belum ada apa apanya demit”ucap mbahmir dengan tatapan tajamnya
Kiyai getap yang terlihat sudah bangkit pun mulai mendekatai mbah mir
“ mir adepono durmo murko dewe kowe sanggup tho aku karo bolo bolo tak ngadepi kolo ranu”((mir kamu hadapi durmo murko sendiri ,bisa kan aku dan teman teman akan melawan kalaranu) ucap kiyai getap memberikan usul
“ iya kiyai saya bisa,tapi aku tak tahu apakah aku bias mengalahkannya”ucap mbahmir membalas
“wes ora popo sing baku kowe iso nahan disek “(sudah tak apa yang penting kau bisa menahannya dulu) ucap kiyai getap yang mulai bersiap menghadapi kalaranu
Mengetahui rencana kiyai getap kala ranu pun mengeluarkan pusaka dari dadanya pedang rah maruto yang seketika memuarkan bau anyir darah. kiyai getap, dewi tembang laras ,joko umbaran,dan raden arum kusumo pun mulai maju menyerang kala ranu bersamaan, sedang simo ludiro yang mulai tampak pulih dari lukanya membantu mbah mir menyerang durmo murko dengan tombak yang masih digenggamnya ,adu kedigjayaan pun tak bisa dihindari.terlihat durmo murko yang diserang dari kedua sisipun mulai kewalahan ,simo ludiro yang tampak melampiaskan dendamnya tiba tiba berucap
“mir tak encepke tumbaku nang dadane buto elek iki kowe surungen sak kuatmu yo”(mir aku hujamkan tombakku ke dadanya sedang kamu mendorong dengan seluruh tenagamu ya)ucap simo ludiro sambil mencuri curi kesempatan untuk melaksanakan idenya
“iya yang penting kasih aba aba dulu”ucap mbah mir menyetujui saran simo ludiro
Tak lama kesempatan yang dicaripun dating saaat tombak trimurti sudah menyetuh dada durmo murko mbah mir mulai menerjang dengan telapak tangannya yang sudah dialiri ajian bandung bondowoso lalu dengan sekuat tenaga mendorong uujung tombak trimurti dengan seluruh tenaganya dan “jleb” tombak trimurti terlihat telah tertancam didada durmo murko hingga terlihat tertembus sampai punggungnya durmo muko yang melihat bahwa tombak trimurti telah menembus tubuhnya matanya tiba tiba melotot
“menungso licik wanimu mung ngeroyok aku ijeno ra bakal menang kowe”( manusia licik beranimu hanya keroyokan satu lawan satu denganku tak akabn menang kau)ucap durmo murko yang tiba tiba terjerembab ditanah
Kala ranu yang tahu akan hal itu pun menjadi gusar dan mulai mencari cara agar bisa melarikan diri ,kala ranu pun mengeluarkan ajian jagad petheng yang membuatnya mampu mengeluarkan asap hitam yang menutupi pandangan
Mbah mir yang mengetahui itu langsung berlari kencang kearah kepulan asap hitam namun tak didapatinya sosok kalaranu dari kejauhan terdengar suara sosok kala ranu yang tengah tertawa keras
“putumu saiki bakal tak gowo HAHAHAHAHAH” cucumu sekarang akan kubawa
Saat hendak menyusul kala ranu tiba tiba dibalik kepulan asap hitam itu muncul sosok yang tak diduga ,sosok raja buto alas pati yang ternyata belum mati dengan tombak trimurti yang masih menancap didadanya dengan badan yang bersimbah darah hitam menambah kengerian sosok buto itu ,mencoba menghalangi mereka untuk mengejar kalaranu
“yen arep ngoyak sedulurku langkahono bathang ku disik” ( jika kalian ingin mengejar saudaraku langkahi dulu mayatku)ucap durmo rukmo sambil mencabut tombak trimurti yang tertancap didadanya
Mbahmir yang tahu akan hal itu kemudian mengirim telepati kearah raden arum kusumo
“senopati arjuno bawalah anakku dan dul mengejar kala ranu biar kami ber 5 menghadapi buto ini”perintah mbahmir kepada raden arum kusumo
Tanpa berbicara lagi raden arum kusumo hanya mengganggukkan kepalanya lalu dalam sekejap sudah berubah kembali menjadi naga dan mulai menghampiri bapak dan pakdul
“gusti ,pakdul kulo sumanggaaken nitih ing geger kulo ngoyak kala ranu ingkan sampun mlajar badhe mundut yugo njenengan gusti”(gusti ,pakdul mari silahkan naik kepunggung saya ,mengejar kalaranu yang telah lari hendak mengambil anak anda gusti) ucap raden arum kusumo dengan wujud naganya kepada bapak dan pak dul
Mendengar itu bapak dan pak dul pun terkesiap dan langsung bergegas menaiki punggung raden arum kusumo dan langsung melesat cepat menembus dimensi gerbang perbatasan alam gaib untuk mengejar kala ranu
Didepan Mbah mir ,kiyai getap,simo ludiro,joko umbaran dan dewi tembang laras sosok durmo murko yang tampak semakin mengerikan itu mengeluarkan aura merah dadi tubuhnya yang bersimbah darah, menandakan bahwa ini adalah pertarungan hidup dan mati, dengan menggengam tombak trimurti durmo murko mulai menerjang menyerang kearah mbah mir dan ke 4 sahabatnya, pertarungan sengit pun terjadi yang terlihat sangat kacau menghadapi amukan durmo murko joko umbaran yang sedari tadi mencoba menyerang tak pelak mendapat serangan dahsyat dari durmo murko dan terpental ,joko umbaran yang sedari tadi mencoba untuk tak terbawa emosi pun akhirnya kalah juga dengan emosinya kemudian ia duduk bersila mencoba memanggil pusakanya yang sudah sangat lama tak ia gunakan ,tanah dihadapan joko umbaran tiba tiba bergetar dan retak ,dari retakan itu muncul cahaya gelap berpendar yang terasa teramat suram dan perlahan muncul sebuah pedang beraura sangat hitam seakan akan pedang itu adalah keputusasaan itu sendiri ,
“Pedang nirasa,kepeksan aku nganggo kowe maneh”(pedang nirasa terpaksa aku menggunakanmu lagi) ucap joko umbaran yang seakan tak punya pilihan lain dengan mengenggam pedang itu joko umbaran melesat cepat menyerang durmo murko ,dengan beberapa sabetan pedang nirasa jaka umbaram mampu menyayat tubuh durmo murko yang sekeras gunung baja itu dengan mudah nya dengan penuh amarah durmo murko menerjang semakin membabi buta kearah joko umbaran ,serangan mbahmir simo ludiro kiyai getap dan dewi tembang laras seakan tak mampu menggoyahkan durmo murko yang dilahap amarah,joko umbaran yang terkena serangan membabibuta dari durmo murko pun kembali terhempas jatuh mengetahui itu durmo murko pun seakan enggan melepas kesempatan dan berlari kearah joko umbaran,dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri joko umbaran pun melemparkan pedang nirasa kearah jantung durmo murko ” jleb “ pedang nirasa pun menancap didada kiri durmo murko seketika itu durmo rukmo pun terbelalak merasakan jantungnya tertembus oleh pedang nirasa
“sak ora orane yen aku mati kudu nggondol nyowo siji”(sitidak tidaknya jika aku mati harus merenggut 1 nyawa)ucap durmo murko yang masih mengenggam tombak tri murti dengan sisa sisa tenaganya durmo murko melemparkan tombak tri murti di gengamanya kearah joko umbaran,mengetahui itu dewi tembang laras bergegas untuk menghadang tombak trimurti yang tengah melesat kearah joko umbaran namun ternyata belum sempat dewi tembang laras menahan tombak itu tiba tiba “ jleeeb” tombak itu telah menemus dada dewi tembang laras.joko umbaran hanya mampu melihat kekasihnya itu jatuh dengan tombak yang masih menancap didadadnya
“nimas….”ucap joko umbaran terisak mengangkat kekasihnya kedalam pangkuannya dengan menangis terisak joko umbaran membelai wajah cantik kekasihnya itu
“nimas ngopo kok kudu kowe sing ketaman tumbak kok ora aku wae nimas”(nimas kenapa harus engkau yang terhujam tombak kenapa tidak aku saja)ucap joko umbaran dengan air mata yang deras membasahi matanya
“kangmas……lilakne aku ya ,panjenengan sampun sedih kangmas kulo bakal ngrantosi kangmas ing alam pamancat”(kangmas …relakan aku ya,panjenegan jangan sedih kangmas,aku akan selalu menunggumu di alam pamancat) ucapnya dengan suara terbata ,dewi tembang laras mencoba menunjukan senyuman termanisnya kepada joko umbaran
“Romo panembahan panjenengan tulungi katresnan kulo ,mir ojo meneng wae tulungono katresnaku somo age age golekke tombo”(room panembahan tolong panjenengan sembuhkan kekasihku,mir jangan diam saja tolonglah kekasihku,simo cepat carikan obat”dengan perasaan sedih yang tak terbendung joko umbaran berteriak teriak dengan air mata yang masih bercucuran
Kiyai getap ,mbah mir,dan simo ludiro pun hanya mampu tertunduk haru sembari terisak
“kangmas….sampun kados mekaten ,kulo sampun nampi pesti niki ,kangmas nggeh ugi kedah saget nampi kulo sampun lilo kangmas ,kangmas sampun sedih maleh nggeh teraken kulo andamel eseman sampun ndamel tangisan ……..”(kangmas …..jangan seperti itu,saya sudah ikhlas menerima takdir ini,kangmas juga harus bisa menerima saya sudah rela kangmas,kangmas jangan sedih lagi ya,antarkan lah aku dengan senyuman ,jangan dengan tangisan……)ucap dewi tembang laras yang mulai menutup mata dan terkulai lemah menandakan kematian telah menjemputnya
“NIMAAAAAASSSSS”teriak joko umbaran mencoba meluapkan segala kesedihannya yang teramat dalam
“ngger joko umbaran ,rumaten ragane dewi tembang laras ,ojo nganti kowe kegowo nepsu sing ora prayogi kedadeane ngger,sabaro yo ngger iki ngono wes dadi pestine gusti kang murbo waseso ,tak jaluk kowe tetepo anggone nganggo jiwo kesatrian mu ning dalan sing bener iku kabeh among kanggo kabagyane dewi tembang laras ing pepet suci”(anakku joko umbaran,rawatlah raga dewi tembang laras,jangan sampe kau terbawa nafsu yang akan menjadikan keburukan bagimu nak,sabarlah ya anakku ini sudah garis yang telah ditentukan tuhan ,aku minta kamu tetap memakai jiwa kesatria mu di jalan yang benar,itu semua demi kebahagiaan dewi tembang laras di alam kesucian) ucap kiyai getap yang mencoba menenangkan joko umbaran yang jatuh dalam kesedihan
Joko umbaran hanya terdiam lalu menggendong jasad dewi tembang laras dan membawanya entah kemana
Surem surem dewangkoro kingkin
Lir manguswo kang layon
Denyo ilang mamanise
Wadana katon layu
Kummel kucem rahnyo maratani
Marang salira niro
Neles ludiro kang wang wang
(Muram, muram, sang matahari bersedih,)
(Ketika menyaksikan yang telah gugur)
(Sekarang hilang ketampan-cantikannya)
(Badannya tampak layu)
(Kumal, jelek, bersimbah darah)
(Di seluruh tubuhnya)
(Basah darah yang tertampak)
Dengan hati hancur tak terperih joko umbaran masih melangkahkan kakinya yang tak memiliki tujuan .diantara ribuan tubuh tak bernyawa yang meregang nyawa demi keserakahan semata.,yang akhirnya hanya menyisakan kepahitan yang mendalam dalam garis hidup yang telah dititahkan.
10.kinanthi part 1
0