Quote:
Kebetulan tuan kiper itu pekerjaanya lumayan mapan utk hitungan orang walanda. Karna gaji dia diatas rata2 gaji umr orang walanda. Tapi yg kita dapet gk sebesar itu krn tuan kiper bayar pajak 45%.
Aku penghasilannya itu sekitar 1/3 gajinya tuan kiper (sambil cengegesan). Alhamdulilah semenjak aku pindah kesini, tuan kiper udah bayarin semua biaya kebutuhan aku. Jadi istilahnya dia menafkahi aku 100%
Apa aja yg dia bayarin :
-Dia bayarin asuransi kesehatan sekitar 300 yuro berdua, alias 5 jutaan. Bisa sih asuransi lebih murah tapi aku pake asuransi yg coverage-nya paling lengkap gitu. Selain itu aku didaftarin asuransi travelling. Asuransi kalau mecahin barang mewah orang lain.
-Jd apato ini udah milk dia, tapi masih kredit teman2. Dia bayar apato ini 750 yuro/sekitar 12 jutaan.
-Listrik, gas, air,kita bayar sekitar hampir 100 yuro sebulan.
-Uang sampah 30 yuro/500 ribu
-Pajak air (aku kurang tahu berapa)
-Pajak kepemilikan property
-Dia kasi aku uang belanja sebulan 400 yuro/6jutaan. Uang itu bisa kita pake untuk makan apa aja. Dan prinsip aku & tuan kiper adalah kita gk pernah menghemat yg namanya masalah makanan karna apa. Bukannya aku boros, tapi perasaan aku tuh namanya kita merantau. Trus kita pengen apa yg ada di toko asia (bisa 80-100 yuro sendiri) tuh bahan2nya lebih mahal dr supermarket biasa. Kadang aku pengen duren yg dua biji itu harganya bisa 9 yuro gitu. Sedangkan buah2an lain kalau lagi musim cuma 1-2 yuro. Untungnya tuan kiper setuju selama aku happy dengan makanan yg kita punya di rumah. its okay selama kita berusaha gk habisin 400 yuro sebulan
-Dan inget kita ini vegetarian. Sebenernya kalau aku pernah sharing dgn temenku. Dia gk vegetarian tp dia punya kucing. Dia cuma habis 250 yuro. Sedangkan dia kaya kaget gitu kok aku bisa habis 400 yuro (sambil cengegesan).
-Nah itu tuan kiper selalu kirim ke atm dia yg aku bisa pegang. Dan di rekening itu juga ada uang tabungan tuan kiper. Jadi dia udah percaya bangetlah sama aku. Aku juga gk akan ngabisin sesuka aku.
Terus gaji aku kemana aja?
-Aku kasi “kontribusi” aku ikutan bayar uang makan kita tiap bulan 50 yuro. Bukan semenjak pertama aku pindah ya. Tapi semenjak bbrp bulan lalu.
-Tadinya tuan kiper bayarin pulsa aku 20 yuro tp sejak dua bulan terakhir aku bayar pulsa aku sendiri.
Jadi aku hanya berkontribusi 70 yuro aku transfer ke tuan kiper. Dia awal2 nolak ya. Tp aku juga ingin merasakan gimana berkontribusi dalam rumah tangga.
Jadi intinya uang tuan kiper udah hampir habis untuk membiayai hidup kita. Tp kan properti milik dia. Tapi dia juga ada tabungan 15% dari gaji. Dia juga mem-budget kan 100-200 untuk fun stuff dia. Apa dia mau beli buku, main games, atau going out sama temen2nya. Nanti sisanya baru masuk ketabungan. Itu cara tuan kiper mengatur keuangan.
Kalau aku, pertama aku punya uang. Aku langsung transfer ke rekening wakanda aku. Misalnya gaji aku 1000 yuro, jd minimal 600 yuro/8 jutaan di tabungan abc aku. Kemudian aku juga trasnfer ekstra untuk kasi ortuku, untuk mamaku. Walaupun ortuku gk minta utk nafkahin mama. Tapi aku kasih setidaknya aku masih care sama ortu. Setidaknya mamaku bisa beli ekstra di supermarket. Bisa beli buah, bisa beli apa aja yg mereka mau.
Kemudian aku & tuan kiper juga berdonasi ke salah satu pesantren utk membiayai beli beras/ listrik. Kita selalu transfer ke pesantren itu tiap bulan. Sisanya baru aku tabung ketabungan walanda.
Dan rata-rata yang aku spend sebulan rata2 hanya 10% dari rata2 gaji aku. Itupun gk setiap bulan. itupun 100 yuro atau 10% dari penghasilan yang aku sisain untuk fun stuff aku gk semua aku pake.
Dan aku sudah menjalani gaya hidup ini setahun dua tahun belakangan. Dan sekarang tujuan kita pengen 3-5 years kita akan pindah ke rumah lebih besar. Karna kita pengen punya anak. Dan aku pengen punya rumah di wakanda, dari hasil keringat aku sendiri yg bisa jadi rumah holiday waktu aku ke wakanda. Jadi gk ribet nginep di rumah orang tua atau hotel.
Kita juga setiap tahun pengennya travelling ke tempat baru. Sebenernya tahun ini kita menghabiskan uang banyak untuk travelling. Terutama aku, 2019 ini, Januari aku udah pulang ke wakanda 4 minggu. Itu menghabiskan 25-30 juta. Terus Maret April kita ke Peru & Bolivia itu menghabiskan sekitar 4000 yuro.
Terus kita juga nikah. Kita nikah di walanda dulu. Itu juga mendatangkan ortu-ku kesini abis itu ngajakin ortuku jalan2. Itu kita ke Swiss, Prancis, Belgia, Luxembourg. Aku bisa bayar dari uang jualan masak2 aku.
Bulan September kita ke Jerman, nginep di hotel yg lumayan enak gitu.
Desember tuan kiper udah nyewa apato holiday di timur walanda.
Semua itu masih sesuai budget. Kita gk berhutang & gk mengunakan kartu kredit. Kita melakukan semua itu krn memiliki uangnya.
Aku udah tahu goal aku 5-10 tahun kedepan dengan uang yg aku punya. Aku sama tuan kiper sering membicarakan, ini loh mimpi aku dan aku akan mewujudkannya. Dan untung kita juga saling support.
Segini dulu sharingnya semoga kalian bisa mengambil manfaatnya, gaya hidupnya bisa ditiru untuk tidak terlalu konsumtif banget.