Kaskus

Sports

  • Beranda
  • ...
  • Liga Inggris
  • » [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2023/24 - Passion Beyond Reason «

viniestAvatar border
TS
viniest
» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2023/24 - Passion Beyond Reason «
» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2023/24 - Passion Beyond Reason «
 
Quote:

 
 
Quote:
panjul1993Avatar border
anangbonsAvatar border
PowerofukhuwahAvatar border
Powerofukhuwah dan 14 lainnya memberi reputasi
13
284.6K
10.6K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Liga Inggris
Liga Inggris
KASKUS Official
3.5KThread14.8KAnggota
Tampilkan semua post
FlasharpoonAvatar border
Flasharpoon
#1106
ULASAN PERTANDINGAN ⚫

◾LIVERPOOL GAGAL MENANG KARENA BLUNDER DALAM TEKANAN BRIGHTON◾

Dua gol Brighton dari blunder Van Dijk dan Mac Allister serta gol kedua Brighton dari situasi dimana Robertson bisa mengamankan bola set piece, akhirnya dimanfaatkan kapten Brighton Dunk mencetak gol.

Artinya taktik Brighton untuk merusak konsentrasi Liverpool dan memaksa skuad Liverpool membuat kesalahan adalah bagian dari taktik. Dan hasil draw mungkin hasil yang adil bagi kedua tim.

Babak pertama, Liverpool lebih banyak menunggu, dengan berusaha menguasai bola selama mungkin. Klopp menyadari bahwa kecepatan BHA serta mereka bermain di kandang, jelas tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun. Kesan memainkan bola serta secara mendadak melakukan serangan lewat long passing adalah cara yang dipilih Klopp.

Menunggu, menyerang dengan tidak tergesa-gesa serta lebih banyak melakukan serangan lewat long passing adalah untuk mencari kesalahan BHA dari serangan tersebut, juga untuk mengurangi tekanan di lini tengah Liverpool. Dengan demikian, lini tengah BHA pun otomatis menjadi lamban.

Tapi Liverpool kebobolan juga dari sebuah blunder yang sistematis. Artinya, tekanan yang massif dari lini tengah BHA membuahkan hasil. Virgil Van Dijk keliru melakukan passing ke Mac Allister. Kesalahan Van Dijk dalam hal ini ada dua :

• Mac Allister sedang dikepung 3 pemain lawan. Karena BHA pasti ingin mengunci Macca. Itu sebab Macca banyak di marking. Macca memang dalam tekanan yang sangat besar malam tadi. Bisa dipahami karena BHA mantan klubnya. Penonton juga selalu berteriak "huuuuu" setiap Macca menguasai bola.

• Van Dijk seharusnya paham bahwa ketika Macca menerima bola darinya, ketiga pemain lawan yang mengepung tersebut berada dalam posisi "blind side" bagi Macca. Jadi Macca tidak tahu seberapa jarak dirinya dengan 3 pemain BHA dibelakang punggungnya. Dalam posisi ini jelas blunder dibuat Van Dijk.

Setelah kebobolan tersebut, pola Liverpool berubah. Kembali ke khas gaya Liverpool main pendek dan bola kembali mengalir dari tengah. Pola 4-4-2 berlian yang diusung Jurgen Klopp dengan menggeser posisi Diaz agak ke dalam untuk menjaga jarak dirinya dan Szobo serta Robbo. Pola berlian ini menempatkan Szobo dibelakang Mo. Salah dan Nunez ketika menguasai bola dan menyerang. Tetapi ketika kehilangan bola, Diaz dan Szobo kembali ke tengah membentuk "middle blocking" 4 sejajar, ini untuk memfilter serangan BHA yang membuat rotasi bola dari tengah ke kedua sayap. Jalur BHA adalah dengan mengalirkan bola dari Pedro dan Gross ke kedua sayap. Pola ini paling sering merusak link di plank kanan kiri Liverpool.

Kerancuan BHA sebenarnya terlihat ketika menempatkan March menjadi bek sayap, kadang di kanan dan paling sering di kiri, membuat laju bola ke kedua sayap mereka menjadi terhambat terutama di sayap kanan, sehingga Robbo malam ini tidak selalu berjibaku dengan March. Tetapi ketika Mitoma menguasai bola maka March adalah orang pertama yang menyusup dipertahanan kanan Liverpool.

Gol pertama Mo. Salah adalah penetrasi cepat Diaz, Nunez dan kombinasi dengan Elliott. Bola Nunez ke Elliott justru dilepas oleh Elliott, dia tahu disampingnya ada Salah yang tidak terkawal. Gol.

Sementara dua pelanggaran lini belakang BHA terhadap Szobo dan Diaz, mutlak menjadi pinalti buah Liverpool. Mo. Salah mencetak 'brace'. Agak aneh bahwa pelanggaran pemain BHA Pascal Gross yang menarik jersey Szobo tidak dihukum sama sekali, padahal itu pelanggaran "kartu".

Babak kedua, di paruh awal, Liverpool berkembang dengan baik. Tekanan massif dari tengah, dengan formasi Szobo, Macca dan Garaven yang masuk menggantikan Elliott, menciptakan lini tengah yang sangat variatif dan lebih dinamis.

Macca selalu harus dihentikan 2-3 pemain. De Zerbi menahami bahwa otak permainan Liverpool adalah Macca, mantan anak asuhnya. Tetapi pola variatif dari Graven membuat lini tengah Liverpool sangat cair dan menunjukkan kombinasi yang begitu baik.

Kelemahan Liverpool terlihat ketika Diaz yang tidak berkembang sepanjang pertandingan, tetapi Jota dan Gakpo tidak tersedia di bench. Seandainya ada Jota mungkin peluang-peluang Diaz bisa berbuah gol.

Nunez malam ini pun tidak bermain baik. Bola sering dan mudah terlepas. Gerakannya mudah diantisipasi Dunk dan Igor. Sementara Alisson tetap tampil dengan elegan, dua gol BHA ke gawangnya, jelas itu lebih pada kesalahan sistem di lini belakang dan tengah Liverpool.

Jadi, memang Liverpool memiliki peluang menang dengan skor tipis. Tetapi akhirnya gagal. Hasil akhir dipaksa draw. Draw yang terasa seperti kalah.

Tetapi dengan hanya berjarak 3 poin dari pimpinan klasmen, Liverpool masih dalam posisi yang sangat kompetitif. Lanjutan match EPL masih 2 pekan ke depan karena ada "International Break". Dua pekan, waktu yang cukup untuk pemulihan bagi yang tidak ada tugas di timnas. Cedera Gakpo, Thiago, Kelleher, Bajcetic serta Bradley mudah-mudahan sudah bisa pulih.

Dan Liverpool bersiap menyambut kedatangan Everton dalam derby Merseyside seusai International Break.

#KoezArraihan
#Batavia9Okt2023
ayahfatih
RedSamurai
nvidiator
nvidiator dan 4 lainnya memberi reputasi
3
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.