- Beranda
- Berita dan Politik
Pengunjung Hotel Grand Central Dikeroyok, Kepala Pecah
...
TS
elyssallen
Pengunjung Hotel Grand Central Dikeroyok, Kepala Pecah
Pengunjung Hotel Grand Central Dikeroyok, Kepala Pecah

MATATELINGA, Medan :Seorang pengunjung hotel menjadi korban dugaan pengeroyokan di Halaman Hotel Grand Central Premier Jalan Merak Jingga Medan, Sabtu (30/9/2023) dini hari. Akibatnya korban, Hendrik Ganie mengalami tempurung kepala pecah dan pembekuan darah di bagian paru-paru.
Menurut kuasa hukum korban, Rinaldi SH, saat itu Hendrik Ganie dan istri, Yulia bersama rekannya berada di depan pintu loby hotel. Kliennya bersama rekannya itu sedang menunggu jemputan.
"Jadi kejadian itu bermula saat klien kami menunggu jemputan. Tiba-tiba datang mobil pajero sport warna putih yang bukan jemputan," kata dia, Senin (2/10/2023) siang.
Dari dalam mobil pajero sport warna putih itu, para penumpang yang berinisial DGR dan I diduga mengganggu istri Hendrik. Sambil membuka kaca mobil penumpang mobil mengatakan kepada istri kliennya 'mau diantar gak dek'.
"Jadi klien kita tidak menghiraukan karena menilai kalau orang dalam mobil itu dibawah pengaruh alkohol," katanya.
Tapi tiba-tiba penumpang dari dalam mobil marah dan diduga melakukan penyerangan terhadap salah satu pihak klien kita. "Klien kita mencoba untuk melerai, tiba-tiba ikut diserang hingga terjadi pemukulan terhadap klien kita dengan besi parkir hingga mengalami luka di bagian kepala," ungkapnya.
Menurut dia, akibat penyerangan itu, Henrik Ganie mengalami tulang kepala retak dan paru-paru mengalami pembekuan darah. "Kondisinya saat ini kritis," jelas dia.
Ia menegaskan, usai melakukan keributan hingga penyerangan para pelaku mencoba melarikan diri. "Tapi karena portal parkir hotel tertutup mereka diamankan oleh security hotel. Diamankan dengan maksud agar menyelesaikan masalah ini dengan polisi, lalu dipanggil polisi dan dicari bukti-bukti," ujarnya.
Terkait dengan adanya kabar penyekapan dan penganiayaan, dengan ini Rinaldi SH menegaskan tidak ada. "Jadi kita mau klarifikasi tidak ada penyekapan saat terjadi keributan yang dilakukan oleh mereka, mereka mencoba lari namun karena portal tertutup mereka diamankan oleh security. Jadi tidak ada penyekapan," ucap dia.
Ia mengaku kalau kliennya sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan dengan nomor LP/B/3243/IX/2023/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut. "Kita minta Polrestabes Medan untuk memproses kasus ini, karena kondisi klien kami sangat memprihatinkan. Klien kami sebagai korban minta keadilan," ujarnya.
https://www.matatelinga.com/Berita-S...pala-pecah/all
lantas gunanya sekuriti hotel ngapain ? mengapa tamu tidak diproteksi ?
di manapun di medan tidak ada yang aman
tiap hari sepanjang jalan merak jingga full falakfarkirtullah dari ormas PP, banyak yang tampang sakaw, entah ngapain wercok nya

MATATELINGA, Medan :Seorang pengunjung hotel menjadi korban dugaan pengeroyokan di Halaman Hotel Grand Central Premier Jalan Merak Jingga Medan, Sabtu (30/9/2023) dini hari. Akibatnya korban, Hendrik Ganie mengalami tempurung kepala pecah dan pembekuan darah di bagian paru-paru.
Menurut kuasa hukum korban, Rinaldi SH, saat itu Hendrik Ganie dan istri, Yulia bersama rekannya berada di depan pintu loby hotel. Kliennya bersama rekannya itu sedang menunggu jemputan.
"Jadi kejadian itu bermula saat klien kami menunggu jemputan. Tiba-tiba datang mobil pajero sport warna putih yang bukan jemputan," kata dia, Senin (2/10/2023) siang.
Dari dalam mobil pajero sport warna putih itu, para penumpang yang berinisial DGR dan I diduga mengganggu istri Hendrik. Sambil membuka kaca mobil penumpang mobil mengatakan kepada istri kliennya 'mau diantar gak dek'.
"Jadi klien kita tidak menghiraukan karena menilai kalau orang dalam mobil itu dibawah pengaruh alkohol," katanya.
Tapi tiba-tiba penumpang dari dalam mobil marah dan diduga melakukan penyerangan terhadap salah satu pihak klien kita. "Klien kita mencoba untuk melerai, tiba-tiba ikut diserang hingga terjadi pemukulan terhadap klien kita dengan besi parkir hingga mengalami luka di bagian kepala," ungkapnya.
Menurut dia, akibat penyerangan itu, Henrik Ganie mengalami tulang kepala retak dan paru-paru mengalami pembekuan darah. "Kondisinya saat ini kritis," jelas dia.
Ia menegaskan, usai melakukan keributan hingga penyerangan para pelaku mencoba melarikan diri. "Tapi karena portal parkir hotel tertutup mereka diamankan oleh security hotel. Diamankan dengan maksud agar menyelesaikan masalah ini dengan polisi, lalu dipanggil polisi dan dicari bukti-bukti," ujarnya.
Terkait dengan adanya kabar penyekapan dan penganiayaan, dengan ini Rinaldi SH menegaskan tidak ada. "Jadi kita mau klarifikasi tidak ada penyekapan saat terjadi keributan yang dilakukan oleh mereka, mereka mencoba lari namun karena portal tertutup mereka diamankan oleh security. Jadi tidak ada penyekapan," ucap dia.
Ia mengaku kalau kliennya sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan dengan nomor LP/B/3243/IX/2023/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut. "Kita minta Polrestabes Medan untuk memproses kasus ini, karena kondisi klien kami sangat memprihatinkan. Klien kami sebagai korban minta keadilan," ujarnya.
https://www.matatelinga.com/Berita-S...pala-pecah/all
lantas gunanya sekuriti hotel ngapain ? mengapa tamu tidak diproteksi ?
di manapun di medan tidak ada yang aman

tiap hari sepanjang jalan merak jingga full falakfarkirtullah dari ormas PP, banyak yang tampang sakaw, entah ngapain wercok nya
knoopy dan 7 lainnya memberi reputasi
8
1K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695KThread•58.8KAnggota
Tampilkan semua post
qavir
#11
Kalau kriminalitas dan premanisme sudah begini, bagi orang awan ya harus mulai berpikir kalau ada apa2 pas di Medan itu cuma ada pilihan membunuh atau dibunuh.
Artinya kalau ada ancaman kekerasan, mendingan membunuh daripada mati konyol. Toh hukum sudah mati di sana.

Artinya kalau ada ancaman kekerasan, mendingan membunuh daripada mati konyol. Toh hukum sudah mati di sana.

direktur.muda dan beeSide memberi reputasi
2
Tutup