Kaskus

News

yellowmarkerAvatar border
TS
yellowmarker
Pilu Ibu 3 Anak di Tangsel, Nekat Curi Telur di Minimarket untuk Makan

20 September 2023 4:00
Pilu Ibu 3 Anak di Tangsel, Nekat Curi Telur di Minimarket untuk Makan

Seorang wanita berinisial PL (44) ketahuan menguntil atau mencuri telur di sebuah minimarket di kawasan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Senin (18/9).

PL tak bisa mengelak setelah ketahuan mencuri. Pegawai minimarket lalu menghubungi polisi.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, ibu yang memiliki tiga anak itu terpaksa mencuri karena terdesak kebutuhan sehari-hari.

"Setelah dilakukan interogasi diketahui ternyata ibu itu nekat mencuri telur untuk memenuhi kebutuhan makan hari ini [Senin (18/9)]. Ibu-ibu mencuri untuk kebutuhan hidup sehari-hari," kata Bambang dalam keterangannya, Selasa (19/9).

Kasus ini pun berakhir damai. Polisi membayarkan telur yang diambil oleh PL.

PL merupakan warga Pondok Jati Kelurahan Jurang Mangu Barat. Suaminya bekerja sebagai sopir ojek online (ojol). Dia memiliki anak yang masih bersekolah.

"Saya perintahkan Bhabinkamtibmas untuk membelikan sembako dan telur kepada ibu tersebut," tandasnya.



Quote:

 
Macam-macam keluarga di Indonesia.
Ada yang lebih baik mencuri daripada harus mati kelaparan di dalam rumah.
Namun walau keluarga mereka berbeda, tetangga mereka tetap sama.
Pada kemana tetangga mereka ya, katanya seiman, katanya guyub, katanya rukun.
🤔

Diubah oleh yellowmarker 21-09-2023 18:37
MbegoosAvatar border
caerbannogrbbtAvatar border
viniestAvatar border
viniest dan 16 lainnya memberi reputasi
17
1.5K
150
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694.3KThread58.4KAnggota
Tampilkan semua post
quaeAvatar border
quae
#6
saya akan menanggapi komentar TS, saya pribadi juga memiliki pandangan yang sama..

Rukun Tetangga (RT) merupakan bagian terpenting dalam ketahanan masyarakat, akan lebih bijaksana apabila pemerintah memaksimalkan RT/RW dalam mendampingi setiap warga negara. Akan tetapi pada kenyataannya, Rukun Tetangga atau RT dan Rukun Warga atau RW hanyalahsebutan yang tidak memiliki arti apa-apa. Katakanlah, setiap RT menyadari minimal setiap tetangga rumah kanan kiri depan belakang, kemudian terbuka dengan RT bekerjasama dengan Desa, lalu Kecamatan kemudian tingkat Kabupaten. Hal-hal seperti pengendalian dan pengawasan masyarakat sebenarnya sederhana, akan tetapi masing-masing di antara kita tidak peduli, bahkan dengan yang seagama saja tidak tahu, apalagi kalau yang berbeda agama. Jadi kembali lagi, tetangga itu adalah bagian penting dalam Rukun Tetangga. Dan kemudian membantu keluarga tidak mampu selain daripada kewajiban negara juga menjadi tanggung jawab mereka yang menjadi tetangga, dalam hal ini melaporkan kepada RT bahwa yang berkenaan kurang mampu sehingga perlu mendapat perhatian dukungan dari pemerintah. Selama ini bantuan pemerintah tidak selalu tepat guna, ada yang dijual oleh perangkat desa, ada yang dibagikan ke keluarga, ada yang diminta komisi sekian ribu, dan sebagainya. Hal tersebut terjadi karena kesadaran masyarakat sebagai pengawas terlalu kurang. Dan pemerintah perlu memfokuskan energi untuk memperbaiki pola-pola salah seperti itu.
muhamad.hanif.2
night.fury95
aldonistic
aldonistic dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.