- Beranda
- Home Appliance
Kumpulan Review AC (Air Conditioner): Yang Mau Cari AC, Wajib Baca!
...
TS
PlayNow
Kumpulan Review AC (Air Conditioner): Yang Mau Cari AC, Wajib Baca!

AC (alias Air Conditioner) sudah merupakan kebutuhan sekunder di hampir setiap rumah di Indonesia. Iklim Indonesia yang panas karena berada di wilayah tropis, menjadikan AC cukup dibutuhkan untuk membuat ruangan adem dan nyaman.
Di Indonesia, ada puluhan brand AC dengan ratusan tipe yang beredar maupun pernah beredar. Tidak ayal, membuat banyak konsumen bingung akan apa AC yang dibelinya.
Konsumen kritis akan mencari tahu terlebih dahulu, baik di internet, tanya ke teman, grup, komunitas, dan sebagainya. Namun tidak sedikit yang "terjebak" oleh rayuan sales dan marketing AC.
Di subforum Home Appliances, banyak Kaskuser yang sudah saling berbagi dan sharing mengenai AC apa yang terbaik untuk dimiliki dengan mempertimbangkan faktor: budget, ukuran ruangan, fungsi/ kegunaan, dan juga after-sales.

Dan di thread ini, ane akan membantu merekap review-review AC yang pernah dibagikan oleh para Kaskuser, baik ulasan, testinomi, hingga komplain jika ada. Semoga bermanfaat

Quote:
Untuk tanya-tanya, konsultasi, dan berdiskusi seputar AC, masuk ke sini:
Lounge of AIR CONDITIONING (AC), FAN, HEATING & VENTILATING SYSTEM
https://kask.us/iGWKb
Lounge of AIR CONDITIONING (AC), FAN, HEATING & VENTILATING SYSTEM
https://kask.us/iGWKb
Quote:
Untuk mengetahui brand-brand AC ternama, klik di sini:
Simak AC Terbaik dan Hemat Listrik di Indonesia
https://www.kaskus.co.id/thread/5d88...k-di-indonesia
Simak AC Terbaik dan Hemat Listrik di Indonesia
https://www.kaskus.co.id/thread/5d88...k-di-indonesia
Quote:
Index Review AC (berdasarkan brand):
- Panasonic
- Daikin
- Gree
- LG
- Mitsubishi Electric
- Mitsubishi Heavy Industries
- Sharp
- Samsung
- AUX
- Midea
- Toshiba
- Haier
- Electrolux
- Changhong
- Hisense
- Hitachi
- Polytron
- Fujitsu
- Aqua
- Panasonic
- Daikin
- Gree
- LG
- Mitsubishi Electric
- Mitsubishi Heavy Industries
- Sharp
- Samsung
- AUX
- Midea
- Toshiba
- Haier
- Electrolux
- Changhong
- Hisense
- Hitachi
- Polytron
- Fujitsu
- Aqua
Quote:
Contributors:
- @zharki
- @idabgsputraaa
- @Fertille
- @oranggantenggg
Quote:
Share Yours, Kaskuser!
Bagi Kaskuser yang ingin membagikan review mengenai AC yang dimiliki, tulis dan balas di thread ini atau di thread Home of Air Condition ya. Tulis selengkap mungkin, sertakan foto asli dan tipe lengkap AC-nya ya.
Lebih membantu lagi jika disertakan data-data pendukung seperti ukuran ruangan, kondisi penggunaan, konsumsi listrik, suhu sebelum-sesudah, dan plus-minus jika ada.
Yang menarik, pasti akan dapat yang seger-seger dari agan-agan di mari
Ditunggu partisipasinya.
Bagi Kaskuser yang ingin membagikan review mengenai AC yang dimiliki, tulis dan balas di thread ini atau di thread Home of Air Condition ya. Tulis selengkap mungkin, sertakan foto asli dan tipe lengkap AC-nya ya.

Lebih membantu lagi jika disertakan data-data pendukung seperti ukuran ruangan, kondisi penggunaan, konsumsi listrik, suhu sebelum-sesudah, dan plus-minus jika ada.
Spoiler for Contoh Membuat Review:
Merek dan Model:Midea Inverter 1 PK
Tipe/ Seri: MSIAF-09CRDN2
Alasan atau Latar Belakang Memilih:
Berawal dari mencari-cari AC inverter dengan budget di bawah 5 jutaan, kemudian tanya-tanya di forum ini dan ditawari berbagai tipe. Dst.
Foto: (wajib)
Konsumsi Listrik: (optional)
Plus/ Minus:
(+) Garansinya lama
(+) Harganya terjangkau
(-) Stoknya susah didapatkan
(-) Fiturnya standar
Tipe/ Seri: MSIAF-09CRDN2
Alasan atau Latar Belakang Memilih:
Berawal dari mencari-cari AC inverter dengan budget di bawah 5 jutaan, kemudian tanya-tanya di forum ini dan ditawari berbagai tipe. Dst.
Foto: (wajib)
Konsumsi Listrik: (optional)
Plus/ Minus:
(+) Garansinya lama
(+) Harganya terjangkau
(-) Stoknya susah didapatkan
(-) Fiturnya standar
Yang menarik, pasti akan dapat yang seger-seger dari agan-agan di mari

Ditunggu partisipasinya.
Quote:
FAQ
1. Saya sudah menulis atau mengirimkan review. Kok tidak masuk index?
2. Kok merek A posisinya di atas, merek B di bawah?
3. Ada salah tulis dan salah link. Bagaimana sih ini?
4. Saya mau AC merek A tipe X. Merek A ini bagus tidak?
1. Saya sudah menulis atau mengirimkan review. Kok tidak masuk index?
Spoiler for Answer:
a. Maaf, mungkin TS kelewat. Coba kirim atau mention ulang ya 
b. Reviewnya terlalu pendek, tidak lengkap, atau tidak menggambarkan kesimpulan produk tersebut.

b. Reviewnya terlalu pendek, tidak lengkap, atau tidak menggambarkan kesimpulan produk tersebut.
2. Kok merek A posisinya di atas, merek B di bawah?
Spoiler for Answer:
Posisi penyusunan merek dilakukan secara acak dan tidak diurutkan. Bisa di atas dan bisa di bawah tergantung mana duluan. Termasuk halnya tipe-tipe AC setiap merek.
3. Ada salah tulis dan salah link. Bagaimana sih ini?
Spoiler for Answer:
Jika ada kesalahan, mohon koreksinya ya. Kadang TS bisa salah juga. Maaf
4. Saya mau AC merek A tipe X. Merek A ini bagus tidak?
Spoiler for Answer:
Pada dasarnya semua AC itu bagus dan telah melewati quality control (QC) dari pabriknya masing-masing. Namun di dunia per-AC-an, tidak seperti produk elektronik lain yang sudah "siap pakai" di mana hanya bermodal merek dan tipe sudah bisa menjadi referensi dan patokan bagus tidaknya.
Di dunia AC, ada sangat banyak faktor yang membedakan pengalaman setiap orang. Ukuran ruangan, cara pemasangan, panjang pipa, merek pipa, tegangan listrik, hingga cara hidup-mati AC pasti berbeda antara orang yang satu dengan orang lain. Belum ditambah faktor "luck" yang tidak bisa diukur.
Selain itu dalam merek yang sama, belum tentu semua tipe produk memiliki kualitas dan pengalaman yang sama.Ada tipe atas yang memiliki performa tinggi, namun ada juga tipe bawah yang memiliki performa seadanya karena mengejar efisiensi harga.
Oleh karena itulah, thread ini dibuat untuk mengumpulkan pengalaman setiap orang yang beraneka ragam. Agan/ sista dapat membaca dan menilai sendiri produk mana yang paling bagus dan sesuai dengan hati.
Atau masih kurang puas? Tanyakan di sini: https://kask.us/iNifh
Di dunia AC, ada sangat banyak faktor yang membedakan pengalaman setiap orang. Ukuran ruangan, cara pemasangan, panjang pipa, merek pipa, tegangan listrik, hingga cara hidup-mati AC pasti berbeda antara orang yang satu dengan orang lain. Belum ditambah faktor "luck" yang tidak bisa diukur.
Selain itu dalam merek yang sama, belum tentu semua tipe produk memiliki kualitas dan pengalaman yang sama.Ada tipe atas yang memiliki performa tinggi, namun ada juga tipe bawah yang memiliki performa seadanya karena mengejar efisiensi harga.
Oleh karena itulah, thread ini dibuat untuk mengumpulkan pengalaman setiap orang yang beraneka ragam. Agan/ sista dapat membaca dan menilai sendiri produk mana yang paling bagus dan sesuai dengan hati.

Atau masih kurang puas? Tanyakan di sini: https://kask.us/iNifh
Diubah oleh PlayNow 27-10-2022 15:45
0606081702 dan 42 lainnya memberi reputasi
37
234.9K
Kutip
11K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Home Appliance
2.9KThread•9.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
PlayNow
#1115
Review Aqua AC Inverter 1 PK (AQA-KCRV10WP)
Quote:
Original Posted By GryphusOne►Ane mau review sedikit tentang AC baru ane yang menggantikan Sanken 1/2 PK standar yang sudah mati kompresornya 2 kali. Kamar 4.35X2.8X3.1 sih, lantai 2 pula. Setelah sebulanan riset dan nyari, akhirnya berpaling dari rencana awal LG T10EV4 ke Aqua KCRV10WP. Pertimbangan ane milih ini karena beberapa faktor, yaitu :
1. Murah meriah. Tiba-tiba nongol di marketplace AC Inverter seharga AC standar. Sempat ragu tapi akhirnya yakin aja sellernya terpercaya, dan ane nemu nama seller dan alamatnya cukup sesuai sama yang terdaftar di list e-warranty Aqua.
2. Bluefin lengkap evaporator + kondensor, sementara LG cuma di kondensor.
3. Rating EER lebih tinggi, LG 12.5 sementara Aqua 14.21.
4. Ada mode low wattnya yang diklaim bisa sampe 60% kayak LG, semoga bisa nyekik kalau dibutuhkan. Soalnya AC dirumah ada 3 sama ini, kalau wattnya terbang bisa ngetrip apalagi kalau rice cooker, mesin cuci, atau oven (700 watt
) nyala sekaligus.
5. Menurut situs Aqua, garansi AC diperpanjang untuk pembelian mulai tahun 2023 jadi 5 tahun sparepart, service, dan freon. Tapi di kartu garansi unit masih 2 tahun sih, mungkin cetakan lama.
Jadilah pesan Aqua ini, sampai sehari saja tapi masangnya seminggu kemudian sambil ngumpulin material
. BTW, karena dapet murmer akhirnya ane upgrade lagi spek pipanya jadi DSP 0.76 x 0.81 mm 6 meter, itupun masih jauh lebih murah totalnya + pemasangan daripada LG. Setara sama Sharp AH-X10ZY yang ane kira inverter paling murah di Indo sekarang ini.


Desainnya cukup oke menurut ane. Siripnya full sampai sisi kanan. Bluefin di sirip dan pipa dalem, U-bend tidak dicoating.

Spek Outdoor Unit. Baru nyadar ada tanggal produksinya.

Tanggal produksi?



Bluefin full di evaporator. Ane ga nyangka di harga semurah ini U-bendnya pun dicoating juga, walaupun sepertinya nggak terlalu rapi. Sirip2nya juga cukup banyak yang bengkok, atau mungkin ini standar di kelas entry, ane belum tau. Boleh pencerahannya suhu.

Karena AC inverter, sekarang ane usahain tutup2in lobang2 ventilasi. Masang indoornya di pojok, terpaksa deh setting flap full belok ke tengah ruangan. Kalau ane perhatiin sih masih ada sisa pipa sedikit yang digulung 1 loop sama teknisinya, harusnya bisa masangnya agak ke tengahan dikit kali ya? Oh well. Ane mintanya juga jangan dibobok sih, soalnya udah ada ventilasi diatas pintu yang bisa dimanfaatkan.

Proses vakum, ane nggak tau divakum berapa menit tepatnya sama teknisinya, dia bilang sih udah 15 menit. Soalnya ane tinggal sebentar pas balik tau2 lagi ngevakum, dari balik sampe dia selesai vakum ada 5 menitan.


Sekarang posisi outdoor ane taro di sini, biar ga kena matahari langsung. Tapi ternyata panasnya lumayan ngumpul karena jarak ke depan cuma 55 cm, semoga aman.
Langsung digeber ke 16 derajat, padahal ventilasinya belom ane tutup, ya turunnya lama. Lebih ke tes high aja sih. KCRV10WP ini mulai dengan kipas doang di 30 watt-an, lalu kompresor nyala pertama sekitar 200 watt, dan terus naik. Setelah 3 menit, tarikan sampai 930 watt, 4 menit sampai 1200 watt, dan paling tinggi 1450 watt. Gila juga terbangnya, ngelebihin spek yang cuma 1100 max.

Untuk tes malam ini agak lebih niat, ventilasi udah ditutup semampu mungkin. Start di suhu indoor 32.2 C, fan speed maksimum. Jam 18:49. Remot di set ke 28 C.

Selang 18 menit kemudian, suhu turun ke 30.4 C, @1222 watt, total 0.315 kWh.



Running 39 menit, suhu sudah sampai 28.5 C semakin pelan penurunannya. Listrik sudah turun ke angka 936 watt, total 0.684 kWh.



Jam 20:27, setelah running 1 jam 40 menit, listrik turun lagi ke 560 watt, suhu stabil di 28.4 C. Total pemakaian 1.378 kWh. Di sini ane ubah setting remot menjadi fan auto (yang langsung melambat), dan target suhu 29 C karena sudah mulai kedinginan. Emang nggak kuat dingin dasarnya wkwk. Terus tinggal tidur.



Tengah malem jam 00:42 ane kebangun, gara-gara kedinginan. Langsung cek temperatur masih di 28-an, ane lupa foto suhunya. Watt turun lagi ke 300 watt, sudah lebih rendah dari AC 1/2 PK. Total listrik terpakai setelah 5 jam 50 menit running 2.541 kWh, atau 1.163 kWh sejak suhunya dinaikin ke 29 C. Rata-rata watt yaitu 2.541 kWh/5.83 jam = 435 Watt. Sudah lebih rendah dari AC standar 3/4 PK.
Sekarang ane nyalain Sleep mode.


Keanehan terjadi setelah ane bangun tidur. Jam 04:32, lampu utama AC mati tapi kipasnya masih nyala. Sepertinya sleep mode ini matiin kompresor setelah beberapa lama dan cuma nyalain kipasnya. Alhasil suhu ruangan naik ke 29.5 C. Daya yang digunakan cuma 25 Watt dan total pemakaian 2.784 kWh, atau cuma nambah 243 watt selama 3 jam 50 menit. Kalau dirata2 berarti 243 watt/3.83 jam = 63 watt. Butuh dites lagi ini.


Cuaca kondisi hujan sedang, waktunya mencoba tes eco di kondisi yang mendukung. Start di suhu 30.8 C, langsung nyalain Eco level 3, fan speed maksimum. Setting cukup di 29 C saja, karena cuma tes agar cepat tercapai. Seperti yang diduga, daya listrik mentok di 420 watt, sangat menarik buat yang kapasitas listrik rumahnya ngepas.

15 menit berjalan, suhu turun 1 derajat. daya listrik turun ke 300 watt.


30 menit berjalan, suhu sudah sampai 29.1 C. Daya listrik 368 watt, sepertinya AC ini bermain di 375 watt lalu turun sampai 300 watt ketika suhu sudah hampir tercapai. Lalu kompresor cutoff, cukup jauh dari iklannya yang 210 watt
.


1 jam berjalan ane cek lagi, suhu sudah stabil di 28.6 C. Dia targetnya beda 0.5 derajat lebih rendah dibanding remot, saya tidak komplen. Pada kecepatan kipas maksimum menggunakan 30 Watt. Terendah 291.6 watt, memang bermain di sekitaran 295-300 watt terendahnya sebelum kompresor cutoff.



Konsumsi listrik sampai 1 jam 15 menit 0.272 kWh atau sekitar 220 watt dalam 1 jam.

Lanjut, turunin suhu target 28 derajat biar dingin dikit. rentang watt tetap di 375-300 watt tapi konsumsi listrik total sedikit naik untuk ngejar 1 derajat lagi. Setelah 2 jam konsumsi listrik anggaplah 0.5 kWh atau 250 watt/jam. Masih lebih irit dari 1/2 PK
:

Oh iya, delay dari matiin remot ada beberapa detikan sebelum benar2 mati, mungkin untuk sirkulasi oli dan freon.
Overall, dengan harga unit 2.999.999 rupiah (belom ongkir) ane ga berharap fitur banyak sih, cuma niatnya bisa nyaingin AC standar 3/4 pk aja dan tercapai kalau jamnya cukup. Mungkin nanti ane tes lebih lanjut lagi, karena baru kenal yang namanya AC inverter. Yang jelas, isu watt gajah terbang ini mesti diperhatikan terutama buat yang VA rumahnya pas-pasan. Sekian dari ane.
P.S. : AC ini sangat worth it di harga 3 juta pas. Mungkin tidak seirit LG, dan aftersalesnya kayaknya kacrut
, tapi kalau targetnya nggak muluk2, dibandingkan beli ac 1/2 PK standar mending beli ini sekalian. Kalau nggak takut (atau ditakut-takutin) sama inverter tentunya.
Edit : Quick test nyala langsung set Eco level 3, kecekik di 420-450 Watt-an. Tenang deh.
Edit 2 : Eco test updated.
1. Murah meriah. Tiba-tiba nongol di marketplace AC Inverter seharga AC standar. Sempat ragu tapi akhirnya yakin aja sellernya terpercaya, dan ane nemu nama seller dan alamatnya cukup sesuai sama yang terdaftar di list e-warranty Aqua.
2. Bluefin lengkap evaporator + kondensor, sementara LG cuma di kondensor.
3. Rating EER lebih tinggi, LG 12.5 sementara Aqua 14.21.
4. Ada mode low wattnya yang diklaim bisa sampe 60% kayak LG, semoga bisa nyekik kalau dibutuhkan. Soalnya AC dirumah ada 3 sama ini, kalau wattnya terbang bisa ngetrip apalagi kalau rice cooker, mesin cuci, atau oven (700 watt
) nyala sekaligus.5. Menurut situs Aqua, garansi AC diperpanjang untuk pembelian mulai tahun 2023 jadi 5 tahun sparepart, service, dan freon. Tapi di kartu garansi unit masih 2 tahun sih, mungkin cetakan lama.
Jadilah pesan Aqua ini, sampai sehari saja tapi masangnya seminggu kemudian sambil ngumpulin material
. BTW, karena dapet murmer akhirnya ane upgrade lagi spek pipanya jadi DSP 0.76 x 0.81 mm 6 meter, itupun masih jauh lebih murah totalnya + pemasangan daripada LG. Setara sama Sharp AH-X10ZY yang ane kira inverter paling murah di Indo sekarang ini.
Spoiler for Unboxing:


Desainnya cukup oke menurut ane. Siripnya full sampai sisi kanan. Bluefin di sirip dan pipa dalem, U-bend tidak dicoating.

Spek Outdoor Unit. Baru nyadar ada tanggal produksinya.

Tanggal produksi?



Bluefin full di evaporator. Ane ga nyangka di harga semurah ini U-bendnya pun dicoating juga, walaupun sepertinya nggak terlalu rapi. Sirip2nya juga cukup banyak yang bengkok, atau mungkin ini standar di kelas entry, ane belum tau. Boleh pencerahannya suhu.
Spoiler for Pemasangan:

Karena AC inverter, sekarang ane usahain tutup2in lobang2 ventilasi. Masang indoornya di pojok, terpaksa deh setting flap full belok ke tengah ruangan. Kalau ane perhatiin sih masih ada sisa pipa sedikit yang digulung 1 loop sama teknisinya, harusnya bisa masangnya agak ke tengahan dikit kali ya? Oh well. Ane mintanya juga jangan dibobok sih, soalnya udah ada ventilasi diatas pintu yang bisa dimanfaatkan.

Proses vakum, ane nggak tau divakum berapa menit tepatnya sama teknisinya, dia bilang sih udah 15 menit. Soalnya ane tinggal sebentar pas balik tau2 lagi ngevakum, dari balik sampe dia selesai vakum ada 5 menitan.


Sekarang posisi outdoor ane taro di sini, biar ga kena matahari langsung. Tapi ternyata panasnya lumayan ngumpul karena jarak ke depan cuma 55 cm, semoga aman.
Spoiler for Tes siang perdana:
Langsung digeber ke 16 derajat, padahal ventilasinya belom ane tutup, ya turunnya lama. Lebih ke tes high aja sih. KCRV10WP ini mulai dengan kipas doang di 30 watt-an, lalu kompresor nyala pertama sekitar 200 watt, dan terus naik. Setelah 3 menit, tarikan sampai 930 watt, 4 menit sampai 1200 watt, dan paling tinggi 1450 watt. Gila juga terbangnya, ngelebihin spek yang cuma 1100 max.

Spoiler for Tes malam perdana:
Untuk tes malam ini agak lebih niat, ventilasi udah ditutup semampu mungkin. Start di suhu indoor 32.2 C, fan speed maksimum. Jam 18:49. Remot di set ke 28 C.

Selang 18 menit kemudian, suhu turun ke 30.4 C, @1222 watt, total 0.315 kWh.



Running 39 menit, suhu sudah sampai 28.5 C semakin pelan penurunannya. Listrik sudah turun ke angka 936 watt, total 0.684 kWh.



Jam 20:27, setelah running 1 jam 40 menit, listrik turun lagi ke 560 watt, suhu stabil di 28.4 C. Total pemakaian 1.378 kWh. Di sini ane ubah setting remot menjadi fan auto (yang langsung melambat), dan target suhu 29 C karena sudah mulai kedinginan. Emang nggak kuat dingin dasarnya wkwk. Terus tinggal tidur.



Tengah malem jam 00:42 ane kebangun, gara-gara kedinginan. Langsung cek temperatur masih di 28-an, ane lupa foto suhunya. Watt turun lagi ke 300 watt, sudah lebih rendah dari AC 1/2 PK. Total listrik terpakai setelah 5 jam 50 menit running 2.541 kWh, atau 1.163 kWh sejak suhunya dinaikin ke 29 C. Rata-rata watt yaitu 2.541 kWh/5.83 jam = 435 Watt. Sudah lebih rendah dari AC standar 3/4 PK.
Sekarang ane nyalain Sleep mode.


Keanehan terjadi setelah ane bangun tidur. Jam 04:32, lampu utama AC mati tapi kipasnya masih nyala. Sepertinya sleep mode ini matiin kompresor setelah beberapa lama dan cuma nyalain kipasnya. Alhasil suhu ruangan naik ke 29.5 C. Daya yang digunakan cuma 25 Watt dan total pemakaian 2.784 kWh, atau cuma nambah 243 watt selama 3 jam 50 menit. Kalau dirata2 berarti 243 watt/3.83 jam = 63 watt. Butuh dites lagi ini.


Spoiler for Tes Eco:
Cuaca kondisi hujan sedang, waktunya mencoba tes eco di kondisi yang mendukung. Start di suhu 30.8 C, langsung nyalain Eco level 3, fan speed maksimum. Setting cukup di 29 C saja, karena cuma tes agar cepat tercapai. Seperti yang diduga, daya listrik mentok di 420 watt, sangat menarik buat yang kapasitas listrik rumahnya ngepas.

15 menit berjalan, suhu turun 1 derajat. daya listrik turun ke 300 watt.


30 menit berjalan, suhu sudah sampai 29.1 C. Daya listrik 368 watt, sepertinya AC ini bermain di 375 watt lalu turun sampai 300 watt ketika suhu sudah hampir tercapai. Lalu kompresor cutoff, cukup jauh dari iklannya yang 210 watt
. 

1 jam berjalan ane cek lagi, suhu sudah stabil di 28.6 C. Dia targetnya beda 0.5 derajat lebih rendah dibanding remot, saya tidak komplen. Pada kecepatan kipas maksimum menggunakan 30 Watt. Terendah 291.6 watt, memang bermain di sekitaran 295-300 watt terendahnya sebelum kompresor cutoff.



Konsumsi listrik sampai 1 jam 15 menit 0.272 kWh atau sekitar 220 watt dalam 1 jam.

Lanjut, turunin suhu target 28 derajat biar dingin dikit. rentang watt tetap di 375-300 watt tapi konsumsi listrik total sedikit naik untuk ngejar 1 derajat lagi. Setelah 2 jam konsumsi listrik anggaplah 0.5 kWh atau 250 watt/jam. Masih lebih irit dari 1/2 PK
:
Oh iya, delay dari matiin remot ada beberapa detikan sebelum benar2 mati, mungkin untuk sirkulasi oli dan freon.
Overall, dengan harga unit 2.999.999 rupiah (belom ongkir) ane ga berharap fitur banyak sih, cuma niatnya bisa nyaingin AC standar 3/4 pk aja dan tercapai kalau jamnya cukup. Mungkin nanti ane tes lebih lanjut lagi, karena baru kenal yang namanya AC inverter. Yang jelas, isu watt gajah terbang ini mesti diperhatikan terutama buat yang VA rumahnya pas-pasan. Sekian dari ane.
P.S. : AC ini sangat worth it di harga 3 juta pas. Mungkin tidak seirit LG, dan aftersalesnya kayaknya kacrut
, tapi kalau targetnya nggak muluk2, dibandingkan beli ac 1/2 PK standar mending beli ini sekalian. Kalau nggak takut (atau ditakut-takutin) sama inverter tentunya. Edit : Quick test nyala langsung set Eco level 3, kecekik di 420-450 Watt-an. Tenang deh.
Edit 2 : Eco test updated.
xyvarx memberi reputasi
1
Kutip
Balas