- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#281
Chapter 174
Quote:
Satu anggota tim 11 tergeletak bersimbah darah, menurut laporan sejauh ini, Troy sang Golden Beaters jarang sekali melukai anggota BASS separa ini. Kejadiannya begitu cepat, meskipun begitu sinyal SOS sudah diberikan kepada kapten Kylian, bantuan akan segera datang.
“Bawa dulu dia ke dalam!” ucap seorang anggota tim 11.
“Baik,” seorang anggota lainnya mengangkat rekannya yang terdiam di atas tanah.
Tembakan demi tembakan diluncurkan, Troy tetap berdiri ditempatnya tidak merasakan apapun. Semua tembakan yang diarahkan kepadanya tidak ada satu pun yang kena sasaran, semuanya berhasil ditahan menggunakan perisai yang dibuatnya. Auranya juga sedikit lebih kelam, tidak ingin bermain-main dan lengah seperti pada saat melawan kapten Gavin dari tim 10.
“Mana kapten kalian? aku tidak ingin menghabiskan waktuku lebih lama lagi,” ucap Troy dingin, dari jemarinya muncul sebuah pisau keemasaan yang siap dilemparkan lagi. “kau dulu yang mati,” mengarahkan pisaunya itu kepada anggota perempuan tim 11.
Sesaat sebelum pisau dilempar, tiba-tiba tangan Troy terputus, perisai yang dibuatnya pun pecah. Tangannya itu berputar-putar di atas tangan sebelum akhirnya diam. Troy menoleh kebelakang tuk melihat siapa pelaku yang menyerangnya itu, tetapi tidak ada siapa-siapa di sana, hanya suasana sunyi dari tempat yang disterilkan sebelumnya.
“Hm, apa ini…,” Troy merasakannya lagi, tapi kini ia lebih sigap. Tangan satunya digerakan untuk menahan serangan itu, namun yang terjadi tangannya malah hancur. “orang-orang itu tidak membuat pergerakan sama sekali, pasti ulah kapten mereka,” Troy malah tersenyum.
“Itu kapten kan…,” ucap salah satu anggota tim 11.
“CEPAT PERGI DARI SANA! BAWA REKAN KALIAN KE RUMAH SAKIT SEKARANG!” suara kapten Kylian terdengar sangat jelas melalui alat komunikasi yang ada di telinga masing-masing anggotanya itu.
Troy membiarkan anggota tim 11 pergi dari tempatnya berada, karena kapten mereka sudah bergerak membuat urusan melawan anak buahnya menjadi tidak penting lagi. Kedua tangan Troy yang hancur pulih dengan cepat seperti sedia kala. Berdiri dengan gagah tanpa beranjak sesenti pun dari alasnya. Menunggu serangan berikutnya dari sang kapten tim 11.
Drone yang diluncurkan ke tempat sinyal SOS sudah tiba, membawa sebuah kamera untuk mengetahui posisi Troy dengan lebih jelas. Sama seperti drone pemantul peluru senapan sniper milik kapten Kylian. Drone satu ini juga dilapisi oleh kamuflase khusus sehingga menyatu dengan latar tempatnya berada. Hanya alat khusus yang dapat membaca keberadaannya.
“Mereka sudah pergi ke tempat yang lebih aman, kelompok lainnya juga sudah ku pinta untuk tidak menghampiri Troy. Ia lebih berbahaya sekarang,” ucap kapten Kylian dalam hati. “diam di tempat tanpa melakukan pergerakan? apa ia mencoba untuk membaca keberadaanku? rasanya mustahil!” kapten Kylian menarik pelatuknya lagi.
Sebuah peluru melintas cepat, membelah udara di tengah malam. Mengenai bahu Troy hingga melepaskan dagingnya dari tulangnya, jika manusia biasa yang menerimanya, sudah dipastikan nyawanya tidak akan tertolong lagi. Reflek yang dimiliki anggota Golden Clan itu membuat peluru yang diarahkan ke bagian bagian kepalanya hanya terkena bahunya saja.
“Hm, intel yang diberikan oleh kapten Gavin terbukti. Yang dilakukannya adalah menghindari semua kontak yang mengarah ke arah belakang kepalanya. Tapi peluru berikutnya tidak akan melenceng lagi!” dengan penuh ketelitian tingkat tinggi, moncong senapannya diarahkan.
Troy yang sudah menyadarinya langsung membuat armor di bagian kepalanya, perubahannya itu membuat sensor penangkap Beaters menyala.
“Membuat kepalamu seperti itu malah memudahkanku, sensornya bekerja dengan baik!” menarik pelatuknya, sebuah peluru khusus kembali mengincar sasarannya.
Pelipis Troy terkena peluru khusus, hanya ada lecet sedikit karena penutup kepalanya yang begitu keras, tanduk yang menjulang menjadi hiasannya. Arah peluru yang berbeda-beda sedikit membingungkan Troy, yang dilakukannya sekarang adalah membuat sebuah perisai cahaya untuk melindungi dirinya dari serangan kasat mata itu.
“Membuat perisai lagi? akan kuladeni sampai menembus kepalamu!” kali ini kapten Kylian menyerangnya dengan membabi buta, membelokan pelurunya ke segala arah yang memungkinkan.
Sementara itu perisai yang dibuat oleh Troy tidak mampu menahan gempuran serangan yang dilakukan oleh kapten Kylian. Dirinya bertahan asalkan kepalanya tetap aman, namun luka yang begitu banyak bertebaran disepanjang tubuhnya, baik tangan dan juga kaki.
“Gila! sekuat ini kan Golden Clan?” kapten Kylian sampai tidak percaya bahwa semua tembakan yang diarahkannya tidak mampu sampai melumpuhkan target.
“Jadi begitu,” Troy melompat ke udara, dengan sekali hentakan tubuhnya sudah berada di angkasa. “lawanku adalah seorang sniper, pastinya orang ini bersembunyi di gedung yang tinggi,” Troy melihat sekelilingnya, di wilayah ini gedung-gedung bertingkat kebanyakan memiliki tinggi yang sama. “hm, pasti di antara gedung-gedung itu,” Troy mengeluarkan jurus andalannya, pedang-pedang cahaya muncul dalam jumlah banyak, lalu menyebar ke segala arah. Sasarannya adalah atap gedung yang tinggi.
“Tak akan kubiarkan!” kapten Kylian kembali menembakan peluru khususnya. Peluru yang dibelokan ke sembarang arah itu meluncur dari bawah dan mengenai dagunya Troy. Lapisan keras yang melindungi kepalanya pun kini retak.
Pedang-pedang cahaya yang dilepaskan oleh Troy mulai membakar atap-atap gedung-gedung bertingkat. Malam yang begitu tenang kini lebih mencekam, langit yang tadinya berwarna biru gelap sekarang menjad merah akibat banyaknya gedung bertingkat yang atapnya terbakar.
“Hm, apa yang dilakukannya sekarang?” ucap kapten Kylian di tempat persembunyiannya yang belum terkena serangan pedang cahaya milik Troy.
Sementara itu Troy yang mengapung di udara terlihat sedang membuat busur berukuran besar berwarna emas terang. Sedangkan anak panahnya berupa pedang emas yang ukurannya mengikuti busurnya.
“Bawa dulu dia ke dalam!” ucap seorang anggota tim 11.
“Baik,” seorang anggota lainnya mengangkat rekannya yang terdiam di atas tanah.
Tembakan demi tembakan diluncurkan, Troy tetap berdiri ditempatnya tidak merasakan apapun. Semua tembakan yang diarahkan kepadanya tidak ada satu pun yang kena sasaran, semuanya berhasil ditahan menggunakan perisai yang dibuatnya. Auranya juga sedikit lebih kelam, tidak ingin bermain-main dan lengah seperti pada saat melawan kapten Gavin dari tim 10.
“Mana kapten kalian? aku tidak ingin menghabiskan waktuku lebih lama lagi,” ucap Troy dingin, dari jemarinya muncul sebuah pisau keemasaan yang siap dilemparkan lagi. “kau dulu yang mati,” mengarahkan pisaunya itu kepada anggota perempuan tim 11.
Sesaat sebelum pisau dilempar, tiba-tiba tangan Troy terputus, perisai yang dibuatnya pun pecah. Tangannya itu berputar-putar di atas tangan sebelum akhirnya diam. Troy menoleh kebelakang tuk melihat siapa pelaku yang menyerangnya itu, tetapi tidak ada siapa-siapa di sana, hanya suasana sunyi dari tempat yang disterilkan sebelumnya.
“Hm, apa ini…,” Troy merasakannya lagi, tapi kini ia lebih sigap. Tangan satunya digerakan untuk menahan serangan itu, namun yang terjadi tangannya malah hancur. “orang-orang itu tidak membuat pergerakan sama sekali, pasti ulah kapten mereka,” Troy malah tersenyum.
“Itu kapten kan…,” ucap salah satu anggota tim 11.
“CEPAT PERGI DARI SANA! BAWA REKAN KALIAN KE RUMAH SAKIT SEKARANG!” suara kapten Kylian terdengar sangat jelas melalui alat komunikasi yang ada di telinga masing-masing anggotanya itu.
Troy membiarkan anggota tim 11 pergi dari tempatnya berada, karena kapten mereka sudah bergerak membuat urusan melawan anak buahnya menjadi tidak penting lagi. Kedua tangan Troy yang hancur pulih dengan cepat seperti sedia kala. Berdiri dengan gagah tanpa beranjak sesenti pun dari alasnya. Menunggu serangan berikutnya dari sang kapten tim 11.
Drone yang diluncurkan ke tempat sinyal SOS sudah tiba, membawa sebuah kamera untuk mengetahui posisi Troy dengan lebih jelas. Sama seperti drone pemantul peluru senapan sniper milik kapten Kylian. Drone satu ini juga dilapisi oleh kamuflase khusus sehingga menyatu dengan latar tempatnya berada. Hanya alat khusus yang dapat membaca keberadaannya.
“Mereka sudah pergi ke tempat yang lebih aman, kelompok lainnya juga sudah ku pinta untuk tidak menghampiri Troy. Ia lebih berbahaya sekarang,” ucap kapten Kylian dalam hati. “diam di tempat tanpa melakukan pergerakan? apa ia mencoba untuk membaca keberadaanku? rasanya mustahil!” kapten Kylian menarik pelatuknya lagi.
Sebuah peluru melintas cepat, membelah udara di tengah malam. Mengenai bahu Troy hingga melepaskan dagingnya dari tulangnya, jika manusia biasa yang menerimanya, sudah dipastikan nyawanya tidak akan tertolong lagi. Reflek yang dimiliki anggota Golden Clan itu membuat peluru yang diarahkan ke bagian bagian kepalanya hanya terkena bahunya saja.
“Hm, intel yang diberikan oleh kapten Gavin terbukti. Yang dilakukannya adalah menghindari semua kontak yang mengarah ke arah belakang kepalanya. Tapi peluru berikutnya tidak akan melenceng lagi!” dengan penuh ketelitian tingkat tinggi, moncong senapannya diarahkan.
Troy yang sudah menyadarinya langsung membuat armor di bagian kepalanya, perubahannya itu membuat sensor penangkap Beaters menyala.
“Membuat kepalamu seperti itu malah memudahkanku, sensornya bekerja dengan baik!” menarik pelatuknya, sebuah peluru khusus kembali mengincar sasarannya.
Pelipis Troy terkena peluru khusus, hanya ada lecet sedikit karena penutup kepalanya yang begitu keras, tanduk yang menjulang menjadi hiasannya. Arah peluru yang berbeda-beda sedikit membingungkan Troy, yang dilakukannya sekarang adalah membuat sebuah perisai cahaya untuk melindungi dirinya dari serangan kasat mata itu.
“Membuat perisai lagi? akan kuladeni sampai menembus kepalamu!” kali ini kapten Kylian menyerangnya dengan membabi buta, membelokan pelurunya ke segala arah yang memungkinkan.
Sementara itu perisai yang dibuat oleh Troy tidak mampu menahan gempuran serangan yang dilakukan oleh kapten Kylian. Dirinya bertahan asalkan kepalanya tetap aman, namun luka yang begitu banyak bertebaran disepanjang tubuhnya, baik tangan dan juga kaki.
“Gila! sekuat ini kan Golden Clan?” kapten Kylian sampai tidak percaya bahwa semua tembakan yang diarahkannya tidak mampu sampai melumpuhkan target.
“Jadi begitu,” Troy melompat ke udara, dengan sekali hentakan tubuhnya sudah berada di angkasa. “lawanku adalah seorang sniper, pastinya orang ini bersembunyi di gedung yang tinggi,” Troy melihat sekelilingnya, di wilayah ini gedung-gedung bertingkat kebanyakan memiliki tinggi yang sama. “hm, pasti di antara gedung-gedung itu,” Troy mengeluarkan jurus andalannya, pedang-pedang cahaya muncul dalam jumlah banyak, lalu menyebar ke segala arah. Sasarannya adalah atap gedung yang tinggi.
“Tak akan kubiarkan!” kapten Kylian kembali menembakan peluru khususnya. Peluru yang dibelokan ke sembarang arah itu meluncur dari bawah dan mengenai dagunya Troy. Lapisan keras yang melindungi kepalanya pun kini retak.
Pedang-pedang cahaya yang dilepaskan oleh Troy mulai membakar atap-atap gedung-gedung bertingkat. Malam yang begitu tenang kini lebih mencekam, langit yang tadinya berwarna biru gelap sekarang menjad merah akibat banyaknya gedung bertingkat yang atapnya terbakar.
“Hm, apa yang dilakukannya sekarang?” ucap kapten Kylian di tempat persembunyiannya yang belum terkena serangan pedang cahaya milik Troy.
Sementara itu Troy yang mengapung di udara terlihat sedang membuat busur berukuran besar berwarna emas terang. Sedangkan anak panahnya berupa pedang emas yang ukurannya mengikuti busurnya.
69banditos memberi reputasi
1
Kutip
Balas