- Beranda
- Cooking & Resto Guide
Dituduh Pakai Penglaris, Nama Warung Ini Diubah Jadi Mie Ayam Pocong!
...
TS
c4punk1950...
Dituduh Pakai Penglaris, Nama Warung Ini Diubah Jadi Mie Ayam Pocong!

Hi sobat kaskus,
Baru-baru ini sedang viral nama yang tersebar di media sosial tentang warung makan yang horor banget, karena dinamakan mie ayam pocong. Padahal warung mie ayam tersebut sudah ada sejak lama, bahkan sudah bertahun-tahun yang lalu
Awalnya sang pemilik yang bernama Hadi membuka usaha warung mi ayam pada 1991 di sekitar Tugu Lilin. Namun karena gosip tak sedap, dimana pelanggannya semakin ramai dan dibilang warung makannya pakai penglaris. Maka sebuah ide terlintas, dirinya menberikan warung usahanya menjadi Mie Ayam Pocong.
Lalu apakah ada pocongnya?
Tentu saja tidak, sama dengan mie ayam pada umumnya hanya saja rasanya lebih enak. Bahkan beberapa pelanggan juga ketagihan, namun sayang porsinya kurang bagi para pelanggan yang sudah mencicipi rasanya.
Sedangkan di balikpapan ada juga hal serupa yaitu mi pangsit pocong, sama juga makanannya itu-itu juga tetapi ada telor bukan bakso sebagai pelengkap.

Dinamakan pocong karena bukanya itu hanya di tengah malam, sekitar pukul 02.00 dinihari hingga pukul 08.00 Wita, di depan gerai minimarket waralaba, tak jauh dari Kolam Renang Mulawarman, Jl Penggalang, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Nah ngomongin mie ayam sebenarnya asal-usulnya gimana sih?
Mie ayam adalah salah satu hidangan populer di Indonesia yang terdiri dari mi kuning yang dimasak dengan bumbu ayam, disajikan dengan irisan daging ayam, potongan daun bawang, irisan pangsit, dan ditambahi dengan kuah ayam panas. Sejarah mie ayam memiliki akar yang panjang dan bervariasi, terutama karena mi ayam memiliki berbagai variasi dalam penyajiannya di berbagai daerah di Indonesia.

Asal-usul mie ayam tidak dapat ditelusuri dengan pasti, tetapi dipercaya bahwa mie ayam telah ada di Indonesia selama berabad-abad. Mi sendiri diperkirakan telah diperkenalkan ke Indonesia oleh para pedagang Tiongkok pada masa lampau, mungkin melalui perdagangan maritim di Kepulauan Nusantara. Kemudian, mi disesuaikan dengan citarasa lokal dan diadaptasi menjadi hidangan mi ayam yang khas di Indonesia.
Pada awalnya, mi ayam umumnya hanya terdiri dari mi kuning yang dimasak dan disajikan dengan daging ayam yang digoreng dan diiris, serta tambahan beberapa irisan bawang. Namun, seiring waktu, hidangan ini mengalami perubahan dan variasi di berbagai daerah. Beberapa variasi yang terkenal antara lain:

Mie Ayam Jakarta: Di Jakarta, mi ayam sering disajikan dengan kuah ayam yang kaya rasa, potongan daging ayam yang direbus atau digoreng, pangsit rebus, sawi hijau, dan kadang-kadang ditambahi dengan bakso atau pangsit goreng.
Mie Ayam Surabaya: Di Surabaya, mie ayam dikenal dengan kuah bening yang dihasilkan dari rebusan ayam, tambahan koya (bumbu kering dari bawang putih, ebi, dan bawang merah yang dihaluskan), serta daging ayam yang diiris tipis, pangsit, dan irisan daun bawang.

Mie Ayam Bandung: Di Bandung, mie ayam disajikan dengan mi kuning yang dimasak al dente (tidak terlalu lembek), daging ayam yang direbus, pangsit goreng, irisan daun bawang, dan tambahan bawang goreng serta koya. Terkadang, mie ayam Bandung juga ditaburi dengan sejumput merica dan perasan jeruk nipis.
Mie Ayam Pontianak: Di Pontianak, mie ayam diberi kuah kaldu yang kaya rempah-rempah seperti kayu manis, bawang putih, dan lada. Daging ayam yang digunakan biasanya dimasak dengan cara direbus atau digoreng.
Itulah beberapa variasi mie ayam yang terkenal di Indonesia. Mie ayam telah menjadi hidangan yang populer dan dapat ditemukan di berbagai daerah dengan sentuhan lokal yang berbeda.
Kalau kamu sendiri suka mie ayam model ginana nih?
Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. Ane c4punk pamit undur diri, See u next thread.


"Nikmati Membaca Dengan Santuy"

Tulisan : c4punk@2023
referensi : 1, 2, 3, 4
Pic : google





anonymous987 dan 20 lainnya memberi reputasi
21
4.4K
145
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cooking & Resto Guide
9.1KThread•17.2KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapus
#33
Tapi serius, ditempat saya ada juga warung mie ayam yang KATANYA pake penglaris.
Saya sendiri kenal pedagangnya dari awal-awal dagang (keliling pake gerobak).
Terus mangkal di depan kampus.
Sampai dia bikin warung di tanah kosong seberang gerbang kampus untuk jualan.
Kemudian dia bisa beli tanah tanah gak jauh dari lokasi kampus untuk jualan.
Yang bikin orang-orang curiga adalah RASANYA TERBILANG SANGAT BIASA SEKALI.
Gak ada yang spesial sama sekali, bahkan MIE nya sendiri standar pedagang mie ayam keliling.
Kalau dibandingkan dengan warung mie ayam lain di tempat saya (ada beberapa warung).
Kualitasnya mie dan rasanya jauh, padahal harganya cuma beda seribu/dua ribu.
Intinya gak ada istimewanya sama sekali.
Yang lucu adalah, orang-orang yang saya kenal dan pernah beli disana.
Pas saya tanya rasanya jawabannya seperti ini:
"Kalau makan di tempat rasanya lumayan, tapi kalau dibungkus buat dibawa pulang entah kenapa malah GAK ENAK!"
Dan itu bukan satu dua orang.
Ditambah lagi ada orang yang saya kenal yang rumahnya tepat di belakang warung mie ayam tersebut yang tiap hari pasti lewat pinggir warung tersebut pernah bilang:
"Sudah gak aneh, hampir tiap malam kalau keluar/masuk rumah lewat warung mie ayam itu pasti RAME sama makhluk halus yang "BERISIK" dan "KETAWA-KETAWA" di dalam warung itu, bahkan kadang kedengeran dari rumah padahal itu warung sudah pasti digembok dan tidak ada yang tinggal/tidur disitu".
***
Saya pernah bereksperimen pas ada saudara jauh saya berkunjung ke rumah.
Terus mereka cerita pada habis makan mie ayam tersebut.
Saya inisiatif beli mie ayam dari warung mie ayam lain dan kasih ke mereka buat dibandingkan rasanya.
Dan mereka bilang RASANYA JAUH sekali.
Enakan mie ayam yang saya bawa.
Saya cuma senyum-senyum sendiri tanpa cerita apa-apa ke mereka.
***
Teman saya juga pernah tanya si Mas penjual mie ayam (yang dicurigai) pake penglaris tersebut.
Pas si Mas nyari mobil buat dia beli.
Teman: "Mas sehari habis berapa porsi?"
Mas: "Sekitar 500-an itupun pegawai saya sudah ngeluh, jadi saya bikin mie untuk 500-an porsi".
Dia bikin mie sendiri ya, bukan beli dari pasar.
Entah benar atau tidak.
Tapi kalau tanya saya, emang gak enak.
Saya sendiri kenal pedagangnya dari awal-awal dagang (keliling pake gerobak).
Terus mangkal di depan kampus.
Sampai dia bikin warung di tanah kosong seberang gerbang kampus untuk jualan.
Kemudian dia bisa beli tanah tanah gak jauh dari lokasi kampus untuk jualan.
Yang bikin orang-orang curiga adalah RASANYA TERBILANG SANGAT BIASA SEKALI.
Gak ada yang spesial sama sekali, bahkan MIE nya sendiri standar pedagang mie ayam keliling.
Kalau dibandingkan dengan warung mie ayam lain di tempat saya (ada beberapa warung).
Kualitasnya mie dan rasanya jauh, padahal harganya cuma beda seribu/dua ribu.
Intinya gak ada istimewanya sama sekali.
Yang lucu adalah, orang-orang yang saya kenal dan pernah beli disana.
Pas saya tanya rasanya jawabannya seperti ini:
"Kalau makan di tempat rasanya lumayan, tapi kalau dibungkus buat dibawa pulang entah kenapa malah GAK ENAK!"
Dan itu bukan satu dua orang.
Ditambah lagi ada orang yang saya kenal yang rumahnya tepat di belakang warung mie ayam tersebut yang tiap hari pasti lewat pinggir warung tersebut pernah bilang:
"Sudah gak aneh, hampir tiap malam kalau keluar/masuk rumah lewat warung mie ayam itu pasti RAME sama makhluk halus yang "BERISIK" dan "KETAWA-KETAWA" di dalam warung itu, bahkan kadang kedengeran dari rumah padahal itu warung sudah pasti digembok dan tidak ada yang tinggal/tidur disitu".
***
Saya pernah bereksperimen pas ada saudara jauh saya berkunjung ke rumah.
Terus mereka cerita pada habis makan mie ayam tersebut.
Saya inisiatif beli mie ayam dari warung mie ayam lain dan kasih ke mereka buat dibandingkan rasanya.
Dan mereka bilang RASANYA JAUH sekali.
Enakan mie ayam yang saya bawa.
Saya cuma senyum-senyum sendiri tanpa cerita apa-apa ke mereka.
***
Teman saya juga pernah tanya si Mas penjual mie ayam (yang dicurigai) pake penglaris tersebut.
Pas si Mas nyari mobil buat dia beli.
Teman: "Mas sehari habis berapa porsi?"
Mas: "Sekitar 500-an itupun pegawai saya sudah ngeluh, jadi saya bikin mie untuk 500-an porsi".
Dia bikin mie sendiri ya, bukan beli dari pasar.
Entah benar atau tidak.
Tapi kalau tanya saya, emang gak enak.
c4punk1950... dan MemoryExpress memberi reputasi
2
Tutup