TS
si.matamalaikat
El Final Esta Cerca | Argentina Umumkan Pensiunnya Super Etendard
Quote:
El Final Esta Cercapunya arti akhir sudah dekat, kata-kata ini sangat pas untuk menggambarkan kondisi pesawat tempur Super Etendard milik Angkatan Laut Argentina. Pada thread sebelumnya kita sudah membahas MiG-21 LanceR milik Rumania yang secara resmi dipensiunkan pada 15 Mei 2023 lalu Gan. Jika MiG-21 dipensiunkan karena sudah terlalu tua, maka Super Etendard dipensiunkan karena kesulitan mendapat suku cadang. Dan mirisnya, Argentina belum punya jet tempur penggganti Super Etendard.
Kapan tepatnya pesawat ini akan dipensiunkan secara resmi masih belum diketahui Gan, tetapi mengutip laporan aerotime.aero Menteri Pertahanan Argentina Jorge Taiana mengabarkan jika negaranya tidak akan lagi menerbangkan pesawat tempur buatan Prancis tersebut pada pertengahan bulan ini. Argentina sendiri memesan Super Etendard pada 1979 dalam kondisi baru serta pada 2018 mereka membeli pesawat bekas Angkatan Laut Prancis sebanyak 5 unit.
Tetapi, tragisnya 5 unit pesawat Super Etendard bekas yang dibeli tidak pernah diterbangkan, karena pesawat tidak dilengkapi kursi lontar MK4A buatan Martin Baker dari Inggris. Negara pimpinan Raja Charles itu telah melakukan embargo senjata terhadap Argentina setelah berakhirnya Perang Malvinas pada 1982 hingga sekarang. Inggris masih menyimpan rasa benci, sehingga terus-terusan memblokir penjualan senjata bernilai tinggi ke negaranya Lionel Messi tersebut.
Argentina membeli 5 Super Etendard bekas dari Prancis bernilai €12 juta yang termasuk delapan mesin ATAR 8K50, suku cadang, dan simulator pelatihan. Setelah Argentina menunda pembayaran selama empat bulan, kelima pesawat tersebut akhirnya dikirimkan dan pada Mei 2020, salah satunya melakukan peluncuran pertamanya.
Mengutip artikel bulgarianmilitary.com, saat ini Argentina hanya memiliki 11 Super Etendard (termasuk 5 yang dibeli dari Prancis pada 2018), pesawat-pesawat ini pun sudah tidak lagi diterbangkan dalam waktu yang lama. Sebenarnya dulu untuk masalah kursi lontar, Argentina memakai kursi lontar buatan Task Aerospace (dibuat tanpa komponen buatan Inggris) guna dipakai pada 5 unit Super Etendard bekas dari Perancis. Tetapi hal itu belum mampu membuat Super Etendard masuk dinas aktif, lantaran Argentina harus mencari suku cadang lainnya. Tapi sayangnya suku cadang tersebut sudah tidak lagi diproduksi.
Bagi Agan yang eksis di era Orde Baru alias era 80-an, pasti tak asing dengan nama Super Etendard. Pasalnya pesawat ini jadi harum namanya setelah berhasil menenggelamkan dua kapal perang Inggris saat Perang Falkland pada 1982. Pada pagi hari tanggal 4 Mei 1982, dua Super Etendard Argentina menyerang kapal perusak HMS Sheffield (D80) Type 42 milik Inggris. Kedua pesawat menembakkan rudal anti kapal AM39 Exocet. Mereka gagal menghancurkannya, tetapi mereka merusaknya. Kerusakan cukup parah karena enam hari kemudian (10 Mei 1982) kapal tersebut tenggelam saat hendak ditarik. Total 20 pelaut kehilangan nyawa mereka selama serangan itu.
Situasi yang sama terulang sepuluh hari setelah tenggelamnya HMS Sheffield. Pada tanggal 21 Mei, giliran HMS Ardent (F184) diserang oleh tiga Super Etendard Argentina. Mereka menembaki kapal dengan rudal anti-kapal AM39 Exocet buatan Perancis. Dalam serangan ini 22 pelaut Inggris meninggal dunia.
Sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 1978 sampai diproduksi terakhir pada 1983, total ada 85 unit Super Etendard yang diproduksi. Sebanyak 71 unit digunakan oleh Angkatan Laut Perancis dan 14 unit di ekspor ke Argentina pada awal 1980-an. Super Etendard punya panjang 14,31 meter, bentang sayap 9,6 meter dan tinggi 3,86 meter. Bobot maksimum saat lepas landas Super Etendard 12 ton. Selain dapat membawa bom, roket dan rudal, senjata lain Super Etendard adalah 2 kanon internal DEFA 552 kaliber 30 mm.
Super Etendard sendiri hanya dibuat dalam varian single seat Gan, peswat ditenagai sebuah mesin SNECMA Atar 8K-50 yang membuat pesawat dapat digeber sampai kecepatan 1.205 km per jam. Prancis sendiri sudah menghentikan operasional Super Etendard sejak 2016 dan perannya digantikan oleh Rafale M.
Referensi Tulisan: aerotime.aero& bulgarianmilitary.com
Sumber Foto: sudah tertera
Kapan tepatnya pesawat ini akan dipensiunkan secara resmi masih belum diketahui Gan, tetapi mengutip laporan aerotime.aero Menteri Pertahanan Argentina Jorge Taiana mengabarkan jika negaranya tidak akan lagi menerbangkan pesawat tempur buatan Prancis tersebut pada pertengahan bulan ini. Argentina sendiri memesan Super Etendard pada 1979 dalam kondisi baru serta pada 2018 mereka membeli pesawat bekas Angkatan Laut Prancis sebanyak 5 unit.
Tetapi, tragisnya 5 unit pesawat Super Etendard bekas yang dibeli tidak pernah diterbangkan, karena pesawat tidak dilengkapi kursi lontar MK4A buatan Martin Baker dari Inggris. Negara pimpinan Raja Charles itu telah melakukan embargo senjata terhadap Argentina setelah berakhirnya Perang Malvinas pada 1982 hingga sekarang. Inggris masih menyimpan rasa benci, sehingga terus-terusan memblokir penjualan senjata bernilai tinggi ke negaranya Lionel Messi tersebut.
Argentina membeli 5 Super Etendard bekas dari Prancis bernilai €12 juta yang termasuk delapan mesin ATAR 8K50, suku cadang, dan simulator pelatihan. Setelah Argentina menunda pembayaran selama empat bulan, kelima pesawat tersebut akhirnya dikirimkan dan pada Mei 2020, salah satunya melakukan peluncuran pertamanya.
Quote:
Mengutip artikel bulgarianmilitary.com, saat ini Argentina hanya memiliki 11 Super Etendard (termasuk 5 yang dibeli dari Prancis pada 2018), pesawat-pesawat ini pun sudah tidak lagi diterbangkan dalam waktu yang lama. Sebenarnya dulu untuk masalah kursi lontar, Argentina memakai kursi lontar buatan Task Aerospace (dibuat tanpa komponen buatan Inggris) guna dipakai pada 5 unit Super Etendard bekas dari Perancis. Tetapi hal itu belum mampu membuat Super Etendard masuk dinas aktif, lantaran Argentina harus mencari suku cadang lainnya. Tapi sayangnya suku cadang tersebut sudah tidak lagi diproduksi.
Bagi Agan yang eksis di era Orde Baru alias era 80-an, pasti tak asing dengan nama Super Etendard. Pasalnya pesawat ini jadi harum namanya setelah berhasil menenggelamkan dua kapal perang Inggris saat Perang Falkland pada 1982. Pada pagi hari tanggal 4 Mei 1982, dua Super Etendard Argentina menyerang kapal perusak HMS Sheffield (D80) Type 42 milik Inggris. Kedua pesawat menembakkan rudal anti kapal AM39 Exocet. Mereka gagal menghancurkannya, tetapi mereka merusaknya. Kerusakan cukup parah karena enam hari kemudian (10 Mei 1982) kapal tersebut tenggelam saat hendak ditarik. Total 20 pelaut kehilangan nyawa mereka selama serangan itu.
Situasi yang sama terulang sepuluh hari setelah tenggelamnya HMS Sheffield. Pada tanggal 21 Mei, giliran HMS Ardent (F184) diserang oleh tiga Super Etendard Argentina. Mereka menembaki kapal dengan rudal anti-kapal AM39 Exocet buatan Perancis. Dalam serangan ini 22 pelaut Inggris meninggal dunia.
Quote:
Sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 1978 sampai diproduksi terakhir pada 1983, total ada 85 unit Super Etendard yang diproduksi. Sebanyak 71 unit digunakan oleh Angkatan Laut Perancis dan 14 unit di ekspor ke Argentina pada awal 1980-an. Super Etendard punya panjang 14,31 meter, bentang sayap 9,6 meter dan tinggi 3,86 meter. Bobot maksimum saat lepas landas Super Etendard 12 ton. Selain dapat membawa bom, roket dan rudal, senjata lain Super Etendard adalah 2 kanon internal DEFA 552 kaliber 30 mm.
Super Etendard sendiri hanya dibuat dalam varian single seat Gan, peswat ditenagai sebuah mesin SNECMA Atar 8K-50 yang membuat pesawat dapat digeber sampai kecepatan 1.205 km per jam. Prancis sendiri sudah menghentikan operasional Super Etendard sejak 2016 dan perannya digantikan oleh Rafale M.
------------------
Referensi Tulisan: aerotime.aero& bulgarianmilitary.com
Sumber Foto: sudah tertera
braaivlees dan 9 lainnya memberi reputasi
10
1.9K
44
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.5KAnggota
Tampilkan semua post
gonugraha76
#4

Dalam perang Iraq - Iran ( 1980 - 1988 ) AU Iraq mendapatkan pinjaman 5 unit Dassault Super Etendard dari pihak Dassault pada tahun 1983 karena menunggu pihak Dassault dapat melaksanakan modernisasi Dassault Mirage F1 EQ milik AU Iraq menjadi Mirage F1 EQ - 5 yang bisa meluncurkan rudal anti kapal MBDA - AM 39 Exocet berkat pemasangan radar Agave buatan Thomson CSF ( kini Thales Group ). Kit modernisasi ini baru tersedia tahun 1984. AU Iraq membutuhkan kit modernisasi ini untuk menaikkan kapabilitas armada Mirage F1 nya agar dapat memainkan peran penting dalam perang Iraq - Iran sebagai interceptor, ground attack dan yang terbaru anti ship mission khususnya untuk menghancurkan kapal milik Iran dan kapal negara lain yang menuju atau keluar dari Iran yang melewati teluk Persia. Tercatat 34 unit berbagai jenis kapal milik Iran berhasil dihancurkan oleh Super Etendard dengan menggunakan rudal AM 39 Exocet.
Pihak Dassault memang " terpaksa " mengabulkan pinjaman 5 unit Super Etendard karena tidak ingin gagal dalam perundingan akuisisi lanjutan Mirage F1 dengan Iraq.
Keberadaan dan kombinasi Super Etendard dan Mirage F1 milik AU Iraq dalam perang Iraq - Iran memang membuat panas dingin pihak Iran yang didukung US beserta sekutu timur tengahnya. Beruntung Iran mempunyai armada F 14 Tomcat yang setidaknya diklaim sukses menghancurkan 3 unit Super Etendard AU Iran. Klaim ini kemudian dibantah oleh Iraq dan Perancis yang mengklaim hanya 1 unit Super Etendard yang hancur dan 4 unit lainnya dipulangkan ke Perancis tahun 1985.
Puas dengan kinerja all French weapon : Super Etendard, Mirage F1 dan AM 39 Exocet dalam perang Iraq- Iran, pada tahun 1988 Iraq kembali memesan 24 unit Mirage F1 dalam 2 varian : 18 unit varian fighter Mirage F1 EQ - 6 dan 6 unit varian trainer Mirage F1 BQ.
Tahun 1988, pihak Dassault pernah menawarkan Super Etendard kepada Indonesia setelah Mirage 2000 ditolak karena terlalu mahal. Pada tahun 1989 Indonesia lebih memilih akuisisi 12 unit Lockheed Martin F 16 A/B Fighting Falcon yang datang dalam 3 batch antara tahun 1989 - 1990.
Salah satu bukti multi platform launcher anti ship missile MBDA - Exocet
On fighter jet

On battle ship

On car ???

Diubah oleh gonugraha76 26-05-2023 11:40
braaivlees dan 8 lainnya memberi reputasi
7
Tutup




