Kaskus

Story

ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
story keluarga indigo.
story keluarga indigo.
Quote:



KKN Di Dusun Kalimati

Quote:


Kembali ke awal tahun 1990an . Dusun Kalimati kedatangan sekelompok mahasiswa yang hendak KKN. Rupanya salah satu peserta KKN adalah Hermawan, yang biasa dipanggil dengan nama Armand. Dia adalah Kakek Aretha, yang tidak lain adalah ayah Nisa.

Bagai de javu, apa yang dialami oleh Armand juga sama mengerikannya seperti apa yang Aretha alami Di desa itu. Di masa lalu, tempat ini jauh lebih sakral daripada saat Aretha tinggal di sana. Berbagai sesaji diletakkan di beberapa sudut desa. Warga masih banyak yang memeluk kepercayaan memberikan sesaji untuk leluhur. Padahal leluhur yang mereka percayai justru seorang iblis yang sudah hidup selama ribuan tahun.

Banyak rumah yang kosong karena penghuninya sudah meninggal, dan Armand bersama teman temannya justru tinggal di lingkungan kosong itu. Rumah bekas bunuh diri yang letaknya tak jauh dari mereka, membuat semua orang was was saat melewatinya. Apalagi saat malam hari.




story keluarga indigo.



INDEKS

Part 1 sampai di desa
Part 2 rumah posko
part 3 setan rumah sebelau
Part 4 rumah Pak Sobri
Part 5 Kuntilanak
Part 6 Rumah di samping Pak Sobri
Part 7 ada ibu ibu, gaes
Part 8 Mbak Kunti
Part 9 Fendi hilang
Part 10 pencarian
Part 11 proker sumur
Part 12 Fendi yang diteror terus menerus
Part 13 Rencana Daniel
Part 14 Fendi Kesurupan lagi
Part 15 Kepergian Daniel ke Kota
Part 16 Derry yang lain
Part 17 Kegelisahan Armand
Part 18 Bantuan Datang
Part 19 Flashback Perjalanan Daniel
Part 20 Menjemput Kyai di pondok pesantren
Part 21 Leluhur Armand
Part 22 titik terang
Part 23 Bertemu Pak Sobri
Part 24 Sebuah Rencana
Part 25 Akhir Merihim
Part 26 kembali ke rumah

story keluarga indigo.

Quote:


Quote:


Saat hari beranjak petang, larangan berkeliaran di luar rumah serta himbauan menutup pintu dan jendela sudah menjadi hal wajib di desa Alas Ketonggo.

Aretha yang berprofesi menjadi seorang guru bantu, harus pindah di desa Alas Ketonggo, yang berada jauh dari keramaian penduduk.

Dari hari ke hari, ia menemukan banyak keganjilan, terutama saat sandekala(waktu menjelang maghrib).

INDEKS

Part 1 Desa Alas ketonggo
Part 2 Rumah Bu Heni
Part 3 Misteri Rumah Pak Yodi
Part 4 anak ayam tengah malam
part 5 dr. Daniel
Part 6 ummu sibyan
Part 7 tamu aneh
Part 8 gangguan
Part 9 belatung
Part 10 kedatangan Radit
Part 11 Terungkap
Part 12 menjemput Dani
Part 13 nek siti ternyata...
part 14 kisah nek siti
part 15 makanan menjijikkan
Part 16 pengorbanan nenek
Part 17 merihim
Part 18 Iblis pembawa bencana
Part 19 rumah
Part 20 penemuan mayat
Part 21 kantor baru
Part 22 rekan kerja
Part 23 Giska hilang
part 24 pak de yusuf
Part 25 makhluk apa ini
Part 26 liburan
Part 27 kesurupan
Part 28 hantu kamar mandi
Part 29 jelmaan
Part 30 keanehan citra
part 31 end



story keluarga indigo.

Quote:


Quote:



INDEKS

Part 1 kehidupan baru
Part 2 desa alas purwo
part 3 rumah mes
part 4 kamar mandi rusak
part 5 malam pertama di rumah baru
part 6 bu jum
part 7 membersihkan rumah
part 8 warung bu darsi
part 9 pak rt
part 10 kegaduhan
part 11 teteh
part 12 flashback
part 13 hendra kena teror
part 14 siapa makhluk itu?
part 15 wanita di kebun teh
part 16 anak hilang
part 17 orang tua kinanti
part 18 gangguan di rumah
part 19 curahan hati pak slamet
part 20 halaman belakang rumah
part 21 kondangan
part 22 warung gaib
part 23 sosok lain
part 24 misteri kematian keisha
part 25 hendra di teror
part 26 mimpi yang sama
part 27 kinanti masih hidup
part 28 Liya
part 29 kembali ke dusun kalimati
part 30 desa yg aneh
part 31 ummu sibyan
part 32 nek siti
part 33 tersesat
part 34 akhir kisah
part 35 nasib sial bu jum
part 36 pasukan lengkap
part 37 godaan alam mimpi
part 38 tahun 1973
part 39 rumah sukarta
part 40 squad yusuf
part 41 aretha pulang

Konten Sensitif
story keluarga indigo.


Quote:

Kembali ke kisah Khairunisa. Ini season pertama dari keluarga Indigo. Dulu pernah saya posting, sekarang saya posting ulang. Harusnya sih dibaca dari season ini dulu. Duh, pusing nggak ngab. Mon maap ya. Silakan disimak. Semoga suka. Eh, maaf kalau tulisan kali ini berantakan. Karena ini trit pertama dulu di kaskus, terus ga sempet ane revisi.

INDEKS
part 1 Bertemu Indra
part 2 misteri olivia
part 3 bersama indra
part 4 kak adam
part 5 pov kak adam
part 6 mantra malik jiwa
part 7 masuk alam gaib
part 8 vila angker
part 9 kepergian indra
part 10 pria itu
part 11 sebuah insiden
part 12 cinta segitiga
part 13 aceh
part 14 lamaran
part 15 kerja
part 16 pelet
part 17 pertunangan kak yusuf
part 18 weding
part 19 madu pernikahan
part 20 Bali
part 21 pulang
part 22 Davin
part 23 tragedi
part 24 penyelamatan
part 25 istirahat
part 26 hotel angker
part 27 diana
part 28 kecelakaan
part 29 pemulihan
part 30 tumbal
part 31 vila Fergie
part 32 misteri vila
part 33 kembali ingat
part 34 kuliner malam
part 35 psikopat
part 36 libur
part 37 sosok di rumah om gunawan
part 38 sosok pendamping
part 39 angel kesurupan
part 40 Diner
part 41 diculik
part 42 trimester 3
part 43 kelahiran
part 44 rumah baru
part 45 holiday
part 46nenek aneh
part 47 misteri kolam
part 48 tamu

story keluarga indigo.

Quote:


Quote:


INDEKS

part 1 masuk SMU
part 2 bioskop
part 3 Makrab
part 4 kencan
part 5 pentas seni
part 6 lukisan
part 7 teror di rumah kiki
part 8 Danu Dion dalam bahaya
part 9 siswa baru
part 10 Fandi
part 11 Eyang Prabumulih
part 12 Alya
part 13 cinta segitiga
part 14 maaf areta
part 15 i love you
part 16 bukit bintang
part 17 ujian
part 18 liburan
part 19 nenek lestari
part 20 jalan jalak
part 21 leak
part 22 rangda
INDEKS LANJUTAN
Diubah oleh ny.sukrisna 18-05-2023 21:46
kemintil98Avatar border
arieaduhAvatar border
gokil4everAvatar border
gokil4ever dan 23 lainnya memberi reputasi
22
23.5K
306
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
#211
35 Duel
Aku terus menatap tajam makhluk ini. Entah sebutan apa yg pantas untuk dia.
Malaikat? Sepertinya bukan
Mana ada malaikat bentuknya seperti ini.
Demon?
Iblis!
Sepertinya, iya.

Mungkin dua kata itu lebih cocok.
Mataku terus menatap tajam iblis di hadapanku ini.
Awalnya aku sedikit gentar dengan apa yg ada di hadapanku sekarang.
Karena aku baru pernah menghadapi makhluk seperti ini.
Namun ketakutan ku, ku kubur dalam dalam. Aku tidak boleh takut.
Siapa pun yg menang nantinya, aku harus terus berusaha. Aku yakin Allah pasti ada bersamaku.
Pertolongan Allah akan datang dari mana saja.

Setelah memutari nya satu putaran penuh, kini aku berhenti dan berdiri di hadapannya.

Mata nya yg merah menyala, terus menatapku tajam dengan seringai liciknya, dia berusaha untuk menjatuhkan kepercayaan diriku.
Memang sepertinya terlihat kontras sekali, di hadapanku ada iblis yg cukup kuat, sedangkan aku? Hanya ponakan Pak de Adam yg masih polos.

Eum, ada hubungan nya nggak sih?

Dia mengangkat trisulanya lalu menunjukku sambil menaikan sebelah bibirnya. Pertanda dia akan segera memulai pertarungan denganku.
"Lebih baik kamu menyerah!!" katanya.

"Najis! Cihh!!" aku meludah ke sampingku dan kini menantangnya terang terangan.

"Kalau kamu menyerah, akan ku jadikan pengikut ku nanti!!" tawarnya.

"Heh! Kita ini mau berantem apa mau diskusi.. Kamu pikir ini pasar? Pakai tawar menawar lagi.m. Aku... Tidak tertarik dengan tawaran iblis macam kamu! Mengerti!? Mending aku mati daripada aku harus jadi pengikut mu!!!" sahutku dengan penuh keyakinan.

"Oh jadi itu mau mu! Jangan salahkan aku kalau kamu akan mati hari ini!!"

"Ah, berisik!" ku angkat pedangku tinggi tinggi dan kulayangkan padanya.

Tingggg!!

Lagi lagi senjata kami saling beradu. Dia terus menekan trisulanya ke bawah agar dapat melukaiku.
Ku tahan sekuat mungkin dengan pedangku. Aku terus berdzikir, bersholawat dan terus merapalkan doa dalam hati.
Dengan terus mengingat Allah dan meminta perlindungan dariNYA, aku terus bertahan dengan serangan nya yg bertubi tubi.

Berkali kali dia terus melayangkan pukulan dengan trisulanya padaku. Aku pun masih dengan sigap melawan nya dengan pedang di tanganku.

Beberapa menit berlalu kedudukan kami seimbang.
Namun, energiku terus terkuras.
Melawan dia ini, benar benar membutuhkan energi ekstra.

Srreeeettt
Lenganku tergores trisula miliknya dan mengeluarkan darah segar.
Aku sedikit S E N S O Rik dan mengatupkan rahangku menahan sakit.
Sepertinya luka ku cukup dalam, karena darah mengucur deras membasahi tanganku bahkan menetes sampai ke bawah.

"Aretha!!!" teriak Radit lalu berlari mendekat.

"Kamu ngapain ke sini!! Sana aja diit!" larangku.

"Kamu luka!!" dia lalu menutup luka ku dengan syal miliknya.
Terlihat raut wajah kecemasan dari wajah Radit.

Baru kali ini aku melihat wajah radit seperti ini.
"Kak Arden gimana?" tanyaku.

"Sorry ta, aku... Belum bisa hubungi a
arden. Signal tiba tiba hilang. Kita ini lagi di mana sih? Rasanya kita seolah gak bisa terhubung dengan dunia luar." kalimat Radit membuatku berfikir.

Kulirik ke makhluk itu.
Dia tersenyum licik padaku. Aku yakin, dia yg melakukan semua ini.
"Kalian tidak akan bisa meminta bantuan pada siapa pun juga," jelasnya.

"Masih ada yg akan menolong kami!!" jawabku lantang.

"Siapa? Kakak kamu? Bahkan dia tidak bisa menemukan kalian.," ejek nya.

"Bukan!!  Tapi Allah!!" kataku yakin.

Dia tersenyum, lalu berlari ke arahku dengan mengangkat trisula nya.
Ku dorong Radit menjauh. Bahkan sepertinya dia terjatuh ke tanah.
Aku juga berlari untuk makin mendekat padanya.

Taaaaanggg!!
Ku putar pedangku yg masih menahan trisulanya dengan gerakan memutar cepat.
Ku tendang perutnya kuat kuat.

Buuggg!!

Alhasil gerakan tadi membuat trisulanya terlempar jauh dari tangannya.
Namun, dia hanya terdorong sedikit ke belakang dengan menekan perutnya sambil menyeringai.

Dahiku sudah berpeluh peluh keringat.
Ku gelung rambut panjang ku ke atas, ku tatap tajam matanya.
Nafasku sudah memburu karena pertarungan tadi.

Siall! Dia tidak bergerak sedikit pun. Bahkan dia tidak kelelahan sepertiku.
Aku tidak sanggup melawan dia seorang diri. Aku butuh kak Arden.

"Kenapa? Capek??" tanyanya seperti meremehkan ku.

"Enggak!!!" Jawabku.
Nyeri di lenganku makin lama makin kurasakan. Bahkan aku seperti mati rasa di lengan kiriku.
Seperti nya aku kehabisan banyak darah. Bahkan syal Radit sudah berubah warna. Yang awalnya berwarna hijau muda, sudah berubah jadi merah darah .

Aku mulai pusing dan badanku lemas. Namun aku terus berusaha bertahan. Bahkan jika perlu, sampai titik darah penghabisan.

Dia berlari ke arahku, ku pasang kuda kuda dan bersiap melawan dia kembali.

Ku rapalkan doa ke telapak tanganku lalu ku sapukan ke pedang di tanganku.
Saat dia sudah dekat, kulayangkan pedang itu.

Sreeettthh!!

Dia S E N S O Rik keras.
Sayap kanan nya terpotong karena tebasan pedangku.

Emosinya makin memuncak, dia kembali menatapku tajam dengan penuh kebencian.

Dia merentangkan kedua tangan nya ke samping, lalu merapalkan sesuatu dengan menggumam.
Aku tidak tau apa yg dia katakan.
Namun, entah kenapa telingaku begitu sakit.
Sampai sampai ku jatuhkan pedangku dan berusaha menutup telingaku rapat rapat. Tidak hanya telinga saja, kini kepalaku juga sangat sakit. Rasa sakit ini terus menjalar hingga ke jantungku. Rasa nya seperti ada yg meremas dengan kuat.

Radit pun sama, dia juga kesakitan, dan jatuh terkulai di tanah.

'Ya ampun Radit..'
Semoga dia baik baik saja.

Kulihat sosok itu terus menggumam di posisi yg sama seperti tadi.
Apa yg dia baca?
Kenapa begitu menyakitkan.
Aku makin pusing, seluruh tubuhku sakit.

"Nduk! Ajian senggoro m*****." teriak eyang.

Aku menoleh ke eyang.

Duh, nggak hapal lagi. Mampus!!
Ini nih hasilnya, kalau di ajarin malah  kabur terus dari pakde Yusuf.

Buuugggg!!!

Aku terpental jauh bahkan sampai 10 meter jauhnya.
Aku meringis kesakitan. Kali ini aku merasakan tubuhku remuk.
Bergerak sedikit saja rasanya sakit sekali.

Dia melayang dengan satu sayapnya mendekatiku.
Dia menaikkan daguku menggunakan trisula miliknya sambil menyeringai penuh kemenangan.

Aku memejamkan mataku, aku sudah pasrah atas apa pun yg akan menimpaku nanti.
Karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk melawan nya. Badanku sudah lemas sekali.

"Apa permintaan terakhirmu!?" tanyanya.

Aku meludahi trisulanya.

"Rupanya kamu sungguh keras kepala!!!" dia angkat trisula miliknya dan sepertinya dia akan menebasku kali ini tanpa ampun.

Aku pasrah.
"Grrrrraaaaauuummm"

Dia jatuh ke belakang dan ada macan putih yg menyerangnya tiba tiba.

Siapa ya?
Kulihat eyang masih ada disisi lain masih bertarung dengan makhluk aneh tadi.

Ini macan siapa lagi ya?

"Dek! Kamu nggak apa-apa??" tiba tiba kak Arden sudah ada di sampingku sambil menatapku nanar
Aku hanya sanggup mengangguk lalu tubuhku jatuh ke pelukan kak Arden. Aku sudah lelah sekali, Dan semua gelap.

=========

Arden pov

Kulihat bunda mondar mandir terus sambil menatap ponsel nya. Seperti sedang mencemaskan sesuatu.
Aku yg baru pulang dari rumah Alya sore ini jadi heran dengan sikap bunda.

"Ya ampun kak. Kamu kok baru pulang sih??" tanya bunda.

"Maaf bun, tadi Arden nganterin Alya dulu ke rumah sakit. Terus malah suruh nemenin Alya sama saudaranya di sana sebentar, soalnya mereka ditinggal berdua aja. Jadi baru bisa pulang sekarang," terangku panjang lebar.

"Oh gitu. Ya udah gak papa."

"Bunda kenapa sih?"tanyaku.

"Perasaan bunda gak enak. Tadinya bunda kepikiran kamu, tapi begitu lihat kamu baik baik aja, bunda langsung kepikiran Aretha," jelas bunda sambil terus melihat keluar rumah.

"Emang dia ke mana?"

"Pergi sama Radit dari pagi. Kenapa sih hp kalian berdua gak aktif? Bunda teleponin dari tadi nggak bisa bisa," omel bunda.

Aku garuk garuk kepalaku yg jelas tidak gatal.
"Hp Arden lowbatt, Bu.. Di sana gak ada charger. maaf ya.hehe"

Bunda tidak juga tersenyum seperti biasanya.
"Perasaan bunda gak enak kak. Beneran. Dada bunda nyeri banget. Sesak." bunda terus menekan dadanya sambil terus mondar mandir tidak jelas.

"Ya udah, biar aku cari mereka.."

Aku kembali masuk ke mobil lalu meninggalkan halaman rumah.
Jujur saja, aku tidak tau harus mencari ke mana. Berkali kali hp Radit maupun Aretha tidak bisa dihubungi.
Akhirnya aku berhenti di pinggir jalan lalu ku tulis pesan di grup WA, yg beranggotakan teman-temanku.

Aku [ada yg tau Radit dan Aretha ke mana hari ini?]

Kiki [tadi nonton bareng aku, sama Doni juga. Kenapa? Belum balik?]

Doni [ paling pacaran dulu, Den. Udah, santai aja. Nanti juga pulang.]

Dion [ wah, dicariin PASPAMPRES nih..wkwkwkwkwk...]

Aku [ga usah becanda deh!!serius nih!!😤]

Danu [cari aja pake GPS, susah amat!]

Aku [udah! Tapi gak bisa..aneh banget.]

Kiki [eh Den!! Tadi Aretha diikutin setan lho... Iya kan, Don?]

Doni [ iya, bener banget tuh. Jangan jangan diculik setan!]

Aku [hm... Ya udah, thanks ya.]

Tiba tiba tercium bau bunga yg pekat sekali. Wangi ini tidak asing lagi buatku.
Aku sering mencium wangi ini, tapi belum pernah melihat sosok nya selama ini.

"Assalamualaikum le," sapa seseorang yg kini duduk di sampingku.

Aku menoleh dan mendapati seorang nenek yg memakai baju kebaya.

"Waa... waaalikum salam. eyang Lestari??" tanyaku.

"Iya le, ini eyang Lestari. Kita baru pertama bertemu ya." eyang tersenyum padaku. wajahnya teduh sekali.

"Iya eyang... Eh, tunggu. Eyang kok di sini? Ada apa ya?"

Eyang Lestari memang jarang sekali menampakan diri. Selama ini kami hanya sering bertemu eyang Prabumulih.

"Eyang bantu untuj menemukan adik kamu," kata eyang datar.

"Aretha? Aretha memangnya di mana eyang..?" tanyaku agak panik.

"Pejamkan mata kamu, le." suruh eyang Lestari.

Kupejamkan mataku.
Kurasakan tangan eyang Lestari menekan kedua alisku sambil menggumam sesuatu.

"Sekarang buka."

Saat kubuka mataku, semua terlihat buram.

"Eyang, kok malah Arden gak jelas gini lihatnya? Buram, eyang," kataku sambil mengucek ngucek mata.

"Abaikan hal itu. Sekarang fokus untuk mencari Aretha. Kamu lihat benang merah di depan kamu?" tanya eyang.

Ku pincingkan mataku untuk melihat apa yg eyang Lestari katakan.

Yah, benar. Ada sebuah benang merah panjang di hadapanku kini. Itu sangat jelas terlihat, tidak seperti yg lain. Semua buram.

Aku mengangguk.

"Ikuti! Maka kamu akan sampai ke mereka," perintah eyang Lestari.

Tanpa bertanya lagi, aku mengendarai mobilku dengan cepat mengikuti benang merah ini.
Hanya sekitar 10 menit aku dapat dengan jelas melihat Aretha, eyang Prabumulih dan 2 makhluk aneh di sana.

Buru buru aku turun dari mobil.
Eyang Lestari sudah ada di depan mobil

"Siapa mereka eyang?" tanyaku sambil melihat nanar pemandangan di hadapanku.

"Iblis!!" ucap eyang dingin.

Aretha sudah kewalahan ,aku yakin tenaga nya sudah habis.
Tanpa basa basi lagi, aku berlari mendekat ke Aretha.

Eyang lestari ikut berlari di sampingku. Larinya lebih cepat dariku lalu....

"Grrraaaaauuummmm"

Eyang Lestari berubah menjadi macan putih seperti eyang Prabumulih, dan dalam sekejap menerkam makhluk yg sedang menyerang Aretha hingga jatuh terguling di tanah.

Aku berlari mendekat ke Aretha karena melihatnya yg sudah tidak berdaya.
"Dek! kamu nggak papa???" tanyaku cemas.

Dia tidak menjawab sepatah kata pun, lalu dia jatuh ke pelukan ku. Kubaringkan Aretha di tanah, sambil kurapalkan beberapa doa dan menekan beberapa titik tubuhnya. Aku menyalurkan juga tenaga dalam ku ke Aretha.
Setidaknya ini akan membantu dia cepat pulih.
Aretha mulai bergerak sedikit demi sedikit.

"Kamu nggak papa dek?" tanyaku sambil kubelai wajahnya yg lebam lebam.
Hatiku sakit melihat Aretha seperti ini. Kenapa aku tidak bersama nya di saat dia membutuhkan ku.

"Kak... Radit..."ucapnya terbata bata.
Aku mencari sosok Radit, dan dia
Sedang terbaring tak berdaya tak jauh dari mobilnya. "Kamu tunggu sini sebentar."

Aku berlari menghampiri Radit dan melakukan hal yg sama seperti yg kulakukan pada Aretha.
Beruntung Radit tidak terluka parah seperti Aretha. Sehingga dapat dengan mudah menyadarkan nya.
"Gak papa lu?" tanyaku sambil mengulurkan tanganku membantu dia berdiri.

Dia mengangguk sambil batuk batuk.
Ku papah dia berjalan menuju Aretha yg masih terbaring di sana.

Saat dekat Aretha, Radit malah berlari.
"Taaaa!!! Kamu gak papa? maaf ya ta..aku gak bisa lindungin kamu.."dia memeluk Aretha dengan mata yg berkaca kaca.

"Dit, bawa Aretha ke mobil, obatin lukanya. "

Dengan sigap Radit membawa Aretha ke mobilnya.
Aku berdiri di sisi yg agak jauh dari eyang eyangku dan 2 makhluk mengerikan itu.

Kulihat eyang Prabumulih masih terus berusaha melawan makhluk itu begitu juga dengan eyang Lestari.

Entah sampai kapan pertarungan ini akan terus berlangsung. Kedua belah pihak sama sama kuat.

"Kak!!" aku menoleh dan mendapati Aretha sedang berdiri di belakangku dibantu Radit.

"Ngapain ke sini? sana ke mobil aja!!" pintaku.

"Kak, mereka kuat banget. Aku takut eyang kewalahan!"

"Iya, kakak juga merasakan itu. Kecuali kita tau titik kelemahannya."

Taaaannnggg!!!

Trisula milik makhluk yg dilawan eyang Letari terpental dan jatuh di depan kami.

"Diit..." panggil Aretha.

"Kenapa?"

"Ambil trisulanya," pinta Aretha.

"What? Buat apa???"

"Udah, ambil aja."

Radit mengambil trisula itu dan memberikannya ke Aretha.
Aku sedikit paham maksudnya.

"Kamu yakin bisa?" tanyaku.

"insya Allah."sahutnya yakin.

"Mau ngapain sih?" tanya Radit.

"Kita lakuin, sama kaya sebelum nya, Dit. "Kata Aretha.
Radit menatap Aretha lalu menatapku bergantian.
Tak lama dia mengangguk.
Radit dan Aretha memegang trisula itu bersama sama sambil berpegangan tangan satu sama lain. Mereka memejamkan mata terlebih dahulu.
Badan mereka bergetar hebat, dan membuat pegangan mereka pun makin kuat saja.

Tak lama, mereka berdua membuka mata dan menyeringai bersama sama.

"Gimana? Apa yg kalian lihat??" tanyaku penasaran.
3.maldini
johny251976
theorganic.f702
theorganic.f702 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.