Kaskus

Story

remukredambosAvatar border
TS
remukredambos
Kisah Sang Mantan Suhu
Kisah Sang Mantan Suhu

Kaskuser lama pasti paham jika disini pernah ada sub forum BB17+. Walaupun sub forum tersebut telah ditutup, tapi percayalah diluar sana sebenarnya mereka masih bertahan.

Kisah ini akan menceritakan kisah nyata salah satu mantan suhu BB17+, dimana beliau akan menceritakan perjalanannya.
Dari cupu menjadi suhu

Penulis telah mendapat ijin untuk membuat cerita ini, bahkan beliau juga ikut memantau thread ini. Semoga cerita ini dapat memberikan pengalaman dan pelajaran berharga.

Part 1 - Seto
Part 2 - Maya
Part 3 - Civic
Part 4 - Luluh
Part 5 - Bimbang
Part 6 - Keputusan
Part 7 - Siap?
Part 8 - Siap!
Part 9 - Pulang
Part 10 - Cumbu
Diubah oleh remukredambos 16-05-2023 23:44
yusha321Avatar border
iwakcetolAvatar border
kubelti3Avatar border
kubelti3 dan 15 lainnya memberi reputasi
14
14.2K
55
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
remukredambosAvatar border
TS
remukredambos
#46
Cumbu
"Ternyata ada kopdar nya juga ya di komunitas seperti ini?"

"Lantas apa yang akan nanti kita bicarakan?"

"Lha wong gabung seperti ini kan pakai identitas palsu"

"Edan po ya kalau kita jelaskan kita sebenarnya"

Beberapa pertanyaan yang muncul dipikiran, tapi pada akhirnya aku jawab sendiri juga. Akupun masih lanjut browsing di dalam forum tersebut. Ada satu hal yang sepertinya bisa aku ditiru dari para penjual lapak BO disana, yaitu transaksinya menggunakan rekening. Tapi jika itu menggunakan rekening pribadi aku rasa resikonya besar juga. Akhirnya aku putuskan sementara tetap cash, jika Maya memang berniat open lagi.

***

"Mas, nanti sorean saja ya, sekitar jam 3"

Sebuah pesan dari Maya aku baca saat sarapan bareng keluargaku. Akupun mengiyakan ajakan tersebut.

***

Aku : " Wan, aku pulang dulu ya"

Ridwan : "okee bosss, jangan lupaa ya.."

Aku : " hessss, aman aman, tenangno pikirmu"

Itu adalah kode dari Ridwan saat minta gajian. Ya karena memang sudah mendekati tanggalnya. Beruntungnya aku tidak pernah sekalipun telat soal gaji dan tanggungan lainnya. Tuhan masih sayang aku.

Setelah dari warnet aku bergegas pergi ke cafe tempat aku janjian dengan Maya. Sekarang masih jam 2 siang, masih sangat cukup waktunya. Aku kabari Maya kalau sudah jalan, balasan ok segera aku dapat. Tak lupa mampir isi bensin, kemudian melanjutkan perjalanan ke tujuan

***

Maya ternyata sudah tiba lebih dulu di cafe tersebut. Waktunya tidak lama dengan aku datang, jadi Maya belum sempat kasih kabar. Kita nikmati makanan sambil ngobrol ringan. Setelah makanan utama habis, tinggal menyisakan snack dan minuman barulah obrolan yang lebih serius dibuka.

Maya : "hasil yang kemaren lumayan mas, tampaknya aku bisa lunasi hutang jika aku open lagi"

Aku hanya menghela nafas dan sedikit menganggukan kepala. Tidak ada komentar atau saran apapun dari aku, ya karena memang aku saat ini masih pas-pas an saja, masih cukup kalau untuk hidup, tapi tidak untuk bantu bayar hutang.

Sebenarnya rasa menyayangkan dan penyesalan itu ada, tapi rasanya memang tidak perlu di perlihatkan.

Obrolan pun kita lanjutkan.

Aku : "jadi berencana open lagi?"

Maya : "iya mas, mas masih mau bantu kan?"

Aku : "iya aku bantu kok, tapi mungkin tidak bisa dalam 2 minggu ini"

Sepertinya jawaban yang baru saja aku sampaikan bukanlah jawaban yang Maya harapkan

Maya : "ohh, jadi kapan mas?"

Aku : "sekitar awal bulan, karena aku akan ada beberapa urusan"

Maya : "10 hari lagi jatuh tempo utangku mas"

Sekarang gantian jawaban Maya yang tidak aku harapkan. Di satu sisi aku ada keperluan, tapi di sisi lain ada rasa tidak tega kepada Maya.

***

Menjelang malam aku sudah sampai dirumah. Maya pun mengabari jika sudah sampai di kontrakannya. Obrolan tadi siang juga masih menggantung, belum ada titik temunya. Aku memang merasa terpanggil untuk bantu Maya, tapi tidak serta merta juga aku harus selalu ada. Biar bagaimanapun aku juga masih punya keluarga.

Entah apa yang sekarang ada dibenak Maya. Seharusnya dia sadar jika aku hanya sebatas membantu, bukan berarti ikut memikirkan masalahnya sampai tuntas. Tapi aku berencana tetap pada keputusanku. Kalau mau aku temani ya di awal bulan, kalau memang harus segera open ya silahkan open sendiri. Nanti aku bantu share di mirc, dan mungkin juga di forum dewasa yang belum lama aku ikuti.

***

Panlok : "aroma parfum mu aku suka mas"

Aku : "hehehe, bisa aja"

Panlok : "emang iya kok, hihihi"

Aku : "wis wis, daripada aku ge-er, tak pamit dulu, makasih ya non"

Panlok : "hehe, iya mas, makasih"

2 hari setelah ketemu Maya aku sempatkan eksekusi panlok yang infonya aku dapat dari Ridwan. Salah satu etnis yang sangat aku idamkam bisa menjadi pendamping hidup. Walaupun masih sebatas mimpi semoga bisa terwujud. Namanya juga harapan, semoga dapat dikabulkan.

Tidak ada kabar atau pertanyaan lagi dari Maya, mungkin aku pikir dia akan open lagi bulan depan. Sesuai dengan jadwal yang aku bisa.

***

"Sudah tanggal 26, bulan ini hampir selesai"

Gumanku salam hati, seraya memikirkan keadaan Maya. Aku yang seharusnya bisa santai, tidak terbebani oleh masalah, malah sekarang ikut memikirkan masalahnya Maya.

Pembenaran dan pikiran bercampur aduk dalam otak.
Aku merasa benar, bukan kewajibanku membantu Maya sepenuhnya, tapi di sisi lain aku kasihan jika ingat kedua anak Maya. Rasa gelisah ini akhirnya menggiring nurani aku untuk kembali membantu Maya.

"Jadi ke Jogja lagi? Urusanku sudah selesai, tidak sampai bulan depan"
Sebuah pesan aku kirimkan kepada Maya.

"Kalau mas bisa, ayo aja mas"
Balas Maya.

Danpada akhirnya kita sepakat 3 hari ke depan berangkat ke Jogja.

***

Sehari sebelum berangkat ke Jogja aku hubungi tamu yang sebelumnya, beberapa dari mereka ada yang order kembali. Selain itu, aku juga hubungi calon pelangan yang kemaren belum sempat dapat jadwal. Siapa tahu mereka masih tertarik mencoba. Dan beruntungnya ada juga yang masih tertarik.

Tak lupa juga aku kembali hubungi Ridwan untuk pinjam Civic nya.

***

Tata cara mainnya masih sama dengan sebelumnya. Ada tamu yang pesan, baru kemudian Maya aku antar ke hotel si tamu. Kali ini kita langsung menginap selama 3 hari.

2 Hari pertama aku tidak kemana-mana. Selalu disekitar Maya. Tapi di hari ketiga aku berencana untuk datang kopdar di forum dewasa yang aku ikuti. Saat ini aku sudah mulai aktif berinteraksi di forum tersebut. Aku merasa member di forum tersebut sangat asyik.

"Di forum aja seasyik ini ngobrolnya, bagaimana aslinya ya?"
Gumanku dalam hati saat mojok di sebuah warnet sembari menunggu Maya kerja.

***

Aku : "Malam ini hari terakhir, besok kita sudah check out"

Maya : "Iya Mas"

Aku : "Gimana tadi? semuanya aman kan?"

Maya : "aman kok mas"

Aku : "syukurlah, oiya nanti aku mau keluar ketemu teman ya"

Maya : "aku boleh ikut mas?"

Aku : "maaf, teman aku tahu jika aku sekarang belum nikah lagi, jadi aku sendiri ya"

Maya : "ohh, ya udah Mas, aku istirahat saja"

Sebenarnya aku berencana akan ikut kopdar forum, tapi karena aku tidak mau ribet jika Maya ikut, ya akhirnya aku berbohong seperti itu.

Soal open Maya, selama 3 hari ini lancar saja. Sepertinya dia mendapat hasil yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Sebelum aku pergi kopdar, kita sempatkan cari makan malam dan camilan dulu. Biar pikiran lebih tenang saja saat Maya aku tinggal sendirian.

***

Aku : "uda hampir jam 9, sudah semuanya kan, ayo balik ke hotel ya"

Ajak aku yang disambut anggukan dari Maya. Aku sudah janjian dengan salah satu member forum untuk datang kopdar sekitar jam 10 malam. Sebut saja si member itu namanya Lik Mur

Aku sudah komunikasi dan saling tukar kontak dengan Lik Mur ini. Dari cara komunikasinya sepertinya dia orang yang unik.

***

Aku : "Lik Mur, lokasi kopdarnya dimana ya?"

Lik Mur : "warung kopi, barat pengadilan negeri"

Aku : "oke"

***

Sesampai dihotel aku bergegas ambil baju ganti di dalam tas dan kemudian mandi.

Tok!! Tok!! Tok!!

Maya : "Mas, aku kebelet pipis"

Seru maya dari luar sambil mengetuk pintu.

Aku : "sebentar lagi"

Maya : "udah ga tahan mas"

Akhirnya aku lilitkan handuk dan buka pintunya, Maya pun langsung masuk dan duduk di toilet untuk menunaikan hajatnya.

Aku diam lihat kelakuan Maya, Maya pun diam sambil sedikit tersenyum. Ada mungkin sekitar 5 detik kita saling pandang, hingga kemudian tanpa sadar kita sudah saling bercumbu.
Diubah oleh remukredambos 17-05-2023 11:46
iwakcetol
kubelti3
lengzhaiii
lengzhaiii dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.