Kaskus

Story

ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
Supernatural
Quote:


Mungkin agan di sini pernah baca cerita ane yang berjudul pancasona? Kali ini ane akan melanjutkan kisah itu di sini. Yang suka cerita genre fantasi, kasus pembunuhan berantai, gengster werewolf, vampire dan sejenisnya. Silakan mampir. emoticon-Betty

Supernatural

Quote:


INDEKS
Part 1 abimanyu maheswara
Part 2 abimanyu
Part 3 kalla
Part 4 siapa kalla
Part 5 seorang gadis
part 6 Ellea
part 7 taman
Part 8 kamar ellea
Part 9 pagi bersama ellea
Part 10 rencana
Part 11 tentang kalla
part 12 rumah elang
Part 13 kembali aktivitas
part 14 emosi elang
part 15 janin kalla
part 16 elang
Part 17 vin
Part 18 kantor
Part 19 kemunculan kalla
part 20 pulau titik nol kehidupan
part 21 desa terkutuk
Part 22 wira
Part 23 teman lama
Part 24 patung wira
part 25 teror di rumah John
part 26 tato
part 27 simbol aldebaro
part 28 buku
part 29 kantor kalla
part 30 batu saphire
part 31 Lian dan Ayu
part 32 kakak beradik yang kompak
part 33 penyusup
part 34 kalah jumlah
part 35 lorong rahasia
Part 36 masuk lorong
part 37 cairan aneh
part 38 rahasia kalandra
part 39 Nayaka adalah Kalandra
Part 40 kemampuan nayaka
Part 41 Arkie
Part 42 Arkie (2)
Part 43 peperangan
Part 44 berakhir
Part 45 desa abi
part 46 nabila
part 47 cafe abi
Part 48 Maya
part 49 riki kembali, risna terancam
part 50 iblis bertubuh manusia
part 51 bertemu eliza
part 52 Feliz
Part 53 Bisma
Part 54 ke mana bisma
part 55 rahasia mayat
part 56 bisma kabur
part 57 pertemuan tak terduga
part 58 penyelidikan
part 59 tabir rahasia
part 60 kebakaran
part 61 Bajra
part 62 pengorbanan Bajra
part 63 the best team
part 64 masa lalu
part 65 perang dimulai
part 66 kisah baru
part 67 bertemu vin
part 68 san paz
part 69 cafe KOV
part 70 demigod
part 71 california
part 72 Allea dan Ellea
part 73 rumah ellea
part 74 alan cha
part 75 latin kings
part 76 kediaman faizal
part 77 kematian faizal.
part 78 permainan
part 79 ellea cemburu
part 80 rumah
part 81 keributan
part 82 racun
part 83 mayat
part 84 rencana
part 85 kampung....
Part 86 kematian adi
part 87 tiga sekawan
part 88 zikal
part 89 duri dalam daging
part 90 kerja sama
part 91 Abraham alexi Bonar
part 92 terusir
part 93 penemuan mayat
part 94 dongeng manusia serigala
part 95 hewan atau manusia
part 96 Rendra adalah werewolf
part 97 Beta
part 98 melamar
part 99 pencarian lycanoid
part 100 siapa sebenarnya anda
part 101 terungkap kebenaran
part 102 kisah yang panjang
part 103 buku mantra
part 104 sebuah simbol
part 105 kaki tangan
part 106 pertikaian
part 107 bertemu elizabet
part 108 orang asing
part 109 mantra eksorsisme
part 110 Vin bersikap aneh
part 111 Samael
part 112 Linda sang paranormal
part 113 reinkarnasi
part 114 Nayla
part 115 Archangel
part 116 Flashback vin kesurupan
part 117 ritual
part 118 darah suci
part 119 Lasha
part 120 Amon
part 121 masa lalu arya
part 122 sekte sesat
part 123 sekte
part 124 bu rahayu
part 125 dhampire
part 126 penculikan
part 127 pengakuan rian.
part 128 azazil
part 129 ungkapan perasaan
part 130 perjalanan pertama
part 131 desa angukuni
part 132 Galiyan
part 133 hilang
part 134 Hans dan Jean
part 135 lintah Vlad
part 136 rahasia homestay
part 137 rumah kutukan
part 138 patung aneh
part 139 pulau insula mortem
part 140 mercusuar
part 141 kastil archanum
part 142 blue hole
part 143 jerogumo
part 144 timbuktu
part 145 gerbang gaib
part 146 hutan rougarau
part 147 bertemu azazil
part 148 SMU Mortus
part 149 Wendigo
part 150 danau misterius
part 151 jiwa yang hilang
part 152 serangan di rumah
part 153 misteri di sekolah
part 154 rumah rayi
part 155 makhluk lain di sekolah
part 156 Djin
part 157 menjemput jiwa
part 158 abitra
part 159 kepergian faza
part 160 Sabrina
part 161 puncak emosi
part 162 ilmu hitam
part 163 pertandingan basket
part 164 mariaban
part 165 Dagon
part 166 bantuan

INDEKS LANJUT DI SINI INDEKS LANJUTAN
Diubah oleh ny.sukrisna 16-05-2023 21:45
indrag057Avatar border
bejo.gathelAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 12 lainnya memberi reputasi
13
13.9K
222
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
#142
137 Rumah Kutukan
Sebuah mobil parkir di jalan yang tak jauh dari mereka. Hans dan Jean keluar dari dalamnya dan seolah membawa angin segar bagi mereka yang masih ada di tempat ini. Mereka berdua mendekat ke Nayla dan Wira. "Loh, kamu ngapain pakai baju itu?" tanya Jean melihat Wira heran.

"Di bawah ada kotak besar. Kita harus angkat itu ke atas, kami curiga isi di dalamnya," jelas Wira.

"Kami?" tanya Hans.

"Iya, Abi dan Arya masih di bawah. Kaki Arya terbelit sesuatu, dan susah dilepas."

Hans dan Jean saling pandang, sorot mata keduanya menyiratkan hal buruk. Dan itu tertangkap oleh Wira. "Kenapa? Apa yang kalian dapat?" tanya Wira.

"Tadi kami ke penjara, dan meminta Erik untuk bercerita tentang saudaranya itu."

"Terus?"

"Kata Erik, dia sama saudaranya bertengkar. Dan setelah hari itu, Erik nggak pernah lagi melihat saudaranya itu. "

"Kok aneh, ya?"

Ellea keluar dari rumah dengan membawa gunting yang diminta Wira. Di belakangnya ada Gio yang ikut berlari kecil mendekat ke mereka.

"Gaes, gue dapat informasi!" jerit Gio sambil membawa laptopnya. Ia mulai menarik nafas dalam dalam saat sudah sampai di dekat mereka.

"Gini, jadi ternyata Erik ini punya gangguan identitas disosiatif. Jadi dia seolah memiliki kepribadian ganda. Sebelum saudaranya menghilang, Erik datang ke penyihir. Erik putus asa karena penginapan ini sepi. Dia meminta pesugihan untuk tempat ini. Tadi gue udah nanya langsung ke dukun itu! Dan bener, Erik dulu ke sana."

"Jangan jangan saudaranya itu di bunuh lagi!" tebak Ellea.

"Bisa jadi!"

Wira meraih gunting dari tangan Ellea. Lalu kembali masuk ke dalam air. Saat ia kembali ke dalam air, ia melihat kedua pria di bawah itu, sedang meronta karena cekikan bayangan hitam aneh. Wira bergegas berenang mendekat. Ia lalu menusuk bayangan itu dengan gunting nya. Bayangan itu memudar, setidaknya untuk sementara waktu. Wira segera melepaskan ikatan dari kaki Arya. Mereka segera kembali naik ke atas.

Ketiga pria itu sudah berhasil selamat. Mereka meminta polisi mengambil kotak kayu yang ada di dasar kolam. Ketiga penyelam dadakan itu diam, mereka terkejut dan merasa aneh melihat bayangan di bawah danau. Bentuknya adalah sosok manusia, tetapi wajahnya tidak begitu jelas. Keduanya hampir kehabisan nafas, karena Wira terlalu lama di atas, Arya dan Abi hampir mati di bawah air.

Alat berat digunakan untuk mengambil kotak kayu di bawah. Beberapa polisi kembali memenuhi tempat ini. Semua tentu penasaran dengan kotak yang ada di bawah sana. Perlahan kotak itu mulai terlihat di permukaan. Dan akhirnya, mereka semua dapat melihat kotak itu bersama sama.

Salah seorang polisi membuka gembok yang ada di kotak. Kotak itu sudah berlumut dan sangat licin. Dan saat kotak itu dibuka, mereka terkejut melihat kerangka tubuh manusia. Masih utuh dengan pakaian yang melekat di tubuhnya.

Gio memperhatikan tulang belulang tersebut, lalu mencocokan dengan gambar yang ia dapat di internet. "Wah, bener, dia ini Trian. Saudara Erik yang menghilang!" pekik Gio yakin.

"Astaga! Kenapa dia di sini? Pasti ada yang dengan masukin dia ke petik ini dan membuangnya ke danau!" tebak Nayla.

"Dan orang itu ...."

"Erik!" tebak semua orang.

Trian adalah orang yang menentang keras, saat Erik akan melakukan pesugihan. Agar usaha penginapan mereka laku. Trian termasuk orang yang religus, sementara Erik memiliki gangguan kepribadian ganda.

Pada suatu ketika, mereka berdebat tentang hal ini. Karena emosi Erik justru menjadikan Trian korban pesugihan yang mang dibutuhkan untuk melancarkan aksinya. Trian mati dan di masukan ke dalam kotak. Bukan peti mati manusia. Hanya sebuah kotak. Bahkan saat ditemukan, Trian dalam posisi menekuk kaki. Terjepit karena ruangan kotak yang kecil. Kotak itu lantas di masukan ke dalam danau. Setiap tahun, Erik harus memberikan tumbal untuk iblis di dalam danau. Tiap tahun, Erik menculik orang atau jalan pengunjung tempat itu, mengikat mereka dengan tanya besi dan menceburkannya ke dalam danau.

Arwah Trian tidak tenang. Dia dendam karena apa yang sudah dilakukan Erik dulu. Dan dendamnya itu perlahan membuat Erik sering terluka, tetapi Erik yang memiliki gangguan kepribadian, tidak pernah mengira dan tidak ingat kalau Trian dia bunuh sejak lama. Erik memiliki dua sisi yang sangat pandai ia perankan. Saat ia menjadi orang baik, dia sangat dipercaya orang lain. Tapi saat dia berubah jahat, dia lupa semua kejahatan yang sudah ia lakukan. Bahkan dia tidak tau kalau saudaranya sudah ia habisi dengan tangannya sendiri. Trian yang dendam lantas memunculkan lintah lintah itu, dan mulai melakukan teror ke orang orang di penginapan itu.

Kerangka tulang Trian kini sudah dikuburkan dengan layak. Upacara penguburannya juga dilakukan dengan sangat religius, agar arwahnya tenang, tidak lagi melakukan teror apa pun ke orang lain. Bahkan ke saudaranya sendiri. Erik yang mendekam dipenjara, kini juga mulai gila. Bahkan seminggu setelah dia divonis bersalah, Erik malah gantung diri di sel penjaranya. Perlahan ia mengingat semuanya. Segala sikap yang ia lakukan dulu. Membunuh saudaranya sendiri, bahkan orang orang di sekitarnya. Dia depresi dan akhirnya memutuskan bunuh diri.

Kasus Erik selesai dengan akhir yang melegakan. Mereka kini harus memulai lagi perjalanan mereka. Misi ini masih sangat panjang. Tiba saatnya mereka harus berpisah dengan Jean dan Hans.

"Kalau kalian butuh sesuatu, kalian hubungi saja kami," kata Hans pada mereka semua.

"Maaf, kami nggak bisa ikut. Karena kami juga punya pekerjaan lain," tambah Jean.

"Iya, kami tau, dan misi ini nggak ada sangkut pautnya sama kalian. Kami bisa kok menyelesaikan sendiri."

"Iya, bener. Kalian nggak usah khawatir. Tetap saling berkabar, bagaimana pun juga kita ini sudah seperti saudara.

"Semoga kalian berhasil. Karena kalau kalian gagal, kami juga bisa mati. Karena kami yang paling dekat dengan para iblis."

"Jean benar, kalau kalian gagal, aku yakin, kalau kami akan menjadi daftar orang yang akan mereka bunuh. Organisasi kami. Semua kehidupan kami."

"Yah, kami akan lakukan sebisa kami."

Mereka saling berjabat tangan satu sama lain. Masing masing masuk ke kendaraan masing masing dan berpisah di jalan ini.

Kisah hantu terkutuk Bayonetta, merupakan salah satu rumah tua yang ada di daerah ini, dan merupakan bagian dari salah satu cerita hantu paling populer.

Ketika awal 1.900 terdapat keluarga petani bernama Chan yang diganggu oleh roh jahat, orang-orang sekitar meyakini bahwa roh jahat tersebut adalah seorang penyihir yang pernah dirajam di daerah tersebut karena melakukan praktik ilmu hitam.

Setiap keluarga yang tinggal di sana akan sering diganggu. Tidak ada yang betah tinggal di tempat itu. Bahkan rumah rumah di sekitarnya juga mulai ditinggalkan pemilik karena ikut terkena dampak dari rumah Bayonetta.

"Kenapa rumah itu disebut Rumah Terkutuk Bayonetta?" tanya Ellea saat mereka sedang dalam perjalanan ke tempat yang dituju.

"Kalau menurut informasi dari internet, dulu nih ada dukun gitu, namanya Bayonetta. Dia orang pertama yang tinggal di rumah itu. Tapi dia akhirnya mati karena melakukan sihir ilmu hitam dan membuat beberapa warga desa di sana mati dengan cara tidak wajar. Setelah kejadian itu, rumah dukun itu kosong. Dan akhirnya dipakai sama salah satu keluarga jauhnya. Tapi, dia juga akhirnya meninggal dengan cara nggak wajar," jelas Nayla sambil menatap layar monitor di depannya.

"Kabarnya, setiap orang yang menempati rumah itu memang akan mati dengan cara tragis. Dan karena hal itulah, semua orang menganggap kalau itu rumah terkutuk. Milik Bayonetta," tambah Gio.

"Jadi siapa pun yang menempati rumah itu akan mati? Karena itu rumah milik Bayonetta?"

"Wah, ngeri juga, ya?" cetus Nayla

"Dan kita harus ke sana buat nyari 1 dari 10 kunci yang sedang kita cari?" tanya Gio.

"Hey, kunci kedua dari 10 kunci," ralat Abimanyu.

Tidak lagi memasuki hutan belantara seperti perjalanan mereka sebelumnya, karena sekarang, mereka justru memasuki perkampungan penduduk. Walau tidak begitu padat, namun cukup membuat lega karena mereka akan bertemu manusia, bukan setan dan sejenisnya. Eum, tapi kalau manusia zombie lagi, itu juga mengerikan sih.

"Jadi berapa lama lagi kita sampai?" tanya Nayla tidak sabaran.

"Itu ujung sana, setelah belok ke kanan, udah sampai. Menurut PETA gitu sih," jelas Gio yang memang mengerti arah jalan ketimbang yang lain.

Namun di tengah perjalanan, Wira menyuruh Gio berhenti. Di pinggir jalan tak jauh dari mereka ada seseorang yang sedang berdiri dan menatap mereka datar. "Kalian pergi dulu, nanti aku menyusul," kata Wira lalu turun dari caravan.

"Eh, Ra! Wira! Ke mana?!" jerit Arya.

"Ke mana sih Wira?" tanya Nayla bingung. Arya yang terus menatap Wira yang sedang berjalan ke arah orang tadi, lantas ikut keluar. Ia memanggil Wira hingga pria itu kembali menoleh. Arya lantas berlari kecil mendekat.

"Mau ngapain sih?" tanya Arya. Wira yang terus melihat ke orang yang berdiri tak jauh dari mereka hanya diam. "Siapa dia?" tanya Arya lagi.

"Ya, aku pergi dulu. Nanti aku nyusul kalian."

"Kasih tau dulu, siapa dia?!" paksa Arya. "Kita ini sudah satu team, Ra. Dan apa pun yang terjadi bakal kita hadapi bersama. Seperti dulu. Kamu ingat, kan?"

"Hm, iya. Tapi ini masalahku dan nggak ada hubungannya sama kalian."

"Apa kamu bilang? Nggak ada hubungannya sama kami? Jadi setelah kembali menjadi malaikat kamu makin menutup diri, ya? Atau memang setelah menjadi malaikat lagi, semua rasa kemanusiaan dan kepedulian yang dulu ada di dalam diri kamu, juga hilang?"

"..."

"Kalau kamu nggak mau jawab, aku ikut kamu."

"Ya ...."

"So? Mau pilih mana?"

"Hm, oke oke. Dia salah satu temanku," tunjuk Wira ke orang yang sedang mereka bicarakan.

"Malaikat maksudmu?" tanya Arya memperjelas perkataan Wira. Dan Wira lantas mengangguk, mengiyakan. "Mau apa dia?"

"Jujur, sejak kehilangan karuniaku, aku merasa seperti pramuriadang. Dan aku meminta dia untuk mencari tau di mana keberadaan Galiyan. Karena cuma Galiyan yang tau di mana ia simpan karuniaku. Dia tau di mana Galiyan sekarang, dan aku mau mengambil nya lagi," jelas Wira dengan kepala menunduk lemas.

"Kamu sadar nggak sih, kalau hal ini berbahaya?"

"..."

"Dan kamu mau mendatangi Galiyan cuma berdua aja sama dia? Kamu yakin dia orang yang bisa di percaya?"

"Ra, dia temanku. Aku yakin dia bisa aku percaya. Dan, tolong biarkan aku kali ini. Aku harus mengambil karunia ku lagi. Aku benar benar merasa ... Argh! Aku aja kesel sama diriku sendiri."

"Kalau begitu aku ikut kamu. Kita temui makhluk bernama Galiyan itu!"

"No! Jangan. Mereka lebih membutuhkan kamu, Ya. Jangan sampai kamu kehilangan salah satu dari mereka! Kamau harus menjaga mereka!"

"Wira ...."

"Aku janji, bakal segera menyusul kalian. Oke?"

Arya hanya diam selama beberapa menit. Hingga akhirnya suara klakson mobil Gio mulai berisik. Panggilan untuk mereka berdua pun mulai terdengar dari teman teman yang lain.

"Kamu harus ada di dekat mereka. Lawan kita nggak mudah untuk ditaklukan, dan mereka butuh kamu."

Arya mendengus sebal, tapi akhirnya ia menyerah dan membiarkan Wira pergi seperti apa yang sudah ia katakan sebelumnya. "Kalau ada apa apa kabarin kita secepatnya," pinta Arya lalu kembali ke caravan bersama yang lain.

"Bagaimana?" Nayla terus bertanya saat Arya sudah ada di dalam mobil, duduk di di sebelahnya.

"Biar saja Wira pergi, nanti dia balik kok, kita lanjut lagi. Bi, kamu pindah duduk depan, " suruhnya, dan tentu segera dilaksanakan oleh Abimanyu.

Setelah bertanya ke warga di sekitar tempat ini, mereka akhirnya sampai di sebuah rumah tua dan terlihat menyeramkan. "Yakin ini?" tanya Ellea.

"Yah, ini rumahnya. Kalian lihat, rumah rumah di sana," tunjuk Gio ke beberapa rumah di sekitar rumah yang mereka tuju. "Itu semua juga kosong, karena rumah rumah yang dekat sama rumah ini, bakal kena gangguan dari Bayonetta."

"Wow," hanya kata itu yang keluar dari mulut Nayla. Ia merasakan keanehan di sekitar mereka. Tapi tidak ia hiraukan dan segera mengikuti langkah dari Arya yang sudah mulai berada di teras rumah itu. Arya melongok dari jendela, ia sempatkan meniup dahulu debu yang menempel di kaca tersebut. karena terlalu kotor, dia bahkan kesulitan melihat keadaan di dalam rumah itu. "Gelap banget," cetusnya lalu menatap pintu di samping jendela.

"Masuk aja?" tanya Abimanyu yang berdiri di sampingnya. Arya mengangguk, lalu Abi mulai membuka pintu itu. Tidak terkunci. "Lagian siapa yang mau masuk ke rumah terkutuk di sini? Cuma orang bodoh!" cetus Arya lalu mengikuti Abimanyu masuk ke dalam. Gio yang tepat berada di belakang lalu mengernyitkan kening dan menoleh ke Nayla dan Ellea yang ada di belakangnya, "kita dong, orang bodoh itu?" Dan kedua wanita itu terkekeh menanggapinya.

Rumah ini benar benar hampir bisa dikatakan hancur. Sarang laba laba di dalam sangat banyak ditambah debu debu di semua perabotan rumah. Tidak banyak khas perabotan rumah jaman dulu, sederhana dengan sebagian besar terbuat dari kayu. Tetapi sepertinya kayu yang dipakai adalah kayu jati, sehingga cukup kokoh sampai sekarang. Walau tidak sekokoh yang diharapkan.

BRAK! Sebuah lemari roboh karena tersengol Gio saat berjalan mengendap ke dalam. Debu beterbangan dan membuat beberapa dari mereka batuk batuk. "Hati hati. Tempat ini nggak cuma berbahaya dalam segi angkernya, tapi memang rumah yang mengerikan," cetus Arya yang berada di depan mereka.

"Pantas saja mereka sebut ini rumah terkutuk," gerutu Abimanyu sambil berhati hati pada langkahnya selanjutnya.

"Kita berpencar? Dan cari di mana kunci itu!" saran Arya.

Akhirnya mereka kembali berpencar dan membagi menjadi dua kelompok. Arya dan Nayla berdua, sementara Abi bersama Ellea dan Gio. Ventilasi rumah ini memang tidak ada, membuat jarak pandang mereka terbatas. Dan juga tidak ada listrik di tempat ini.

"Eh, lilin!" tunjuk Ellea pada benda berwarna putih yang berderet di dekatnya. Tanpa di suruh Ellea segera menyalakan lilin lilin tersebut. Dan akhirnya ada cahaya di tempat ini walau terlihat temaram. Setiap ruangan ada barisan lilin yang cukup banyak seolah memang sengaja diletakan di sana. Angin seolah berembus pelan, membuat lilin yang baru saja dinyalakan Ellea bergoyang seperti hendak padam. Ia lantas memperhatikan sekitar. Merasa ada yang aneh, Ellea berhenti berjalan dan menatap tiap sudut ruangan ini. Langkah kedua pria di depan mereka sudah mulai menjauh, tiba tiba Ellea merasakan ada nafas yang berembus tepat di depan wajahnya. Terasa panas, dan berbau busuk. Ellea sontak mundur dan menabrak meja yang di pakai untuk tempat lilin lilin tersebut. Dan sedetik kemudian, ia mendengar suara nafas seseorang. Bahkan terasa dekat sekali di telinganya. "Biyu!" jerit Ellea ketakutan.

Abimanyu dan Gio yang sudah berjalan agak jauh dari Ellea lantas menyadari kalau gadis itu tidak bersama mereka lagi. Abi dan Gio segera kembali ke ruangan sebelumnya. "Ell?" panggil Abimanyu sambil tengak tengok ke sekitar. Tidak ada seorang pun di sana. Ellea tidak terlihat sepanjang mata mereka menatap.

"Ke mana ini anak?!" pekik Gio mulai khawatir.

Ruangan demi ruangan sudah mereka periksa, namun Ellea tidak juga tampak di mana pun. Mereka berdua mulai panik. "Kita cari Nayla sama Arya saja, Bi!" saran Gio, Abimanyu pun mengangguk setuju.

Rumah ini memang cukup besar, dengan beberapa ruangan dan tentu ada ruangan bawah tanahnya juga. Itulah alasan mereka harus berpencar. Agar tujuan mereka akan dapat segera ditemukan, dan tentu mereka dapat segera pergi dari tempat terkutuk ini.

Sementara di sisi lain, Arya dan Nayla mulai berjalan menuju ke ruang bawah tanah. Mereka merasa kalau tempat ini memang paling tepat untuk mencari keberadaan kunci tersebut. Tangga yang sudah reot, membuat keduanya berfikir dua kali untuk turun, tapi karena keadaan mendesak, maka keduanya pun segera menuju tempat yang menjadi tujuan mereka itu.

BRAK! Salah satu anak tangga hancur saat diinjak Arya. Arya menyuruh Nayla berhati hati dalam melangkah, senter yang ada di tangan keduanya cukup membantu dalam penerangan jalan mereka. Hingga akhirnya mereka sampai di bawah.

Lantai yang dipijak terasa tebal karena debu yang sudah lama tertimbun di ruangan ini. Arya dan Nayla menyorot ke seluruh ruangan. Gelap dan kotor hanya dua kata itu yang mampu mendeskripsikan keadaan di bawah sini.

"Ya, kunci itu apakah sama bentuknya seperti yang sebelumnya?"

"Eum, aku juga nggak tau, Nay. Mungkin sama atau sedikit berbeda. Yang jelas, kita cari benda yang mirip mirip seperti kunci saja. Pasti bentuknya akan sangat unik dan menarik perhatian," jelas Arya. Nayla mengangguk paham.

Mereka mulai menyusuri tiap sudut ruangan. Memeriksa tiap benda yang ada di bawah sini. Semua benda tak luput dari perhatian mereka. Hingga sampai akhirnya Nayla lelah, dan sedikit menggerutu. "Duh, nggak ketemu juga! Capek!" ucapnya sebal. Ia lantas bersandar di tembok kayu. Arya yang menatapnya hanya tersenyum, "Ya sudah kamu istirahat dulu, ya. Biar aku aja yang cari. Sini saja," suruh Arya sambil mengelus pipi Nayla. Nayla mengangguk dan mengambil botol minum yang ia bawa di dalam tasnya.

Saat Nayla meminumnya, ia mendengar suara aneh di sekitarnya. Suara nafas seseorang dari mulut terdengar sangat jelas. Bahkan seolah ada di dekat telinganya. Nayla menoleh ke sekitar, namun tidak juga menemukan apa pun. Ia menatap Arya yang sedang memeriksa sebuah nakas dengan beberapa buku buku usang di sana.

Merasa tidak ada yang aneh, Nayla kembali meneguk air mineral yang masih ada di tangannya. Namun anehnya, air tersebut kosong. Padahal ia ingat betul kalau air yang tadi akan dia minum masih ada di botol itu. Nayla mengocok kocong botol itu sambil melihat isi di dalamnya. Betapa terkejutnya dia, saat melihat seorang wanita dengan wajah buruk rupa ada di balik botol yang ia pegang. Kini wanita tersebut sudah berdiri di hadapannya. "Arya!" jeritnya. Kaki Nayla dicengkeram kuat, lalu ditarik oleh seseorang yang tidak terlihat. Nayla menjerit, dan membuat Arya panik. Ia melihat gadis itu diseret menuju tangga, Nayla terus menjerit sambil mencari pegangan. Saat di tangga dia berhasil memegang pilar anak tangga, Arya segera berlari mendekat, tapi satu hentakan keras membuat pegangan itu terlepas dan akhirnya Nayla kembali di seret oleh seseorang yang tidak terlihat tadi.

Gadis itu terus menjerit sambil memanggil nama Arya. "Naylaaa!" jerit Arya sambil terus mengikuti gadis itu. Sampai di lantai atas, Arya kehilangan jejak Nayla. Ia terus menjerit dan membuat Abimanyu dan Gio menemukannya.

"Kalian lihat Nayla?" tanyanya dengan gurat ke khawatiran.

"Sepertinya mereka juga membawa Ellea, Ayah!" cetus Abimanyu, frustrasi.

"Apa? Ellea hilang juga?!" pekiknya.

"Kita harus mencari tau apa yang membawa mereka berdua. Dan sepertinya mereka masih ada di sekitar rumah ini, kan?" tutur Gio seolah berusaha memberikan kesempatan terbaik lainnya. Yah, setidaknya mereka harus tetap semangat dan pantang menyerah dalam menemukan dua wanita itu.

"Tapi kita akan kehilangan waktu kalau mencari dengan cara seperti ini!" tukas Abimanyu.

"Iya, benar. Kita harus pakai akal."

Mereka dikejutkan dengan suara sirine caravan yang nyaring. Sadar ada sesuatu yang terjadi di luar, ketiga pria tersebut berlari keluar rumah terkutuk itu. Di luar mereka melihat seorang pemuda sedang memegang tali dengan seekor anjing yang terus bertindak liar.

"Tenang, Choki! Hey, kenapa! Kita harus pulang!" jerit nya sambil berusaha keras memegangi anjing Labrador Retriever.

Anjing ini sangat populer dijadikan piaraan dan bisa juga menjadi jenis pemburu. Pasalnya ia memang bersahabat, energik, pandai, dan senang diberi pujian. Ia bisa menjadi teman sekaligus pekerja yang baik. Namanya, Labrador retriever, diambil karena anjing ini kerap memburu atau memungut sesuatu dengan mulutnya. Dan kini di mulutnya ia menggigit sesuatu yang sejak tadi diminta oleh pemiliknya.
itkgid
bejo.gathel
regmekujo
regmekujo dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.